Pembantu Pengganti

Pembantu Pengganti
Bab 15


__ADS_3

Bab 15


Rangga langsung masuk ke dalam rumah, setelah panggilan telfon itu terputus, sesaat laki laki melirik ke arah kamar milik Maurin yang sudah tertutup rapat. Laki laki itu kembali menghembuskan nafasnya entah rasa bersalah itu masih belum hilang.


Setelah beberapa saat menatap pintu kamar Maurin, Rangga segera masuk ke dalam kamarnya sendiri setelah berada di dalam kamar laki laki itu segera melakukan aktivitas sebelum tidur.


Merebahkan tubuhnya di atas kasur sembari matanya menatap langit langit kamar, pikiran Rangga berlarian memikirkan tentang Maurin entah akhir akhir ini semua tentang gadis itu sering bersemayam di fikirannya.


Tidak terasa Rangga perlahan mulai memejamkan mata dan tertidur lelap mengarungi mimpi indahnya malam itu.


****


Pagi itu di kediaman Bella, tidak seperti biasanya dari pagi buta Bella mulai merapikan pakaian pakaian milik Aden, dan setalah merapikan semua pakaian milik Aden, Bella melanjutkan dengan memandikan Aden hingga tampil rapi di pagi hari.


"Mam... Aden masih ngantuk." keluh Aden sembari mengucek matanya yang masih bergelayut kantuk.


"Nanti, kamu lanjut tidur di mobil sayang, pagi ini mamah akan mengantarmu ke rumah papah." jawab Bella sembari mengemasi barang barang Aden yang masih belum masuk semua ke dalam tas.


Selesai membereskan semua barang barang milik Aden, dengan meminta bantuan dari pelayan akhirnya semua barang barang Aden sudah masuk ke dalam mobil.


Bukan tanpa alasan tiba tiba Bella mengantarkan Aden ke rumah Rangga, Bella yang sudah merasakan kedekatan antara Rangga dan Maurin membuat wanita itu tidak hanya diam saja, Bella mulai menjalankan rencana agar kedekatan di antara Maurin dan Rangga tidak berjalan semakin lanjut, Dan dengan cara menitipkan Aden pada Rangga dan meminta Maurin agar mengasuh Aden, itu mungkin akan menjauhkan Maurin dan Rangga, karna dengan kehadiran Aden kesibukan Maurin bisa bertambah dan kedekatan diantara Maurin dan Rangga akan kembali merenggang.


Setelah membereskan semuanya, Maurin segera menggendong Aden, lalu mendudukkan Aden di Carseat, dan dengan segera Bella menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil itu ke rumah milik Rangga.


****


Seperti biasa di mulai dari pagi buta Maurin harus bangun, dan segera melakukan pekerjaannya, setelah selesai mencuci baju milik Rangga yang tidak seberapa, Maurin melanjutkannya dengan menjemur pakaian itu.

__ADS_1


Sedangkan Rangga, yang masih di dalam kamar mencoba mengembalikan kesadarannya setelah semalaman nyenyak dalam tidurnya.


Laki laki bergegas bangkit, lalu melangkah menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.


Maurin yang dengan cekatan memasak beberapa menu dalam waktu yang lumayan singkat, segera menata semua masakan di atas meja, Namun, di tengah kefokusannya dalam menata makanan. Tiba tiba terdengar suara pintu terbuka bersamaan dengan suara Aden yang terdengar riuh memanggil sang papah.


"Papaaahh!!!." seru Aden memanggil sang papah, dengan berlarian menuju kamar Rangga.


"Hati hati Aden." ucap Bella, dan segera berlalu untuk menemui pak Dono, dan meminta untuk menurunkan barang barang milik Aden.


Sedangkan Aden tidak memperdulikan ucapan dari Bella dan berlari.


Namun, tiba tiba langkah Aden terhenti kala anak laki laki itu tidak sengaja melihat kehadiran Maurin yang masih sibuk di dapur.


"Kakak baik." seru Aden pada Maurin,. Dan seketika langkah itu berbelok ke arah Maurin.


"Haloo... Sayang!!." Sapa Maurin pada Aden yang tiba tiba muncul di dapur.


