
Sudah support bab sebelumnya kan..?
Pliss.. Like and Support dulu yah.. 🙏
.
.
.
Sesungguhnya siapapun yang melihatnya sepintas pasti akan salah memaknai foto beserta video tersebut dalam sekejap.
Sean tau persis itu semua hanya rekayasa pengambilan angle yang tepat oleh seseorang yang pastinya memiliki maksud yang buruk. Tapi Sean bahkan tidak bisa membuka kebenarannya, karena tidak ingin jika kebenaran itu akan membuka tabir rahasia kebenaran yang sesungguhnya, yang terjadi dimalam yang sama.
"Meskipun demikian, Dadd.. aku yakin bahwa Bang Bima tidak mungkin melakukan hal-hal yang.."
"Foto-foto serta video itu bahkan telah menjelaskannya lebih dari cukup." pungkas Tian, menepis usaha Sean yang baru saja ingin membela Bima.
"Tapi Dadd.."
"Seiyna telah mencoreng nama baik keluarga Djenar. Daddy tidak bisa menerima semua ini begitu saja." Tian bangkit dari duduknya seraya menatap Sean. "Mommymu tidak berhenti menangis sejak mengetahui semua ini. Daddy harus pulang sekarang,"
"Aku ikut, Dadd.." pungkas Sean secepat kilat.
"Urusan adikmu bagaimana..?"
"Seperti yang telah Daddy perintahkan, aku telah menyuruh beberapa orang pengawal untuk menjemput Seiyna langsung kekampus. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah.." ujar Sean lagi seraya ikut bangkit dari duduknya, mensejajari langkah Tian yang terayun keluar dari ruangan Ceo.
Begitu pintu lift terbuka tepat di lobby lantai satu, Tian juga Sean bahkan tidak menyangka jika situasinya ternyata sudah begitu ramai.
__ADS_1
Berjubel awak media nampak memenuhi semua akses keluar masuk di kantor pusat Indotama Group. Jumlah mereka yang banyak cukup menyulitkan semua karyawan terlebih petugas keamanan.
"Ada banyak wartawan yang memenuhi semua pintu masuk dan keluar Pak Tian. Mereka menuntut klarifikasi." Hendri muncul begitu saja dihadapan Tian dan Sean yang sedikit termanggu mendapati situasi yang mengejutkan, terlebih Tian.
Tian bukannya tidak pernah menghadapi wartawan karena pada kenyataannya sejak dulu Tian bahkan telah berkali-kali menghadiri acara dibeberapa stasiun televisi yang mengundangnya, tapi semua itu hanya menyangkut pada batasan pembahasan bisnis dan pekerjaan, menolak mengumbar kisah keluarga kecilnya.
Puluhan tahun hidupnya, Tian selalu berusaha menjaga apapun yang menyangkut kehidupan keluarganya, Tian bahkan terus menutup setiap akses yang menyangkut rumah tangganya sejak dulu meskipun semua orang telah mengetahui bahwa ia telah menikahi Arini Ramdhan, yang dari kehidupan pernikahan tersebut mereka kemudian dikaruniai Sean dan Seiyna.
Sekian tahun berlalu, kehidupan pribadi keluarga Djenar terus tertutup rapat. Namun seiring Sean dan Seiyna tumbuh dewasa, serta memiiki pergaulan dan dunia mereka sendiri, pengendalian Tian terhadap kehidupan kedua anaknya mengendur perlahan
Mau tak mau Tian harus memberi kelonggaran untuk pergaulan Seiyna, meskipun harus dengan standar ekstra ketat sehingga harus menempatkan pengawal dimanapun Seiyna berada.
Sementara untuk Sean, Tian dan Arini telah lama menyerah.
Mengekang Sean yang telah beranjak dewasa, sudah tidak mungkin mereka lakukan. Sean yang begitu populer dikalangan para gadis bahkan selalu rutin menuai kontroversi publik nyaris disetiap minggunya.
"Dadd.. beritanya telah naik dibeberapa media online.." bisikan Sean memupus lamunan Tian, begitu ia mencoba mengecek beberapa berita media gosip terbaru, dimana pemberitaan tentang Seiyna telah menjadi trending dalam waktu singkat.
