Pembantu Pengganti

Pembantu Pengganti
Bab 28


__ADS_3

Saat Bella membukakan pintu ketika ada yang memencet bel rumahnya, Bella terkejut melihat ternyata Aditya yang datang, hal biasa jika Aditya datang ke rumahnya yang tidak biasa adalah Aditya datang dengan wajah babak belur.


"Ya tuhan Dit, kamu kenapa?." Tanya Bella, lalu segera memapah Aditya masuk ke dalam dan tidak lupa kembali menutup pintu.


Bella segera mendudukkan Aditya di sofa, dan dengan cepat Bella menuju dapur untuk mengambil segelas air dan air dingin serta kain handuk untuk mengompres.


"Kenapa bisa seperti ini Dit, apa yang sebenarnya terjadi?." Tanyanya kembali , karna Bella masih belum mendapat jawaban dari Aditya.


"Aku ketahuan sama Rangga Bel, saat aku hampir berhasil merebut kesucian Maurin." Jawab Rangga sembari menahan nyeri saat Bella mengompres luka lebamnya.


Bella seketika menghentikan aktifitasnya, terkejut mendengar penjelasan dari Aditya kenapa bisa, bukankah seharusnya Rangga tidak secepat itu untuk pulang. Sedangkan yang Bella tahu, Rangga selalu lama jika berada di rumah orang tuanya.


"Ya tuhan, kenapa bisa Dit? Seharusnya dia gak secepet itu pulang dari rumah orang tuanya." Sungut Bella yang merasa heran, kenapa semua bisa kebetulan saat Aditya hendak menjalankan rencananya malah kondisi tidak mendukungnya.


"Entahlah, mungkin dia benar benar sudah jatuh cinta sama Maurin sampai gak mau buat ninggalin gadis itu lama lama." Jawab Aditya yang cukup sial hari ini, dan kali ini Aditya menjadi yakin jika Rangga tidak akan diam saja.


Mendengar jawaba dari Aditya membuat Elena mengepalkan tangannya, ternyata dirinya telah ketinggalan jauh tentang hubungan Maurin dan Rangga yang kini keduanya sudah saling mencintai, sungguh fikiran Bella semakin kacau di tambah Aden yang kini berada di rumah Eli.


Untuk beberapa hari Aditya memutuskan untuk tinggal di rumah Bella, laki laki itu seolah sudah faham jika Rangga pasti tidak akan tinggal diam dengan apa yang sudah di lakukannya pada Maurin, dan pasti Rangga akan melakukan sesuatu untuk memberi pelajaran pada Aditya.


****

__ADS_1


Setelah dengan telaten membantu Maurin untuk merapikan dirinya yang berantakan karna Aditya, sembari Rangga menahan gejolak rasa yang sudah lima tahun tidak pernah Rangga rasakan sejak perceraiannya dengan Bella, membuat Rangga harus menahan sekuat tenaga untuk mengendalikan rasa itu.


Kini Maurin telah tertidur lelap, Rangga menatapnya penuh kagum akan kecantikan itu, sebelum Rangga keluar dari kamar Maurin, Rangga memindahkan tangan Maurin yang menutupi bagian dimana ada bekas dari hisapan bibir Aditya, saat Rangga memindahkan tangan Maurin lalu di luruskan. Rangga melihat kissmark berwarna merah kebiruan seperti lebam Rangga dapat membayangkan sedalam apa Aditya menghisapnya, dari kissmark itu kepalan tangan Rangga semakin kuat dan menambah keyakinan jika dia harus membalasnya.


Laki laki itu bergegas bangkit lalu menuju ke kamarnya dan berganti pakaian, setelah dirinya rapi Rangga segera berlalu keluar dan masuk ke dalam mobil, saat hendak keluar dari halaman rumahnya, Rangga memanggil pak Dono.


"Ada apa tuan?." Tanya pak Dono menghampiri Rangga dan mendekat.


"Pak saya minta tolong, nanti jika ada orang siapapun itu bahkan yang akrab dengan saya jangan pernah bapak izinin untuk masuk, kalau masih ngeyel langsung telfon saya." Kata Rangga memberikan pesan pada pak Dono.


