Pembantu Pengganti

Pembantu Pengganti
Bab 11


__ADS_3

Maurin yang sudah siap dengan seragam sekolahnya dan jam sudah menunjukkan pukul dimana Maurin harus segera berangkat ke sekolah, Tapi yang menjadi kendala di luar Bella sepertinya masih belum pulang juga. Dan mau tidak mau Maurin harus segera keluar dari dalam kamar sebelum dia telat untuk pergi ke sekah, dengan cara dia diam diam keluar lalu keluar dari pintu belakang.


Maurin membuka pintu pelan pelan lalu melihat situasi yang ternyata sudah aman, dengan langkah pelannya agar tidak terdengar oleh siapa pun Maurin melangkah menuju dapur dimana disana ada pintu belakang yang menuju ke halam belakang.


"Kakak Baik." tiba tiba suara dari Aden terdengar memanggil Maurin.


"Deg." gadis itu seketika menghentikan langkahnya, dan membalikkan badan. Maurin langsung mengukir senyumannya kala anak laki laki itu melambaikan tangan dengan senyumannya.


"Haii..." Sapa Maurin lalu mendekati Aden.


"Waaahh kakak baik, ada disini dan kita ketemu lagi." ucap Aden antusias kala merasa bahagia saat kembali bertemu wanita cantik nan baik yang pertama di temuinya tempo hari lalu.


Sedangkan di ruang tamu, Bella dan Rangga sama sama mendengar suara Aden yang sepertinya tengah berbicara dengan seseorang.


"Apa ada orang lain di rumah ini, bukankah Art kamu udah mengundurkan diri yah." tanya Bella, yang sesaat membuat Rangga sedikit gugup karna Rangga baru menyadari jika Maurin masih di dalam rumah.


"Ooohh Iyah aku lupa, aku udah ada pengganti Art yang mengundurkan diri." jawab Rangga.


Bella yang mendengar jawaban dari Rangga, tidak memberi tanggapan lagi wanita itu memilih bangkit dan melangkah menuju dapur.


Maurin membulatkan matanya kala melihat Bella yang sudah terlihat dan tengah menuju ke arahnya dan Aden, dan itu cukup membuat Maurin gugup sekaligus panik.


"Aden..." Panggil Bella pada putranya sembari langkahnya yang semakin dekat.


"Mamah, lihat Tante baik itu ada disini." seru Aden bersemangat sembari telunjuknya mengarah ke Maurin.


Bella menghentikan langkahnya tepat di dekat Aden, Dan saat itu Bella baru menyadari jika wanita yang bersama Aden, adalah wanita yang beberapa hari lalu di temuinya di sebuah mall.


"Kamu bukannya yang waktu itu gak sengaja di tabrak anakku kan?." Ucap Bella sembari menunjuk ke arah Maurin.


"I-iya mbak." jawab Maurin gugup dan gadis itu trus menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Rangga yang sudah dapat merasa jika Bella akan bertanya atau bahkan lebih buruknya wanita itu bisa saja memberikan pendapat tidak setujunya, Rangga bergegas menghampiri dimana Bella, Aden dan Maurin berada.


"Apa kamu bisa menjelaskan ini semua." ucap Bella pada Rangga.


"Kamu tahu sendiri kan Bell, kalau mbak yang bekerja disini tiba tiba berhenti, dan kebetulan anak Bu Rosma yang bekerja di rumah mamah bersedia untuk menjadi pembantu pengganti di rumahku, lagian untuk mencari pembantu pengganti secepat itu susah" jelas Rangga pada Bella.


"Tapi kan Rang."


"Gak ada tapi tapian, di rumah ini aku yang memutuskan Bell, setidaknya kerja dia bagus udah itu gak masalah." jawab Rangga mematahkan lalu mengingatkan pada Bella jika dirinya sudah tidak berhak untuk mengatur tentang kehidupannya.


"Terserah kamu Rangga." ucap Bella yang tidak dapat ikut campur terlalu dalam, Bella segera menyadari jika dia ingin menarik kembali Rangga dia harus lebih sabar untuk menghadapi Rangga.


"Maaf sebelumnya apa boleh saya untuk berangkat ke sekolah." kata Maurin memecah ketegangan di antara Rangga dan Bella.


"Jika pekerjaan sudah selesai, kamu boleh segera pergi." jawab Rangga.


