Pembantu Pengganti

Pembantu Pengganti
Bab 07


__ADS_3

Setelah selesai makan, seperti yang sebelumnya yang sudah ketiganya rencanakan, setelah selesai makan ketiganya lanjut mengunjungi beberapa outlet untuk membeli barang barang yang mereka inginkan dan butuhkan.


Revan yang melihat sebuah outlet perhiasan langsung mengajak Maurin dan Elea masuk ke dalam situ, dan saat Maurin masuk untuk kedua kalinya Maurin terkejut kala melihat keberadaan Rangga tidak hanya itu, keterkejutannya semakin bertambah kala disana juga ada seorang laki laki dimana beberapa waktu lalu Maurin tidak sengaja menabrak mobilnya kala Maurin buru buru untuk berangkat ke sekolah.


Aditya membulatkan matanya kala melihat kedatangan Maurin yang memasuki outlet, dan seketika senyuman Aditya tercipta dan Aditya dengan segera menghampiri Maurin.


"Kamu yang tadi pagi gak sengaja nabrak mobil saya kan?." Ujar Aditya kepada Maurin, yang seketika membuat Maurin tersenyum canggung.


Sedangkan Rangga yang sedari tadi fokus memilih perhiasan untuk Bella, langsung menoleh ke arah sumber suara Aditya, dan saat itu juga Rangga terkejut sekaligus merasa heran, kenapa Aditya mengenal Maurin.


"Kamu kenal Rin?." Tanya Elea sembari menyikut lengan Maurin.


"O-oh iya aku yang tadi pagi nabrak mobil kamu, sekali lagi maaf yah." ucap Maurin dengan tersenyum canggung.


"Dia adalah orang yang mobilnya tidak sengaja aku tabrak El." Maurin menjawab pertanyaan Elea ketika selesai menjawab ucapan dari Aditya.


"Gak masalah, lupakan saja lagian mobilku juga gak terlalu parah kerusakannya." kata Aditya yang tidak terlalu mempermasalahkan kejadian tadi pagi, karna di balik kejadian tadi pagi Aditya merasa beruntung lewat tabrakan yang tidak sengaja dia di perkenalkan oleh seorang wanita cantik yang menarik perhatiannya.


Sedangkan Revan tidak terlalu memperhatikan percakapan antara Maurin dan Aditya, laki laki itu seakan di buat fokus oleh perhiasan yang di pilihnya untuk di berikan pada Maurin.


Rangga yang melihat keasyikan dari obrolan Aditya dan Maurin, merasa semakin penasaran apalagi terlihat kini percakapan di antara keduanya terlihat semakin akrab, dan hal itu membuat Rangga memutuskan untuk menghampiri Aditya.


"Mau kemana?." Tanya Bella kala melihat Rangga yang akan meninggalkannya.


"Aku mau menghampiri Aditya, kamu jaga Aden dulu." jawab Rangga, lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Maurin yang masih asyik berbicara dengan Aditya di selingi denga obrolan kecil dengan Elea, membuat Maurin tidak sadar kala Rangga kini tengah menghampirinya.


"Apa kalian saling kenal?." Tiba tiba suara itu menyaut di tengah obrolan, dan seketika obrolan di antara Maurin, Aditya, dan Elea terhenti. Dan kini tatapan dari mata ketiganya fokus pada Rangga.


"Kita baru aja saling kenal karna kejadian yang tidak sengaja mempertemukan kita." Aditya langsung menjawab pertanyaan dari Rangga.

__ADS_1


Ketika kini keempat orang itu saling terdiam, di satu sisi Rangga yang kini hanya memperhatikan Maurin hingga membuat Maurin merasa canggung, sebaliknya dengan Aditya dan Elea yang hanya diam dan tidak mengetahui sebenarnya jika Maurin dan Rangga saling kenal.


Dan di tengah keheningan di antara mereka berempat, tiba tiba dari arah belakang Revan langsung mengalungkan kalung yang baru di pilihnya ke leher Maurin secara tiba tiba.


"Kurasa ini cocok jika di pake kamu Rin." kata Revan sembari mengaitkan kalung itu.


Dua laki laki yang melihat pemandangan itu sama sama merasa tidak nyaman dengan apa yang di lakukan oleh Revan pada Maurin.


