Pacarku Bukanlah Jodohku

Pacarku Bukanlah Jodohku
episode 38


__ADS_3

Ghea begitu emosi melihat sahabatnya bertingkah seperti itu. Ghea menarik lengan Vheya dan menjauh dari Jo. Jo yang melihat tak terima, orang yang dicintainya ditarik-tarik seperti itu.


" Ghea lepas, sakit tau." ucap Vhey.


" Kita pulang Vhey. Nggak baik terus berduaan dengan lelaki lain. Ingat suamimu mencarimu." kata Ghea mengingatkan Vheya.


Belum sempat melangkah pergi, namun Jo menghalangi mereka berdua.


" Kamu apa-apaan Ghe. Kamu aja sana yang pergi. Jangan ajak-ajak pacar aku." kata Jo sewot.


" Hellowww pacar? pacar dari hongkong. Ingat Jo, Vheya itu udah jadi istri orang. Nggak pantes kamu menggoda istri orang. Walaupun dia bekas pacarmu." ucap Ghea dengan penuh emosi.


" Nggak usah ikut campur kamu Ghe. Aku nggak akan membiarkan siapapun mengambil milikku. " ucap Jo.


" Dia bukan milik kamu lagi. Sekarang Vheya adalah milik Rey. Bahkan sudah tercatat di Negara. Kamu nggak bisa seenak hati kamu. Bisa kena masalah kamu Jo." kata Ghea lagi semakin emosi.


Jo mendekat ke arah Vheya. Menatapnya penuh sayang. Berharap Vheya tidak akan pergi meninggalkannya. Dan lebih memilih melanjutkan kisah asmara yang belum usai dulu.


" Sayang, jangan pergi." kata Jo sambil memegang tangan Vheya.


" Aku harus pulang Jo. Tolong ngertiin posisi aku." ucap Vheya.


" Tapi kita akan ketemu lagi kan sayang." tanya Jo lagi.


" Iya Jo. Ya udah aku pulang dulu sama Ghea ya." kata Vheya.


Jo sebenarnya belum rela harus melepas Vheya pergi bersama Ghea. Namun daripada harus ribut-ribut dengan Ghea, Jo mengalah membiarkan Vheya pergi bersama Ghea.


Vheya hanya terdiam duduk disebelah Ghea. Ada perasaan yang tak seperti biasanya. Entah mengapa bayang-bayang Jo terus menghantui pikirannya.


" Vhey." panggil Ghea.

__ADS_1


" Kenapa Ghe." jawabnya.


" Kita pulang ya. Rey nungguin kamu. Kamu nggak kasihan sama suami kamu." ucap Ghea.


" Ya udah pulang aja. Aku juga rasanya pengen istirahat. Badan aku pegel-pegel semua." kata Vheya.


" Apa dihatimu masih ada ruang yang tersisa walau sedikit untuk suamimu." tanya Ghea sontak membuat Vheya menatapnya tajam.


" Ngomong apa kamu Ghe. Udah deh nggak usah bahas itu lagi." kata Vheya enggan membahas masalah Rey.


" Jangan sampai nyesel Vhey, aku nggak bisa lebih jauh ikut campur tentang masalah kalian. Tapi sebagai sahabat yang baik, aku cuma mau ingetin kamu biar nggak salah langkah Vhey." ucapan Ghea membuat Vheya terharu.


" Makasih Ghe. Makasih udah selalu ada buat aku." kata Vheya.


" Cuma kamu satu-satunya sahabat dekat aku. Apapun kita lewatin bareng-bareng Vhey. Mungkin nanti ada saatnya kamu ngingetin aku seperti apa yang aku lakuin sekarang ke kamu. Jadi aku mohon, bijaklah dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kamu menyesal nantinya." ucap Ghea semakin membuat Vheya terharu.


" Iya Ghe. Mungkin aku lagi kalut. Mungkin ini hanya perasaan yang belum usai. Dan sekarang waktunya untuk menyelesaikan semuanya. Aku hanya merindukannya sesaat. Memberikan salam perpisahan untuk selamanya. Karena waktu itu memang kita masih menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai." kata Vheya mulai menyadari kesalahannya.


