Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Festival bulan merah I (S1)


__ADS_3

Haii guys 🤗🤗 !!!


Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!


Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!


Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…


Happy Reading!!!


Matahari baru menampakan dirinya ke bumi.


Keadaan di Kota Yuhan benar-benar sangat ramai dipadati oleh penduduk yang sedang sibuk menyiapkan keperluan malam nanti untuk merayakan Festival Bulan Merah.


Festival Bulan merah akan di rayakan hari ini tapi pertunjukkan bakat akan di mulai dari siang sampai malam saat bulan merah muncul.


Zhou Shiyue saat ini masih berada di permandian air panas ditemani oleh dua orang gadis yang memijat punggungnya. Selama tinggal beberapa hari di Kota Yuhan, Zhou Shiyue memang sering pergi ke tempat permandian air panas dan tentunya dirinya sangat akrab dengan para pelayan tempat itu.


“Tuan muda, ku rasa anda adalah pelanggan terbaik di tempat ini. Bahkan nyonya muda pemilik tempat ini saja mengatakan ingin menjamu anda lain hari nanti.” Ucap gadis muda yang memiliki nama Su Xin.


“Benar kata Xin’er tuan, walaupun anda bukan dari kalangan bangsawan tapi saat ini anda sudah terkenal di Kota Yuhan itu berkat ketampanan anda tuan muda.” Ujar gadis yang satunya yang memiliki nama Jixue itu.


“Kenapa aku bisa terkenal di kota padahal aku kan sering pergi hanya ke tempat ini, aku jarang mampir ke tempat lainnya selain disini dan kedai bibi Yan.” Sahut Zhou Shiyue.


“Tapi para gadis di kota ini sudah banyak mengenal dirimu, jadi jangan heran jika nanti ada banyak gadis yang menyebut dirimu Dewa Yuhan. Itu adalah panggilan dari penggemar-penggemarmu.” Kekeh Su Xin.

__ADS_1


“Bahkan aku memiliki nama panggilan seperti itu? Selama ini aku kemana saja sampai tidak mengetahui berita tentang diriku sendiri?” ucap Zhou Shiyue membuat dua orang gadis cantik itu tertawa kecil.


“Mungkin anda terlalu sibuk merawat diri agar ketampanan anda tidak pudar hehe” kekeh Jixue.


“Benar kata kak Jixue, mungkin itu karena anda saja yang terlalu sebuk haha” tawa Su Xin.


“Sudah sudah, jangan berkata seperti itu. Aku bukan sibuk merawat diri, aku itu cumin sibuk berkeliling kota.” Ujarnya.


Sejam kemudian, Zhou Shiyue dengan tubuh yang bersih dan wangi keluar dari permandian air panas. Ia berjalan santai di tengah ramainya penduduk. Tapi ia merasa sedikit terganggu oleh tatapan-tatapan para wanita yang menatapnya terang-terangan bahkan ada yang berbisik-bisik tentang dirinya.


‘ternyata apa yang di katakana dua gadis itu memang benar adanya.’ Batinya hanya bisa tersenyum getir.


Saat menikmati jalan santainya itu, ia melihat kereta kuda khas kerajaan melewati jalan tersebut.


“Wahh, putri Song Jixi benar-benar cantik.”


“Astaga, putrid Jixi seperti dewi turun ke bumi aku rasa dia bukan manusia.”


Bisik-bisik warga yang mengagumi perempuan yang berada di dalam kereta itu benar-benar terdengar sangat jelas ditelinga Zhou Shiyue.


Saat kereta kuda ita melewatinya ia tak sengaja bertatapan dengan pemilik nama Song Jixi tersebut. Mata mereka bertemu membuat jantung Zhou Shiyue berdetak tak karuan. Memang Zhou Shiyue akui perempuan itu sangat-sangat cantik tapi hatinya masih berkata dengan teguh bahwa gurunya, Ling Xifeng lebih cantik.


Tapi ia juga tidak memungkiri fakta bahwa setiap perempuan yang ada dunia itu memang cantik. Baik cantik fisik maupun hati, itu tergantung pada diri si perempuan itu sendiri.


