Pak Satpam, Marry Me...!!!

Pak Satpam, Marry Me...!!!
17 - Jalan - Jalan


__ADS_3

Seorang gadis cantik eh maksudnya wanita cantik masih betah dibawah selimut, sedangkan sang mentari telah menampakkan sinarnya yang begitu indah menyapa bumi.


Tampak ia menggeliat, tangannya terulur meraba sisi kanan tempat tidur. Mata indahnya mengerjap pelan menyesuaikan cahaya, pandangannya menyapu sekitar mencari sesuatu yang tidak ditemukan.


Ia melilitkan selimut ditubuhnya, bergerak perlahan untuk turun dari tempat tidur bersamaan dengan terbukanya pintu kamar, ia pun menoleh senyum terbit dibibirnya yang ranum melihat apa yang dicarinya kini ada dihadapannya.


"Mas."


Cup


Satu kecupan mendarat dikening wanita itu, membuat wajahnya semakin cerah secerah mentari pagi.


"Morning sayang, Mas udah buatin sarapan untuk kita. Ayo mandi, hari ini kita akan jalan-jalan."


Wanita itu hanya mengangguk, perlahan turun dari tempat tidur berjalan dengan pelan menuju kamar mandi. Setelah membersihkan diri dan berpakain ia tampak lebih segar, wajah tanpa polesan make up itu tetap terlihat cantik dan menawan. Rambut basahnya dibiarkan digulung dengan handuk, ia mendekati sang suami yang duduk dibalkon kamar yang menghadap kearah lautan.


"Ini minum dulu jusnya," Alif menyodorkan segelas jus buah naga kesukaan sang Istri.


"Makasih, Mas."


"Sama-sama, sayang."


Wanita cantik itu meminum jus buatan suaminya hingga setengah gelas membuat Alif tersenyum.


"Pelan-pelan sayang, ngga akan ada yang minta."


"Haus, lapar Mas. Tenaga Bulan abis disedot, nanti kalau ketemu orangnya mau Bulan hajar."


"Yakin mau hajar, berarti kita batalin aja jalan-jalannya?" Alif menaik turunkan alisnya menggoda sang Istri.


"Ehh,, kagak bisa, jangan macam-macam ya Mas! udah semalam beronde-ronde, sekarang mau lagi? Dasar mesum!"


Tampan sih tampan tapi mesumnya Nauzubillah. Kalau tau mesum kayak gini, kagak jadilah dulu kejar-kejar. Batin Bulan menggerutu.


"Yakin, hm? kalau dulu kamu ngga kejar mas, mungkin sekarang Rainbow Cake lagi kesenangan bisa bersanding dengan lelaki tampan ini."


Bulan melongo mendengar ucapan Suaminya,


Ini Suami aku bukan sih? gimana dia tau, kan gue ngomong dalam hati! batin Bulan.


Cup

__ADS_1


"Sarapan sayang, jangan bengong terus." Ucap Alif setelah mengecup bibir Bulan.


"Mas curang, suka nyuri ciuman."


"Ngga apa, sama Istri sendiri udah halal juga dapat pahala lagi." Alif mengedipakan matanya.


"Genit!"


Mereka menikmati sarapan sambil terus bercanda dan tentunya Alif masih tetap menggoda sang Istri.


*****


"Mas, pengen rasanya beli semuanya deh."


Saat ini mereka sedang berada di pusat souvenir didaerah itu, Bulan seperti orang kalap apa yang disuka semua dibeli. Alif hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan Istrinya dan itu jadi hiburan tersendiri selama menemani Bulan.


Puas berbelanja, keduanya mencoba wisata kuliner. Tak lupa Bulan mengambil beberapa foto selfi mereka begitu juga Alif diam-diam mengambil foto Bulan dengan berbagai angle.


Bulan sangat senang, senyum diwajahnya terus merekah ia benar-benar menikmati setiap momen kebersamaannya dengan suami tercinta. Cieeileh, tercinta... bikin iri deh!


Tanpa terasa waktu sudah sore hari, mereka bersiap kembali ke villa.


"Capek?" tanya Alif melihat wajah Istrinya begitu lelah, tapi senyum tak pernah lekang dari wajahnya.


Sesampainya di villa, Alif tidak tega membangunkan Istrinya yang sudah terlelap ia pun menggendong Bulan membawanya kedalam lalu membaringkannya diatas tempat tidur.


