Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Flashback (S2)


__ADS_3

Seratus dua puluh tahun yang lalu.


Hari itu, terik matahari sangat menyengat. Sepasang remaja mendaki gunung bersama dengan penuh kelelahan dan keringat yang mengalir diseluruh tubuh mereka.


“Huhh.. kenapa tempatnya jauh sekali” keluh remaja wanita itu sambil menyeka keringat didahinya.


“Ah iya benar, aku juga sudah kehabisan tenaga” sahut remaja pria disampingnya.


Wanita bernama Fu Chan Xie itu pun mengangguk setuju


“Kita beristirahat sebentar dulu Xiao gege” ujar wanita itu diangguki oleh pria yang bernama Hu Xiao Long itu.


“Hmm, ayo” ajak Hu Xiao Long, ia memapah Fu Chan Xie yang sudah tidak sanggup berjalan dan membawanya berteduh di bawah pohon besar.


“Sial disaat begini kenapa rasanya tenggorokkanku kering sekali mana air minumku sudah habis.” Keluh Fu Chan Xie dengan wajah kesal


“Apa Xiao gege masih memiliki air minum?” tanya Fu Chan Xie.


“Air minumku juga sudah habis, kau sangat haus ya Chan’er?” tanya pria itu dan segera dianggukki oleh Fu Chan Xie.


“Tunggu disini sebentar, aku akan carikan air” ujar Hu Xiao Long yang langsung dibalas anggukkan.


“Hati-hati Xiao gege” teriak Fu Chan Xie saat Hu Xiao Long sudah jauh dari pandangan.


Waktu terus berlalu hingga tiga badatang dupa, Hu Xiao Long belum juga kembali. Fu Chan Xie mengerutkan keningnya terus-menerus karena cemas. Sedangkan di sisi lain,


“Uhukk uhukkkk..” seorang gadis remaja memuntahkan air dari mulutnya


“Kau baik-baik saja?” tanya seorang pria yang menyelamatkan remaja wanita itu saat tenggelam di sungai.


“Huhh huhh, aku baik-baik saja” ujar wanita itu dengan nafas tak beraturan.


Dilain tempat Fu Chan Xie sudah kembali berjalan, kali ini ia bergerak cukup cepat menelusuri jejak Hu Xiao Long. Entahlah pikirannya hanya dipenuhi kecemasan, semoga saja pria itu tidak apa-apa.


“Kenapa dia pergi jauh sekali? Tau begitu aku menahan hausku saja dari pada terjadi masalah dengan Xiao gege.” Gerutunya pada diri sendiri.

__ADS_1


Katika matahari hampir tenggelam akhirnya ia sampai didepan sungai, ia melihat ada beberapa bekas seseorang yang sempat datang ke tempat itu. Mungkin itu Hu Xiao Long, pikirnya.


“Suara apa itu?” Fu Chan Xie menghentikan langkahnya dan memfokuskan pendengarannya kesumber suara yang seperti suara orang berbincang.


“Sepertinya kau sudah baikkan, maaf aku tidak bisa membantumu lebih lama takutnya seseorang yang menungguku merasa cemas” ujar suara itu, suara yang sangat Fu Chan Xie kenali.


“Syukurlah Xiao gege tidak apa-apa” serunya yang tiba-tiba datang dari arah belakang Hu Xiao Long dan wanita tadi.


“Heh, aku pikir siapa. Kau mengejutkanku” seru Hu Xiao Long dengan wajah kaget menatap Fu Chan Xie.


Fu Chan Xie mengabaikannya, dia beralih menatap wanita disamping pria itu.


“Siapa dia?” tanyanya dengan nada datar


“Ehh? Aku?” wanita tadi gelagapan saat ditatap dengan tatapan tak suka oleh Fu Chan Xie.


“Dia hanya seorang kenalan, tadi aku membantunya saat tenggelam disungai yang ada disana” jawab Hu Xiao Long sambil menunjuk kearah posisi sungau berada.


“Ya, dia benar. Kami kebetulan bertemu, jangan salah paham ya?” ujar wanita tadi yang mengerti maksud reaksi Fu Chan Xie.


“Oh ternyata begitu, syukurlah” ujar Fu Chan Xie sambil menghela nafas lega, raut wajahnya juga kini sudah mulai berubah menjadi ramah.


“Kami sedang melakukan perjalanan menuju puncak.” Jawab Fu Chan Xie


“Puncak?” wanita itu menunjukkan ekspresi kaget membuat Fu Chan Xie dan Hu Xiao Long mengernyitkan kening mereka.


“Kenapa?” tanya keduanya


“Apa kalian mencari kakek Ling Fan Wei?” tanya wanita itu yang segera dianggukki keduanya.


“Kenapa kau tau kami mencarinya dan siapa kau?” tanya Hu Xiao Long dengan nada serius.


