
"Mas iiihh..."
Bulan kesal menghentakan kakinya kelantai, bibirnya manyun karena terus digoda oleh sang Suami.
"Abisnya jalan kamu lucu sayang, seperti penguin, hahahaha..." Alif memperagakan seperti apa Bulan berjalan sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Ini karena ulah kamu, Mas. Mas menghajar aku tanpa ampun, Iiiihh... nyebelin tau ngga!"
Kesal Bulan mengejar suaminya yang menghindari pukulannya, jadilah aksi kejar-kejaran didalam villa itu. Karena Bulan yang merasa kurang nyaman dengan bagian tubuhnya sehingga membuatnya tidak leluasa mengejar sang Suaminya.
"Semalam Mas udah bilang, Mas tidak akan kasih kamu ampun. Tapi kamu malah nantangi, jadi... jangan salahin Mas dong."
"Dulu aja dinginnya ngalahin kutup selatan, sekarang panas kayak Afrika!"
"Tapi kamu suka kan?"
"Engga..!"
"Aaah, yang bener...?"
"Maaass..!"
"Apa sayang..."
"Tau ah, nyebelin...!"
Bulan membuang mukanya kearah lain, pipinya sudah semerah tomat, Alif terkekeh terus saja menggoda Bulan. Sepertinya akan menjadi kegiatan baru untuknya menggoda sang istri.
*****
__ADS_1
Disisi lain seorang gadis cantik, sedang disibukkan dengan kertas-kertas yang membuat kepalanya pusing. Ia harus menyelesaikan pekerjaan sahabatnya, karena setelah makan siang ia akan melakukan pertemuan dengan kliennya.
"Dasar Maimunah, dia enak-enakan jalan jalan. Gue harus selesain kerjaannya, dasar bestie kagak ada akhlak. Liat aja nanti gue nikah, gue bales lu!"
"Eh, calon aja gue belum punya. Mau nikah sama siapa coba, gara-gara si Mae nih."
Jari lentiknya terus bermain diatas keyboard mengerjakan berkas yang ditangani oleh Bulan, mulut Nura terus menggerutu seirama dengan ketikannya.
"Kenapa muka lu, kayak baju kagak disetrika?" tanya rekannya yang masuk kedalam ruangan sambil membawa sebuah paper bag.
"Berisik lu, ngapain masuk sini?"
"Kagak usah galak-galak... amit-amit deh gue punya bini kayak lu, bisa abis panci rumah gue."
"Siapa juga yang mau jadi bini lu, bangun woi masih siang!"
"Nih, ada paketan buat Bulan. Nyesel gue masuk sini!"
"Heii bro,, abis ngapain lu didalam, kok asem gitu?" tegur Fauzan pada Ibra yang baru keluar dari ruang Nura.
"Gue anter paket Bulan, eh ketemu singa betina."
"Hahahaha.... Kagak pernah akur kalian. Hati-hati bro, ntar jodoh lagi.
"Gue request deh jangan sampe berjodoh sama perempuan model gitu, bisa mati muda gue. Kantin yok, butuh yang dingin gue." Ajak Ibra pada rekannya, kebetulan waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
Fauzan menyusul Ibra yang sudah melangkah ke arah kantin, ia geleng-geleng kepala liat kedua rekannya yang kalau akur bisa dihitung pakai jari.
*****
__ADS_1
Saat ini pasangan Suami Istri itu sedang menikmati waktu santai sore di villanya ditemanin berbagai macam kudapan dan minuman dingin, Alif sendiri sedang memotong Buah naga untuk sang istri.
"Mas.."
"Hm.."
"Besok pokoknya kita harus jalan-jalan, masak udah nyampe sini cuma divilla aja." rengek Bulan menatap pada Alif yang duduk disampingnya.
"Hmm..."
"Mas!"
"Hm."
"Mas ngomong, jangan cuma hemm hemm!" kata Bulan sebal menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Iya, besok kita jalan."
"Kumat mode iritnya."
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Hai... haiii... haiii...
Kak Jingga mohon maafπ, beberapa hari ini tidak Up karena kondisi yang kurang fit. Kayaknya kualat sama pengantin baru deh, ngintipin merekaπ€§
Ikutin terus ya pertualangan Bulan dan Alif, ck.. udah kayak apa aja pake pertualangan π€£ pokoknya itu lah..
Ayoookk makan pisang ampe mabok
__ADS_1
πππππππππππππππππ