Penantian DHYANDA

Penantian DHYANDA
Pendapat Aleena


__ADS_3

Tak sempat mendebat lagi, satu anggota keluarga yang lain muncul dipintu.


"Rame amat!" suara khas Aleena itu datang dari pintu utama. Seorang perempuan luar biasa cantiknya mendekat. "eh, kamu udah pulang Kak!" tunjuknya pada Aldrick.


Dhyanda menoleh Aldrick tak paham.


"Aleena, adikku," bisik Aldrick sembari mengedipkan sebelah matanya sebagai jawaban atas tanda tanya diwajah Dhyanda.


"Wah, bawa pacar nih?", pekik Aleena takjub sambil berjalan mendatangi Dhyanda, "Ini gadis yang sering kamu ceritain itu kan?" tanyanya menoleh Aldrick.


"Yup, your future sister in law," ucap Aldrick begitu santainya.


Dhyanda tersenyum pada Aleena yang langsung meraih jemari Dhyanda bahagia.


"Aku Aleena, adik kesayangan Aldrick," sebut Aleena ramah.


"Dhyanda," balas Dhyanda singkat, masih canggung.


"Aleena, ganti bajumu dulu dan ikut kami makan malam," perintah Kinara, tapi tak dihiraukannya.


"Dari mana kamu jam segini baru balik?", tegur Aldrick.


"That's my bussines, old brother," balas Aleena menyeringai.


"Hey! jangan bilang kamu nemuin berandal itu," tebak Aldrick penuh selidik.


"Are you crazy? bahkan ketemu bayangannya aja aku udah muak", balas Aleena. Ia berbalik dan menjatuhkan diri di sisi Kinara yang sudah memelototinya.

__ADS_1


"Kamu nggak bohong kan, Aleena?" gumam Kinara.


"Nggak lah, Ma. Aku abis jalan-jalan aja sendiri. Kangen Jakarta aku tuh," sahut Aleena sambil menggelayut manja pada lengan Kinara.


Aaron datang setelah tadi berpamit sebentar untuk menjawab panggilan telepon dari ponselnya. "Keluarga William ada kepentingan mendadak, mereka tidak bisa datang. Kita makan sekarang dan kamu bisa antarkan Dhyanda pulang setelah itu, Al!" putus Aaron, siap berjalan lagi menuju ruang makan.


"Jadi kalian merestui hubungan ku dengan Dhyanda?", tanya Aldrick menahan langkah semua orang yang siap beranjak ke meja makan. "Aku akan secepatnya nikahin Dhyanda. Intinya kedatangan ku kemari buat ngenalin dia ke keluarga besar kita. Jadi setuju atau enggak, itu nggak akan mengubah keputusan ku", lanjutnya.


Kinara hanya tersenyum kecil, dari awal ia percaya pada pilihan Aldrick. Sedangkan Aaron nampak sedikit keras, belum mau mengalah. Ia ada sedikit rasa khawatir pada bisnisnya. Bagaimana tidak, kerjasama perusahaannya dengan perusahaan milik William telah mereka sepakati diatas nama perjodohan Aldrick dan Annely.


"Dengan keadaan seperti ini, kamu tetep bakalan bertahan di sisi Aldrick?" lagi-lagi pertanyaan Aaron mengarah kesana, begitu serius menuntut jawaban pada Dhyanda.


"Iya Om. Kalo bukan Kak Aldrick yang ninggalin saya, saya nggak akan pergi!" jawab Dhyanda tanpa keraguan sedikitpun dalam suaranya.


Semua orang terpana, apalagi Aleena yang mengagumi keberanian Dhyanda.


Semua orang yang ada diruang tamu berpindah ke ruang makan sesuai perintah Aaron. Aleena mendampingi Dhyanda, ia memeluk lengan Dhyanda protektif, melindungi seperti yang dilakukan kakaknya.


"Kamu ikut ke kamarku dulu yuk, temenin aku ganti baju, bau debu nih" ajak Aleena menarik lengan Dhyanda.


Aldrick mengangguk kecil pada Dhyanda yang menatapnya, seakan meminta ijin.


