Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Naga Hijau (S1)


__ADS_3

Pohon tinggi menjulang itu bergerak sampai membuat tanah disekitar tergoncang termasuk tanah tempat Zhou Shiyue berpijak. Zhou Shiyue tentu saja mengambil langkah mundur dan mengambil posisi yang jauh dari tempat pohon menjulang.


“Kenapa pohon itu bergerak?” Zhou Shiyue bergumam dengan kening mengerut.


Tapi tak lama kemudian ia dikejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah ia duga. Pohon menjulang itu perlahan keluar dari dalam tanah dengan tubuh berliuk-liuk seperti ular.


KRAAKKK..


Bunyi itu berasal dari pohon yang tinggi besar itu saat keluar dari dalam tanah. Pohon itu terbang diatas langit sambil meliuk-liuk, perlahan dedaunan dan rantingnya berjatuhan hingga mnyisakan sisik-sisik hijau.


“Itu??? Apakah itu naga???” Zhou Shiyue membulatkan matanya, ia tak percaya akan apa yang ia lihat tetapi bentuk naga diatas sangat jelas dan itu tidak bisa ia sangkal.


“RRGGGGHHH..” Naga bersuara, perlahan turun kebawah menghampiri tempat Zhou Shiyue berdiri.


“Kau, apa kau takdir langit itu?” perkataan naga tentu membuat Zhou Shiyue terkejut, ia bahkan melompat mundur karena kaget.


“Kau bisa berbicara?” Zhou Shiyue bertanya dengan penuh keheranan.


“Tentu saja, aku kan binatang ilahi.” Jawab naga itu sombong, pada dasarnya semua ras naga memang memiliki sifat yang sombong.


“Tapi aku tidak mengerti dengan pertanyaanmu tadi” ujar Zhou Shiyue menyahuti berusaha menghilangkan keterkejutannya.


“Takdir langit adalah orang terpilih yang akan menghentikan kekacauan dunia manusia. Dan sepertinya itu adalah kau, jika tidak mana mungkin kau memiliki pedang naga dan kitab pedang naga yang merupakan pasangannya.” Ujar naga itu menjelaskan.


“Darimana kau tau aku memiliki keduanya?” bukannya memberi reaksi lain, Zhou Shiyue justru bertanya karena bingung.


“Yah kalau kau tidak memilikinya mana mungkin aku bisa bebas dari penjara gunung ini.” Ketus naga itu.


“Jadi kalau seseorang memiliki pedang naga maka ia bisa membebaskanmu?” tanyanya lagi.


“Huhh, apa kau tidak bisa mencerna perkataanku?” bukannya menjawab naga itu malah memaki Zhou Shiyue membuat pemuda itu tersenyum miris.

__ADS_1


“Dengar baik-baik, pertama aku dihukum oleh dewa takdir karena dulu telah menghancurkan suatu benua. Nah aku dihukum untuk bertugas menjaga gunung ini selama seribu tahun. Tapi dewa itu berkata jika ada seorang takdir langit yang memiliki pedang naga dan juga kitab pedang naga maka hukumanku akan berakhir dan aku akan bebas tetapi aku ditakdirkan untuk menjadi pengikut atau budak dari sang takdir langit itu hanya saja aku tidak boleh ikut dalam urusan manusia kecuali sang takdir langit itu sendiri yang menginginkannya. Apa kau sudah paham anak langit??” naga itu menjelaskan dengan nada malas betapa ia sangat tidak ingin menjelaskannya.


“Oh begitu, jadi intinya takdir langit itu adalah aku dan budakku adalah kau?” tanyanya dengan senyum miring.


“Hehh jangan tidak sopan begitu, aku ini leluhur seribu tahun yang lalu.” Naga itu menjawab dengan tidak terima.


“Ya ya ya, tapi tetap saja sekarang kau harus jadi pengikutku bukan?”


“Iya, apa kau puas?” nada itu menjawab dengan nada ketus.


“Haha sangat puas.” Zhou Shiyu terkekeh saat mendengar jawabban naga.


“Aku akan memanggilmu naga hijau. Nah naga hijau, tugas pertamamu adalah apa kau bisa merubuah wujudmu menjadi lebih kecil, aku sangat lelah mendongak keatas melihatmu” ujarnya.


