
Saat Zhou Shiyue berjalan ditengah keramaian warga, dirinya tak sengaja menabrak seorang wanita, hingga membuat wanita itu terjatuh.
Dengan perasaan bersalah, lantas Zhou Shiyue membalikkan badannya dan mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu.
Gadis itu melihatnya, ia menatap lekat Zhou Shiyue yang mengulurkan tangan kearahnya.
“Dia???” gadis itu bergumam sambil menyambut uluran tangan itu.
Gadis itu kembali berdiri namun tak sengaja orang lain menabrak gaids itu dari belakang hingga membuatnya hampir jatuh ketanah, namun Zhou Shiyue menangkapnya dan membuat wanita itu malah jatuh kepelukkan Zhou Shiyue.
“Maaf.” Ujar gadis itu sambil melepaskan diri dari dekapan Zhou Shiyue.
“Kau gadis tenggelam itu?” tanya Zhou Shiyue seolah mengenal gadis itu.
“Kau mengingatku?” kaget gadis itu.
“Hm, hanya saja kau terlihat berbeda.” Ujar Zhou Shiyue sambil memerhatikan pakaian gadis itu yang kini menggunakan gaun wanita, itu berbeda dengan saat dia tenggelam.
“Em, lupakan saja. Dan terima kasih telah menolongku, aku pergi dulu.” Ujar gadis itu salah tingkah membuat Zhou Shiyue merasa lucu dan tersenyum membuat wanita itu semakin malu.
Entah mengapa Zhou Shiyue merasa hatinya bergetar, entah kenapa perasaannya tak karuan dan ini pertama kalianya ia mengalaminya.
“Mengapa terburu-buru?” ia bertanya pada gadis itu.
“Sebenarnya tidak, hanya saja aku tak ingin mengganggu waktumu.” Ujar gadis itu yang entah mengapa melontarkan jawabban yang diharapkan Zhou Shiyue.
“Bisakah kita berkenalan?” Zhou Shiyue berinisiatif.
“Ha?” wanita itu tersontak namun terdiam lagi.
“Disini sangat ramai, ayo pergi ketempat lain.” Zhou Shiyue menggenggam tangan gadis itu tanpa ragu lalu membawanya lari pelan menuju suatu tempat.
Gadis itu mengikutinya dibelakang namun tatapan gadis itu terpaku pada genggaman Zhou Shiyue, dia merasa gugup dan malu saat ini.
‘ada apa denganku?’ gadis itu bergulat dengan pikirannya.
Sampailah mereka diujung kota, Zhou Shiyue belum menghentikan langkahnya ia masih berjalan membawa gadis itu. Hingga mereka sampai disebuah danau luas yang memiliki pemandangan indah dengan bunga-bunga warna-warni disekitar.
Gadis itu membulatkan matanya, ia sangat mengagumi keindahan tempat itu.
“Kau suka?” Zhou Shiyue bertanya
“Ya, ini tempat yang bagus.” Ujar gadis itu tanpa menutupi ketertarikannya.
“Terakhir kita berpisah aku pergi dengan kasar, untuk itu aku ingin meminta maaf secara resmi.” Ujar Zhou Shiyue sambil menangkupkan kedua tangannya.
“Jangan sungkan, aku tidak menyalahkanmu malah aku merasa sangat bersalah karena tidak berterima kasih.” Ujar gadis itu sambil menurunkan tangan Zhou Shiyue.
__ADS_1
“Kau memiliki hati yang baik.” Puji Zhou Shiyue tanpa malu membuat gadis itu mengalihkan pandangan karena malu.
“Ehm, bukankan harusnya begitu?” ujar gadis itu.
“Tidak semua orang memiliki hati yang baik, aku mengenal banyak manusia buruk didunia ini bahkan aku termasuk salah satunya.” Ujar Zhou Shiyue sambil menghembuskan nafas berat mengingat perjalanannya selama ini yang menemukan banyak jenis orang.
Gadis itu hanya menggangguk sambil melihat pemandangan ditempat itu.
“Dan siapa namamu?” tany Zhou Shiyue merasa diabaikan dia mulai mengganti topik.
“Wang Min Ji, kau bisa memanggilku Min Ji.” Ujar gadis itu.
“Nama yang bagus dan cantik” ujar Zhou Shiyue membuat gadis itu kembali malu.
“Lalu namamu?” gadis itu balik bertanya
“Shiyue.” Jawabnya.
“Hanya itu? Margamu?” wanita itu menatapnya dengan alis terangkat.
Zhou Shiyue mengangguk sambil menunjukkan senyum tipis membuat wanita itu terpesona.
‘benar-benar tampan’ batinnya tanpa sadar.
“Waktu itu kita bertemu di wilayah selatan, kenapa kau bisa ada di wilayah timur?” tanya Zhou Shiyue
“Kenapa kau kabur?” Zhou Shiyue kembali bertanya
“Ayahku memintaku untuk menikahi putra kedua dari keluarga Zhou, aku kabur karena aku tidak ingin menikahi pria mata keranjang itu. Bagiamana dengan masadepanku jika memiliki suami yang memiliki banyak selir nantinya? Aku tidak ingin.” Ujar gadis itu menunjukkan wajah tak suka saat bercerita.
