
Mentari mulai menampakan sinarnya. Namun si gadis cantik nan imut masih setia dengan selimutnya. Hari ini sekolah libur. Jadi kesempatan untuk Vheya bangun lebihh lama.
Namun itu semua hanya sekedar mimpi. Mamahnya yang tak kunjung melihat anaknya turun untuk sarapan, langsung mengetuk pintunya dengan keras.
"Tok tok tok" suara ketukan pintu kamar Vheya.
Vheya masih enggan bangun. Dia mengabaikan suara ketukan itu.
Mamahnya yang geram tak mendapat respon dari anaknya, langsung membuka pintunya secara paksa.
"Bangun nak, ini udah jam berapa. Jangan jadi anak malas Vhey," ucap mamah Vheya.
Bukannya bangun, Vheya malah lebih merapatkan selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.
"Ishhh Vheya,,,,," teriak mamah Vheya membuat Vheya mau tidak mau membuka selimutnya dan duduk di tepi ranjangnya.
"Mamah berisik tau nggak. Mamah ganggu Vheya. Sekali aja biarin Vheya bangun siang kenapa sih mah." ucap Vheya cemberut.
"Liat tuh jam berapa? kamu lupa sore ini keluarganya Rey mau kesini." ucap mamah Vheya sontak membuat Vheya kaget dan melotot.
"Apa mah? mamah nggak salah ngomong." kata Vheya memastikan.
"Enggak lah. Kan waktu itu papah udah bilang. Kamu aja yang pura-pura nggak denger." kata mamah Vheya.
"Mamah serius mau jodohin aku sama anak temen papah itu."
"Ya seperti yang kamu tahu. Papah kalau punya keinginan nggak bisa di bantah."
"Tapi mamah kan tau aku pacaran sama Jo."
"Ya tapi mamah bisa apa Vhey, papah kamu aja nggak ngrestuin kamu sama Jo."
"Mamah bujuk papah dong, bantuin Vheya. Vheya nggak mau dijodohin mah."
"Vhey, mungkin ini memang berat buat kamu. Tapi mamah mohon belajar melupakan Jo. Demi mamah sayang."
"Mah aku nggak bisa mah. Aku cintanya sama Jo."
"Vhey mamah mohon turutin kata papah. Udah gih kamu siap-siap. Bentar lagi keluarga Rey dateng."
Mamah Vheya meninggalkan Vheya dengan keadaan Vheya yang menangis. Vheya belum terima perjodohan itu. Tapi di sisi lain Vheya tidak ingin melawan orangtuanya. Tapi disisi lain juga, Vheya sangat mencintai Jo.
"Akhhhhhhhh kenapa malah jadi ribet gini sihhhh." ucap Vheya sembari mengacak rambutnya.
Vheya segera bersiap-siap. Namun tiba-tiba ada panggilan dari Jo.
📞📞📞
Hallo sayang .
_Hay juga sayang.
__ADS_1
Kamu kemana aja. Kok nggak ngabarin aku sihh. Kangen tau .
_Maaf Jo, kemarin ada urusan mendadak.
Ketemuan yuk yank. Kangen banget.
_Maaf ya Jo, hari ini nggak bisa. Gimana kalo nanti malem.
Ya udah nggak papa. Nanti aku jemput ya sayang.
_Ok. Nanti aku kabarin lagi ya sayang.
Ya udah bye sayang. I Love You.
_Love you too sayang.
Akhirnya Vheya memutuskan telfonnya. Dia sebenarnya merasa bersalah telah membohongi Jo. Tapi dia juga bingung bagaimana mau menjelaskan dan menceritakan semuanya.
Jo pasti akan kecewa dengan keputusan papahnya Vheya. Tapi Vheya sendiri juga bingung harus melakukan apa.
###
Sore yang cerah. Namun tak secerah hati Vheya. Vheya sekali lagi memohon untuk tidak melanjutkan perjodohan itu, namun hanyalah sia-sia.
"Mah tolong bujuk papah" ucap Vheya memohon.
Namun belum selesai Vhey merengek, tiba-tiba suara bel berbunyi. Vheya dan mamahnya keluar menuju ruang tamu. Ternyata keluarga Rey sudah datang.
"Iya hari yang kita tunggu-tunggu." kata pak Alex.
"Lex ini anaku Rey." ucap pak Bram mengenalkan putranya.
