Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Kisah tiga saudara seperguruan (S1)


__ADS_3

Malam itu tiga orang remaja dilatih oleh seorang guru besar di pegunungan yang tempatnya sangat rahasia.


Remaja pria yang berusia 13 tahun itu sedang duduk di halaman belakang kediaman sang guru besar di temani oleh remaja laki-laki lainnya yang berusia 15 tahun.


Kedua remaja itu saling mengobrol menceritakan tentang kehidupan mereka masing-masing. Sampai akhirnya prstiwa itu terjadi, hal yang tidak di inginkan itu benar-benar terjadi.


Seorang remaja ppria yang lain sedang mendengarkan percakapan mereka berdua di balik pohon besar. Rema itu terlihat mengepalkan tangannya dengan sorot mata yang tajam. Mungkin usianya saat itu sekitar 14 tahun, dia adalah murid kedua sang guru besar.


“Adik Sang Yu pasti tidak tau kalau orang tuanya itu adalah orang jahat, kata guru orang tuanya itu sama seperti binatang dan memiliki hati yang kejam.” Ucap pria berusia 15 tahun yang memiliki nama Lou Tian.


“Tapi kenapa guru besar menerima kakak Sang Yu sebagai muridnya? Guru dan kita kan dari aliran putih sedangkan dia anak dari aliran sesat?” tanya Yun Yunzhi, murid ketiga guru besar.


“Aku tidak tau, mungkin guru merasa kasihan terhadapnya hehe” kekeh Lou Tian dengan senyum mengejek.


“Kakak pertama tidak boleh berkata begitu, sekarang kak Sang Yu adalah bagian dari kita jadi sekarang dia bukan orang aliran sesat.” Tegur Yun Yunzhi.


Dibalik pohon, Sang Yu merasa marah marah. Ia mengepalkan tangannya dengan erat menatap tajam kearah Lou Tian dan Yun Yunzhi.


“Aku akan membalas kalian semua!” gumam Sang Yu dengan hati panas. Ia akan membalas mereka.


Setelah insiden tersebut, Sang Yu tidak lagi seceria sebelumnya. Sang Yu diam-diam melatih teknik aliran sesat sampai energi jahat benar-benar melekat pada dirinya. Rasa marah dan dendam yang ada dalam dirinya semakin membesar.


Sampai dimana puncaknya perselisihan pun terjadi, itu disaat guru besar mereka yang bernama Yang Guo itu meninggal karena keracunan. Sebelum meninggalnya Yang Guo, ia pernah menemui Yun Yunzhi secara pribadi dan memberikannya sebuah kitab rahasia. Guo Yang juga meminta Yun Yunzhi untuk merahasiakan kitab itu dari kedua kakaknya.


Melihat sang guru meninggal ketiga saudara seperguruan yang kini sudah beranjak dewasa itupun menangis sejadi-jadinya. Menguburkan guru besar di atas puncak.


Entah mengapa disaat keadaan sedang tidak baik, Lou Tian terang-terangan menuduh Sang Yu mengatakan bahwa adik seperguruannya itulah pelakunya.


Yun Yunzhi yang tahu bahwa Sang Yu juga belajar teknik aliran sesat diam-diam, dia juga ikut menuduh Sang Yu sebagai pelakunya. Namun Sang Yu menolak tuduhan itu, dia benar-benar tidak mengaku bahwa dia pembunuhnya.


Alhasil Lou Tian dan Yun Yunzhi menyerang Sang Yu secara bersamaan. Membuat Sang Yu benar-benar merasa terpojok hingga saat Sang Yu benar-benar hampir kehilangan nyawa, seorang pria misterius membawa kabur Sang Yu darisana.


Yun Yunzhi tidak melihat bahwa ada senyum yang penuh arti terukir di sudut bibir Lou Tian yang berada di belakang Yun Yunzhi.


Setelah Zhou Shiyue mendengar cerita tersebut, ia mengangguk tanda mengerti namun ada perasaan yang mengganjal dihatinya karena mata hatinya berkata bahwa bukan Sang Yu pelakunya tapi Lou Tian.


“Jadi paman siapa diantara ketiga orang itu?” tanyanya.

__ADS_1


“Aku Yun Yunzhi.” Jawab Yun Yunzhi.


“Ohh.” Jawab Zhou Shiyue.


“Namamu siapa?” tanya Yun Yunzhi.


“Panggil saja aku Shiyue.” Jawabnya.


“Kalau aku boleh tau, darimana asalmu?” tanya Yun Yunzhi.


“Anggap saja aku pendekar kelana” jelasnya.


Yun Yunzhi mengangguk, lalu ia kembali bertanya.


“Setelah hari berikutnya, apa yang kau rencanakan terhadap Xiao Ai? Apa kau akan terus membawanya bersamamu?” tanya Yun Yunzhi.


“Ya, lagipula tidak ada orang lain selain diriku yang harus menjaganya.” Ucap Zhou Shiyue.


“Kalau kau menerima tawaranku, aku bisa membawanya pulang bersamaku. Aku akan merawat dan membesarkannya di jalan pendekar.” Ucap Yun Yunzhi membuat Zhou Shiyue menatap lekat kearahnya.