Tian menatap Sean yang berdiri sambil menunjukkan ponselnya dengan tatapan gundah, membuat Tian refleks menutup matanya sejenak.. mencoba menenangkan diri, sebelum melakukan sesuatu yang rasanya telah begitu lama tidak pernah ia lakukan, yakni berpikir cepat tanpa menimbang, mencoba lagi keberuntungan dengan cara berjudi dengan takdir, sebelum akhirnya Tian menegakkan wajahnya, bahunya, kemudian menatap Hendri sejenak dengan penuh keyakinan..
"Aku akan angkat bicara, dan menemui mereka. Semua ini harus diakhiri segera.. sebelum beritanya semakin melebar kemana-mana.."
Kemudian tatapan Tian beralih pada Sean, putra sulung Tian itu terlihat sedikit terhenyak mendengar keputusan Tian yang memilih untuk speak up ke awak media yang telah menggila diluar sana.
"Temani Daddy bicara.."
Sean mengangguk, meskipun ragu dengan keputusan Tian namun Sean tetap memilih berdiri disebelah pria yang masih terlihat gagah dengan sejuta kharismanya yang menguar kuat.. aura seorang Sebastian Putra Djenar, Ceo Indotama Group, yang sedang mencoba peruntungannya dalam mengembalikan semua kekacauan publik yang terjadi hari ini agar bisa kembali ketempatnya semula.
Saat Tian dan Sean keluar dari pintu kaca, para awak media yang riuh telah berhasil ditenangkan oleh Hendri, dibantu pihak keamanan Indotama Group yang sebagian besar telah teralih semuanya ke kantor pusat untuk sengaja mengantisipasi keriuhan.
__ADS_1
"Selamat siang semuanya, saya Sebastian Putra Djenar, Ceo Indotama Group sekaligus ayah dari Seiyna Ariyanti Djenar, putri bungsu saya.."
Tian menarik nafas sejenak diantara keheningan, namun kilatan blitz terus menyala menerpa penuh wajah Tian.
Semua yang ada disana seolah terbius, suasananya begitu kontras dengan raut ketidaksabaran para kuli media yang masing-masing memegang mic dan alat perekam, siap mendengarkan penjelasan resmi yang akan diucapkan secara langsung dari mulut seorang Sebastian Putra Djenar yang fenomenal.
"Sejujurnya.. saya pribadi merasa enggan mengatakan semua ini kepada kalian semua. Tapi karena foto-foto dan video tersebut, telah disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga memicu keriuhan yang mungkin tidak menyenangkan dimata publik, maka pada akhirnya saya memutuskan untuk segera mengatakannya dan mengkonfirmasi, bahwa semua foto dan video tersebut adalah benar adanya.."
Seketika suasana kembali riuh mendengar kalimat panjang berisi pengakuan Tian, namun beberapa saat kemudian kembali tenang karena Hendri dan semua pengawal telah bertindak cepat, mengisyaratkan semua yang ada ditempat itu agar bersikap santun, karena penjelasan yang sedang diucapkan oleh bos besar mereka, belum sepenuhnya tuntas.
"Seperti yang kalian ketahui bahwa selama ini saya sangat menjaga segala bentuk pemberitaan menyangkut kehidupan pribadi keluarga Djenar. Tapi karena pemberitaan ini telah menjadi konsumsi publik dan meresahkan banyak orang, maka saya memutuskan untuk membagi kebenarannya bahwa gadis yang berada didalam foto tersebut itu adalah benar putri saya.. dan pria yang bersamanya juga benar adalah pengawal terbaik saya.. sementara hubungan keduanya adalah sepasang kekasih, yang pada dua hari kedepan, akan terikat resmi oleh sebuah pernikahan sederhana yang rencananya hanya akan dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat.."
Bukan hanya awak media yang terhenyak, Sean yang berada disisi Tian bahkan nyaris tidak bisa mempercayai keputusan Tian yang benar-benar diluar dugaannya.
Sean sungguh tidak menyangka jika Daddynya bisa mengambil keputusan secepat itu, untuk menikahkan Seiyna dengan Bang Bima.
"Mohon maaf jika semua ini telah membuat semua pihak berada dalam ketidaknyamanan. Saya berjanji.. bahwa moment kebahagiaan pernikahan tersebut akan saya bagikan langsung di situs resmi indotamagroup.com, sebagai gantinya ucapan permohonan maaf saya dan keluarga, atas keributan yang terjadi pada hari ini.."
.
.
.
Bersambung..
LIKE and SUPPORTnya jangan lupa 🙏
Thx and Lophyuuu all.. 😘
__ADS_1