PASUTRI

PASUTRI
Beautiful in white


__ADS_3

Follow akun author, ada cuplikan visual video halu disana.. 😅


IG. khalidiakayum


Fb. Lidia Rahmat


...


Double up ...!


...


Malam yang special telah tiba, para tamu undangan telah memenuhi halaman belakang rumah keluarga Djenar yang luas nan megah, yang dalam sekejap telah diubah menjadi lokasi private party yang berkelas tanpa meninggalkan kesan cozy yang tetap mengusung tema awal yakni garden party, demi mempertahankan suasana santai dan hangat.


Tamu yang hadir pun terlihat bukan dari kalangan biasa saja. Wajah dari beberapa pejabat tinggi negeri dan para pengusaha ternama nampak menghiasi pesta malam ini.


"Loh, Bang Bim, darimana?" Sean terkejut saat melihat sosok Bima yang keluar dari pintu samping, berbalut setelan tuxedo berwarna hitam.


"Seiyna masih diatas, kan?" Bima balik bertanya, seolah tak mengindahkan pertanyaan awal Sean yang enggan untuk dijawabnya.


"Kayaknya sih masih diatas, Bang, lagi dirias sama MUA ..."


Bima terlihat manggut-manggut, seraya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kalau begitu aku langsung keatas saja jemput Seiyna,"


Mendengar kalimat itu Sean menganggukan kepalanya. "Iya, Bang ... tamunya juga sudah banyak ..."


Bima mengangguk kemudian meneruskan langkahnya, meninggalkan Sean yang terus mengawasi punggung Bima yang memilih menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai dua, tempat dimana kamar Seiyna berada.


Langkah Bima terhenti tepat dipintu kamar yang memiliki logo hello kitty itu. Enam huruf S E I Y N A juga tertempel manis dipermukaan daun pintu, khas kamar seorang remaja pada umumnya.

__ADS_1


Sebenarnya ini bukan pertama kalinya Bima berada didepan pintu kamar Seiyna bahkan mengetuknya, meskipun sampai detik ini Bima juga tidak pernah tahu dan juga tidak pernah berniat mencari tahu seperti apa isi didalam kamar tersebut.


Tugasnya sebagai seorang pengawal membuatnya tak jarang melakukannya atas beberapa hal, paling sering jika Pak Tian atau Ibu Arini yang meminta Bima untuk memanggil anak gadisnya dikamar.


Tapi kali ini rasanya sungguh berbeda.


Sejak akad nikah tadi pagi sekitar jam sepuluh, putri kesayangan majikannya itu resmi menjadi istrinya, namun status itu tidak membuat serta merta segalanya berubah. Yang ada Bima merasa semakin risih saja.


Dirinya dan Seiyna memang jarang bicara, dan semuanya terasa semakin aneh manakala status mereka mendadak berubah dalam sekejap, menjadi pasangan suami istri akibat satu kesalahan Seiyna dimalam yang naas itu, yang membuat Bima ikut terseret dalam sebuah tanggung jawab yang sama sekali bukan kesalahannya.


Seharian ini, usai akad nikah Bima bahkan memilih berdiam diri di pavilyun belakang.


Meminjam kamar Soni, salah satu anak buahnya yang bekerja sebagai security di gerbang utama rumah keluarga Djenar, untuk sekedar mengistirahatkan tubuh lelahnya, yang kemudian malah keterusan sampai ketiduran sebentar, sebelum akhirnya Bima kembali terbangun di sore hari, mandi dan menyiapkan diri dikamar Soni juga untuk acara malam ini.


Meskipun berat, tangan Bima akhirnya tetap terangkat untuk mengetuk pintu tersebut, namun belum sempat ia melakukannya pintu tersebut telah keburu dibuka terlebih dahulu.


Sama seperti Bima yang terkejut setengah mati, makhluk aneh dihadapan Bima juga tak kalah terkejut.


"Siapa sih, Viona ...?" suara merdu Seiyna terdengar dari dalam kamar.


"Ini loh, beeeb ... tuan tampanmu ... sepertinya dese udah gak tahaaann ... awww ..."


Bima merasa wajahnya memanas, hanya demi menyaksikan tingkah kenes Viona yang bersandar manja dibingkai pintu, dengan tubuh menggeliat kesana kemari seperti ulat bulu.


Bima bahkan bergidik begitu menyadari Viona tak henti menatapnya dengan tatapan super genit.


Sumpah demi apa?


Berhadapan dengan preman jahat saja Bima tidak pernah merasa setakut ini, tapi Bima bahkan harus mundur selangkah hanya demi menghindari jemari lentik pria bernama Viona, yang telah begitu nekad menekan dadanya dengan jari telunjuk yang dihiasi kuteks berwarna merah menyala.

__ADS_1


Menyadari keengganan Bima, bukannya tersinggung Viona malah terkikik geli.


"Maaf Abang ganteng, adek khilaf kalau Abang suaminya orang.." desis Viona penuh percaya diri. "Ya ampyuunn, jiwa pelakor adek suka meronta kalau liat yang menggoda iman gini ihh ... udah ah, ayo Abang, langsung masuk aja ... jangan sampai adek khilaf lagi ..." bak seekor kupu-kupu Viona akhirnya memilih berlalu dengan langkah feminim serta raut wajah yang tidak rela.


Bima menyentuh belakang lehernya yang mendadak kebas menghadapi tingkah genit makhluk aneh bernama Viona itu, dan merasa lega karena Viona telah benar-benar berlalu.


Detik berikutnya Bima telah melangkahkan kakinya mendekati pintu yang sedikit terbuka.


"Seiyna, aku mau bicara sebentar, boleh aku masuk..?" tanya Bima tepat didepan pintu, namun belum menyentuh gagangnya sedikitpun.


Hening sejenak sebelum akhirnya ... "Masuk saja, Abang ..." suara dari dalam sana terdengar lirih.


Bima menelan ludahnya sebelum akhirnya memberanikan diri mendorong daun pintu yang telah memiliki celah yang terbuka sedikit itu hingga terpentang.


Yang pertama kali dilihat Bima adalah sosok cantik Seiyna, terbalut simple satin short sleeve v-neck dibawah lutut, berwarna putih susu.


'Beautiful in white ...'


Tanpa sadar Bima bergumam dalam hati, penuh kekaguman.


Terlihat sederhana, namun anggun dan memukau, tak kalah cantik dengan penampilan Seiyna saat akad nikah tadi pagi, yang berbalut kebaya putih.


Semua pemandangan indah itu tak ayal membuat Bima diam-diam dilanda kegugupan, saat menyadari dirinya benar-benar akan menikahi wanita secantik Seiyna, yang tak lain putri majikannya sendiri.


.


.


.

__ADS_1


Sebelum next bab Support dulu yuk . 🤗


__ADS_2