Maurin yang memang telah menyelesaikan pekerjaannya, tidak dapat menolak permintaan dari pangeran kecil itu dan dengan segera Maurin menggendong Aden.


Rangga yang sudah mengetahui kedatangan putranya dan mendengar suara dari putranya, langsung keluar dari dalam kamar, laki laki itu sejenak menoleh kesana kemari, karna saat Rangga sudah keluar laki laki itu melihat sosok Aden yang seketika lenyap, bersama suaranya yang sedari tadi memanggilnya.


Setelah beberapa saat, telinga Rangga mendengar suara mungil milik putranya tengah mengobrol bersama seseorang yang tidak lain adalah Maurin, dan obrolan itu terdengar begitu menarik.


"Pagi Gaa." sapa Bella tiba tiba, mengurungkan langkah Rangga yang hendak menghampiri Maurin dan Aden.


"Pagi Bell, gimana perjalanan kesini lancarkan?." Sapa balik Rangga dengan tidak lupa basa basi ringannya.

__ADS_1


"Lancar karna mungkin masih pagi, jadi jalanan masih sepi." jawab Bella, yang tentu dengan senyumannya.


"Oh yah... Aden mana? Bukannya tadi dia ke kamu yah?." Bella bertanya tentang Aden, kala dia tidak melihat kehadiran Aden yang seharusnya sudah bersama Rangga.


"Dia di dapur Bell!! Dan sepertinya dia tidak jadi menghampiriku karna melihat Maurin yang berada di dapur." kata Rangga menjawab pertanyaan dari Bella.


Bella seketika langsung mengintip ke arah dapur, dan benar seperti apa yang


di katakan Rangga, putranya dengan akrab berbincang dengan Maurin yang saat ini tengah menggendong Aden.


"Tampaknya Aden langsung akrab dengan pembantumu, padahal dia sangat sulit untuk akrab dengan orang baru." kata Bella sembari melangkah kembali mendekat ke arah Rangga.


"Mungkin itu kebetulan saja Bell." jawab Rangga dan di dalam hatinya merasa kagum pada Maurin yang dapat menaklukkan putranya yang dapat di bilang sang susah untuk akrab dengan orang lain dalam waktu sesingkat itu.


"Dan kebetulan itu semoga tidak berlaku padamu Ga, yang siapa tahu lelaki dingin dan tegas sepertimu bisa saja terlena pada gadis kampung itu." ucap Bella dan kedua tangannya di daratan di bahu Rangga.


"Jatuh dalam pelukan gadis kampung seperti Maurin, bagiku sekarang tidak masalah Bell, yang terpenting dia bisa menghargai apa yang sudah pasangannya lakukan." Rangga dengan segera berganti posisi hingga kedua tangan Bella terlepas sendiri dari bahunya.


Mendengar jawaban dari Rangga, Bella mengeratkan giginya, dirinya cukup merasa tersindir dengan apa yang di katakan oleh Rangga yang pasti sudah jelas itu menyinggungnya.


"Beruntung hari ini saat aku membawa Aden, dia langsung bisa akrab dengan pembantumu itu. Aku sudah meminta pak Dono untuk menurunkan barang barang Aden di ruang tamu, nanti mintalah pembantu mu agar membereskannya." ucap Bella langsung yang seketika membuat Rangga menatapnya tajam.


"Apa maksudmu Bell??." Tanya Rangga, yang cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Bella.


"aku ada urusan mendadak Ga, dan harus menitipkan Aden padamu." jawab Bella dengan wajah tidak bersalah.


"Kenapa mendadak seperti ini Bell." Rangga merasa tidak habis pikir pada Bella yang dengan waktu tiba tiba langsung menitipkan Aden padanya, bukan apa apa Rangga hari ini harus melakukan meeting, sedangkan Maurin harus segera berangkat ke sekolah setelah usai melakukan pekerjaannya.

__ADS_1


"Mendadak bagaimana?, aku kan sudah bilang Ga aku akan kesini dengan Aden."


"Tapi kamu gak bilang Bell, kalau akan menitipkan Aden disini, aku ada meeting hari ini, dan Maurin pun harus ke sekolah setelah ini." Jelas Rangga agar Bella dapat mengerti tentang kondisinya saat ini.


__ADS_2