Pak Satpam, Marry Me...!!!

Pak Satpam, Marry Me...!!!
20 - Teman Lama Alif


__ADS_3

Menjelang sore seperti janji Bulan pada Nura yang akan bertemu, saat ini pasangan suami istri itu telah tiba disebuah mall terbesar dikota itu. Keduanya berjalan bergandengan tangan dengan Bulan yang bergelayut manja pada suaminya.


Dari kejauhan Nura sudah melihat kedatangan bestienya bersama sang suami, ia pun melambaikan tangan memanggil mereka.


"Mas, itu Nura kampreto." Tunjuk Bulan saat melihat bestienya dari kejauhan.


"Emang beneran, namanya Nura kampreto sayang?" tanya Alif penasaran, karena setiap nyebutin nama temannya itu tidak pernah lupa embel-embel dibelakang namanya.


"Namanya Nura Kamelia Putri, tapi Bulan singkatin terus dibikin lebih keren lagi jadi kampreto." Bulan cekikian dengan ulahnya sendiri, sedangkan Alif hanya menggeleng seraya tersenyum tipis.


"Lu lama banget sih bego, udah lumutan gue tunggu!"


Bulan melihat jam dipergelangan tangannya, kemudian menggeplak kepala Nura dengan tas kecil yang dibawanya. Untung kecil coba kalau besar udah benjol pala Nura.


"Heh Jubaedah, lu aja yang kecepatan datangnya, ini masih ada sisa waktu 10 menit lagi sebelum jam 4." Cecar Bulan, baru juga datang udah dibuat emosi.


Begitulah mereka tidak mengenal tempat, mungkin kalau dilihat orang mereka akan berfikir kedua perempuan itu sedang berantem tapi kenyataannya tidak. Sikap mereka yang terlalu bar-bar atau menganggap dunia milik mereka berdua, hanya mereka yang tau. Bahkan Alif disampingnya seperti makhluk tak kasat mata.


"Mau kemana dulu nih?" tanya Bulan.


"Makan, gue belum makan dari siang!"


"Dasar Jubaedah, ya udah gas..."


Nura mengajak mereka makan disalah satu resto favorit mereka menurutnya udah lama mereka tidak melipir kesana. Sebelum kesana Nura bertanya dulu pada Alif, ia takut suami bestienya itu tidak menyukainya. Tetapi diluar perkiraan mereka, ternyata Alif juga menyukai makanan-makanan selain Indonesian food.


Ahh, ternyata suamiku ini banyak kejutannya. Batin Bulan.


Kini mereka telah berada diresto itu, setelah memesan Alif yang merasa ingin buang air kecil meminta ijin pada sang istri.


"Bego, gimana rasanya hiya hiya?" tanya Nura setelah memastikan Alif sudah jauh dari jangkauan mereka.


"Rasanya tuuhh.... eughh... ajib banget, pengen momogi, Mow Mow lagi donk! jelas Bukan dengan ekspresi mesumnya.


"Muke lu kagak usah mesum gitu," Nura bergidik ngeri liat bestienya itu.

__ADS_1


"Makanya kawin biar lu tau! mungkin lu bakal lebih mesum dari gue, kalau udah melihat dan merasakan sosis berurat ditambah krim vanilla, rasanya ngga mau keluar kamar...hahahaha.....!" jelas Bulan enteng disertai gelak tawa membuat Nura mendengus kesal, melihat sohibnya itu senang diatas rasa penasarannya.


"Lu kira es krim, lagian kagak ada sensor-sensornya lu, bikin otak gue yang suci ini terkontaminasi gegara elu. Travelling dah, otak gue nih. Lagipula nih ya, kalau mau kawin detik ini juga gue bisa, masalahnya gue harus nikah dulu donk. Enak banget tuh laki, makan gue tanpa ada label halalnya!"


"Ya udeh nikah sono,"


"Iya, ntar gue nikah sama pilar mall ini. Puas lu...!! udah tau temannya jomblo, haisss... emang lu bestie paling menyebalkan seantero planet bumi." Nura bersungut-sungut kesal.


Alif yang baru selesai dengan urusannya, saat akan kembali ke tempat dimana istrinya berada tidak sengaja pandangannya tertuju pada sosok yang baru saja masuk kedalam resto itu. Ia mendekati sosok yang sedang berbicara dengan pelayan resto itu.