“Tentu saja” jawab naga itu angkuh.


Naga hijau itupun segera merubah wujudnya menjadi kecil.


“Untuk apa? Bunga ini sangat berharga bagiku.” Naga itu bertanya seperti enggan memberikannya.


“Aku memiliki teman yang sakit parah dan membutuhkan bunga itu untuk menyembuhkannya” jawabnya dengan jujur.


“Apa temanmu itu terkena racun dingin?” tanya naga.


“Ya”


“Kalau begitu tidak perlu bunga api yang prosesnya cukup lama, kau bisa ambil satu sisikku saja. Walaupun sisikku berharga tapi aku masih banyak memilikinya tidak dengan bunga sakura api yang hanya satu kumiliki. Jadi ambil sisikku saja” ujar naga itu.


“Bolehkah?” tanyanya lagi.


“Kalau aku sudah menyuruh tentu saja boleh” ujar naga.

__ADS_1


Zhou Shiyue pun mendekat naga itu dengan senyum senang dan tanpa disangka-sangka ia mengambil dua keeping sisik naga dan langsung menyimpannya ke dalam ruang penyimpanan.


“Aku bilang satu, kenapa dua?” naga itu mendengus kesal.


“Hehe sekalian untuk jaga-jaga” sahut Zhou Shiyue cengengesan.


“Huh, sebaiknya sekarang aku masuk ke dalam ruang penyimpananmu saja karena tidak mungkin bagi diriku untuk berada di diluaran.” Ujar naga hijau.


“Baiklah.” Zhou Shiyue langsung mengabulkannya, ia mengirim naga hijau ke dalam cincin penyimpanan.


Seangkan dirinya dengan perasaan lega melangkah keluar gunung untuk keluar dari gunung itu. Dua hari perjalanan tak ada satupun binatang roh yang menghadangnya dan itu terasa aneh baginya.


Tapi ia juga tidak serakah tentang inti Kristal yang ingin ia panen lagi mengingat dirinya sudah memiliki inti Kristal yang cukup banyak.


Paling-paling ia bertemu beberapa hewan roh suci yang tampak menunjukkan raut ketakutan diwajah mereka. Bahkan tidak tau apa alasannya hewan-hewan roh suci itu bisa dikalahkannya dengan mudah sampai ia mendapat empat inti Kristal hewan roh suci lagi.


“Aku merasa aneh, kenapa hewan-hewan roh suci yang aku temui tidak seganas sebelumnya?” gumamnya.


Pada akhirnya karena waktu terus berlalu. Zhou Shiyue telah sampai diluar pegunungan. Ia adalah satu-satunya orang yang bisa kembali ke luar hidup-hidup.


“Anak itu memang beruntung” ujar hantu yang pernah menemui Zhou Shiyue dihari pertama pemuda itu masuk.


Zhou Shiyue dengan langkah ringan ia terbang dengan ilmu meringankan tubuh menuju kota Xudong. Tak banyak hambatan yang ia temui diperjalanan. Yah walau beberapa kali ia dicegat oleh perampok yang mengincar hartanya. Tetapi itu bukan masalah besar lagi bagi Zhou Shiyue.


Satu minggu perjalanan akhirnya Zhou Shiyue tiba di mansion keluarga Huang. Keluarga itu rupanya sudah menunggu-nunggu kedatangan Zhou Shiyue. Tentu saja karena Zhou Shiyue adalah satu-satunya jalan mereka untuk kesembuhan tuan muda pertama keluarga mereka.


“Walaupun aku masih penasaran dengan bagaiamana kau bisa kembali hidup-hidup setelah memasuki gunung itu. Tapi aku tidak ingin bertanya sekarang karena waktu untuk putraku tidak banyak.” Ujar Huang Yilan.


Zhou Shiyue menganggung mengerti dan ia langsung bergerak untuk melakukan proses pemulihan Huang Ran. Tak lupa ia meminta semua orang yang ada di ruangan untuk keluar selama ia melakukan proses penyembuhan.


Satu jam kemudian.

__ADS_1


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


__ADS_2