PASUTRI

PASUTRI
Nothing's gonna change my love for you


__ADS_3

"Katanya mau bicara, kok malah diam saja..?" sepasang alis Seiyna bertaut satu sama lain, ia bahkan sama sekali tidak menyadari jika dirinya telah memukau pria dihadapannya ini sedemikian rupa dihari yang sama, entah untuk yang kesekian kalinya.


Bima yang serentak tersadar refleks kembali menyentuh belakang lehernya. "Oh.. iya.." ujar Bima salah tingkah, mendorong perlahan daun pintu dibelakangnya sebelum kemudian memutuskan mendekatkan langkah meskipun dipenuhi keraguan.


Bima baru berhenti ketika jarak mereka hanya tersisa kira-kira dua meter, mungkin lebih sedikit.


Bima menarik nafas dan menghembuskannya terlebih dahulu, sebelum akhirnya mengangkat wajahnya kembali guna mendapatkan wajah cantik dengan make up flawless hasil racikan Viona yang terlihat begitu sempurna diwajah cantik Seiyna.


"Malam ini, dipesta nanti, aku ingin memintamu untuk bekerja sama.."


Seiyna belum mengerti kemana arah tujuan kalimat Bima, untuk itulah dia memilih tidak menyela dulu.


"Nanti dibawah sana, dimata para tamu, bisa tidak kita sedikit lebih.. lebih akrab..?" Bima sempat kesulitan mencari padanan kata yang tepat untuk menggantikan makna kata 'mesra'.


"Jadi maksud Abang.. kita.. harus.."


Mengambang. Bima tau Seiyna pasti merasa tidak enak untuk mengucapkannya. Jadi ia memutuskan untuk membuka suara lagi.


"Besok, sebagian besar moment yang terjadi pada hari ini, terlebih pada malam ini, akan diunggah secara eksklusive ke media lewat situs resmi indotamagroup.com. Jangan sampai karena sikap kita yang terlihat kaku, nantinya akan kembali menuai spekulasi banyak orang."


Seiyna tertunduk. Ia telah paham dengan maksud Bima, dan sedikit menyesal mengapa ia lupa mengingat hal itu, bahwa sekecil apapun ekspresi wajah mereka, dibalik lensa pasti akan terekam dengan jujur.


"Maaf, Abang, tadi waktu akad aku.. aku tidak terpikir sampai disitu.."


Bima menarik nafasnya lega. Ia merasa tenang karena Seiyna dengan mudahnya mengerti dengan apa yang ia maksudkan.


"Tidak apa-apa. Kalau terlihat tegang dan kaku di akad nikah itu wajar saja. Tapi kalau diacara sebentar, sudah seharusnya wajah dan sikap kita bisa lebih rileks lagi."


Seiyna terlihat mengangguk tanda dirinya mengerti dan setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Bima


"Aku tidak ingin menambah beban pikiran Daddymu lagi, jika kita gagal meyakinkan netizen. Yah.. meskipun itu tidak serta merta menjamin seratus persen tanggapan yang positif, tapi setidaknya kita telah berusaha untuk menguranginya, dan tidak membuat situasi bertambah buruk lagi.."


"Iya, Bang, aku mengerti.."


Bertepatan dengan itu pintu kamar Seiyna terdengar diketuk lagi.


"Seiy.. sayang.. sudah waktunya turun.." suara Arini terdengar dari balik daun pintu.


"Iya, Momm.." Seiyna langsung beranjak mendekati pintu kamar dan membukanya hingga terbentang.

__ADS_1


"Ayo turun.. tamunya sudah banyak yang da.."


Mengambang. Arini terkejut saat mendapati sosok Bima yang tiba-tiba muncul dibelakang putrinya.


"Mmm.. maaf, Mommy tidak tau kalau Bima ada didalam juga.." Arini merasa salah tingkah, belum terbiasa dengan kehadiran seorang pria didalam kamar putri kesayangannya.


"Tidak apa-apa, Bu.. egh.. Momm.. maaf, aku memang sengaja menjemput Seiyna agar bisa segera turun.." Bima sedikit tergeragap saat menjelaskan kehadirannya didalam kamar Seiyna yang telah mengejutkan ibu mertuanya.


