Penantian DHYANDA

Penantian DHYANDA
Karena masa lalu


__ADS_3

Dhyanda bisa bernapas lega karena Aleena menyukainya. Setidaknya dikeluarga ini ada seseorang lagi yang bisa menjadi kekuatannya. "Kamu lebih hangat dan terbuka ketimang Kak Al," pujinya mengembangkan senyum.


"Iya kan? semua orang juga bilang gitu, kita nggak mirip kalo disuruh jadi sodara. Dia cocoknya kaka-ade sama Casey. Sama-sama keras kepala dan nggak mau ngalah," Aleena terbahak.


"By the way, Casey kok nggak ikut makan keluarga?" tanya Dhyanda yang tiba-tiba inget keberadaan si landak laut itu.


"Tau tuh, tadi siang bilangnya sih nggak bisa ada acara lain. Aku curiga kayanya tuh anak udah punya cewek deh. Cowok biasanya kaya gitu tu, kalo udah punya pacar bisa lupa sama keluarganya sendiri," sindir Aleena sambil melirik Dhyanda, lalu tersenyum jail.


Baru Dhyanda ingin bertanya lagi pada Aleena, pintu kamar diketuk dari luar. Adalah wajah Aldrick yang muncul dibaliknya menatap curiga.


"Lo ganti baju apa sekalian nyuci sambil nunggu kering sih?" protes Aldrick melongok dengan wajah kesalnya.


"Ini juga udah selesai kok, bawel!" balas Aleena. "Ayok turun, Dhy! pacarmu udah nyariin tuh," ajaknya pada Dhyanda.


"Eh, aku numpang ke toilet dulu boleh?" pinta Dhyanda.


"Ah, oke. Ditungguin kak Aldrick aja ya, aku turun duluan, ngambil charger hp dulu diruang kerja Papa" ucap Aleena seraya menunjuk kamar mandi miliknya.


Dhyanda mengangguk dan buru-buru masuk ke kamar mandi, sementara Aleena menepuk-nepuk pundak kakaknya sembari melempar senyum penuh arti.


"Nakal ya kamu sekarang, Kak. Pinter amat bikin huru-hara didepan mereka. Salut aku tuh kalo kamu bisa naklukin Tuan Aaron," cengir Aleena berlalu sebelum mendapat cercaan balik dari kakaknya.


Sepeninggal Aleena, Dhyanda keluar dari kamar mandi. Ia tersenyum pada Aldrick, berusaha memberi isyarat bahwa ia masih baik-baik saja.


"Aleena orangnya baik banget ya," ucap Dhyanda yang ditanggapi oleh Aldrick dengan senyuman, "Kalian beda banget karakternya, satunya galak, tegas, dingin tapi bucin. Satunya ceria, terbuka dan asik banget diajak ngobrol. Siapa sangka kamu punya adik semenyenangkan Aleena."


"Baru sekarang dia bisa ceria lagi setelah hampir lima tahun menutup diri di London. Aku bersyukur Aleena bisa kembali ke pribadi yang sebenarnya," balas Aldrick.

__ADS_1


"Oya? kenapa?" Dhyanda jadi penasaran.


"Kapan-kapan aja aku ceritainnya ya," jawab Aldrick, dengan berani dikecupnya bibir Dhyanda tanpa aba-aba, membuat gadisnya kaget tentu aja.


"Kak! kamu gila?" geram Dhyanda mendorong Aldrick menjauh darinya, ia gugup sekarang.


"Menyalurkan kekuatan kan?" desis Aldrick iseng. "Biar semua orang dibawah tau kalo warna lipstikmu yang nempel dibibirku," gumamnya licik.


"Kamu makin bikin Papamu gerah, makin ngerasa puas ya?" gemas Dhyanda.


"Yuk, udah ditunggu pangeran Charles dibawah," ujar Aldrick meraih jari Dhyanda untuk digenggamnya.


"Hah?"


.


Sementara diruang makan, semuanya tengah terkejut setelah mendengar apa yang dikatakan Aaron.


"Sampai sejauh itu kamu menyelidiki kekasih anakmu, Aar?" tanya Matthew masih tak percaya.


"Untuk anak-anak ku, aku tidak akan main-main. Awalnya cuma ingin menyelidiki silsilah keluarganya, tapi nggak nyangka ternyata dia anaknya baji*ngan itu," jawab Aaron sambil menggertakkan giginya.


"Kapan kamu tau hal ini? kenapa aku nggak tau?" tanya Kinara melirik Aaron disampingnya.


"Sebelum Al ke London," sahut Aaron.


"Jadi itu alasan kamu tiba-tiba nyuruh Al nerusin sekolah dan ngurus kerjaan disana?" Kinara sudah bisa menyimpulkan.

__ADS_1


"Oh my God," gumam Marshall sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.


"So, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Matthew. "Misahin mereka disaat mereka sudah sudah tinggal bersama? jangan gila, Aar! itu bukan kamu."


"Aldrick harus tau masalah ini. Aku akan bicara dengannya," tegas Aaron.


"Tapi Kak, Dhyanda pastinya nggak tau apa-apa," bela Atreya seakan memihak Dhyanda.


"Apa maksudmu?" Aaron langsung melirik ke arah Atreya, "Bagaimana kalo ini bagian dari rencana Andrew untuk balas dendam? selama ini kita nggak pernah tau keberadaan dia dimana kan?"


"Kalian sedang bahas apa? siapa yang balas dendam?" tanya Aldrick yang baru saja datang bersama Dhyanda, disusul Aleena yang baru saja keluar dari ruang kerja pribadi Aaron. Mereka langsung duduk dikursi makan yang sudah disediakan.


"Bukan siapa-siapa," sahut Aaron datar.


"Ah, akhirnya kalian kembali. Kami sudah nunggu kalian untuk mulai makan," kata Kinara mengalihkan agar Aldrick tak lagi banyak tanya.


"Kalo bukan siapa-siapa kenapa bikin kalian tegang?" tanya Aldrick iseng. Merasa konyol aja melihat mimik wajah para orangtua yang tampak kaku seperti maling yang tertangkap basah.


"Gimana nggak tegang kalo kamu pulang tiba-tiba minta nikah, Kak" sambar Aleena tertawa meledek.


"Tunjukkan table manner kalian. Silahkan bersuara kalo semua orang sudah selesai dengan makanannya!" ujar Aaron seolah mengingatkan rule keluarga O'Neill ketika di meja makan.


Semua jadi diam, termasuk Aldrick dan Dhyanda. Diantara mereka semua, Dhyanda lah yang paling merasa tersiksa. Pertama, ia terbiasa makan sambil mengobrol dengan Imel dan Aldrick yang mulai ketularan dirinya. Kedua, atmosfer disekitarnya bukan atmosfer yang enak untuk menikmati makanan. Ketiga, menu yang disajikan western semua, tak ada yang sesuai dengan lidah Dhyanda yang terbiasa dengan makanan lokal.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Komen and Vote-nya yang banyak ya 😁 biar nambah semangat nulisnya 🥰😘


__ADS_2