"Silahkan makan duluan, aku sama Dhyanda nanti nyusul", ucap Aleena seraya menyeret Dhyanda naik ke kamarnya dilantai dua.


Setidaknya Aleena menyelamatkan Dhyanda dari kecanggungan yang menyergap diantara keluarga besarnya. Perempuan cantik bernama Aleena Putri Gildan O'Neill itu meminta Dhyanda duduk diranjangnya, sementara ia sibuk mencari baju ganti dilemarinya. Sejenak ia berbalik, ditatapnya Dhyanda yang balas menatapnya sungkan.


"Kamu cantik, Dhyanda," puji Aleena polos, tak ada kepura-puraan dalam suara dan ekspresi wajahnya.

__ADS_1


"Kamu lebih cantik malah," balas Dhyanda canggung.


"Jangan gugup, santai aja kali kalo sama aku. Aku nggak kaku kaya Papa. Dia tuh galak dan tegas, tapi hatinya baik. Bentar lagi juga luluh," ujar Aleena.


Dhyanda tersenyum, berharap semua itu benar. "Kak Al pernah bilang kalo punya adik perempuan, tapi aku nggak nyangka kalo adiknya secantik dan seramah kamu. Aku malah ngebayangin kamu orangnya jutek dan sedingin kakaknya. Kebangetan ya aku nilai kamu," Dhyanda sudah mulai bisa mengimbangi Aleena, mulai akrab.


Aleena terbahak, "Dia emang gitu orangnya. Dingin, dan kalo ngomong sadis. Tapi untungnya aku nggak, mungkin karakterku lebih dominan ikut Mama. Cantik, baik hati, dan tidak sombong," ujarnya sambil mengganti bajunya. "Tapi diantara semua keluarga besarku, Casey tetap favoritku. Kamu belum kenal dia kan? dia adik sepupuku, orangnya asik banget"


"Casey? si landak laut?" reflek Dhyanda.


"Kamu kenal dia?" Aleena datang mendekat, penasaran.


"Ya, aku udah kenal dia cukup lama, meski nggak akrab sih" sahut Dhyanda.


"Bagus dong kalo udah kenal, kapan-kapan kita jalan bareng ya," ajak Aleena.


Dhyanda hanya mengangguk mengiyakan. Apa yang akan terjadi jika Aldrick tau rencana Aleena ini? Dhyanda sendiri sebenarnya masih bingung apa yang terjadi diantara Casey dan lelakinya itu. Apa betul hanya karena seorang perempuan dimasa lalu mereka?


"Kok kamu bisa suka sama Aldrick sih? padahal dia dingin dan kaku banget lho orangnya?" tanya Aleena menjatuhkan dirinya duduk disamping Dhyanda setelah selesai berganti baju.


"Sedingin itu? menurutku nggak," jawab Dhyanda yang sudah mulai bisa menaklukkan sang macan PMS.


"Berarti kamu udah tau watak aslinya sampe dalem nih," kekeh Aleena. "Dia emang dingin dan ketus banget kalo ngomong. tapi dia orang paling jujur dan nggak pernah berpura-pura. Kalo dia nggak suka A ya udah nggak suka. Gitu terus dan nggak bisa diganggu gugat. Jadi meskipun dia dijodohin sama perempuan lain, kamu jangan khawatir. Kakakku nggak akan terpengaruh. Dia sudah milih kamu, Dhyanda" ucapnya seraya menepuk bahu Dhyanda sambil tersenyum.


"Kamu nggak apa-apa kalo Kak Al milih aku buat jadi istrinya? semua keluarga kamu tau kalo aku ini nggak selevel sama kalian, apa itu nggak masalah buat kamu, Aleena?" tanya Dhyanda berubah sendu.


"Pilihan Aldrick itu sama aja pilihanku, jangan minder gitu, aku suka kamu Dhy. Jatuh cinta pada pandangan pertama, nggak ada alasan buat nggak suka sama kamu," jawab Aleena menenangkan.

__ADS_1


Seperti mendapat angin sejuk pegunungan, Aleena menghangatkan hati Dhyanda yang sempat insecure.


__ADS_2