PASUTRI

PASUTRI
Kisah yang belum selesai


__ADS_3

Time to say goodbye, menjelang 1 bab terakhir sebelum tamat, dari Novel PASUTRI.. 🙏


...


"Aku juga mencintaimu.."


Bima berucap perlahan sambil membelai helai demi helai rambut Seiyna yang harum.


Gadis itu telah jatuh tertidur dengan lelap, sejak setengah jam yang lalu, namun Bima masih setia menatap wajah cantik itu dalam temaramnya lampu kamar.


"Dengan melakukan semua ini, apa aku telah melakukan kesalahan..?"


Bima kembali bergumam, seolah terus bicara pada diri sendiri.


Diluar sana hujan mulai mereda.. seolah derai dan riuhnya telah pindah kehati Bima yang diliputi rasa yang kaya warna.


XXXXX


Perhelatan pernikahan yang melibatkan putra dan putri dari dua konglomerat di negeri ini terlihat begitu megah.


Ribuan undangan datang menghadirinya, dan dari semuanya tidak ada yang berasal dari kalangan biasa saja.


Golongan para pejabat, sekumpulan pengusaha-pengusaha sukses, bahkan artis-artis papan atas ikut menjadi bagian dari resepsi pernikahan yang luar biasa, meskipun persiapannya dibuat dalam waktu yang cukup singkat.


Seorang pria paruh baya nampak terlihat sendirian, saat menaiki panggung pelaminan yang teramat megah.


Pria itu memberikan ucapan selamat, yang disambut Arini dengan senyum yang terkihat kaku, namun begitu pria itu berada dihadapan Tian, Ceo Indotama Group itu tanpa canggung langsung memeluk pria tersebut dengan erat.


"Terima kasih sudah datang, Pak Agung.." ucap Tian terdengar dengan berat hati.


Yah. Pria itu adalah Agung Baskara. Ayah dari seorang gadis yang seharusnya menjadi menantu dikeluarga Djenar, sebelum Tian mengetahui bahwa diam-diam, putra sulungnya Sean ternyata telah melakukan kesalahan fatal, dengan menghamili putri bungsu Rico, sahabatnya sendiri, yang bahkan selama ini telah dianggap putri sendiri di keluarga Djenar.


Semua itu sungguh diluar dugaan.. tapi begitulah takdir telah mengaturnya.


"Sama-sama Pak, Tian. Maaf, saya hanya datang sendirian, dan tidak bisa berlama-lama di pesta ini.." ujar Agung Baskara. Raut wajahnya terlihat sendu, namun mencoba tetap tersenyum.


Tian mengangguk. Ia tentu saja bisa memahami, bagaimanapun, datang untuk menghadiri resepsi pernikahan Sean pasti berat bagi Elsa dan ibunya, sudah syukur Agung Baskara masih menunjukkan sikap sportif dan menyempatkan diri untuk datang menghargai undangannya.


Pada beberapa hari yang lalu sempat terjadi ketegangan kecil saat Tian, Arini dan Sean datang secara kekeluargaan untuk meminta maaf.


Dan mau tak mau keluarga Agung Baskara harus menerima kenyataan pahit itu, jika harapan mereka untuk putrinya Elsa yang akan menjadi istri dari seorang Sean Argano Putra Djenar, pada akhirnya harus kandas ditengah jalan.


"Selamat yah, Sean.." hanya kalimat singkat itu yang bisa diucapkan Agung Baskara.


"Terima kasih, Om.." ujar Sean jengah.


Agung Baskara pun menyalami Riri dan kedua orangtuanya, sebelum akhirnya berbalik dengan perasaan yang campur aduk.


Sesungguhnya hati Agung Baskara sungguh hancur, hanya dengan menyaksikan kesedihan Elsa.

__ADS_1


Masih lekat dalam ingatan Agung Baskara bagaimana terpukul putrinya di pagi itu, saat mengetahui seluruh media masa dan media sosial riuh oleh berita kehadiran calon cucu pertama keluarga Djenar.


Selama ini Sean dan Elsa bisa dibilang sudah cukup dekat. Meskipun belum terikrar janji apapun dari mulut Sean untuk Elsa, namun keduanya bahkan telah mengetahui dengan pasti bahwa mereka berdua kelak akan menjadi sepasang suami istri.


Lamaran keluarga Djenar bahkan telah didepan mata, namun apa mau dikata, semua rencana indah buyar dalam sekejap mata.


Gadis itu adalah putri bungsu dari Rico Chandra Wijaya. Yang diberitakan terbaring dalam keadaan gawat di rumah sakit Indotama Medical Centre, nyaris kehilangan nyawa begitu pun janinnya oleh sebuah kecelakaan kecil yang tidak diketahui pasti penyebabnya oleh media.


Video amatirnya telah beredar luas, yang menggambarkan potongan adegan bagaimana seorang pria yang ternyata adalah seorang kakak lelaki, berlari kesetanan menggendong tubuh adik perempuannya yang terkulai, dengan istrinya dan Sean yang ikut berlari panik, saat memasuki unit gawat darurat.


Sepertinya video amatir tersebut diambil oleh salah seorang keluarga pasien yang tak sengaja merekam kejadian mencekam namun eksklusive, sehingga media dengan cepat menyebarluaskannya dalam hitungan menit, dan dalam sekejap seluruh negeri pun mengetahui.


