Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Sedih (S2)


__ADS_3

Ketiga sudara seperguruan itu akhirnya bertemu dan saling melepas rindu. Mereka mengobrol ria seperti biasanya ketika mereka berkumpul, hingga masuklah pada pembahasan ‘pedang naga’.


Fu Chan Xie dan Hu Xiao Long sama antusiasnya mendengar cerita dari Ling Xifeng mengenai pedang naga tersebut yang katanya terletak disebuah gunung keramat disebuah Kekaisaran lain.


Katanya ‘pedang naga’ itu adalah pedang pusaka yang teramat dahsyat dan sangat berbahaya. Jika ada yang bisa memilikinya maka orang itu tentu mampu menguasai seluruh dunia yang ia inginkan kecuali yang kuasa (alam para dewa).


Mendengar hal itu, Fu Chan Xie dan Hu Xiao Long pun bertekat bulat akan mengambil pedang tersebut, namun bukan maksud mereka berdua ingin memilikinya hanya saja mereka ingin tau bagaimana dahsyatnya pedang tersebut.


Ling Xifeng yang mengetahui kedua saudara sperguruannya itu akan pergi ke gunung itupun. Ia menerbitkan senyum simpul, ia sudah lama sekali ingin melihat betapa dahsyatnya pedang tersebut hingga pada akhirnya mereka bertiga memutuskan akan pergi mengambil pedang naga itu.


Namun sayangnya penyesalan datang paling akhir. Mereka mendapatkan bencana yang membuat mereka menyesal seumur hidup.


Setelah memasuki gunung keramat itu, Hu Xiao Long tersegel di gunung keramat selamanya, lalu Fu Chan Xie mengalami takdir bahwa dia akan meninggal dunia setelah melahirkan anak yang masih ia kandung, sedangkan Ling Xifeng dia dikutuk akan hidup abadi sampai nanti seseorang yang berharga baginya yang bisa mengakhiri kutukkan tersebut.


“Ternyata seperti itu kebenarannya” sahut Zhou Shiyue setelah mendengarkan cerita dari Hu Xiao Long.


“Ya, dan sampai sekarang aku masih hidup dalam penyesalan.” Ujar Hu Xiao Long dengan wajah menunduk mengingat mendiang istrinya.


“Ling Xifeng itu?” entah mengapa Zhou Shiyue menunjukkan wajah yang tidak bisa di tebak, dia pergi meninggalkan ayahnya yang mengernyit heran saat mendengar gumamman putranya tersebut.


Malam hari,


Zhou Shiyue duduk di depan pondok/ rumah kecil Hu Xiao Long, ia terus menatap bulan diatas sana sambil melamun memikirkan sesuatu yang mungkin membuatnya kalut.


‘Apa Ling Xifeng itu adalah sesepuh?’ batinnya sambil menatap indahnya bulan.


“Tentu saja itu dia, bukankah dia pernah mengatakan kalau dia abadi? Dan juga dia pernah menatapku dan mengatakan bahwa aku mirip temannya mungkin yang ia maksud itu ayah karena aku mirip dengan ayah” gumamnya.


Ditengah lamunannya seseorang memegang pundaknya dari belakang.


“Apa yang membuatmu melamun begitu?” tanya Hu Xiao Long yang berdiri disampingnya.


“Aku memikirkan seorang kenalan saja, oh ya ayah setelah ini kamu mau ikut aku kembali ke kekaisaran han?” tanyanya berbalik melihat sang ayah

__ADS_1


“Entahlah Shiyue’er, aku rasa tidak mungkin bisa keluar dari sini.” Ujar Hu Xiao Long, dimatanya ada raut kesedihan dan pasrah sekaligus.


“Aku bisa membawamu keluar dan aku akan mencari cara soal itu” sahut Zhou Shiyue


“Sebaiknya aku tetap disini saja, lagipula aku tidak memiliki urusan lagi kembali ke dunia luar sana. Hidupku sudah tenang disini.” Ujar Hu Xiao Long membuat Zhou Shiyue sedikit mengkerut


“Kalau begitu menurut ayah, hmm aku akan menurut saja.” Ujar Zhou Shiyue, sebenarnya ia ingin membawa ayahnya itu kembali ke tempatnya dan menemukan ayahnya dengan kakaknya, Zhou Shen Shi.


Malam itu berlalu begitu cepat, ayah dan anak itu mengobrol hingga larut.


Aktivitas Zhou Shiyue dalam seminggu ini hanya menemani sang ayah dan mendengar cerita ayahnya tentang pengalaman masalalu. Terkadang Zhou Shiyue pergi berburu dan sesekali melatih teknik berpedangnya mengingat dia masih belum menguasai semua jurus pedang naga.


Rencananya siang ini Zhou Shiyue akan kembali ke Kekaisaran Han. Meskipun rahasia yang selama ini ingin ia ketahui sudah ia ketahui, tetap saja ia harus kembali ke Kekaisaran Han. Dia ingin menemui kakaknya dan menceritakan perihal ayahnya yang masih hidup.


