Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Roh jahat di desa Jongnam I (S1)


__ADS_3

Haii guys !!!


Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!


Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!


Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…


Happy Reading!!!


Saat malam tiba, Zhou Shiyue menginjakkan kakinya di sebuah desa yang bernama desa Jongnam. Entah mengapa ia merasa ada yang aneh dengan desa itu, biasanya disebuah desa yang biasa ia singgahi pasti masih banyak warga yang berkeliaran walaupun hari sudah gelap.


Di desa ini ia tak menemukan satupun warga yang berada diluar rumah, semua tampak sepi dan benar-benar seperti desa mati. Hanya saja lentera-lentera rumah masih tampak di perumahan desa tersebut.


“Aku merasa ada yang aneh” gumamnya sambil melangkah santai di jalan desa tersebut.


Sampai ia tak sengaja bertemu seorang laki-laki paruh baya yang membawa dua ekor rusa. Tampak paman itu terlihat seperti bergegas menuju kediamannya.


“Permisi paman, boleh aku tau kenapa desa ini sunyi sekali?” tanya Zhou Shiyue mencegat paman itu.


“Sstt, sebaiknya kita segera pergi darisini. Ayo ikut aku dulu!” ujar paman itu sambil melihat sekitarnya.


Zhou Shiyue setuju dan mengikuti langkah paman tersebut, hingga sampailah mereka di sebuah kediaman yang sederhana. Paman itu segera menutup pintunya dengan rapat sambil menghela nafas lega.


“Ayo duduk dulu anak muda.” Paman tersebut mempersilahkan Zhou Shiyue untuk duduk dan memberinya segelas air.


“Terima kasih” ucap Zhou Shiyue sambil meminum air tersebut.


“Sebenarnya apa yang terjadi di desa ini?” tanyanya to the point.


“Jadi begini anak muda, selama seminggu ini banyak warga desa yang hilang entah kemana terutama anak kecil.” Ujar paman itu membuat Zhou Shiyue mengernyit penuh tanda tanya.


“Apa ada informasi mengenai hilangnya warga desa ini?” tanyanya.


“Tidak, hanya saja beberapa warga pernah melihat sendiri kasus penculikan ini. Mereka bilang roh jahat yang berbentuk bayangan yang telah menculik para warga desa.” Ujar paman itu.

__ADS_1


“Roh jahat? Apa itu semacam iblis?” tanyanya.


“Ya anggap saja begitu, diantara kami sudah pernah mencoba untuk membasmi roh jahat itu tapi tak ada yang pernah berhasil mengalahkannya. Maka dari itu kami hanya bisa menjaga diri kami sendiri dan selalu waspada terhadap bahaya yang kapan saja bisa merenggut nyawa kami.” Ucap paman tersebut.


“Lalu, kenapa kalian tidak meminta bantuan dari sakte aliran putih?” tanyanya lagi.


“Itu juga masalahnya, kami tidak bisa keluar dari desa ini karena adanya sebuah penghalang tak kasat mata yang mengurung kami di desa ini. Paling bisa kami bepergian ke hutan perbatasan itupun kalau ada yang berani.” Jelas paman tersebut dengan pelan seolah tidak ingin mengundang sesuatu yang berbahaya.


“Apa kalian semua tau dimana roh jahat itu membawa warga desa yang hilang?” tanyanya.


“Tidak, tidak satupun dari kami yang mengetahuinya.” Ujar paman tersebut.


Zhou Shiyue hanya mengangguk lalu ia memikirkan berbagai hal yang membuatnya pusing.


‘Sepertinya aku harus membantu para warga desa dulu sebelum berangkat wilayah barat. Tapi bagaimana aku bisa membantu mereka kalau tidak mengetahui informasi akurat. Apalagi tak ada satupun dari mereka yang mengetahui lokasi tempat warga desa yang diculik.’ Pikirnya.


“Anak muda sepertinya kau bukan warga asli desa ini, sebelum terlambat aku sarankan agar kau segera pergi saat pagi tiba.” Ujar paman itu menyarankan.


Zhou Shiyue kembali mengangguk mengiyakan perkataan paman tersebut. Paman tadipun menyuruh Zhou Shiyue untuk menginap diruamahnya dulu menunggu matahari tiba.