"Aldo?" tegur Alif saat sudah berdiri disamping sosok itu.


Sosok yang di panggil itu pun menoleh mengerutkan alisnya sedikit bingung melihat Alif.


"Kamu Aldo kan?" sosok yang bernama Aldo itu mengangguk tapi tatapannya masih bingung. Otak masih berputar-putar mengingat siapa lelaki itu.


"Aku Alif, anaknya Mbok Maryam. Dulu kita pernah satu sekolah." Jelas Alif.


"Serius kamu Alif anaknya Mbok Maryam yang suka mandi di irigasi itu?" tanya Aldo meyakinkan, Aldo masih meneliti dari atas kebawah tubuh Alif, ia masih belum percaya karena menurutnya Alif yang ia kenal sangat jauh berbeda dengan yang sekarang. Dulu saat masih sekolah tubuh Alif sangat kerempeng, sekarang otot-ototnya jangan tanya. Bikin author mupeng,, ckckck...


"Ngga nyaka udah lama banget baru ketemu lagi." Kedua teman lama itu berpelukan disela tawa mereka, hingga pelayan menginterupsi keduanya.


"Maaf mas, untuk mejanya...."


"Gabung sama saya aja, mba. Ngga keberatan kan Al, sekalian aku kenalkan dengan istriku." potong Alif cepat, pelayan resto itu hanya mengangguk ramah.


"Jadi kau sudah menikah juga?"


Alif mengangguk sambil tersenyum, "Iya, masih baru. Ini anakmu?" tanya Alif saat menyadari Aldo mendorong stroller bayi.


"Iya, ini putraku!" ucap Aldo tersenyum getir, mengingat kehidupan pernikahannya.


*****


"Sayang..." Panggil Alif ketika sudah berada di dekat sang istri.

__ADS_1


"Loh, pak Aldo disini juga?" Bulan terkejut saat menoleh begitu juga Nura.


"Kamu kenal dengan laki-laki ini, sayang?" tanya Alif melihat Bulan dan Aldo secara bergantian.


"Kenal Mas, pak Aldo ini kliennya aku tapi kasusnya kemarin aku serahkan sama Nura. Mas sendiri kenapa bisa kenal dengan pak Aldo?" Ujar Bulan, ia tidak mau suaminya salah paham.


"Kita duduk dulu deh, kasian mbanya terganggu buat siapin makanannya." Sela Bulan melihat pelayan resto yang mengantar makanan sedikit terhalang jalannya.


Mereka duduk dengan Alif yang berhadapan dengan Aldo, sedangkan Bulan disamping Alif bersebelahan dengan Nura beruntung meja yang mereka pilih bebentuk setengah lingkaran dan berada disudut sehingga memudahkan Aldo meletakkan stroller anaknya.


"Apa kabar bu Nura," sapa Aldo.


"Alhamdulillah saya baik. Oh iya, bukannya anak pak Aldo usia 3 bulan ya, kok ini seperti 5 bulan atau lebih ya?" Nura sejak tadi fokus dengan bayi laki-laki yang menggemaskan itu.


Aldo tersenyum dengan pertanyaan Nura, "Juna sangat kuat minum susu, sejak lahir ia tidak pernah minum Asi. Mungkin itu yang membuat tubuhnya gembul seperti itu," Bulan dan Alif dapat melihat betapa hancurnya perasaan Aldo, tatapannya sendu saat menatap buah hatinya.


"Mas, belum jawab pertanyaan Bulan loh!"


"Yang mana?"


"Mas bisa kenal pak Aldo?"


"Oh... Aldo ini, dulu pernah satu sekolah sama Mas waktu dikampung dari SMP sampe SMA, tapi saat kelas dua dia pindah lagi kekota asalnya." Jelas Alif.


"Ternyata dunia ini kecil ya, ngga nyangka ternyata kasus aku ditangani sama istri dan temannya teman aku." sambung Aldo.


"Ya itu lah hidup, tidak ada yang tau seperti apa kedepannya."


"Beruntung kamu Lif, dapat istri sebaik bu Bulan."


"Pak Aldo salah, aku yang beruntung karena bisa menaklukan hati dinginnya Mas Alif."


"Bagaimana ceritanya? seorang Alif yang usil dan jail bisa jadi pria berhati dingin, wah... aku ketinggalan banyak nih!"


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2