Mendengar jawaban dari Rangga yang sudah memberi izin, Maurin segera untuk keluar dari rumah itu. Namun, tiba tiba saja Aden berlari ke arahnya.


"Adeenn!!." panggil Bella saat Aden berlari ke arah Maurin, dan memeluk kaki gadis itu.


"Aden, kamu ini apa apaan sih." ujar Bella lalu segera menarik Aden.


"Aku mau ikut Kakak Maaahh." rengek Aden semakin menjadi, membuat Maurin menjadi bingung.


Rangga yang melihat itu sedikit merasa kagum, karna anaknya itu tipikal anak yang susah untuk akrab dengan orang yang baru di temui atau baru di kenalnya.


Bella yang tidak sabar karna Aden selalu berontak, Bella langsung menggendong Aden membuat anak itu semakin meronta dan menangis menjerit.


Maurin yang merasa tidak enak kala melihat Aden sudah semakin tidak terkendali, Maurin langsung menghampiri Aden yang meronta di dalam gendongan Bella.


"Maaf apa aku boleh menggendongnya?." Ucap Maurin pada Bella.

__ADS_1


Sesaat Bella melirik ke arah Rangga, lalu Rangga mengangguk sebagai tanda jawaban jika dia menyetujuinya. Setelah mendapat persetujuan dari Rangga.


Maurin segera mengambil alih Aden dari Bella, seketika anak itu terdiam kala sudah berada dalam gendongan Maurin. Membuat Rangga dan Bella sedikit heran.


"Sayang, Kakak berangkat sekolah dulu yah, nanti kita main lagi kalau Kakak udah pulang dari sekolah." Maurin mencoba untuk membujuk Aden agar dapat mengerti tentang situasinya saat ini.


Rangg dan Bella hanya memperhatikan interaksi antara Aden dan Maurin, dan di tengah itu Rangga sedikit kagum dengan Maurin yang menghadapi Aden dengan baik dan lembut, hingga acara negoisasi di antara Maurin dan Aden selesai, dan Aden langsung luluh dan mau mengerti.


Maurin yang sudah dapat menaklukkan Aden, segera menurunkan Aden dan anak itu langsung berlari ke arah Bella.


"Hati hati yah kak, nanti kita ketemu lagi." ucap Aden dengan melambaikan tangannya pada Maurin.


"Yah sayang, kakak berangkat dulu." Maurin membalas lambaian tangan Aden.


Sebelum berangkat Maurin menganggukkan kepalanya sebagai tanda izin untuk dia segera keluar dari rumah pada Rangga, dan Rangga membalasnya dengan anggukan pula.


****


Sore itu Maurin pulang dan keluar dari sekolah sedikit terlambat dari biasanya, karna ada pelajaran tambahan yang di berikan oleh guru mereka. Niat hati setelah selesai dari belajarnya di sekolah Maurin ingin mampir sebentar ke rumah tapi karna terlalu sore Maurin mengurungkan niatnya dan memilih untuk langsung kembali ke rumah Rangga, karna dia harus bergegas untuk melakukan pekerjaan.


Sesampainya di rumah Rangga, terlihat rumah masih sepi yang bertanda jika Rangga masih belum pulang, dan kesempatan itu Maurin gunakan untuk memasak terlebih dahulu, lalu di lanjutkan dengan pekerjaan lain.


Setelah selesai melakukan pekerjaannya, hari sudah beranjak menggelap Namun, Rangga masih belum juga pulang. Sudah tidak ada lagi pekerjaan yang harus di lakukannya Maurin memilih untuk bebersih badan dan mengganti baju, dan setelahnya dia kembali ke dapur untuk mengecek bahan bahan yang sudah mulai hampir habis.


Tepat pukul 18.56 wib, Rangga bersama Aditya masuk ke dalam rumah, sepertinya laki laki itu pulang terlambat karna ada beberapa acara bersama Aditya.


"Aku ke kamar mandi dulu Dit". ucap Rangga yang badannya sudah terasa lengket.


"Oke, aku tunggu disini."


Rangga pun segera menuju kamarnya dan segera membersihkan diri, sedangkan Aditya memilih memainkan ponselnya di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Di tengah keasyikan Aditya memainkan ponselnya, Aditya merasa haus dan memilih bangkit untuk menuju dapur. Dan saat Aditya akan masuk ke dapur laki laki itu terkejut kala melihat perempuan yang tengah mengecek kulkas dan mencatat bahan bahan.


"Maurin."


__ADS_2