PASUTRI

PASUTRI
Malam panjang tiga pria tampan


__ADS_3

Sean menyetir perlahan membelah dinginnya udara malam.


Sejak tadi ia menyetir tanpa arah dan tujuan, tapi anehnya ia juga enggan pulang.


Biasanya dalam keadaan suntuk seperti ini, Sean akan mengajak Bima dan Rei keluyuran ketempat hiburan malam, karena tak dipungkiri, memang dirinyalah yang memiliki mental terbobrok diantara mereka bertiga, yang kerap mengajak untuk berbuat maksiat.


Tapi sejak hubungan persahabatannya dengan Rei hancur karena persoalan Liliyana, komunikasi mereka pun otomatis terputus. Terlebih saat ini Rei sedang tidak berada ditempat, sibuk menjelajahi jaringan hotel peninggalan mendiang ibu kandungnya untuk memperbaiki semua managemen yang ada didalamnya.


Mengajak Bima saat ini rasanya tidak etis sama sekali, mengingat ini adalah malam pertama pernikahan Bima dengan Seiyna adiknya, meskipun Sean juga sanksi apa bisa Bima meluluhkan hati Seiyna yang terlihat masih sangat enggan menerima Bima.


Tipe pria idaman Seiyna selama ini hanya berputar pada sederet abg labil seperti dirinya, yang begitu percaya diri bergaya dengan fasilitas orangtua. Tak heran jika tipe pekerja keras seperti Bima, pasti tidak masuk dalam jejeran pria keren dimata adik kecilnya itu.


Kalau mau jujur, memang benar Sean lega masa depan Seiyna bisa menjadi tanggung jawab Bima. Karena selain dewasa, sebenarnya Bima pun sudah cukup mapan dari segi finansial.


Menjadi kepala divisi keamanan Indotama Group, levelnya bahkan bisa dibilang lebih tinggi dari manager di kantor pusat. Tapi tetap saja untuk berdiri disisi Seiyna.. yang notabene merupakan putri bungsu seorang Sebastian Putra Djenar, Bima Sanjaya bukanlah apa-apa.


Sean mengeraskan volume Fire on fire milik Sam Smith yang mengalun lembut dari sound mobilnya.


Fire on fire would normally kill us,


But this much desire, together, we're winners,


They say that we're out of control and some say we're sinners,


But don't let them ruin our beautiful rhythms,


'Cause when you unfold me and tell me you love me, and look in my eye..


Api di atas api biasanya akan membunuh kita,


Tapi hasrat setinggi ini, bersama, kita akan menang,


Mereka bilang kita lepas kontrol dan beberapa bilang kita pendosa,


Tapi jangan biarkan mereka menghancurkan ritme indah kita,


Karena saat kau melepaskan diriku dan berkata kau cinta padaku, dan melihat mataku..


Tersadar dengan lirik lagu yang seolah begitu mewakili perasaannya, seraut wajah polos Riri tiba-tiba melintas begitu saja dibenaknya, membuat Sean menepikan mobilnya dengan segera, seiring dengan perasaannya yang terasa kacau dikejar rasa bersalah..


XXXXX


Bima ingin sekali keluar dari kamar bernuansa hello kitty yang lampunya telah temaram itu. Sekedar mengecek keadaan diluar sana, seperti kebiasaannya selama ini yang juga merupakan bagian dari tugas pokok dirinya sehari-hari.

__ADS_1


Meskipun dalam dua jam sekali Bima rutin mengecek perkembangan keamanan kantor pusat dan pos keamanan yang ada di gerbang depan rumah keluarga Djenar kepada para anak buahnya lewat ponselnya, namun tetap saja Bima merasa kurang yakin kalau tidak melihatnya langsung.


Tapi kalau dia nekad keluar dari kamar malam ini, apa itu tidak terlihat aneh..?


Untuk pasangan pengantin yang normal, malam pertama pasti akan dilalui dengan begitu indah, tapi bagi pernikahannya dengan Seiyna tentu saja berbeda.


Bima bahkan takut menyentuh Seiyna, makanya badannya sedikit pegal juga usai resepsi, mengingat Seiyna nyaris terus memeluk lengannya sepanjang acara, terus menempel lekat ditubuhnya, membuat seluruh otot Bima terasa kaku.


Yah, Bima yang menasehati Seiyna untuk berlaku seluwes mungkin dihadapan semua orang, namun pada kenyataannya justru dirinya sendiri yang tersiksa karena harus bersandiwara seperti itu.


XXXXX


Saat Rei masuk kedalam kamar, suasananya telah temaram, karena seperti biasa, Nisa akan mematikan lampu utama sebelum wanita itu beranjak ke peraduan.