Selama perjalanan menuju bawah gunung keramat, tidak ada sama sekali rintangan yang menghadangnya. Hu Xiao Long yang turut serta mengantar putranya itu, dia menunjukkan ekspresi sedih diwajahnya yang ia tutupi dengan senyum hangat.


“Sampaikan salamku pada kakakmu, aku sangat merindukannya. Semoga nanti kalian selalu baik-baik saja dan hidup bahagia selamanya. Juga jangan terlalu memikirkanku, aku hidup dengan baik di gunung ini. Dan satu lagi, jangan pernah sekalipun kamu kembali ke gunung ini, beritahu juga kakakmu.” Ujar Hu Xiao Long sambil menatap Zhou Shiyue yang menunjukkan raut wajah sedihnya.


“Kenapa kami tidak boleh kembali ke gunung ini?” tanya Zhou Shiyue.


“Sekarang pergilah.” Ujarnya lagi setelah melepas pelukkannya.


Zhou Shiyue tidak bisa berkata-kata, ada tetesan air bening di pipinya. Itu kali kedua ia menangis setelah perpisahan dengan tiga naga.


Zhou Shiyue pun berbalik untuk keluar dari gunung keramat. Karena masih sangat meridukan ayahnya ia kembali berbalik untuk menatap wajah tampan pria tua itu. Namun ia dibuat terkejut dengan apa yang ia lihat.


Pemandangan didepannya kini bukanlah gunung keramat lagi, tapi hamparan pasir putih dan lautan yang luas.


Zhou Shiyue tidak mampu berucap, lagi-lagi air matanya menetes. Ia berlutut sambil menyentuh dadanya.


“Semoga dewa memberkatimu.” Ujar Zhou Shiyue, ia memberi penghormatan kearah lautan selama tiga kali.


Akhirnya Zhou Shiyue kini sadar alasan ayahnya tidak ingin keluar dari gunung itu. Itu karena ayahnya merelakan dirinya sebagai ganti agar Zhou Shiyue bisa keluar dari gunung keramat.

__ADS_1


“Terima kasih” ucapnya sekali lagi.


“Hei siapa disana?” teriakan seseorang dari kejauhan berhasil mengalihkan perhatian Zhou Shiyue.


“Tangkap dia, sepertinya dia bukan orang Kekaisaran Tang.” Ujar seseorang yang tadi meneriakinya, dia bersama dengan sepuluh orang lainnya.


“Kalian kenapa menangkapku?” Zhou Shiyue menghindar saat mereka ingin menangkapnya.


“Kami penjaga wilayah perbatasan Kekaisaran Tang dan Kekaisaran Ming, kami menangkapmu karena sudah jelas kamu bukan penduduk Kekaisaran Tang karena jika kamu penduduk Kekaisaran Tang maka kamu tidak akan berada di wilayah perbatasan.” Ujar salah satu dari mereka menjelaskan.


Zhou Shiyue mengerti, dirinya sekarang berada di Kekaisaran Tang karena ia ingat bahwa gunung keramat itu berada di Banua Timur, Kekaisaran Tang. Sayang sekali waktu dia sampai ke Kekaisaran Tang ia menaiki naga hijau sebagai alat transportasinya.


“Ah sial, sekarang apa yang harus kulakukan dengan para penjaga perbatasan ini?” gumamnya.


“Hei anak muda, apa yang kau gumamkan? Sebaiknya kau menyerahkan diri secara rela saja daripada berakhir bertemu dewa yama.” Ujar salah satu dari mereka dengan nada mengejek.


“Tangkap saja kalau bisa” sinis Zhou Shiyue, ia melayang keudara dan pergi meninggalkan kelompok penjaga perbatasan yang kini berlari mengejarnya.


Zhou Shiyue hanya menggelengkan kepala saja, ia tak mengerti kenapa penjaga perbatasan selemah mereka.


Cukup lama ia terbang diudara sampai ia mendarat disebuah penghujung desa.


“Desa Tanhuei.” Ucap Zhou Shiyue saat melihat nama desa batu pembatas wilayah.


Dia berjalan memasukki desa tersebut, beberapa orang menatapnya tak biasa. Ada yang mulai berbisik membicarakannya. Zhou Shiyue hanya menggelengkan kepala saat mendengar ocehan dua orang wanita yang berjalan lumayan dekat dengannya.


“Aku baru pertama kali melihat wajah setampan itu, tapi siapa dia?” bisik salah satu wanita.


“Entahlah, sepertinya dia bukan warga sini. Mungkin dia anak keluarga bangsawan.” Ujar wanita lainnya.


Zhou Shiyue mempercepat langkahnya, dan dia berhenti saat melihat bangunan megah yang bertuliskan ‘restoran surga’.


“Ehh? Restoran surga? Apakah restoran cabang yang ada di Kekaisaran Han(Ch.18)?” gumamnya.

__ADS_1


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


__ADS_2