
Setelah urusan dengan Kaisar selesai, Zhou Shiyue kembali ke Sakte Gunung Bunga Persik. Saat ini ia sedang berkumpul bersama para rekannya, tak lupa ia juga menceritakan apa saja yang ia bicarakan dengan Kaisar.
Tiga hari kemudian.
Masing-masing sakte telah membawa 200 anggota mereka masing-masing. Dengan para tetua sakte dan juga ketua atau wakil sakte yang ikut dalam renana penangkapan tiga partai.
Namun terlepas dari itu semua orang berkumpul diluar Istana dengan perasaan gugup mengingat tiga partai yang selama ini menjadi musuh mereka bukanlah musuh yang mudah.
Sudah pasti pertumpahan darah tak akan terhindari lagi nantinya, bahkan mereka tidak tau pasti berapa banyak orang yang ada di dalam tiga partai itu. Yang mereka ketahui hanya letak markas mereka yang katanya ada di wilayah timur. Tepatnya di hutan rimba yang berbatasan langsung dengan Kekaisaran Tang.
Kaisar melenggang keluar istana, berdiri didepan seluruh orang yang menghadap kearahnya. Ada masing-masing dua jendral berdiri tegak disampingnya.
“Aku akan mengirim 1000 pasukan bersama kalian dan 4 Jendral serta 10 komandan terbaiku.” Ujar Kaisar.
“Dengan pasukkan yang anda kirim, maka dijamin kita akan membawa para penjahat itu dengan rantai.” Ujar Yun Yilan dengan percaya diri.
“Cihh, penjahat apanya? Dia bahkan lebih dari mereka.” Sinis Zhou Shiyue.
Zhi Ruei yang berada disampingnya meliriknya dengan tatapan tajam. Zhou Shiyue tak menghiraukannya, ia hanya melontarkan tatapan dingin.
Setelah Kaisar selesai mengucapkan pidatonya, dan semuanya sudah diatur maka para sakte itupun pergi dengan pasukkan Kekaisaran.
Semua orang yang berjumlah kurang lebih 2000 orang itu kini melangkah dengan cepat menuju wilayah timur. Dengan berkuda butuh waktu setidaknya 2 minggu untuk sampai disana. Tetapi bagi pendekar ahli cukup memakan waktu kurang lebih 1 minggu jika menggunakan teknik meringankan tubuh.
Namun dalam pasukkan itu tidak ada Zhou Shiyue, Mye Jing Chen, Mye Ai, Yi Heng dan putrinya, Bing Qiuran dan anggotanya, serta Yun Yunzhi dengan beberapa muridnya.
Semua orang tak menyadari hilangnya keberadaan orang-orang itu, lalu kemana mereka?
“Syukurlah saat itu aku mendengar rencana ketiga partai sesat itu, jika tidak maka semua akan kacau.” Ujar Mye Jing Chen
Flashback on.
Sepulanya dari Sakte Wudang, Mye Jing Chen sedang melangkah ringan didalam hutan dekat perbatasan wilayah barat dan selatan. Saat perjalanan ia berhenti dibalik pohon karena tak sengaja mendengar beberapa orang sedang berbincang.
Siapa sangka ternyata orag-orang itu adalah bagian dari tiga partai sesat, ternyata mereka sudah tahu tentang rencana aliansi teratai yang akan menyerang mereka. Dalam perbincangan itu mereka mengatakan tentang rencana pemimpin partai mereka.
Dalam rencana itu mereka akan dengan sengaja membocorkan informasi keberadaan markas mereka, lalu kedua setelah aliansi teratai pergi mencari mereka maka sebelum hari itu mereka akan pergi ke Pusat Kekaisaran dengan berpencar agar tak ada yang mencium bau keberadaan mereka.
Barulah saat aliansi teratai benar-benar memiliki jarak yang jauh untuk ditempuh mereka akan menyerang Istana Kekaisaran.
Setelah Zhou Shiyue mengantar bukti pada Kaisar, barulah Mye Jing Chen memberitahu rekan-rekannya termasuk Yun Yunzhi yang memang sudah mengetahui semuanya.
__ADS_1
Saat Zhou Shiyue kembali ke Sakte baru ia meminta pemuda itu untuk pergi ke Sakte Gunung Es Utara untuk memberitahukan masalah itu. Mereka juga memberitahu Kaisar tentang rencana tiga partai itu. Makanya Kaisar sengaja tidak ikut dan hanya mengirim 4 Jendralnya.
Flashback off.
1 minggu telah berlalu, sejak perginya aliansi teratai ke wilayah utara kini Istana tidak memiliki fondasi karena para Jendral tengah bertugas.
Malam hari, di Ibukota Beijing.
“Ingat, misi utama kita adalah menculik Kaisar dan membunuh seluruh keluarganya. Jangan lakukan hal tidak penting selain itu.” Ujar si Pedang Patah(Ryu Shi).
“Baik” Jawab Dewa Racun dan Petir Neraka.
“Hindari prajurit sebaik mungkin dan jangan buat keributan, karena jika kita ketahuan dan menimbulkan keributan maka rencana kita akan gagal total.” Ujar Pedang Patah memperingati.
