
"Gara-gara kelakuan kita, akhirnya gue harus ngerepotin dia lagi," desah Dhyanda menghembuskan napasnya kasar.
Belina tak bersuara, ia hanya menyandarkan kepalanya dipundak Dhyanda. Matanya sesekali melirik dua mata manusia diseberangnya yang juga tak kalah berantakan. Hatinya masih panas bukan main, kepalanya mendidih masih emosi.
"Laporan sudah diproses, tidak ada yang mau mengaku salah disini?" tanya seorang polisi berpangkat Bripda bernama Dimas.
"Kami juga diserang Pak," gumam Belina tanpa tenaga, "baik fisik dan juga mental," tambahnya.
"Masalahnya, mbak berdua yang mulai lebih dulu. motif memang penting, tapi sebagai mahasiswa seharusnya sudah paham tentang hukum pidana yang berlaku disini", terang Dimas bersikap sangat lunak. Ia tau latar belakang penyerangan adalah karena perselingkuhan. "Mereka menuntut untuk naik ke persidangan," lanjutnya lagi.
Dhyanda sudah habis tenaga untuk membela diri. Nyaris lima jam ia dan Belina dikantor polisi hingga akhirnya ia memutuskan untuk meminta bantuan.
"Dhy!"
Dan kelegaan hinggap didada Dhyanda saat mendengar suara itu. Gavin dan bahkan selingkuhannya ikut menoleh ke arah yang sama. Dialah Aldrick, datang bersama Vero dan seorang pengacaranya.
"Selamat sore Pak, saya yang akan menjamin mereka berdua," ujar Aldrick menyalami Dimas dan menunjuk pada pengacaranya.
"Silahkan, boleh didampingi mbak yang berdua ini," kata Dimas mempersilahkan pengacara Aldrick itu duduk disisi Dhyanda.
Aldrick menyerahkan segalanya pada Willy, pengacara pribadinya. Ia yakin dengan kepandaian serta keahliannya dia semua masalah ini akan cepat selesai.
.
"Udah makan?" tanya Aldrick pada Dhyanda dan juga Belina yang berada disampingnya. Keduanya kompak menggeleng, "Kalian mau nginep dan nyoba makan katering disini?" sindirnya.
Dhyanda langsung melirik tajam, sementara Belina hanya terdiam menunduk.
"Kamu kayanya laper banget Dhy," ujar Aldrick bisa membaca situasi, ia lalu memanggil Vero yang membawa kotak makanan. "Makan dulu boleh ya Pak?" ditolehnya Bripda Dimas.
__ADS_1
"Silahkan, biar sisanya dengan pengacaranya saja," sahut Dimas ramah.
"Aku mau bicara sama kamu, Kak" Pinta Dhyanda, "berdua aja," tambahnya lagi.
Belina mengangguk, ia memilih duduk di kursi panjang ruang tunggu, ditemani Vero sambil menikmati nasi kotak yang dibawakan oleh Aldrick. Sedangkan Aldrick sendiri menguntit Dhyanda ke dekat taman kecil yang terdapat kursi kayu, mereka duduk disana.
"Maaf aku udah ngerepotin kamu Kak", kata Dhyanda to the poin.
"I'm only one call away," balas Aldrick tanpa menoleh pada Dhyanda.
"Aku ikut emosi waktu tau Gavin selingkuh dari Belina"
"Tapi seharusnya kamu pikir-pikir dulu sebelum bertidak impulsif gitu. Yang selingkuh pacar siapa yang ngamuk kok pacar gue," kata Aldrick.
"Gimana nggak ikut ngamuk Kak. Udah dianya ketauan selingkuh terus dorong Belina ampe kejengkang gitu. Aku sebagai temennya nggak terima dong," bela Dhyanda.
Aldrick menoleh, ditatapnya Dhyanda lembut, tatapan tanpa kebekuan yang ia beri dengan sengaja untuk pertama kali. Di pihak Dhyanda, ia serasa dipindah ke dunia penuh taburan bunga, begitu teduh dan menghanyutkan. Apalagi saat reflek Aldrick mengusap rambutnya.
