
Seiyna merasa sangat kesal.
Sejak tadi ia mondar-mandir dikamarnya sudah tak ada bedanya dengan setrikaan.
Saat Seiyna melirik jarum jam yang telah menunjukkan pukul sembilan malam bahkan lebih, tatapannya langsung mengarah kepintu kamar yang terdengar diketuk dari luar terlebih dahulu, sebelum akhirnya terbuka perlahan, menampakkan sosok tubuh tinggi tegap yang sejak tadi siang terus memenuhi otaknya.
"Loh.. belum tidur..?" Bima terlihat menautkan alis sambil sebelah tangannya menutup pintu yang ada dibelakangnya sekaligus memutar kenop roset kuncinya.
Dengan balutan sweater hitam pria itu terlihat segar dengan rambut yang juga masih lembab seperti baru habis keramas sekitar setengah jam yang lalu.
Ditangan Bima ada sebuah tas kecil yang telah ia taruh diatas rak dekat wadrobe besar milik Seiyna, seperti biasa isinya adalah beberapa buah pakaian yang barusan ia ambil dari apartemennya.
Seiyna yang melihat kedatangan Bima pun tidak menjawab. Hanya membuang muka dan menghempaskan tubuhnya dipinggiran ranjang, pura-pura sibuk dengan ponselnya.
Melihat sambutan Seiyna yang datar senyum dibibir Bima terlihat sedikit berkurang, namun meskipun demikian ia tidak mengambil hati sikap Seiyna tersebut.
Gadis manja itu selalu seperti itu. Sikapnya selalu pasang surut sesuai moodnya yang juga selalu turun-naik tak teratur.
Maklumlah.. anak bungsu konglomerat yang menjadi kesayangannya semua orang. Tidak heran jika Seiyna juga terkesan sangat manja dan semaunya.
Untungah Bima sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu, sehingga tidak lagi menganggap semua sikap Seiyna sebagai sesuatu yang bisa membuatnya terkejut apalagi sampai membuatnya merasa terganggu.
Bima berjalan kearah balkon sambil mengeluarkan ponselnya. Berdiri diluar sana sambil mulai melakukan hal rutin yang selalu ia lakukan sehubungan dengan pekerjaan serta tanggung jawabnya selama ini, yakni mengecek satu persatu unit keamanan yang ada di rumah keluarga Djenar, di kantor pusat, dan dibeberapa titik lokasi dimana beberapa proyek pekerjaan Indotama Group sedang berlangsung.
"Bagaimana..?"
"Ohh.."
"Iya.."
"Iya.."
"Hmm.."
"Baguslah.."
"Hmm.."
Telinga Seiyna terus menangkap samar penggalan kata-kata yang sama dan terus berulang, setiap kali Bima menelpon ke beberapa orang anak buahnya secara bergantian di lokasi yang berbeda-beda.
Nyaris lima belas menit terus menelpon seperti itu, dan dimenit berikutnya suasana kembali senyap. Hanya semilir angin yang berhembus menggoyangkan tirai, sementara pria itu tetap disana.
__ADS_1
Seiyna menoleh, mendapati punggung lebar milik Bima yang berdiri tegak membelakanginya dengan kedua tangan memegang besi pembatas balkon.
Seiyna yang terus menatap pemandangan yang sama telah menjadi begitu tidak sabar, sehingga menyusul pria itu disana dengan wajah yang terlipat jelas.
"Bang Bima dari mana saja sih seharian ini?"
Bima menoleh serentak, terkejut mendapati sosok Seiyna yang ternyata telah berdiri tegak dibelakangnya dengan wajah cemberut, membuat Bima menautkan alis.
"Kenapa tadi tidak menjemput?"
"Loh.."
"Sudah ditungguin malah tidak datang.."
"Memangnya Sean tidak menjemput?" tanya Bima heran karena tadi siang Sean sendiri yang menawarkan diri untuk menggantikan dirinya menjemput Seiyna dikampus.
"Jemput."
"Trus..?"
"Biasanya kan Bang Bima yang jemput aku."
"Sama saja Seiyna, yang penting kan dijemput."
"Tadi siang aku menemani Daddy ke lokasi proyek. Sedianya mau menyuruh Tomi yang menjemput, tapi kakakmu Sean menawarkan dirinya. Ya sudah.."
Seiyna masih membisu, bibirnya malah semakin mengerucut.
"Kalau tidak bisa menjemput kan bisa kasih tau. Giliran di telpon malah tidak diangkat.. ditelpon lagi malah dialihkan..!" omel Seiyna saat mengingat betapa kesal dirinya karena ponsel Bima yang bahkan tidak aktif sampai pada sejam yang lalu.
"Itu karena tadi siang perginya terburu-buru, jadi ponselku tertinggal dikantor pusat." Bima menjelaskan sambil tersenyum.
"Tapi Daddy bahkan sudah pulang sejak jam enam sore, kenapa Bang Bima baru muncul sekarang..?" saking kesalnya tanpa sadar Seiyna terus mengomel.