"Baik tuan." Jawab pak Dono yang tentu langsung bersedia menjalankan dari Rangga.


Setelah sudah merasa aman, Rangga segera berlalu bersama mobilnya, laki laki itu menembus dinginnya malam dengan laju mobil yang cukup cepat.


Meski emosi tengah menguasai dirinya, itu tidak membuat Rangga serta merta melupakan adab, laki laki itu tetap memencet bel rumah dan menunggu seseorang untuk membukanya.


"Tuan Rangga." Ucap Bi Ira, kala melihat Ranggalah yang ternyata datang.


"Saya mau ketemu sama bapak dan ibu bi, apa ada?. " Tanya Rangga.


"Ada tuan, silahkan masuk." Rangga pun segera masuk ke dalam rumah itu, yang di ikuti oleh BI Ira di belakang.

__ADS_1


"Silahkan duduk tuan, biar saya panggilan bapak dan ibu." Kata bi Ira segera berlalu menuju lantai dua untuk memanggil kedua orang tua Aditya yang tidak lain adalah paman dan bibinya.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kedua orang tua Aditya menuruni tangga bersamaan, sedangk Bi Ira berlalu menuju dapur untuk membuatkan minum dan cemilan.


Melihat kedatangan paman dan bibinya, Rangga langsung berdiri laki laki dewasa itu langsung menjabat tangang kedua orang tua sepupunya.


"Malem malem kesini apa ada yang penting Gaa?." Tanya Pratama, karna biasanya Rangga akan membicarakan lewat telfon jika berkaitan dengan pekerjaan.


Rangga tidak langsung menjawab memberikan kesempatan untuk Bi Ira meletakkan minum dan cemilan yang di bawanya, dan Bi Ira segera pergi setelah meletakkan semuanya.


"Yah paman, karna ini bukan masalah tentang pekerjaan saja, ini juga tentang Aditya." Jawab Rangga.


dahi Mila mengernyit saat Rangga menyebutkan nama putranya, apa ada masalah hingga Rangga datang ke rumahnya, jika memang iya bukankah keduanya sering bertemu dan bisa membicarakannya secara empat mata.


"Apa masalahnya begitu besar nak, sampai kamu datang kemari." Tanya Mila yang mulai penasaran dengan apa yang sudah terjadi.


"Benar Bi, ini masalah yang cukup besar, dan maka dari itu aku disini ingin mengatakan agar kerjasama antar perusahaan kita semuanya di putus!." Jelas Rangga yang tanpa basa basi langsung mengutarakan niatnya datang ke rumah itu, tidak masalah bagi Rangga jika Aditya tidak berada di rumah karna Rangga sudah dapat menebaknya.


Pratama dan Mila membulatkan matanya mendengar perkataan dari Rangga, sebenarnya apa yang terjadi dan membuat Rangga tiba tiba ingin memutuskan antar perusahaan yang bekerja sama dan berjalan cukup lama.


"Kenapa Ga... Kenapa tiba tiba begini, ada masalah apa di antara kalian, kamu tidak bisa memutuskan secara sepihak seperti ini Rangga." Kata Pratama yang mencoba meminta penjelasan dan tentu merasa keberatan jika harus memutus kerjasama antar perusahaan.

__ADS_1


"Biar aku jelaskan paman, aku begitu marah dengan apa yang telah putra paman lakukan, kejadiannya baru saja terjadi. Saat saya tengah berada di luar rumah Aditya ternyata melakukan hal tidak senonoh pada Maurin seorang gadis yang bekerja di rumah saya, dimana ketika saya beruntung pulang cepat dan mendapati dia melecehkan Maurin." Jelas Rangga, wajahnya seketika memerah mengingat kembali kejadian itu yang di syukurnya dia bisa datang lebih awal dan menyelamatkan Maurin dari kejadian keji yang akan menimpanya.


Mendengar penjelasan dari Rangga kedua orang tua Aditya tentu merasakan shock, apakah benar putranya berlaku seperti itu, Sedangkan yang mereka ketahui Aditya adalah laki laki yang jarang sekali dekat dengan wanita.


__ADS_2