"Duh Van, ngagetin ajah sih." kata Maurin. saat dirinya sudah bisa bergerak setelah Revan memasang kalung itu.


"Yah lagian kamu keasyikan Rin."


"Lihat El, baguskan di pake Maurin?." Revan lalu tidak lupa meminta pendapat pada Elea.


"Waaah bagus kok Van, pasti sesuatu itu bakalan cocok jika yang milihin itu orang yang mencintainya hehehe." jawab Elea tertawa kecil, membuat Revan merasa bangga.


"iiisssh... Apaan sih kamu El." sahut Maurin merasa tidak enak, apalagi di tambah dengan Rangga yang melihatnya semakin intens.


Dan mereka yang berada di outlet menatap heran pada sika Rangga yang tiba tiba terlihat tidak seperti biasanya, dan saat itu ketika Rangga menggenggam lengan Bella di dalam lubuk hati Maurin merasakan nyeri saat melihat itu.


"Kamu kenapa sih Ngga? Kok tiba tiba ngajak keluar." tanya Bella saat dirinya dan Rangga berada di luar outlet.


"Gapapa!." Rangga segera melepaskan genggaman tangannya yang menaut di lengan Bella.


"Papah... mamah... Aden ngantuk..." Ucap Aden dengan mengucek matanya dengan sesekali menguap.


"Aku anterin kamu pulang Bell." Ucap Rangga melihat putranya yang tengah di Landa kantuk.


Mendengar itu Bella seketika mengembangkan senyumannya, sebuah inisiatif dari Rangga yang jarang sekali di dapat membuat Bella memanfaatkan waktu saat ini.


****

__ADS_1


"Kalian gak mau mampir dulu?." Tanya Maurin pada Elea dan Revan yang telah mengantarnya.


"Gak usah Rin, ini udah malem sebaiknya kamu istirahat aja." jawab Elea.


"Lain kali kita jalan kayak gini lagi Rin." ucap Revan menyahuti.


"Soal itu gampang Van, masih banyak waktu buat kita bisa kayak gini lagi."


"Kalau kalian gak mau mampir, aku masuk dulu yah, kalian hati hati di jalan."


"Siapp Rin, duluan yah kita."


"Nih, Rin buat kamu." Revan mengucapkannya dengan memberikan love dengan jarinya pada Maurin, membuat Maurin terkekeh melihat tingkah Revan.


"Udaaah ayoo kita pulang." Elea menampis tangan Revan, dan mengajaknya untuk segera pulang.


"Ckkk... Ganggu ajah." gerutu Revan kala Elea menghalangi.


Maurin melambaikan tangannya kala mobil yang di kendarai Revan melaju, hingga mobil itu menghilang dari pandangannya dan Maurin bergegas masuk ke dalam rumah.


Saat Maurin sudah berada di dalam rumah gadis itu langsung memanggil manggil ibunya.


"Ada apa sih Rin?, Baru Dateng bukannya ngucapin salam." mendengar apa yang di katakan ibunya Maurin langsung mengucap salam dan segera mencium punggung tangan sang ibu.


"Bu, tadi kan Maurin sama temen temen main ke mall dan saat tidak di sengaja Maurin ketemu sama tuan Rangga!." Maurin langsung saja menceritakan apa yang terjadi saat dirinya berada di mall.


"Lalu..." Dengan singkat Rosma meminta Maurin untuk melanjutkan ceritanya.


"Sebenarnya Bu, Maurin gak langsung ketemu sama tuan Rangga, tapi saat Maurin hendak ke kamar mandi, ada seorang anak kecil yang nabrak Maurin, dan yang membuat Maurin terkejut adalah anak itu ternyata anak tuan Rangga Bu!." Ucap Maurin menceritakan nya dengan memburu, terlihat dari raut wajahnya yang memang terkejut bahkan tidak percaya dengan apa yang baru di ketahuinya tentang Rangga.


Bu Rosma hanya tertawa kecil dengan senyum lebarnya saat setelah mendengar cerita dari putrinya sekaligus melihat pancaran ketidak percayaan dari sorot mata Maurin.

__ADS_1


__ADS_2