
Kondisi kesehatan Bulan semakin membaik walau masih terlihat lemas, HB nya pun perlahan naik namun belum normal untuk seorang ibu hamil. Alif sedang menyuapi Bulan makan buah ketika Nura beserta suami dan juga Bagas datang berkunjung.
“Udah datang aja kalian?” Kata Alif melihat ketiga anak manusia itu masuk kedalam ruang perawatan Bulan.
Di tangan Bagas terlihat ia menentang beberapa plastik, mereka sudah seperti mau pergi piknik saja bukan menjenguk orang sakit.
“Mas Alif seperti tidak suka kami datang!” Alif tersenyum kecil, “Bukan tidak suka, perasaan baru beberapa menit yang lalu kalian tau, eh.. Udah nongol aja.” Sanggah Alif.
“Itu namanya solidaritas tanpa batas, lagi tidur pun pasti kami akan segera meluncur.” Cerosos Nura.
“Isssh, lu sok bule makan salad.” Imbuh Nura ketika Alif menyuapi strawberry untuk mulut istrinya.
“Lu bawel banget sih! Gue harus banyak makan ginian biar cepat sehat, lu kira enak sakit.” Ucap bulan lemah, wanita hamil itu tidak banyak berkata ia hanya bersandar dan menerima suapan demi suapan dari tangan suaminya. Jika terlalu banyak bergerak Bumil itu akan merasakan pusing.
Iya, selain vitamin Bulan juga harus banyak mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung zat besi, seperti sekarang ia makan strawberry yang di campur dengan yoghurt. Selain mengandung tinggi vitamin, termasuk di antaranya vitamin C, strawberry juga mengandung zat besi.
“Lemas amat bestie,” ledek Nura.
“Kalau kuat gue ngga akan di sini kampret,” balas Bulan lemah dengan cemberut, melihat sang bestie cemberut Nura tertawa kecil.
__ADS_1
“Udah sayang, kasihan Bulannya kamu gangguin terus.” Tegur Ibra pada istrinya.
“Lagian elu, bisa-bisanya sampai ngedrop.” Ejek Nura.
“Ish.. Elu bawel banget sih! Gue kecepaan terus HB gue turun, Mungkin anak gue kuat banget nyedot darah gue makanya gue ngedrop.”
“Lu kira anak lu vampir, kalau kisah Bella sama Edward baru benar, anaknya nyedot darah emaknya ampe emaknya metong.” Cibir Nura, “Udah ah, gue mau makan aja, lapeerr gue!” Nura menuju sofa yang ada didalam ruang itu, imana bawaan mereka yang seabrek-abrek diletakkan disana.
“Kalian belum pada makan?” tanya Alif heran.
“Belum Mas, tadi sewaktu Mas kabari Mbak Bulan masuk Rumah Sakit, Bagas langsung jemput Mba Nura sama Bang Ibra. Jadi ngga sempat makan, Mas juga pasti belum makan kan? kami beli juga untuk Mas.” Ujar Bagas, pria muda itu bergabung dengan Nura dan Ibra yang sudah lebih dulu duduk si sofa yang ada di sana.
*****
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, Bagas, Nura dan Ibra pamit pulang. Awalnya Bagas ingin menginap menemani Alif, akan tetapi Alif tidak mengijinkan. Selain karena besok Bagas harus ke cafenya ia juga ada jadwal kuliah, Alif tidak ingin adiknya itu kelelahan kemudian jatuh sakit karena kurang istirahat.
Mereka pun pulang dan kini tinggallah pasangan suami istri itu, Alif mengelus-elus sang istri yang sedang menatapnya dirinya.
“Kenapa lihatin Mas seperti itu? Hm?” tanya Alif menatap intens istrinya.
__ADS_1
“Mas semakin hari makin tampan aja,” lirih Bulan, tangannya terulur mengusap rahang kokoh milik suaminya yang sudah ditumbuhi rambut-rambut halus.
“Kamu juga makin cantik sayang, Mas aja makin gemas sama kamu. Pengen rasanya Mas makan kamu.”
Bulan mendelik, “Mas jangan aneh-aneh deh!” kesal Bulan, Alif terkekeh. Bulan ingin menarik tangannya, tapi Alif menahan tangan mungil itu agar tetap berada di pipi. Alif memiringkan kepalanya, mencium telapak tangan Bulan dengan mata terpejam.
"Mas,"
"Hm.."
"Mas sayang banget sama kamu."
"Bulan tau, maaf udah buat Mas khawatir." Bulan bisa merasa seperti apa perasaan suaminya saat ini, sorot mata pria itu saja sudah menggambarkan semuanya tanpa pria itu mengatakan apapun.
"Sekarang tidur ya, kamu harus banyak istirahat." Bulan mengangguk kemudian menggeser tubuhnya sembari menatap suaminya.
Alif tersenyum, pria itu langsung naik ke atas brangkar membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Satu tangannya mengangkat kepala Bulan dan meletakkan di atas lengannya, pria itu menjatuhkan kecupan di kening wanitanya.
"Tidurlah," Bulan memejamkan matanya, satu tangan Alif yang bebas mengusap-usap punggung Bulan agar istrinya itu lebih rileks. Dan Bulan pun terlelap dengan nyaman dalam dekapan suaminya.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