
Saat sedang dalam perjalanan, Zhou Shiyue melihat sekelompok orang yang membawa panah dan anak panah di punggung mereka masing-masing. Wajah mereka juga ditutupi dengan cadar serta topi yang menutupi kepala mereka.
Orang-orang itu melangkah dengan sangat lihai tanpa menyadari keberadaan Zhou Shiyue yang mengikuti mereka dari belakang.
Namun sayang saat Zhou Shiyue mempercepat langkahnya untuk mengejar sekeompok orang tersebut, ia dihadang oleh seorang pria yang memegang tongkat berkepala tengkorak ditangannya.
“Aiss kau ini mengganggu saja” sewot Zhou Shiyue dengan muka masam.
“Justru kaulah yang jadi pengganggu kami.” Ujar orang tersebut menjawab.
“Aku tidak ada urusan dengan kalian, jadi biarkan aku pergi” ucap Zhou Shiyue merasa tidak ingin membuang waktu.
“Jangan harap kau bisa pergi dari sini.”sayangnya pria bertongkat itu tetap menghalangi jalannya bahkan mulai menyerangnya.
“Baiklah, untuk kali ini aku ladeni.” Ucap Zhou Shiyue, ia mengeluarkan pedang yang biasa ia pakai saat berlatih.
Tidak biasanya Zhou Shiyue akan bertarung dengan pedang, kali ini ia akan mencoba kemampuannya.
Merekapun beradu pukulan, pria itu menyerang dengan tongkatnya sedangkan Zhou Shiyue dengan pedangnya.
Zhou Shiyue melakukan sebuah jurus pedang yang ia pelajari jurus itu disebut “Pedang Angin Selatan”, hingga gerakan tersebut terlihat sangat cepat oleh musuhnya. Sampai pedang itu ingin melepaskan energinya kearah musuhnya, dengan tepat waktu musuhnya menghindar.
DWARRR…
Bunyi ledakan energi tak bisa terhindari karena energi pedang tersebut mengenai pohon yang ada di belakang musuhnya. Musuh Zhou Shiyue tak tinggal diam ia juga mengeluarkan jurusnya yang disebut “Amukan tongkat neraka”sampai energi berwarna merah itu terkumpul di kepala tengkorak, dan
BOMMM..
Zhou Shiyue juga menghindar tepat waktu, beruntung serangan itu tidak mengenai tubuhnya. Zhou Shiyue kembali menggunakan teknik kali ini ia memadukan teknik pedang angin selatan dengan energi api hingga membuat setiap gerakan pedang di kuasai oleh api. Zhou Shiyue melompat kearah pohon lalu meleset dengan cepat menyerang musuhnya.
Musuhnya yang merasa bingung dengan jurus yang baru pertama kali ia lihat tak sempat membaca serang Zhou Shiyue hingga serangan Zhou Shiyue mendarat dengan mulus di dadanya membuat dirinya harus terpental dan memuntahkan darah segar dimulutnya.
__ADS_1
“Makanya kalau tak ingin berakhir buruk jangan menghalangiku!” sinis Zhou Shiyue sebelum meninggalkan pria itu pergi.
Sedangkan pria yang terluka itu menatap kepergian Zhou Shiyue dengan amarah dihatinya.
“Dasar bocah sialan, dia pikir aku ini selemah yang ia kira? cuihh” pria itu meludah dengan kasar.
Ditempat lain, tepatnya di pusat kekaisaran Han. Seorang pria berlutut penuh hormat didepan Kaisar.
“Salam hormat Yang Mulia Kaisar” ucap orang itu memberi hormat.
“Berdirilah, dan katakan apa yang kamu ingin sampaikan Yi Heng.” ucap Kaisar.
Yi Heng berdiri dan menghadap Kaisar sambil berkata.
“Izin bicara Yang Mulia Kaiar. Hamba diutus oleh ketua sakte untuk menyampaikan pesan bahwa ketiga partai aliran sesat itu mulai menampakkan dirinya kembali. Satu bulan yang lalu wilayah Yulu hampir menjadi sasaran mereka, beruntung putra walikota Yuhan tepat waktu memberitahu kami jadi kami sempat menggagalkan niat buruk mereka.” Ucap Yi Heng menjelaskan.
“Mengenai tiga partai tersebut kita akan membahasnya dua minggu lagi bersama para perwakilan sakte aliran putih nanti. Karena minggu ini saya akan pergi ke perayaan festival bulan merah.” Ucap Kaisar.
“Baik Yang Mulia Kaisar, dengan begitu saya mohon pamit.” Ucap Yi Heng sambil memberi hormat, lalu pergi setelah Kaisar menganggukkan kepalanya.
“Akhirnya sampai juga, sayang sekali aku tidak bisa menemukan jejak kelompok pemanah tadi.” Gumammnya.