Rei beranjak kekamar mandi untuk membersihkan dirinya sejenak, karena setelah makan malam yang ibarat dua orang bisu yang saling berhadapan, Rei sengaja menyelinap keluar, membiarkan Nisa sendirian untuk beberapa saat karena yang terlihat Nisa masih terlihat kesal padanya sehingga irit bicara.


Begitu keluar dari kamar mandi untuk membersihkan diri seala kadarnya Rei pun naik keatas ranjang.


Rei baru saja hendak melakukan rutinitasnya setiap malam yakni mengatur guling yang sengaja ia minta pada pihak hotel setiap kali mereka check in, manakala hatinya tergerak begitu melihat wajah Nisa yang terlihat begitu polos.


Entah karena merasa ditatap lekat.. atau karena Nisa belum benar-benar tertidur dengan lelap, tiba-tiba saja sepasang kelopak mata Nisa yang awalnya terpejam mendadak mengerjap beberapa saat sebelum akhirnya terbuka sempurna, sehingga beradu tepat dengan sepasang mata milik Rei yang juga sedang menatapnya lekat.


Rei baru ingin meloloskan senyum, manakala wanita itu malah terlihat membalikkan tubuhnya, secepat kilat memunggungi Rei yang duduk disisinya.


"Nisa, kamu masih marah yah..?" tanya Rei perlahan, namun suaranya seperti tertelan angin karena tidak ada sahutan dari sosok yang ia ajak bicara dihadapannya itu.


Rei yang gemas karena merasa terus dicuekin akhirnya memberanikan diri menyentuh lengan Nisa, berusaha memaksa wanita itu berbalik dan menghadap kearahnya.


"Ish, apa sih Rei.." tepis Nisa, warna suaranya sarat dengan nada kesal yang tak kunjung hilang.


"Aku kan sudah minta maaf, Nis.."


"Dan sudah aku maafkan. Lalu mau apalagi..?" berucap keras kepala, masih dengan tubuh yang memunggungi Rei.


"Maaf bagaimana? masih ketus begitu.." desis Rei perlahan.


"Biarin.."


Rei menghembuskan nafasnya berat. Bingung menghadapi Nisa yang baru kali ini ngambek separah itu.


Lagian salah dirinya juga sih.. kenapa tadi ia harus berpura-pura menertawakan Nisa, disaat penampilan Nisa dimatanya sesungguhnya luar biasa menawan hati. Wajar saja kalau Nisa menjadi salah paham dan merasa Rei menganggap dirinya terlihat lucu.


"Nis.." panggil Rei lagi, pantang menyerah.

__ADS_1


"Hmmm.."


"Nisa.." mencoba membujuk kembali, meskipun mulai kehilangan kesabaran sendiri.


"Hhmmmmmm..."


Melihat tanggapan yang keukeuh itu membuat Rei menatap kesal kearah Nisa yang masih tetap memunggunginya.


"Nisa, apa pantas kamu ngambek seperti ini? apalagi sengaja tidur memunggungi suami.." ujar Rei yang mulai kesal sendiri.


"Berhenti mengucapkan kalimat lelucon. Suami apa? memunggungi apa..?"


Mendengar keberanian Nisa itu membuat Rei benar-benar telah melotot karenanya. "Egh kamu.. astaga Nisa, beraninya kamu menganggap kalimatku lelucon..?"


Nisa diam, mengabaikan kekesalan Rei tanpa bicara apapun.


"Nisa, aku mengatakan hal yang benar. Kamu tidak boleh sengaja memunggungi suamimu saat tidur. Apa kalimatku itu terdengar seperti sebuah lelucon?" ulangnya lagi tidak terima dengan respon yang diberikan Nisa.


Detik berikutnya bukannya berbalik menatapnya, Nisa malah bangkit dan mendudukkan dirinya tepat dihadapan Rei yang juga menatap semua gerak-gerik Nisa tanpa terlewat.


"Memang kalimatmu itu lelucon. Sebegitu kesalnya kamu hanya karena aku tidur memunggungimu? selama ini kamu bahkan membuat benteng dari bantal dan guling.. lalu kapan aku marah? kapan aku tersinggung? kapan aku ribut..?" tuding Nisa beruntun, nyaris tanpa bernafas, membuat Rei melongo melihat sisi lain Nisa yang baru kali ini dilihatnya.


.


.


.




Fire On Fire, by. Sam Smith ada visual videonya Sean dan Riri 🤗


(Seiyna & Bima, Rei & Nisa juga ada)


Follow akun author sosmed author :


IG. @khalidiakayum


Fb. Lidia Rahmat


Next boleh, tapi Like and Supportnya jangan lupa yah.. 🤗

__ADS_1


__ADS_2