“Ya, kami pasti mengerti.” Sewot Petir Neraka merasa diperlakukan seperti pemula.
Pedang Patah hanya mengernyit mendengar ucapan rekannya itu, tetapi ia tidak menggubrisnya.
“Dan kalian semua!! Jumlah kita tidak sebanyak sebelumnya, jadi usahakan selalu siap. Jika ada tanda dari kami maka segera masuk ke dalam istana.” Ujar Pedang Patah menatap seluruh anggota tiga partai yang dibalas anggukan oleh mereka.
Ketiga pendekar suci itupun masuk melewati tembok gerbang, bergerak seperti hantu agar tak ada satupun yang mengetahui keberadaan mereka.
Saat Pedang patah ingin memasuki sebuah ruangan, ia dikejutkan dengan suara seseorang.
“Siapa disana?” teriak seseorang itu.
Pedang Patah tanpa ragu langsung membekapnya dan menggerek lehernya hingga membuat orang itu tewas tanpa suara. Pedang patah menyembunykan mayat orang itu ditempat tersembunyi, tak lupa ia juga membersihkan jejak yang mencurigakan.
Disisi lain, Dewa Racun sudah masuk ke sebuah ruangan. Tanpa membuang waktu ia langsung menyebarkan racun asap yang akan membuat siapapun pingsan jika menghirupnya.
Dewa Racun membuka selimut orang yang sedang berbaring diatas ranjang, tampak mata orang itu sedang terpejam.
“Siapa sangka ternyata Kaisar itu bisa ditemukan dengan mudah.” Gumamnya saat selesai memastikan siapa orang tersebut.
Tanpa ragu ia membawa tubuh Kaisar dipunggungnya, dan segera bergegas keluar istana untuk mengamankan Kaisar. Tapi Dewa Racun sepertinya tidak sadar, ada senyum misterius yang terbit dari orang yang sedang ia bawa.
Pedang Patah dan Petir Neraka saat ini sudah membunuh beberapa orang yang mereka duga adalah keluarga Kaisar. Karena salah satu dari yang mereka bunuh ada wajah Song Jixi yang sangat mereka kenali.
“Sudah beres?” Pedang Patah menatap kedua rekannya diluar gerbang istana.
Dewa Racun dan Petir Neraka mengangguk dengan puas merasa rencana mereka telah berhasil.
__ADS_1
“Semuanya, Ayo pergi!” ajak Pedang Patah pada dua rekannya dan anggota tiga partai.
Dari jauh,
Mye Jing Chen bersama rekannya tengah memperhatikan pergerakan kelompok tiga partai sesat itu.
“Ternyata rencana anak itu bagus juga, dia menggunakan cara licik untuk menghadapi orang licik. Memang efektif.” Ujar Mye Jing Chen dengan semangat.
“Awalnya aku kira dia hanya pemuda lemah yang hanya luntang lantung tak tentu arah, ternyata?..” Mye Ai juga menggelengkan kepala melihat aksi Zhou Shiyue, seingatnya pertama kali ia bertemu dengan anak itu dia sekarat oleh racun.
“Aku juga berpikir demikian” ujar Yun Yunzhi, ia tiba-tiba saja teringat dengan pertemuan pertamanya dengan Zhou Shiyue saat dirinya hendak mati.
“Aku merasa kekuatannya tidak beda jauh dengan kita” ujar Bing Qiuran yang biasanya hanya diam kini ia berkomentar membuat semua orang menatapnya.
“Kenapa?” tanyanya
“Tidak ada” rekannya hanya menjawab sambil kembali menatap kepergian kelompok tiga partai itu.
Dalam diam dan gelapnya malam, kelompok Mye Jing Chen mengikuti kelompok tiga partai itu. Sampai tibalah mereka di sebuah gua yang tampak tidak memiliki muara gua. Itu rimbun dengan dedaunan.
Apa ada yang tau kemana perginya Zhou Shiyue hingga ia tak terlihat?
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan😊🙏🙏!!!
Maaf teman-teman kalau anda semua merasa alurnya tidak berarah dan sangat kacau.
Sebenarnya author sudah berusaha semaksimal mungkin agar alur cerita bisa berjalan lurus.
Nah mulai kedepannya author akan memperbaiki kembali isi alur cerita, apapun yang hilang atau membingungkan di episode sebelumnya author akan kembali memecahkan kasus tersebut.
Contoh seperti wanita-wanita yang pernah ditemui pemeran utama, wanita didalam hutan gunung Xuanjun? wanita yang diselamatkan Zhou Shiyue di desa Yixin, si pencuri ciuman pertama Zhou Shiyue? ataupun Ling Xifeng? bahkan kisah keluarga Zhou yang belum tuntas.
Author akan menyusun ulang cerita agar memiliki alur yang pas dan beraturan.
Sedikit bocoran, nanti setelah konflik mengenai aliran putih yang berkhianat akan selesai. Maka author akan kembali menyusun cerita di episode sebelumnya yang menurut kalian membingungkan.
Dari itu mohon atas kesabarannya ya? 🙏🙏...
Selamat tahun baru🙏🙏🙏...
Maaf terlambat mengucapkan☺🙏🙏🙏.
__ADS_1