
Namun selang beberapa menit kemudian, terdengar bunyi ledakan yang sangat nyaring di luar gua.
BOMMM!
Zhou Shiyue dan Xiao Ai terlonjak kaget, dengan lekas Zhou Shiyue berkata pada anak itu.
“Xiao Ai tunggu di dalam, jangan keluar darisini sebelum kakak kembali.” Ucap Zhou Shiyue sambil menatap anak itu dengan serius.
Xiao Ai mengangguk mengerti barulah Zhou Shiyue keluar dari gua sambil membawa kipas yang selalu ia bawa kemanapun.
Sesampainya di luar gua, ia melihat pertarungan sengit antar dua orang pria paruh baya. Yang satunya memakai jubah hijau dan yang satunya lagi berjubah abu-abu.
“Aku sudah muak denganmu, harusnya kau tak perlu ikut campur dengan urusanku karena kita sudah tidak sejalan lagi!” ucap pria berjubah hijau dengan tatapan sengit, sambil mengarahkan jurus-jurus mematikan.
“Kau melanggar aturan dan membahayakan penduduk aku tidak akan membiarkanmu begitu saja!” sahut pria berjubah abu-abu dengan geram sambil menangkis setiap serangan lawannya.
“Baiklah jika itu maumu aku akan membunuhmu sekarang juga.” Ucap pria berjubah hijau semakin gesit.
Keduanya beradu jurus mematikan, pria berjubah hijau menggunakan teknik pengendali tumbuhan yang bisa mengendalikan tumbuhan yang ada disekitarnya.
Sedangkan pria berjubah itu menggunakan teknik pedeng yang siap menebas tumbuhan-tumbuhan yang mendekatinya.
“Jurus pedang seribu bintang!!” seru pria berjubah abu-abu itu sambil menodongkan pedangnya kearah pria berjubah hijau.
“Jurus ombak tanaman iblis!!” seru pria berjubah hijau itu dengan siap menanti datangnya pedang sang musuh.
Kedua paruh baya itu terus mengeluarkan jurus-jurus andalan mereka dan keduanya terlihat seimbang, beberapa kali pria berjubah abu-abu itu dipaksa mundur karena tanaman-tanaman yang menyerangnya sangatlah banyak. Tak beda jauh dengan pria berjubah hijau itu, ia juga beberapa kali terkena sayatan lawannya hingga membuat darah mulai keluar dari tubuhnya.
Ia tersenyum licik dibalik keseriusannya bertarung. Pria pengendali tanaman itu tiba-tiba melemparkan serbuk kearah lawannya hingga membuat lawannya lengah dan ia berhasil memberikan serangan fatal kearah pria berjubah abu-abu itu. Namun ia tak langsung membunuh melainkan ia mengambil kesempatan itu untuk meninggalkan lawannya.
Daritadi Zhou Shiyue mengamati pertarungan mereka, dan ia mengerti bahwa kedua pria itu memiliki konflik pribadi yang belum diselesaikan. Melihat pria berjubah hijau itu kabur dan pria berjubah abu-abu itu terluka iapun mendekati pria tersebut.
__ADS_1
“Paman tidak apa-apa?” tanya Zhou Shiyue sambil membantu pria berjubah abu-abu itu untuk bangun, ia juga memapahnya kedalam gua tempat Xiao Ai berada.
“Kakak, siapa paman ini?” Xiao Ai lekas menghampiri Zhou Shiyue sambil membantu kakaknya itu untuk menyandarkan pria berjubah abu-abu ke dinding gua.
“Te ri ma ka sih..” ucap pria itu sambil terbata.
“Jangan bicara dulu paman, sekarang memeriksa kondisi paman adalah yang terpenting.” Ucap Zhou Shiyue, ia meminta Xiao Ai sedikit mundur.
Ia mulai memeriksa kondisi paman itu. Beberapa detik setelahnya ia menghela nafas lega.
“Kondisi paman memang kekurangan banyak energi, tapi luka paman tidak cukup membunuh paman itu berarti paman akan baik-baik saja setelah meminum ramuan penawar luka. Paman tunggu sebentar disini aku akan mencari penawarnya.” Ucap Zhou Shiyue, tidak sia-sia ia mempelajari buku obat-obatan yang dulu pernah ia baca.