Arini menggelengkan kepalanya perlahan, mencoba mengulas senyum dibibirnya meskipun masih terasa canggung.


Arini selalu bertemu Bima setiap hari, menyuruh Bima ini dan itu, memerintah Bima kesana kemari. Wajar saja jika masih terasa aneh saat kemudian menyadari pria dihadapannya telah menjadi menantunya dihari ini.


"Ayo turun, Daddy sudah menunggu dibawah.." pungkas Arini, memutuskan untuk berjalan lebih dahulu kearah lift.


Seiyna dan Bima menurut begitu saja dengan perkataan Arini. Mereka berdua langsung mengekori langkah Arini tanpa kata.


Keheningan terus bertahta sampai lift yang mereka naiki kembali terbuka. Beriringan mereka bertiga keluar, mendekati Tian yang sudah menunggu tak jauh dari sana.


"Bagaimana? semuanya sudah siap..?" Tian mengecek ketiga wajah itu satu persatu.


"Iya, Dadd.." Seiyna dan Bima menjawab nyaris bersamaan.


Mendengar itu Tian tersenyum sumringah. "Baiklah kalau begitu, sekarang mari kita temui para tamu.."


Bima menatap Seiyna yang berdiri disampingnya. "Sudah siap..?" tanya Bima.


Seiyna terlihat mengangguk. Detik berikutnya, meskipun awalnya sempat meragu, namun pada akhirnya Seiyna memilih semakin memantapkan hatinya untuk melingkarkan lengannya ke lengan Bima.


Pertautan kedua lengan itu mau tak mau membuat Bima merasakan kehangatan dilengannya, yang kemudian hangatnya menjalar begitu saja hingga kesekujur tubuh, ikut berpartisipasi pada kerasnya jantung yang berpacu seolah dua kali lebih cepat dari biasanya.


"Jangan lupa terus tersenyum.." bisiknya meskipun hatinya pun tak kalah gugup.


"Aku akan mengingatnya.." jawab Seiyna lirih seraya menekan nada suaranya yang bergetar, saat menyadari posisi tubuhnya yang merapat erat dengan tubuh Bima mampu membuat indera penciumannya bisa mencium aroma tubuh Bima yang menguar, yang awalnya hanya memenuhi rongga hidungnya.. namun entah kenapa di detik berikutnya telah berhasil memicu laju adrenalinnya.. dan mengacaukan debar jantungnya.


"Gugup yah..?" Bima masih saja bertanya saat kedua kaki mereka telah melangkah seirama.


"Memangnya Abang tidak..?"


Mendengar renggutan itu membuat Bima tertawa kecil. "Sedikit.." jawab Bima, masih menyisakan sebaris senyum. "Tenanglah.. kita bisa melewatinya.."

__ADS_1


Bima menepuk perlahan punggung tangan Seiyna yang mencengkeram lengannya, seolah ingin menenangkannya, karena cengkeraman Seiyna itu semakin lama terasa semakin menguat, seiring langkah mereka yang semakin mendekat kelokasi yang dituju, dimana lantunan lembut Nothing's gonna change my love for you milik George Benson terdengar mengalun lembut..


...


With you I see forever Oh, so clearly,


I might have been in love before, but it never felt this strong,


Our dreams are young and we both know, they'll take us where we want to go,


Hold me now, touch me now, i don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you, you ought to know by now how much I love you


One thing you can be sure of, i'll never ask for more than your love..


...


Denganmu aku melihat selamanya


Oh, sangat jelas,


Aku mungkin pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi tak pernah terasa sekuat ini,


Mimpi-mimpi kita yang masih belia dan kita berdua mengetahuinya, mereka akan membawa kita kemanapun tujuan kita


Genggam aku sekarang, sentuh aku sekarang, aku tak ingin menjalani hidup tanpamu,


Tak ada yang mampu mengubah rasa cintaku padamu, kamu akan mengetahui betapa aku sangat mencintaimu sekarang


Satu hal yang dapat kau pastikan, aku tidak akan pernah meminta yang lebih dari cintamu..


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


LIke, Comment and Support dong.. 😀


Thx and Lophyuu all.. 😘


__ADS_2