“Benar juga, kalau aku jadi kau aku juga akan melakukan hal yang sama.” Ujar Zhou Shiyue.
“Sebenarnya bukan putra kedua keluarga Zhou itu yang akan aku nikahi, dulu saat kecil ayahku mengatakan bahwa aku dijodohkan dengan putra pertama keluarga Zhou. Tapi saat usiaku remaja mereka menukarkan putra mereka dengan putra kedua mereka. Dan satu tahu atau satu setengah tahun lalu aku mendengar kabar bahwa putra pertama mereka sudah diusir.” Ujar gadis itu bercerita.
Zhou Shiyue mengernyitkan keningnya, namun beberapa saat setelahnya ia tersenyum kecil.
“Andaikan itu putra pertama keluarga Zhou, apa kau mau menikah dengannya?” tanya Zhou Shiyue sengaja.
“Entahlah, aku mendengar dia laki-laki yang nakal dan banyak orang tidak menyukainya. Tapi aku rasa dia tidak terlalu buruk, terakhir aku menemuinya saat masih berusia 8 atau 9 tahun dan kami bermain bersama dengan Zhou Nana, dia baik meski suka menjaihili namun sikapnya tidak palsu. Aku rasa jika dialah yang dijodohkan denganku maka aku akan menikahinya. ” ujar Wang Min Ji.
“Jika putra pertama itu aku? Apa kau masih mau menikahiku?” tanya Zhou Shiyue sengaja.
“Jangan bercanda, mana mungkin itu dirimu. Yang aku ingat tampangnya setidaknya tidak setampan dirimu.” Ujar Wang Min Ji.
‘apa yang aku katakan?’ Wang Min Ji menampar pelan mulutnya karena salah bicara.
“Apa kau mengakui kalau aku tampan?” Zhou Shiyue menggodanya.
__ADS_1
“Ha?? Tidak, tidak begitu.” Ujar Wang Min Ji menyangkal
“Berarti aku jelek?” ujar Zhou Shiyue pura-pura cemberut
“Tidak juga” ujar Wang Min Ji semakin salah tingkah.
“Itu artinya aku memang tampan, sudahlah jangan menyangkal.” Ujar Zhou Shiyue membuat wanita itu tidak berkutik.
“Terserah padamu” ujar wanita itu menyerah.
“Kau sangat lucu.” Ujar Zhou Shiyue sambil mengelus pucuk kepala Wang Min Ji.
“Em, jangan seperti itu.” Ujar Wang Min Ji mencoba menjauhkan tangan Zhou Shiyue.
“Tidak apa, aku hanya merindukan adikku makanya aku bersikap begini padamu.” Ujar Zhou Shiyue pada Wang Min Ji.
“Adikmu?”
“Ya, sudah setahun lebih aku tidak bertemu dengannya. Tapi mungkin sebentar lagi kami akan bertemu.” Ujar Zhou Shiyue sambil menerawang mengingat Zhou Nana.
“Sebenarnya darimana kau berasal? Dan bagaiamana bisa kau tidak memiliki marga padahal memiliki keluarga.” Ujar Wang Min Ji merasa bingung.
“Anggap saja dia adik angkatku, tapi sedari kecil kami tumbuh bersama. Aku sudah menganggapnya saudara kandungku.” Ujar Zhou Shiyue mencoba menjelaskan, dia juga tidak bisa mengatakan detail tentang keluarganya karena dirinya sendiri tidak tau banyak.
“Hm. Oh ya, kita sudah menghabiskan waktu cukup lama aku rasa sudah waktunya kita kembali. Aku takut mereka panik mencariku” ujar Wang Min Ji.
“Baik, ayo aku antar.” Zhou Shiyue menawarkan diri.
Dia membungkukkan badannya meminta gadis itu naik kepunggungnya. Dengan perasaan malu gadis itu akhirnya naik kepunggungnya, Zhou Shiyue tersenyum kecil lalu menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk kembali ke kota.
“Kau seorang pendekar?” tanya Wang Min Ji dibalik punggung Zhou Shiyue
“Hm” jawab Zhou Shiyue.
Setelah beberapa lama merekapun sampai di ujung kota, lalu kembali berjalan memasuki keramaian.
“Kau cukup mengantarku sampai sini saja, terima kasih dan sampai bertemu lagi.” Ujar Wang Min Ji sambil melambaikan tangannya.
“Hm, sampai bertemu lagi.” Ujar Zhou Shiyue, ia tersenyum tipis menatap gadis itu.
“Setelah semua selesai, aku akan menjemputmu.” Ujar Zhou Shiyue.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan😊🙏 !!!
Apakah maksud dari perkataan Zhou Shiyue? Apa dia telah menambatkan hatinya pada putri keluarga Wang itu? Bagaiamanakah akhir kisah cinta mereka? Dan siapakah wanita yang akhirnya akan menjadi jodoh Zhou Shiyue?
Tetap disini bersama author agar semua tau akhir cerita cinta Zhou Shiyue.
__ADS_1