PASUTRI

PASUTRI
Rencana kejutan


__ADS_3

"Menelpon siapa, Rei?"


"Riri.."


Nisa meletakkan sepiring potongan buah yang tadi ia beli disalah satu supermarket di kota M keatas meja, sebelum ikut menghempaskan tubuhnya disisi Rei.


"Kamu sudah bilang kalau kita semua akan kembali besok?" tanya Nisa lagi.


Rei menggeleng sambil mengulum senyum, mengingat besok pagi dirinya dan Nisa memang berencana kembali ke ibukota setelah selesai mengadakan meeting terakhir dengan managemen hotel Mercy yang ada dikota M tadi siang.


Bukan hanya mereka berdua saja, tapi Mommy dan Daddy juga. Mereka semua besok akan tiba nyaris bersamaan diwaktu yang sama, sehingga memutuskan untuk memberikan kejutan kecil untuk Riri atas kedatangan mereka.


"Loh tapi kenapa, Rei..?" alis Nisa bertaut sempurna.


Rei mengacak gemas pucuk kepala Nisa. "Biarkan saja, biar kita semua bisa memberi Riri surprise besoknya.." tawa renyah bernada usil milik Rei terdengar. "Bisa kamu bayangkan tidak kalau besok kita semua tiba-tiba muncul didepan pintu kamarnya..?" ujar Rei lagi sambil senyam-senyum sendiri.


Nisa hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar rencana Rei dan kedua mertuanya, untuk Riri pada besok hari, namun pada akhirnya tak urung Nisa tersenyum juga.


Nisa sudah bisa menebak, bagaimana bahagianya Riri besok hari, saat mendapati wajah-wajah dari orang-orang yang dikasihinya, berada tepat dibingkai pintu kamarnya.


XXXXX


"Katakan padaku, Tomi, kemana perginya Kak Sean dan Bang Bima..?" tanya Seiyna sambil menatap lekat Tomi yang ada dihadapannya.


"Nona Seiyna, sungguh aku benar-benar tidak tau kemana perginya Den Sean dan Bang Bima.."


"Aku tidak percaya. Kamu kan anak buah Bang Bima yang kelihatannya paling sering Bang Bima andalkan dalam segala hal. Mustahil kalau kamu tidak mengetahui sesuatu..!" pungkas Seiyna lagi dengan nada memaksa yang kental.


Setelah tak sabar menunggu Bima kembali, Seiyna nekad menelpon Tomi untuk menanyakan keberadaan Bang Bima. Siapa sangka Seiyna malah mendengar informasi yang lain, dimana Bang Bima malah pergi keluar dengan Kak Sean.


Selarut ini.. dan pergi dengan kakaknya yang playboy itu..?


Sungguh, hati Seiyna langsung ketar-ketir begitu mendengarnya. Karena itulah Seiyna sengaja memanggil Tomi ke teras samping, hanya untuk menginterogasi pria itu tentang keberadaan Bang Bima.


"Wah.. Nona, aku merasa tersanjung kalau memang Bang Bima terkesan begitu mempercayai aku seperti yang Nona Seiyna katakan barusan.." Tomi yang terlihat sumringah, membuat sepasang mata Seiyna semakin melotot.

__ADS_1


"Tomi, sekarang aku sedang tidak ingin membuatmu senang karena hal itu. Tapi aku ingin tau keberadaan Bang Bima. Itu saja..!"


Senyum sumringah Tomi mendadak langsung menghilang begitu saja saat tersadar dengan apa yang sebenarnya diinginkan Nona majikannya saat ini.


"Malah bengong.. ayo cepat katakan..!"


"Egh.. anu.. Nona, sungguh aku tidak berbohong, aku benar-benar tidak tau kemana Bang Bima dan Den Sean pergi.."


"Aku tidak percaya."


"Aku hanya melihat mereka berdua keluar dari gerbang utama dengan menggunakan mobil Den Sean kira-kira sejam yang lalu. Itu saja yang aku tahu, Nona Seiyna."


Seiyna menatap lekat wajah Tomi, berusaha menelaah kebenarannya disana namun nihil. Seiyna merasa Tomi memang sedang tidak berbohong, pria itu benar-benar tidak tau kemana perginya kedua orang yang sedang ia incar keberadaannya itu.


"Nona Seiyna, begini saja, aku ingin mengatakan satu hal yang penting, tapi ini rahasia.. jangan bilang kalau aku yang mengatakannya yah.." bisik Tomi perlahan.


Mendengar itu Seiyna sontak merasa kembali bersemangat.


"Apa itu Tom.. cepat katakan..!"


"Kalau semisal Nona ingin mencari Bang Bima, Nona bisa mencarinya ke apartemen xx. Bang Bima selalu pergi kesana setiap hari, terkadang kalau ada tugas malam, siangnya Bang Bima bukannya pulang kerumah ini, tapi malah tidur disana.."