"Laper benget", senyum Dhyanda terkembang, menggigit bibir bawahnya agar terkesan manja.
"Makan dulu, abis itu kita pulang" kata Aldrick.
"Emang boleh?" tanya Dhyanda ragu.
"Kamu pikir apa fungsi aku bawa pengacara sehebat Pak Willy? Biar kamu cepat bisa pulang dan istirahat," balas Aldrick sombong, lantas berdiri dan melambaikan tangan agar Dhyanda ikut kembali.
Masuk ke dalam ruangan, Dhyanda melihat Pak Willy sudah bicara dengan Aldrick dan Vero. Ia menghampiri Belina, ikut makan dengannya.
"Kayanya pacar Lo emang super multifungsi Dhy," ujar Belina, "kita udah bisa pulang katanya. Pacar Lo yang menjamin kita. Kalo si Gavin dan jalangg itu tetep keukeuh naik sidang, pengacara yang dibawa pacar Lo itu bakal siap pasang badan," terangnya.
__ADS_1
Dhyanda mengangguk mengiyakan, lantas menyuap makanannya lagi. Aldrick yang melihat Dhyanda hampir menyelesaikan makannya nampak berpamit pada Kapolsek disampingnya. Kepala kepolisian sektor itu baru datang dan langsung mengenali Aldrick sebagai anak dari petinggi O'Neill grup.
"Jadi kalian bisa lepas dari ini karena koneksi?" Gavin mendatangi Dhyanda dan Belina yang sudah bersiap pergi.
"Iya, kalian nggak bisa pergi gitu aja setelah semua yang kalian perbuat!" kata Saskia selingkuhan Gavin.
"Sudah ada pengacara yang bakalan ngurus masalah ini," Aldrick yang menjawab, ia maju selangkah melindungi Dhyanda, "Silahkan tuntut sebanyak yang kalian mau," ujarnya.
"Gue mau mereka dipenjara!" sentak Gavin emosi.
Aldrick memiringkan kepalanya, rahangnya mengeras tanda ia sedang marah. "Lo tau ada sebagian orang yang nggak bisa Lo usik hidupnya. dan gue, termasuk Dhyanda dan temannya ini adalah tipe orang yang begitu", ujar Aldrick menekan suaranya, lalu mendekati kepala Gavin seolah hendak membisikkan sesuatu, "Lo mau nasib Lo kaya Gio? meski Lo waktu itu nggak terlibat, tapi Lo tau dan nggak mau bantu Dhyanda untuk membersihkan namanya," ucap Aldrick bersuara pelan tapi penuh tekanan.
Tak memperdulikan tatapan tercengang Gavin, Aldrick masuk ke dalam mobilnya diikuti Dhyanda yang duduk disamping kirinya, dan Belina dikursi belakang. Vero datang menggunakan mobil lain bersama Willy, sang pengacara. Jadi Aldrick bisa lebih leluasa membawa Dhyanda pulang ke rumah.
"Lo bakalan ketemu yang lebih baik dari dia," hibur Dhyanda pada Belina.
"Kaya Lo yang ketemu Kak Aldrick?" tanya Belina begitu polosnya.
Dhyanda gelagapan, begitu juga Aldrick yang hanya melirik sebentar, lalu berpura fokus pada kemudinya.
Mobil Aldrick pun sudah sampai didepan kost-kostan mahasiswa yang tak jauh dari kampus. Belina bersiap hendak turun.
"Dhy, sorry udah ngelibatin Lo hari ini," ucap Belina, "Makasih juga ya Kak, udah bantuin aku. Apa jadinya kalo nggak ada pengacara yang dibawa Kak Aldrick tadi", ujarnya lagi merasa bersyukur.
"Yang gue lakuin tadi hanya karena Lo berani ngelibatin cewe gue," tak disangka jawaban Aldrick bikin Belina menohok. Begitu juga Dhyanda yang reflek melotot ke arahnya.
.
.
__ADS_1
.