PASUTRI

PASUTRI
Skandal


__ADS_3

Jangan lupa mampir di TERJERAT CINTA PRIA DEWASA


Just for adult, not for Bocah 😅



Tepat pukul dua belas siang,


Tepat di jam makan siang,


Tepat disaat nyaris sembilan puluh sembilan persen dari keseluruhan pegawai yang berada di kantor pusat Indotama Group tengah menikmati waktu istirahat


Benar-benar moment yang tepat untuk membuat sebuah skandal booming dalam sekejap, karena lewat situs resmi indotamagroup.com yang telah diretas oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab, sebuah 'bom' telah meledak, mengguncang ketentraman dan kemegahan kantor pusat yang sekian lama berdiri kokoh tanpa tersentuh.


"Cepat blokir semua akses masuk. Aku tidak mau tau, aku beri waktu sepuluh menit untuk menghilangkan semua foto-foto tersebut, atau kalian semua akan aku pecat..!!"


Brakk..!!


Bertepatan dengan Tian membanting gagang interkom tersebut bahkan nyaris menghancurkannya, Sean terlihat menerobos masuk dengan tergesa-gesa keruangan Tian.


Wajah Sean terlihat pucat seperti mayat, kilat kemarahan yang sama juga tersirat jelas dikedua matanya yang menyorot tajam.


"Terlambat, Dadd." sepatah kata Sean sanggup membuat Tian terhempas ditempat duduknya sendiri dengan wajah mengeras geram.


"Sean, bagaimana bisa semua ini terjadi diluar kendalimu?!" ujar Tian dengan wajah dipenuhi amarah dan kekecewaan.


Sean hanya bisa menelan ludahnya, karena mulutnya yang terasa kelu. Memilih diam menerima kemarahan Tian yang bahkan tidak pernah terlihat lagi dalam kurun waktu yang sangat lama.

__ADS_1


Hendri, asisten Tian dalam beberapa tahun terakhir ini terlihat masuk kedalam ruangan Ceo dengan langkah yang juga tergesa.


"Bagaimana, Hen?" Tian menatap Hendri dengan wajah tak sabar.


"Maaf, Pak Tian, meskipun semua unggahan yang berkaitan sudah berhasil dihapus permanen, namun lewat riwayat pengunduhan telah menunjukkan bahwa unggahan tersebut telah terlanjur diakses oleh publik begitupun media masa.."


"Damn.."


Tian terlihat memaki dengan wajah yang dipenuhi amarah yang menakutkan, membuat Hendri tertunduk pasrah, sementara Sean terlihat meremas tengkuknya sendiri yang terasa semakin menegang, begitu mendengar laporan Hendri.


Tian terduduk pasrah dikursi kebesarannya, seraya memejamkan matanya.


"Hendri.." lelaki yang terlihat telah berumur itu berucap perlahan masih dengan matanya yang terpejam.


"Iya, pak.."


"Baik, Pak."


Hendri pun pamit, meninggalkan ayah dan anak yang saling berhadapan masih dengan wajah kalut tanpa kata.


Sepeninggal Hendri, di detik berikutnya Tian kembali meraih gagang interkom yang tadi sempat hampir ingin ia hancurkan, menekan satu nomor untuk menghubungi Utari, sekretarisnya yang berada diluar ruangannya.


"Iya, Pak Tian.."


Suara Utari terdengar menyapa dari seberang.


"Untuk sementara waktu, tolak semua panggilan yang ingin menghubungiku tanpa terkecuali." ujar Tian lesu, kali ini nada suaranya tidak lagi keras melainkan nyaris tanpa tenaga.

__ADS_1


"Baik, Pak, saya mengerti,"


Usai mendengar itu Tian telah menaruh lagi gagang interkom ketempatnya semula.


"Maafkan aku, Dadd.." ujar Sean penuh penyesalan, tak mampu menatap sepasang mata Tian yang mengarah penuh padanya.


Sejenak hanya keheningan yang nampak merajai sekian lama, namun beberapa kali tarikan beserta hembusan nafas berat Tian bisa ditangkap Sean dengan sempurna, menandakan bahwa Tian sedang memutar otaknya untuk berpikir ekstra keras.


"Sean.." panggil Tian lagi setelah membisu sekian lama.


"Iya, Dadd.."


"Apakah semua itu benar adanya..?" tanya Tian lagi sambil meraih ponselnya, kembali membuka beberapa slide foto yang telah tersimpan disana beserta sebuah vidio berdurasi empat belas detik. "Apakah kamu sudah benar-benar memastikan bahwa semua ini sama sekali tidak ada unsur editannya..?" tanya Tian lagi, masih berharap bahwa sekumpulan foto dan video tersebut itu palsu dan hanya merupakan hasil editan yang sempurna oleh para ahli.


Sean menggeleng. "Itu.. sepertinya memang asli, Dadd.." pungkas Sean dengan penuh rasa penyesalan. Kalau mau bicara jujur, Sean bahkan merasa bisa meyakinkan keaslian semua foto dan video tersebut tanpa perlu memeriksanya lebih mendetail.


Tentu saja semua itu asli.


Yah.. karena Sean bahkan berada disana saat pengambilan foto dan video tersebut berhasil diambil oleh seseorang yang nekad, yang sepertinya sudah tidak sayang lagi dengan nyawanya sendiri, mengingat bahwa Daddynya pasti bisa melakukan apa saja untuk memberi pelajaran oknum yang telah melakukan konspirasi keji yang berhasil merusak citra keluarga Djenar dalam sekejap lewat upaya meretas situs resmi Indotama Group, dengan memasukkan beberapa foto yang menampakkan kebersamaan Seiyna dan Bima di dalam mobil yang berada di area parkiran The Reds pada malam yang penuh kejadian itu.


Semua foto itu telah disetel sebegitu rupa sehingga lewat pengambilan angle yang tepat mampu membuat kesan bahwa Seiyna dan Bima seperti sedang bermesraan. Apalagi ditambah dengan sebuah video pendek dimana Bima terlihat merebahkan tubuh Seiyna yang saat itu memang didapati Sean telah tertidur di jok belakang mobil Bima, saking lamanya menunggu dirinya yang kembali menjemput Riri di cottage yang malah membuat dirinya dan Riri bercin ta tak terkendali, sehingga melupakan Bima dan Seiyna yang menunggu lama di parkiran.


.


.


.

__ADS_1


Sebelum Next, Like and Support dulu yah 🥰


__ADS_2