Namun saat melihat Song Jixi entah mengapa ia teringat dengan perempuan yang ia temui di gua yang ada di hutan puncak Xuanjun waktu itu. Hanya saja bedanya, Song Jixi ini terlihat lebih anggun daripada yang ia temui waktu itu.

__ADS_1


“Ah lupakan, untuk apa aku memikirkan wanita itu? Lebih baik aku menikmati perayaan festival saja.” Batinnya menepis pikirannya.


Zhou Shiyue saat ini berada di dekat panggung pertunjukkan bakat bersama dengan banyaknya perempuan dan laki-laki muda yang berkumpul disana.


“Saya harap semua peserta sudah hadir, jadi kita bisa mulai pembagian urut tampilan untuk pertunjukan bakat.” Ucap seorang pria yang mengenakan pakaian khas kerajaa di atas panggung pertunjukkan bakat.


Pria itu menyebut nama para peserta yang sudah di beri nomor urut. Sekitar satu jam lamanya pria itu baru selesai menyebutkan nomor urut peserta. Beruntung Zhou Shiyue mendapat nomon 76 dari 300 orang peserta.


Saat selesai membacakan nomor urut, pria tadi pun langsung mengumumkan peraturan yang harus diikuti oleh para peserta.


“Peraturan pertama adalah setiap peserta harus memiliki bakat untuk ditampilkan. Ada dua jenis bakat yang di tampilkan saat pertunjukan bakat nanti. Yang pertama adalah pertunjukkan seni bela diri. Bagi para peserta yang akan menampilkan seni beladiri mereka akan beratrung di atas panggung sampai menemukan peserta yang bertahan maka akan di anggap sebagai pemenang sementara. Nanti akan dijelaskan lagi tentang peraturan bagi para peserta yang akan menampilkan seni beladiri mereka.” Ucap pria itu.


“Lalu yang kedua adalah pertunjukan seni tari,nyanyian, atau alat musik. Penampilan akan dinilai oleh para juri. Siapa yang mendapat nilai paling banyak maka akan dinyatakan sebagai pemenang sementara.”


“Nah, untuk mencari pemenang utama. Pemenang dari seni beladiri dan seni tari, nyanyian, dan alat musik akan bersaing melalui suara para pendukung atau penggemar. Siapa yang memiliki suara paling banyak akan dianggap sebagai pemenang. Tapi tenang saja, bagi yang tidak menang dalam suara pendukung nanti akan tetap di beri hadiah yang cukup besar.” Ucap pria itu menjelaskan.


Para peserta yang akan mengikuti pertunjukan bakatpun menjadi riuh sebab dari sekian banyaknya peserta hanya satu yang akan menang. Itu artinya mereka harus menampilkan bakat mereka dengan baik agar bisa bertahan menjadi pemenang utama.


“Untuk para peserta bisa membubarkan diri, dan bagi para peserta seni beladiri di mohon untuk bertahan sebentar.” Ucap pria tadi.


Saat banyak peserta wanita dan beberapa pria membubarkan diri, kini hanya tersisa kurang lebih 200 peserta yang merupakan peserta pertunjukkan seni bela diri.


“Baik karena tidak ingin membuang waktu yang ada, saya akan menyebutkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi oleh para peserta. Pertama bagi para peserta tidak boleh menggunakan teknik diluar dari aliran putih. Kedua para peserta tidak diperbolehkan untuk memukul lawan sampai mati, jika melanggar maka akan dieliminasi dan di hukum berat oleh pihak kekaisaran. Ketiga, peserta yang memiliki nomor urut genap akan dipasangkan dengan nomor urut ganjil, contohnya jika nomor satu maka pasangannya adalah dua. setelah mendapat nomor pasangan maka kalian akan menjadi lawan bertarung. Terakhir untuk menentukan pemenang sementara adalah peserta yang berhasil melawan seluruh peserta dan bertahan di akhir maka akan di anggap menang.” Ucap pria itu menjelaskan.


Barulah setelah penjelasannya, seluruh peserta membubarkan diri.

__ADS_1


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


__ADS_2