" Makasih ya Ghe udah jadi sahabat terbaik aku. Selalu ingetin aku ya Ghe, kalau aku lagi dijalan yang salah. Terus jadi sahabat aku ya Ghe sampai kapanpun." ucap Vheya masih dengan linangan air matanya.


" Sama-sama Vhey, saling mengingatkan ya. Yang penting sekarang kamu udah sadar. Perbaiki semuanya. Jangan lupa minta maaf sama suamimu." kata Ghea.


" Iya Ghe, pasti." jawabnya.


###


Ditempat lain, anak buah Rey berhasil membawa Jo kehadapannya. Jo terus berusaha melepaskan diri. Namun tenaganya tak cukup mampu melawannya.


" Bos ini orangnya yang bos minta." ucap salah satu anak buah Rey.


" Kalian boleh keluar. Saya mau bicara berdua dengan dia." perintah Rey kepada anak buahnya.

__ADS_1


Setelah semua anak buah Rey keluar, Rey mendekati Jo yang masih dengan ikatan di tangannya.


" Masih inget sama gue Jo." ucap Rey.


" Gimana gue bisa lupa sama orang brengsek kaya lho, yang berani merebut Vheya dari hidup gue." kata Jo penuh amarah.


" Apa lho bilang. Disini sebenernya siapa yang pantas dibilang perebut. Gue atau lho Jo." kata Rey.


" Lho lah yang pantas di bilang perebut. Pake alasan dijodohkan segala. Nggak laku lho jadi cowo. Pake ngemis-ngemis minta dijodohin sama pacar Gue. Gaya lho tengil banget Rey." ucapan Jo membuat Rey geram.


" Brengsek lho Jo. Gue nikah sama Vheya itu bukan karena perjodohan itu, tapi dia sendiri yang bersedia jadi istri gue. Jadi dimana salahnya gue." ucap Rey menantang Jo.


" Bulshit. Gue bakal rebut lagi apa yang seharusnya jadi milik gue. Inget itu Rey." kata Jo mengancam.


" Dan gue nggak akan pernah membiarkan sesuatu yang udah jadi milik gue, harus dimilikin orang lain. Apalagi orangnya itu lho." kata Rey tak mau kalah.


" Terus mau lho apa bawa gue kesini. Pake acara nyekap gue segala. Cemen banget lho, nyali lho kaya krupuk. Nggak berani lho hadepin gue langsung." tantang Jo.


" Gue males ribut sama lho. Gue cuma mau ingetin satu hal sama lho. Vheya itu udah jadi milik gue. Sah secara Agama dan Negara, jadi jangan sekali-kali lho berani deketin dia lagi. Atau lho bakal kena masalah." ucap Rey sembari melepas ikatan tangan Jo.


Saat ikatannya sudah terlepas, tanpa sepengetahuan Rey, Jo langsung menonjoknya pas di bagian wajahnya. Darah segar mengalir di ujung bibir Rey. Jo yang melihat Rey seperti itu, malah tersenyum sambil mengejek.


" Brengsek lho Jo. Gue masih berbaik hati nglepasin lho. Dan gue nggak akan balas pukulan lho. Tapi lho inget sekali aja lho masih berani nemuin istri gue, habis lho sama gue. Bukan hanya tonjokan ini, tapi gue bisa langsung kirim lho ke tempat peristirahatan terakhir lho." ucap Rey sembari menahan emosinya.


Rey memanggil anak buahnya untuk mengantar Jo pulang kembali ke tempat dimana tadi mereka membawanya.


" Bawa dia pergi dari sini." perintah Rey kepada anak buahnya.


" Baik bos." ucap anak buahnya.


Saat akan pergi Jo masih sempat mengejek Rey.

__ADS_1


" Laki-laki lemah kaya lho nggak pantes sama Vheya. Dia akan jadi milik gue lagi seutuhnya. Inget baik-baik omongan gue Rey." kata-kata Jo membuat Rey hampir memukulnya. Namun anak buahnya lebih cepat membawanya masuk kedalam mobil.


__ADS_2