“Xiao Ai jaga paman ini, kakak akan pergi sebentar.” Ucapnya menatap Xiao Ai yang mengangguk mengerti.
Baru setelah itu Zhou Shiyue keluar gua dan mencari penawar yang ternyata ia sudah tahu letaknya, itu ada di atas gua yang mereka tempati. Dengan ilmu meringkankan tubuh ia hinggap dari pohon ke pohon yang lain. Hingga ia sampai diatas gua tersebut.
“Wahh ternyata jamur emas itu sangat banyak, bahkan ada anggrek selatan. Ini akan sangat berguna, mumpung aku kesini sebaiknya aku memanen semuanya.” Ucap Zhou Shiyue dengan mata berbinar melihat tanaman berharga tersebut.
Setelah beberapa saat, wajah paman itu tidaklah pucat seperti sebelumnya sambil memuntahkan seteguk darah hitam yang menggumpal.
“Terima kasih anak muda, aku berhutang nyawa pada kalian.” ucap paman itu menatap Zhou Shiyue dan Xiao Ai.
“Jangan begitu paman, kami merasa membantu paman itu adalah tindakan yang benar tanpa mengharap imbal balik.” Sahut Zhou Shiyue dengan perasaan tidak enak hati.
“Baiklah.” Jawab paman itu yang masih terlihat lemah meski sudah tidak separah tadi.
“Biarkan aku membantu paman mengembalikan energi dulu.” Ucap Zhou Shiyue, ia membantu paman itu duduk barulah ia duduk di belakang paman itu sambil menangkupkan tangannya ke punggung paman tersebut.
Xiao Ai hanya menatap mereka berdua dengan tatapan bingung, ia melihat cahaya putih di tangan kakaknya itu yang masuk ke dalam tubuh paman tersebut.
Setelah beberapa saat kedua pria itu selesai, barulah Xiao Ai bertanya dengan antusias.
__ADS_1
“Apa yang kakak dan paman lakukan tadi?” tanyanya.
“Oh itu disebut pemulihan energi dengan bantuan seseorang.” Jawab paman itu yang merasa tenaganya sudah pulih 70%.
“Pemulihan energi itu apa paman?” tanyanya lagi.
“Untuk umurmu segini belum saatnya untuk mengetahui, suatu saat kamu akan mengetahinya saat sudah cukup umur.” Jelas paman itu sambil tersenyum hangat.
“Oh gitu ya paman? Berarti saat Xiao Ai sebesar kakak, Xiao Ai sudah bisa mengetahuinya kan?” tanyanya lagi.
“Iya anak baik.” Jawab paman itu.
“Sudah cukup Xiao Ai bertanyanya, jangan ganggu paman ini nanti dia sakit lagi. Sekarang lanjut saja tidurmu karena ini masih malam.” Ucap Zhou Shiyue menatap Xiao Ai.
“Iya kak” jawab Xiao Ai sambil berbaring ditempatnya yang tadi sempat ia tiduri. Tak butuh waktu lama untuk anak itu tertidur dengan nyenyak.
“Dia adikmu?” tanya paman itu.
“Anggap saja begitu, aku baru saja bertemu dengannya pagi tadi.” Jawab Zhou Shiyue sambil menghangatkan diri dekat api yang masih menyala.
“Hah? Aku jadi merasa bingung padahal kalian terlihat sangat akrab, aku pikir dia adik kandungmu.” Ucap paman itu merasa heran.
“Jadi begini paman, pagi tadi aku berada di desa Xang nah aku tak sengaja melihat kerumunan awalnya ingin melewatinya saja namun aku mendengar teriakan anak kecil minta tolong, jadi aku menghampiri kerumunan tersebut dan melihat Xiao Ai tengah dipukuli oleh pria dewasa, tentu saja aku langsung membantunya. Lalu saat aku ingin mengembalikannya ke orang tuanya anak itu menceritakan kisah diriny yang tidak berharga di keluarganya jadi setelah aku pikir-pikir sebaiknya aku membawanya saja daripada jadi bahan siksaan.” Jelas Zhou Shiyue panjang kali lebar.
“Oh jadi begitu.” Paman itu mengangguk mengerti.
“Kalau boleh tau, sebenarnya apa yang membuat paman dan paman tadi berkelahi?” tanya Zhou Shiyue.
“Jadi begini…”
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
__ADS_1