"Wah wah wahh ternyata lebih tampan dan gagah aslinya ya." ucap pak Alex.
"Terimakasih Om." ucap Rey sungkan.
Vheya kaget. Ternyata laki-laki itu benar-benar Rey. Laki-laki yang tak sengaja menabrak dirinya di Minimarket.
"Vheya kamu sudah tau kan maksud kedatangan kami kesini." ucap pak Bram.
"Iya Om." ucap Vheya singkat.
"Langsung saja Vhey, kamu mau kan dijodohkan dengan Rey." ucap pak Bram lagi.
Vheya hanya terdiam. Kemudian papah Vheya balik bertanya pada Rey.
"Rey apa kamu siap dijodohkan sama anak Om. Dia memang keras kepala. Tapi nanti lama-lama juga akan lunak." ucap pak Alex.
"Saya sih terserah Vheya saja Om." ucap Rey.
"Kok terserah aku sihh. Kalau aku nolak gimana?" ucap Vheya.
__ADS_1
Sontak membuat papahnya melotot tak percaya dengan ucapan putrinya itu.
"Vheya kamu bicara apa. Tadi kan bilang udah setuju. Kenapa jadi plin plan nak. Jangan begitu dong?" ucap pak Alex sambil menatap tajam Vheya.
"Kalau Vheya keberatan, sebaiknya jangan di paksa Om." kata Rey.
"Vheya cuma masih kaget aja Rey. Soalnya kan dia baru ujian. Belum juga kelulusan, tapi udah dijodohin aja." ucap pak Alex.
Vheya yang ditatap tajam papahnya hanya diam dan menunduk.
"Gimana nak Vheya?" tanya pak Bram lagi.
"Iya Om. Saya mau. Nggak ada pilihan lain lagi kan?" ucap Vheya merasa tertekan.
"Tenang aja nak Vheya, awalnya memang terpaksa, tapi nanti kalo sudah saling kenal juga akan terbiasa." kata pak Bram meyakinkan Vheya.
Vheya pun pasrah. Entah bagaimana nanti menjelaskan ke Jo. Tapi yang pasti Vheya merasa ingin cepat-cepat kabur dari ruangan tersebut.
"Kalau udah sama-sama setuju, kita tinggal atur waktunya. Bagaimana Lex." tanya pak Bram.
"Iya Bram. Lebih cepat lebih baik. Bagaimana kalau minggu depan. Setelah acara kelulusan dan perpisahan di Sekolah Vheya." ucap pak Alex semangat.
"Boleh juga Lex. Kebetulan minggu depan Rey akan balik ke Luar Negri. Jadi sebelum berangkat, kita lakukan dulu acaranya." ucap pak Bram tak kalah semangat.
Setelah obrolan panjang lebar, dan menemukan titik terang, akhirnya keluarga Rey pamit . Keluarga Rey pulang dengan perasaan bahagia, karena bisa menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya itu.
Rey pun tidak menampik kalau dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Melihat Vheya membuat getaran-getaran di hatinya. Meskipun Vheya masih belum menerimanya, tapi Rey berjanji dalam hatinya akan menaklukan hati Vheya dengan segala cara.
Bahkan Rey sudah mendapatkan kontak Vheya dari papahnya Vheya. Segera Rey meluncurkan aksinya.
📩Maaf Vhey membuat kamu di posisi sulit.
📩Ini kemauan orangtua kita.
📩Saya hanya ingin berbakti dan tidak menyakiti hati mereka.
📩Semoga kamu bisa menerima perjodohan ini demi orangtua kita.
^^^📨Tapi aku punya pacar.^^^
^^^📨Bagaimana bisa semudah itu menerima perjodohan ini.^^^
^^^📨Emang kamu nggak punya pacar atau gebetan gitu.^^^
📩Saya masih sendiri. Nggak punya pacar atau gebetan.
📩Segera putuskan hubunganmu dengan pacarmu itu.
📩Karena saya nggak mau menikah dengan pacar orang.
Sontak Vheya melotot membaca pesan Rey. Bagaimana mungkin dia bisa se'egois itu. Seenak hati memerintah Vheya untuk putus dengan Jo. Padahal dalam benaknya pun tidak pernah terlintas bahwa Vheya akan meninggalkan Jo.
__ADS_1
^^^.^^^