Dengan langkah santai ia berjalan memasuki kota besar tersebut. Sesuai dengan namanya, kota ini benar-benar besar dan ramai penduduk. Dari awal melewati gerbang saja sudah disuguhkan dengan banyaknya bagunan besar. Sepertinya kota ini memiliki banyak restoran mewah dan penginapan mewah.
Ia berjalan melewati keramaian tersebut, ia melihat kanan kirinya dipenuhi dengan para pedagang. Suara riuh orang mengobrol juga sangat banyak membuat Zhou Shiyue yang memiliki pendengaran yang tajam menjadi berdengung ditelinganya.
“Mumpung sudah sampai dikota sebaiknya aku pergi ke restoran karena aku paling suka mencoba makanan-makanan dari tempat baru yang aku kunjungi.” Gumamnya dengan hati gembira.
Saat ia bertanya pada seseorang tentang restoran terbaik yang ada di kota ia pun langsung menuju restoran tersebut yang dinamakan permandian air panas. Memang aneh saat mendengar nama restoran tersebut, tapi kata orang yang ia tanyai tadi disana banyak menjual makanan enak.
Setelah beberapa menit berjalan sambil menengok bangunan yang ada di kanan kirinya barulah ia menemukan bangunan bertingkat di sebelah kanannya yang bertuliskan “PERMANDIAN AIR PANAS”. Dengan langkah santai ia masuk ke dalam restoran tersebut.
__ADS_1
Dua orang pria cantik dengan cepat menghampirinya dan menanyakan apa yang Zhou Shiyue inginkan.
Tak berbeda jauh dengan restoran syurga yang sempat ia singgahi, pelayanan disini juga cukup ramah apalagi terhadap pria muda yang tampan dan kaya. Mereka akan dengan senang hati melayani orang-orang yang berpenampilan rapi dan bersih.
“Salam kenal tuan muda, saya tau anda orang baru jadi saya akan menjelaskan tentang cara kerja disini. Pertama ada pelayanan tingkat 1 yang akan tersedia makanan dan arak. Pelayanan tingkat dua akan menyediakan makanan dan arak, juga hiburan. Pelayanan tingkat tiga akan menyediakan makanan dan arak, hiburan, dan permandian. Sedangkan pelayanan komplit menyediakan makanan dan arak, hiburan, permandian, dan informasi yang ingin diketahui.” Ucap gadis itu menjelaskan panjang kali lebar.
“Aku memesan yang komplit.” Ucap Zhou Shiyue dengan mantap.
“Baik tuan muda, silahkan lewat sini.” Ajak gadis cantik itu menuntuk Zhou Shiyue ke ruangan tertutup.
Sesampainya disana Zhou Shiyue menganga akan apa yang ia lihat. 10 gadis seksi yang sangat-sangat cantik yang memegang akat musik dan seni lainnya. Lalu ada baak besar dengan air seputih susu dengan taburan bunga mawar diatasnya. Juga ada hidangan yang tertata sempurna disebuah meja. Bahkan ada ranjang yang memiliki kasur empuk disana.
‘Wahh ni namanya syurga dunia.’ Pikirnya berkelana namun ia menggelengkan kepala saat memikirkan hal negatif yang lain.
‘Tidak, aku belum cukup umur.’ Ujarnya dalam hati.
Tapi ia tidak menolak jika gads-gadis cantik itu ingin memberi hiburan terhadapnya lagipula ia akan rugi membayar mahal tempat ini jika tak melihat hiburan mereka.
Ia dengan santai melepas pakaian atasnya dan menyisakan celananya saja. Hal itu membuat dada bidangnya terlihat dengan jelas membuat wajah para gadis itu merona karena malu.
‘Tubuh seperti itu baru pertama kali aku lihat dari sekian banyaknya pelanggan.’ Begitulah pikir semua gadis yang ada disana.
Zhou Shiyue dengan tingkah nakalnya ia menyuruh pelayan yang tadi mengantarnya itu untuk memijat bahunya. Tentu saja gadis cantik tadi merasa kegirangan bahkan hampir melompat saking senangnya. Sedangkan yang lain hanya menatap iri terhadapnya.
“Silahkan mulai pertunjukan kalian.” ucapnya dengan santai, lalu para gadis cantik itupun mulai menunjukkan bakat mereka masing-masing.
Ada juga gadis lain yang mengantarkan segelas arak pada Zhou Shiyue dengan senang hati.
‘benar-benar rejeki semata, untungnya sesepuh tidak pelit dengan uangnya.’ Pikir Zhou Shiyue dengan senyum lebar dibibirnya.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
__ADS_1
Maaf ya teman-teman kalau karakter Zhou Shiyue agak nakal, author hanya tidak ingin membuat dirinya memiliki karakter yang dingin dan cuek walaupun kehidupannya dimasalalu itu terbilang buruk.
Sekali lagi author minta maaf jika kalian tidak menyukai karakter Zhou Shiyue…