“Tentu saja tau, memang apalagi tujuan kalian kepuncak selain mencari kakek Fan Wei. Dan juga, aku ini cucu sekaligus muridnya kakek Fan Wei.” Ujar wanita itu menjelaskan.


“Ah benarkah begitu?” Fu Chan Xie sontak menyentuh kedua pundak wanita itu dengan menunjukkan rasa senang dan terkejut sekaligus.

__ADS_1


“Ya, dan kalian ini siapa?” tanyanya


“Perkenalkan namaku Fu Chan Xie, dan dia Hu Xiao Long.” Ujar Fu Chan Xie lekas memperkenalkan dirinya dan Hu Xiao Long yang sedari tadi menyimak obrolan mereka berdua.


“Kalu namamu?” tanya Fu Chan Xie.


“Namaku Ling Xifeng, panggil saja aku Xixi” ujar wanita itu dengan senyum ramah.


Pada akhirnya setelah saling mengenal nama, mereka pun melangkah bersama menuju puncak.


Ketiga remaja itu pun terus berteman hingga menjadi saudara seperguruan karena saat sampai dipuncak gurunya Ling Xifeng atau kakek Ling Fan Wei menerima Fu Chan Xie dan Hu Xiao Long sebagai muridnya.


Mereka bersama selama belasan tahun hingga dewasa. Mereka bukanlah aliran putih namun juga bukan aliran hitam.


Di usia 30 tahu keatas, Fu Chan Xie dan Hu Xiao Long yang memang sudah dijodohkan dari kecilpun menikah.


Hubungan Fu Chan Xie dan Hu Xiao Long berjalan hampir 75 tahun lamanya, berkat ramuan dan energi khusus yang mereka gunakan mereka bisa hidup lama dengan tubuh yang masih muda.


Dan selama 75 tahun menikah mereka pun dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberinama Hu Shen Shi (Zhou Shen Shi).


Sedangkan Ling Xifeng, dia pergi berkelana dan membentuk sebuah kelompok dan juga membangun sebuah istana yang ia namakan istana kegelapan. Namun bukan berarti ia melakukan hal jahat, ia berada ditengah-tengah tidak jahat juga tidak bisa dibilang baik. Nmaun ketika melihat ketidak adilan maka dia akan mengahi, kecuali jika ia menganggap salah satunya salah maka ia akan bertindak untuk membela yang ia anggap benar. Kelompok yang sudah ia dirikan bekerja dengan baik dan semua bawahannya patuh padanya.


Selama masa kejayaan kerajaan kegelapan, ketiga saudara seperguruan itu belum memiliki masalah apapun hingga ketika usia Hu Shen Shi kisaran 2 tahun, Kekaisaran mulai kacau. Beberapa sakte aliran putih yang merupakan pondasi kekaisaran mulai memberontak, disaat itu masalah sudah merajalela dimana-mana.


Kabarnya mengenai pemberontakkan aliran putih itu mulai tersebar luas, pihak aliran sesat yang mendengar itu mengambil kesempatan untuk membangun kembali masa kejayaan mereka dimana mereka telah berdiam diri selama puluhan tahun.


Para aliran putih yang memberontak dan para aliran sesat(hitam) bekerjasama untuk meruntuhkan Kekaisaran dengan perjanjian akan membagi rata kekuasaan setelah berhasil meruntuhkan Kekaisaran.


Kerajaan kegelapan yang dipimpin oleh Ling Xifeng, mereka mulai mengatur rencana untuk menghentikan tindakan tersebut. Dengan bantuan sepasang pendekar legenda yaitu Hu Xiao Long dan Fu Chan Xie, pada akhirnya merekapun berhasil mengalahkan para aliran putih dan sesat yang bersekutu.


Meskipun dulunya Ling Xifeng diusir dari Kekaisaran, tetap saja ia akan membela Kekaisaran karena bagaimanapun era kejayaan keluarganya sudah berakhir. Dan sekarang yang menjabat sebagai Kaisar bukanlah ayahnya, jadi ia sudah tak memiliki dendam lagi dengan Kekaisaran.


Keberhasilan itu membuat rakyat Kekaisaran merasa bersukur dan lega karena sudah tidak ada lagi ancaman pada mereka. Dan kehidupanpun kembali normal.


Tapi masalah kembali muncul, kali ini adalah bencana bagi keluarga kecil Hu Xiao Long dan Fu Chan Xi.

__ADS_1


Saat putra mereka berusia 9 tahun dan Fu Chan Xie yang sedang mengandung, sepasang pendekar legenda itu menitipkan putra mereka kepada kenalan mereka. Sedangkan pasutri itu pergi mengunjungi kediaman teman mereka, Ling Xifeng atau Ratu Kegelapan.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


__ADS_2