"Mmmh.. Tomi, apa kamu tau.. mmm.."


"Tenang saja, Nona, aku tau." pungkas Tomi seolah bisa membaca pertanyaan apa yang terasa begitu berat keluar dari bibir Seiyna. "Aku sering pergi kesana, jadi aku tau persis password door lock pintunya.." ujar Tomi begitu percaya diri sambil menyebut sederet angka. "Itu tanggal ulang tahun Bang Bima, Nona.."


Lagi-lagi Seiyna terhenyak. "Egh.. kalau begitu sebentar lagi Bang Bima ulang tahun dong.." wajah Seiyna terlihat bersinar, seolah habis mendapatkan double jackpot. Terlebih saat menyaksikan anggukan kepala Tomi yang penuh semangat karena merasa berhasil menyenangkan hati Nona majikannya yang manja itu.


XXXXX


Malam semakin larut, dan Seiyna sudah tidak bisa lagi menghitungnya, entah sudah berapa puluh kali ia mondar-mandir dikamarnya, masih dengan menggenggam ponsel ditangan.


"Dasar Bang Bima pembohong, katanya cuma mau ke pos depan, ternyata malah pergi keluar dengan Kak Sean..! mana sampai sekarang belum pulang, ponselnya juga tidak bisa dihubungi..!!" rutuk Seiyna, berucap kesal, sambil menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, lelah sejak tadi mondar-mandir tak jelas.


Seiyna menatap ponselnya lagi, ingin menelpon Sean untuk menanyakan keberadaan dua pria tersebut tapi Seiyna merasa malu dan tidak punya keberanian menginterogasi kakaknya yang galak itu.

__ADS_1


Akhirnya Seiyna memilih merebahkan dirinya dengan tatapan kosong yang mengarah ke langit-langit kamarnya yang bersih, dan ia malah terhenyak sendiri saat mendapati seraut wajah Bima yang tergambar jelas diatas sana.


"Aku ini kenapa sih.. bagaimana mungkin saat ini semua yang menyangkut Bang Bima bisa membuatku penasaran begitu rupa..?" Seiyna berucap perlahan, seolah bertanya pada dirinya sendiri.


Seiyna meraih ponselnya lagi. Jiwa keponya meronta-ronta.


Ia berharap bisa menemukan sesuatu yang bisa membuatnya mengetahui sedikit saja tentang pria yang telah menjadi suaminya itu.


Seiyna pun membuka beberapa akun media, dan mencoba mengetik nama Bima disana, namun hasilnya nihil.


"Apa dia tidak punya akun sosmed sama sekali..?!" Seiyna menggerutu kesal.


Tatapannya kembali mengarah kosong kelangit-langit kamar, sibuk mengumpulkan semua serpihan ingatannya tentang keseharian Bang Bima. Lagi-lagi menyesali kenapa selama ini ia luput memperhatikan semua yang menyangkut Bima yang akhirnya malah menjadi suaminya.


Haihh.. Seiyna bahkan merasa malu saat kembali mengingat peristiwa saat bima mengoles salep ke telapak tangannya.


"Bahkan aku baru menyadari jika Bang Bima mempunyai tangan se-maskulin itu.." Seiyna menutup wajahnya yang tersenyum sendiri dengan bantal usai berucap demikian.


Sungguh memalukan, saat menyadari hanya membayangkan sebuah tangan kekar saja bisa membuat jantungnya jumpalitan dan menggila.


Detik berikutnya seolah teringat sesuatu Seiyna kembali meraih ponselnya.


"Mungkin aku bisa menemukan sesuatu tentang Bang Bima disana.."


Berucap lagi sambil membuka web resmi milik Indotama Group dan benar saja, ia menemukan beberapa wajah Bima di beberapa moment, yang selalu berdiri tak jauh disekitar Daddy maupun Kak Sean.


"Mereka memang sedekat itu yah.."


Seiyna bergumam perlahan, tanpa sadar mengelus wajah Bima yang berada disana.


Pada kenyataannya Bima memang begitu dekat dengan Sean. Bertiga dengan Rei, mereka sangat sering hangout bersama disela-sela kesibukan pekerjaan yang menggunung, karena baik Sean maupun Rei sama-sama merupakan pewaris utama dari kerajaan bisnis keluarga masing-masing, sebelum kehadiran Lilliyana diantara Sean dan Rei sanggup memporak-porandakan tali persahabatan sehingga hubungan keduanya memburuk dan merenggang.


Mendadak pembicaraannya dengan Tomi beberapa jam yang lalu seolah terngiang jelas didalam benak Seiyna.


Dalam hati Seiyna telah bertekad. Kalau sampai Bang Bima tidak muncul sampai keesokan paginya, Seiyna akan nekad mendatangi pria itu, langsung ke apartemennya..!

__ADS_1


...


Next boleh tepi kencengin supportnya yah.. kasian nih, pop nya ngesooott 😅😅😅


__ADS_2