Bima terdiam, menatap Seiyna yang berdiri dihadapannya sambil melipat kedua tangannya didada. Wajah gadis itu terlihat sangat keruh.
Untuk sesaat Bima merasa seperti sedang diomeli istri betulan. Namun Bima cepat-cepat menepis perasaan manis yang sedikit menggoda jiwanya. Berusaha kembali ke alam nyata, sambil memperbaiki lagi posisinya, dimana tempatnya yang seharusnya berada.. tentu saja bukan disisi Seiyna, namun dibawah sana.
Yah.. posisi Bima berada dibawah sana, jauh sekali jika harus disandingkan dengan seorang Seiyna Arianti Djenar.
"Kenapa selalu bekerja sampai tengah malam? Daddy saja tidak pernah bekerja sekeras itu! memangnya Bang Bima kemana saja sih?" sepertinya rasa kesal dihati Seiyna belum juga terpuaskan.
Pada awalnya Seiyna memang tidak begitu peduli dengan kebiasaan Bima, namun lama kelamaan seiring waktu, tanpa sadar dalam waktu singkat Seiyna bahkan telah menghafal semua kebiasaan pria itu yang seolah telah menjadi sebuah rutinitas yang sama setiap hari.
__ADS_1
Setiap pagi, Seiyna tidak pernah sekalipun melihat Bima, karena Bima yang setiap malam tidur disofa mungil bercorak hello kitty itu selalu bangun lebih awal dari dirinya.
Seiyna akan bertemu Bima disiang hari, atau sore hari, sesuai dengan jadwal perkuliahannya selesai, karena Bima telah mengetahui kapan jadwal kuliahnya berakhir setiap hari.
Pria itu hanya akan mengantar Seiyna didepan selasar tanpa turun dari mobil rubicon hitam miliknya, dan kemudian pergi lagi.
Malam hari Bima akan datang paling cepat pukul delapan malam. Sehingga tidak pernah sekalipun ikut serta dalam moment makan malam yang seperti biasa hanya akan ada Daddy, Mommy dan dirinya, karena Kak Sean pun sangat sering melewati moment tersebut.
Bima akan datang dengan pakaian yang tidak seformil siangnya, lengkap dengan aroma parfum khas yang merupakan perpaduan woody dan oceanic. Terasa ringan, hangat, menyegarkan.. serta misterius.
Rambut Bima yang selalu lembab seolah menandakan bahwa dia selalu mandi tengah malam dan mencuci rambutnya.
Begitu tiba, Bima akan menghabiskan paling cepat setengah jam berdiri di balkon kamar, sibuk menelpon anak buahnya yang bertugas setiap malam, dan kemudian berlama-lama di balkon itu, terkadang sampai Seiyna tertidur, Bima masih saja berada disana.
Mereka pun jarang berbicara satu sama lain, dan hanya bicara seperlunya.
Memang benar, awalnya semua yang menyangkut Bima tidak pernah menarik perhatian Seiyna sedikitpun.
Tapi entah kenapa akhir-akhir ini Seiyna justru sering kepo dengan semua aktifitas Bima yang bahkan terlihat dua kali lipat lebih banyak daripada aktifitas Daddy, yang notabene merupakan Ceo Indotama Group.
"Tadi pulangnya dari lokasi proyek memang jam enam sore.." kalimat Bima menyeruak diantara hening. "Habis mengantar Daddy, aku balik kekantor pusat, mengambil ponsel yang tertinggal diruang control, trus singgah ke apartemen dulu, mengambil baju buat besok, sekalian mandi, baru langsung kesini.. oh iya lupa, sebelum kesini mampir di pos depan dulu sekitar setengah jam.." ujar Bima menjelaskan panjang lebar demi memuaskan rasa ingin tau Seiyna yang besar, sehingga membuat gadis itu menginterogasinya begitu rupa.
Seiyna terdiam. Seolah baru tersadar mengapa ia telah bertindak aneh dengan menginterogasi Bima seperti saat ini. Seiyna tidak habis pikir, kenapa juga sekarang ia peduli dengan semua yang dilakukan Bima diluar sana..?
"Baiklah, di kemudian hari kalau aku tidak bisa menjemput aku akan memberi tau.."
"Tidak perlu." pungkas Seiyna cepat, sedikit merasa kesal namun sejujurnya kesal pada dirinya sendiri. "Memangnya siapa yang peduli? lagian untuk apa sih repot-repot menjemput setiap hari kalau memang Bang Bima sesibuk itu..? suruh saja salah satu anak buah Bang Bima.. repot amat..!"
Seiyna menghentakkan kakinya kelantai sebelum akhirnya berbalik meninggalkan Bima yang terpengarah mendapati kemarahan Seiyna yang seperti tak berdasar.
'Ada apa dengan Seiyna..? jangan-jangan dia memiliki masalah..'
Bathin Bima masih sambil menatap bingung punggung yang berbalut piyama pink motif hello kitty tersebut.
.
.
.
Bersambung..
Support dong.. pop nya gak naik-naik nih..😅
__ADS_1
Thx and Lophyuu all.. 😘