“Tidak perlu khawatir, aku melakukan hal itu sebagai tanda terima kasihku padamu dan juga sekaligus menjadikan Xiao Ai sebagai anak angkatku karena aku tidak memiliki anak meski sudah lama menikah.” Ucap Yun Yunzhi menjelaskan seolah tau akan pemikiran Zhou Shiyue.


Percakapan mereka pun selesai, Zhou Shiyue melihat Yun Yunzhi sedang tertdur sedangkan ia sendiri tidak bisa tidur kembali lagipula matahari hampir terbit. Zhou Shiyue yang tidak ada kerjaan ia memutuskan untuk berburu saja agar bisa dimakan saat pagi tiba.


Saat matahari sudah terbit Zhou Shiyue kembali ke gua dengan dua ekor ayam hutan yang sudah dibersihkan. Disana Xiao Ai dan Yun Yunzhi juga sudah bangun.


“Kakak kemana saja?” tanya anak itu.


“Aku mencari makanan diluar, nah sekarang bakar sendiri ayammu ini ya!” jawab Zhou Shiyue sambil memberikan seekor ayam hutan pada Xiao Ai.


“Dan ini untukmu paman.” Ia juga memberikannya satu pada Yun Yunzhi.


“Terima kasih, tapi untukmu?” tanya Yun Yunzhi saat tidak ada lagi ayam ditangan Zhou Shiyue.


“Aku sudah makan tadi, jadi jangan cemas.” Jawab Zhou Shiyue, ia memang sudah memakan ikan bakar dengan puas tadi saat dipinggir sungai.


“Oh kalau begitu ya sudah.” Sahut Yun Yunzhi.

__ADS_1


Yun Yunzhi dan Xiao Ai pun membakar ayam hutan itu, setelah matang mereka menyantapnya dengan lahap tanpa menawarkan pada Zhou Shiyue. Lagipula Zhou Shiyue sudah makan juga, pikir mereka.


Yun Yunzhi sudah siapa untuk kembali, ia membahas kembali percakapannya tadi malam bersama Zhou Shiyue dan Xiao Ai.


“Jadi bagaiamana Xiao Ai? Kamu mau ikut paman Yunzhi?” tanya Zhou Shiyue.


Xiao Ai merasa bingung, ia melihat kearah Zhou Shiyue dan Yun Yunzhi secara bergantian. Ada perasaan tidak nyaman saat ia ingin memilih Yun Yunzhi tapi ia tetap harus memutuskan dan keputusannya adalah memilih ikut bersama Yun Yunzhi dengan pikirannya yang mengatakan bahwa dirinya akan merepotkan Zhou Shiyue jika bergantung pada kakak tampan itu.


“Karena Xiao Ai ingin ikut paman jadi ucap salam pamit pada kakak Shiyue.” Ucap Yun Yunzhi.


“Kakak tampan, sebenanya Xiao Ai sangat ingin ikut kakak tapi karena Xiao Ai ingin menjadi hebat dulu Xiao Ai memilih ikut paman agar kelak bisa kembali mengikuti kakak setelah Xiao Ai hebat seperti kakak.” Ujar Xiao Ai dengan air mata mengambang.


“Hm, kakak tau. Nanti setelah Xiao Ai besar jadi pria yang kuat dan baik hati ya? Jangan jadi pria pemalas karena itu akan menghambat perkembangan Xiao Ai.” Ucap Zhou Shiyue berjongkok didepan Xiao Ai sambil mengelus lembut kepala anak itu.


“Baik kak, Xiao Ai janji bakal rajin berlatih biar hebat seperti kakak.” Ucapnya lalu memeluk Zhou Shiyue.


Zhou Shiyue membalas pelukan Xiao Ai dengan hangat. Melihat hal itu Yun Yunzhi jadi tidak tega melihatnya apalagi perpisahan mereka karena permintaannya.


“Sekarang Xiao Ai dan paman pergi dulu ya! Dahh kak!!!” Xiao Ai melambaikan tangan mungilnya saat mulau melangkah jauh dari Zhou Shiyue yang tersenyum kearahnya.


Yun Yunzhi dan Xiao Ai pun hilang dari pandangan.


“Semoga anak itu selalu baik-baik saja.” Ucap Zhou Shiyue.


Karena tidak ada siapapun lagi disisinya ia pun memutuskan untuk menyimpan kembali Yuko ke dalam cincin penyimpanan setelahnya ia kembali melanjutkan perjalanan yang sebenarnya mungkin akan sampai beberapa jam lagi untuk sampai di Kota Yuhan.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


Catatan:


Setiap cerita yang penuh misteri dan pertanyaan, akan dipecahkan di episode-episode selanjutnya.


Jadi anda sekalian bisa tenang dan tidak usah bingung jika author menambahkan masalalu orang-orang yang penuh misteri.


Karena pada dasarnya setiap apapun yang author bahas tidak akan pernah author tinggalkan begitu saja.


Contoh misteri dan pertanyaan yang membuat kalian bingung misalnya tentang masalalu Xiao Ai? mimpi Zhou Shiyue?, masalalu tiga bersaudara ini atau bahkan kebenaran tentang identitas asli Zhou Shiyue.

__ADS_1


Jadi jangan khawatir kalau author tidak konsisten, nanti akan ada penyelesaian disetiap kisah masalalu tokoh-tokoh pendekar legenda ini.


__ADS_2