Semua kenyataan itu telah mengguncang seluruh ketegaran Elsa yang terus menangis nyaris setiap harinya, begitu pun juga dengan istrinya, yang ikut terguncang akibat kekecewaan yang dialami putrinya.


Langkah Agung baskara terus terayun lebar dalam diam, meninggalkan hiruk-pikuk pesta yang ada dibelakang punggungnya.


Semua kemeriahan yang ada dibelakang sana..


Terlalu menyakitkan..


XXXXX


"Lama tidak berjumpa.."


Rei tidak bisa menyembunyikan ekspresi terperanjatnya.


Liliyana bersandar acuh didinding lorong menuju kearah toilet pria yang berjejer rapi dan sepi. Posisi tubuhnya terlihat sedikit menghalangi jalan, agar Rei tidak bisa melewatinya dengan mudah, dan Liliyana memang sengaja melakukannya.


"Untuk apa kamu kesini..?" ujar Rei dengan raut wajah dongkol.


"Tentu saja untuk menghadiri resepsi pernikahan adikmu."


Rei terlihat melengos geram mendengar nada suara Lillyana yang mendayu. "Memangnya siapa yang sudah mengundangmu..?!" ungkap Rei sambil melotot kesal, namun senyum Liliyana terlihat sangat tenang dalam menghadapinya.


"Aku datang kesini bersama seorang teman.."


"Aku sangat berharap kamu tidak mencoba membuat kekacauan. Kalau tidak.." kalimat Rei bahkan belum selesai namun Lillyana telah menyambutnya dengan gelak tawa.


"Astaga Rei, kamu ini bicara apa? bisa-bisanya kamu berpikir kalau aku datang untuk mengacau? atau.. jangan-jangan kamu masih mencurigaiku dengan Sean..?"


Rei membuang wajahnya lagi.


"Baiklah.. aku akan mengakuinya. Sejujurnya aku datang bukan untuk melihat Sean bersanding dengan adikmu.. tapi untuk menemuimu.."


"Cih.."


"Kenapa..?"


Rei membisu.

__ADS_1


"Aku bahkan tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan apapun. Nyaris dua bulan yang lalu kamu menghilang begitu saja dengan seribu prasangka untukku, memblokir semua aksesku untuk menghubungimu, dan membiarkan semua salah paham ini terus berlanjut.."


"Tidak ada yang namanya salah paham."


"Benarkah? jadi kamu masih menganggap aku mengkhianatimu? lalu bagaimana kalau aku punya bukti bahwa aku tidak melakukannya..?" pungkas Liliyana sambil menatap Rei dalam-dalam.


Rei lagi-lagi membisu, terlebih saat secara tak sengaja sepasang mata mereka telah beradu, mau tak mau jantungnya ikut berdesir.


Entahlah..


Mungkin karena biar bagaimanapun Liliyana pernah menjadi penghuni hatinya sekian lama, hatinya masih bisa tersentil tanpa ia ingini.


"Aku punya bukti bahwa malam itu aku masih berada dalam sebuah pemotretan. Demi Tuhan, Rei, aku tidak bersama Sean.."


Ujar Liliyana dengan nada bersungguh-sungguh.


"Kamu boleh saja tidak percaya padaku dan bukti yang aku punya. Tapi kamu bisa mendapatkan jawabannya dengan menanyakan sendiri kepada Sean, mintalah kejujuran Sean, siapa yang sedang bersamanya dimalam itu, di kamar cottage nomor tujuh milikThe Reds.."


"Liliyana sudahlah.."


"Wanita itu bukan aku.. tapi Riri adikmu."


"Hentikan. Bagiku semua itu tidak penting lagi.." tepis Rei sambil mengalihkan tatapannya.


"Tapi bagiku penting, Rei. Karena semua itu tidak adil buatku. Sean telah memakai namaku untuk menghindari kesalahannya, dan kamu membenciku karena semua itu. Tidak Rei.. ini semua tidak adil..! aku tidak mau menerimanya begitu saja..!" sepasang mata Lillyana telah menganak sungai tanpa tercegah.


"Lillyana.."


"Pada kenyataannya, aku tidak pernah mengkhianatimu. Justru sebaliknya, kamu yang telah mengkhianatiku, Rei. Aku telah menerima fitnahan atas apa yang tidak aku ketahui, dan aku dituduh atas sesuatu yang tidak aku lakukan. Sementara kamu pergi dengan Nisa berbulan madu hingga berbulan-bulan lamanya.. sedangkan aku tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan apa-apa.."


"Lilly..."


"Kamu sudah berjanji, Rei. Kamu sudah berjanji akan kembali padaku setelah seratus hari.."


"Lilly, dengan sangat menyesal aku harus mengatakannya. Maaf, jika aku harus mengingkari janji. Aku sudah menikah.. aku tidak bisa.."


"Kamu yang memintaku untuk memberimu waktu seratus hari, dan aku telah memberikannya.."


"Lilly maaf.. maafkan aku.. tapi sungguh.. aku tidak bisa.."


...


Bersambung..


Meskipun PASUTRI akan tamat, tapi tenang saja, kalau ada postingan serupa dari reader, akan author UP di novel yang lain (Terjerat Cinta Pria Dewasa).


Special thx to Yani WD atas Tip yang diberikan 🥰🙏, dan Yesi Erlindha atas share grup untuk bantuan dalam promo karya author, 🤗🙏.


__ADS_1


__ADS_2