Bulan sepertinya benar-benar kelelahan ia tidak terusik sedikitpun, Alif membereskan barang belanjaan sang Istri kemudian ia membersihkan diri dan ikut berbaring disisi Bulan. Menarik tubuh itu kedalam dekapannya, kedua matanya perlahan terpejam menyusul Bulan kealam mimpi.


*****


Sore pun berlalu berganti malam, kedua insan yang beberapa hari lalu telah berganti status menjadi sepasang Suami Istri masih betah dalam tidurnya. Tak menghiraukan hujan deras yang mengguyur bumi, suasana dingin yang mendukung membuat mereka semakin mendekap saling menghangatkan satu sama lain.


Bulan menggeliat kecil, kandung kemihnya terasa penuh. Perlahan ia memindahkan tangan Suaminya yang memeluknya posesif agar tidak membangunkan si empunya, bukannya lepas sang Suami semakin memeluk erat.


"Mas kebelet, lepasin dulu." Rengek Bulan, ia sudah tidak tahan ingin segera ke kamar mandi.


"Maaass... Bulan udah ngga tahan, nanti pipis disini nih!" suara Bulan sedikit kesal dengan tingkah Suaminya itu.


Alif merenggangkan pelukannya, Bulan secepat kilat berlari ke kamar mandi karena memang sudah tak tahan lagi ingin segera menuntaskan hajatnya sekalian ia mandi, tubuhnya terasa tidak nyaman.


Pintu kamar mandi terbuka, Bulan keluar hanya mengenakan bathrobe rambutnya digulung dengan handuk. Alif yang sudah bangun dan duduk bersandar pada headboard memandangi Istrinya.

__ADS_1


"Keramas lagi?" tanya Alif.


"Iya Mas, gerah banget rasanya kepala kalau ngga keramas."


"Mas kalau dekat-dekat kamu bawaannya juga gerah, sayang."


"Iihhh.. apaan sih Mas, ngga jelas."


"Jelas dong, sayang." Alif mencegah Bulan yang akan memakai baju tidurnya, entah kapan tiba-tiba saja Alif sudah berada didekat Bulan dan memeluk tubuh Istrinya dari belakang.


"Ngga usah dipake, nanti juga dilepas." Alif sudah mencium tengkuk Bulan, membuat tubuh wanita itu meremang.


"M-Mass, Bulan mau makan?" Bulan sudah terbuai dengan sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan Suaminya.


"Iya, sayang. Kita akan makan, tapi Mas makan kamu dulu."


Tidak ada penolakan dari Bulan, Alif memberikan banyak kecupan ditubuh wanitanya, semakin lama semakin panas keduanya sudah terbakar gairah untuk melakukan lebih dan mereka pun mengulang kembali malam-malam indah penuh cinta. Mengarungi gelombang kenikmatan dalam penyatuan cinta untuk meneguk manisnya madu pernikahan.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, setelah berpetualangan panjang kedua anak manusia itu kini sedang menyantap makan malam mereka yang tidak layak disebut makan malam.


Hujan masih turun tidak ada tanda-tanda akan reda, udara dingin yang menerpa dan rasa lelah membuat Bulan ingin segera berada dibalik selimut. Setelah membereskan piring dan lainnya, Bulan bergegas ke kamar matanya tidak dapat diajak kerja sama lagi.


"Sayang, baru selesai makan duduk dulu jangan langsung tidur." Cegah Alif yang melihat Bulan sudah ingin merebahkan tubuhnya.


"Ngantuk banget, Mas."


"Iya, tahan bentar aja." Bulan beringsut duduk disamping Alif menyandarkan kepalanya didada bidang Suaminya.


"Kalau posisi gini kamunya bisa langsung tidur."


"Yang pentingkan duduk, Mas."


Alif hanya tersenyum tipis tidak menjawab, ia biarkan Bulannya melakukan apa yang dia mau.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Haiii bestie, segini dulu ya Up nyaπŸ™


Hujan terus ya, kak Jingga bawaannya pengen merondok dibawah selimut πŸ₯ΆπŸ₯Ά


Tetap jaga kesehatan ya bestie, cuaca sedang tidak bersahabat. Tapi kak Jingga senang kalau hujan πŸ₯³, karena kak Jingga sangat suka hujanπŸ’ƒ I LOVE RAIN 🌧

__ADS_1


Hari ini kak Jingga tidak ajak makan pisang, kita minum jus aja ya☺


πŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒπŸ§ƒ


__ADS_2