Zhou Shiyue sudah keluar dari rumah paman tadi, sekarang ia hanya mengamati desa yang cukup ramai tersebut sambil mencari informasi mengenai hilangnya warga.


“Aku dengar tadi malam ada korban lagi yang dibawa oleh roh jahat itu” bisik salah satu warga ke temannya.


“Aku juga tau, aku merasa ingin segera pergi saja dari desa ini seandainya bisa melewati pembatas itu.” Ujar kawannya.


“Mustahil, kita tidak mungkin bisa keluar dari sini jika roh jahat itu tidah dikalahkan.” Ujar warga tadi menyahuti.


“Lalu apa kita harus menunggu giliran kematian kita begitu saja? Cuihh mana mungkin.” Ucap kawannya dengan kesal.


Zhou Shiyue yang mendengar perbincangan mereka hanya bisa berkecamuk dengan pikirannya sendiri, mencari cara untuk menyelamatkan para warga desa. Sampai akhirnya ia mendapat titik terang, meski tidak sepenuhnya berhasil setidaknya ia perlu mencobanya.


“Aku akan mengikuti roh jahat itu dulu malam nanti setelah ia menculik salah satu warga. Sebaiknya aku mencari rekan untuk melaksanakannya.” Gumamnya.


Ia menengok dibeberapa kedai sampai ia bertemu dengan beberapa orang yang berpenampilan layaknya pendekar.

__ADS_1


“Permisi saudara, maaf mengganggu perbincangan kalian. Bisakah aku ikut mengobrol?” ucapnya seadanya.


“Tentu, silahkan.”jawab beberapa dari mereka.


“Kalau boleh tau kalian ini apakah asil warga desa ini?” tanya Zhou Shiyue.


“Bukan, kami terjebak disini selama seminggu.” Jawab salah satu dari mereka.


“Kenapa kalian bisa terjebak disini?” tanyanya basa-basi.


“Adar roh jahat yang membuat dinding pembatas dan mengurung desa ini. Warga luar mungkin bisa masuk ke desa ini tapi yang sudah di dalam tidak bisa keluar.” Ujer pemuda itu menjelaskan.


“Apa itu roh jahat yang dikatakan telah menculik beberapa orang warga?” tanyanya lagi.


“Ya begitulah rumor yang dikatakan. Tapi kenapa kau menanyakannya? Bukankah kau juga terkurung disini dan tentu tau alasannya.” Tanya pemuda itu mengernyit


“Aku baru saja tiba didesa ini dan baru mengetahui rumor tersebut.” Ujarnya.


“Sayang sekali kau akan bernasib sama dengan kami” ujar pemuda itu yang dianggukki oleh beberapa pendekar lainnya.


“Apa kalian sudah pernah mencoba untuk mengalahkan roh jahat itu?” tanyanya.


“Ya, kami tidak berhasil. Roh jahat itu terlalu kuat dan kami tidak akan mampu mengalahkannya dengan kekuatan yang hanya berada di tingkat langit.” Ujar pemuda terebut.


“Sebenarnya aku kesini meminta bantuan kalian, apa kalian ingin ikut bersamaku melawan roh jahat itu?” tanyanya lagi dengan wajah serius.


“Kami sih ikut saja, tapi kami tidak mau jika resiko yang diambil terlalu tinggi.” Ujar pemuda tadi yang merupakan ketua dari sekelompok pendekar itu.


“Ya, kami setuju apa yang dikatakan saudara tertua.” Ujar mereka bersamaan.


“Kalau aku terserah kalian saja mau membantuku untuk melenyapkan roh jahat itu atau tidak. Karena jika kita terus mendiamkannya tanpa melakukan apapun maka hasilnya akan tetap buruk, bukankah selagi masih ada cara yang belum dicoba sebaiknya kita menggunakan cara tersebut?” ujar Zhou Shiyue membuat para pendekar itu saling pandang.


“Memang benar katamu, jadi kalau kami setuju apa yang kau rencanakan?” tanya pemuda tersebut.


Zhou Shiyuepun menjelaskan rencananya membuat para pendekar itu mengangguk tanda mengerti. Pada akhirnya mereka semuapun setuju karena merasa ide Zhou Shiyue cukup sempurna. Rencananya mereka akan menjalankan rencana yang sudah disusun malam ini.

__ADS_1


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


__ADS_2