
Haii guys🤗🤗 !!!
Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!
Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!
Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…
Happy Reading!!!
Saat Zhou Shyue sudah berada di halaman istana, seseorang memanggilnya dari arah gazebo yang ada di taman sebelah kanan.
“Kemarilah sebentar!” Seru orang tersebut membuat Zhou Shiyue datang dan duduk disebrang orang itu.
“Kenapa?” tanyanya.
“Bisakah mengobrol sebentar” ujar orang itu.
“Ya, ada apa?” tanya Zhou Shiyue to the point.
“Namamu Shiyue bukan?” tanya orang itu.
“Hm” jawab Zhou Shiyue datar.
“Bisakan aku tau margamu?” tanya orang itu membuat Zhou Shiyue mengernyit heran.
“Aku tidak punya marga.” Jawab Zhou Shiyue berbohong.
“Yah sayang sekali, aku kira kau itu dia.” Ujar pria itu sambil menunjukkan ekspresi sedih.
“Dia yang kau maksud siapa?” tanya Zhou Shiyue mulai penasaran.
“Dia adikku yang sudah 11 tahun tidak pernah bertemu denganku.” Ujar pria itu yang ternyata adalah Jendral nomor 4, usianya mungkin sekitar 26 tahun.
“Kasihan sekali.” Jawab Zhou Shiyue ikut terharu, ia jadi mengingat kakaknya yang terakhir kali ia temui saat berumur 5 tahun. Ia hanya inga bayangan wajah taman dan mata biru sang kakak sisanya ia tidak ingat apapun.
“Aku sangat merindukannya tapi Zhou Lan itu tidak pernah mengizinkanku” ucap Jendral itu dengan ekspresi marah yang terpendam.
“Zhou Lan?” gumam Zhou Shiyue yang masih terdengar jelas ditelinga Jendral itu.
__ADS_1
“Ya, dia adalah ayah angkatku dan Zhou Shiyue.” Ucap Jendral itu sontak membuat Zhou Shiyue terkejut.
“Kau??? Apa kau Zhou Shen Shi?” tanya Zhou Shiyue dengan air mata yang hampir menetes.
“Ya, kenapa?” tanya Zhou Shen Shi mengernyit melihat ekspresi Zhou Shiyue.
“Aku Shiyue! Zhou Shiyue!!!” seru Zhou Shiyue yang sudah meneteskan air matanya.
Zhou Shen Shi yang mendengarnya juga ikut terkejut dan ia segera berlari memeluk adik yang sudah lama ia rindukan.
“Shyue!!!” serunya sambil memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang seorang kakak.
“Kakak!” Zhou Shiyue membalas pelukan itu dengan erat.
Usai beberapa menit kemudian tangisanpun reda dan mereka kembali duduk bersebrangan.
“Kau, kenapa kau berkeliaran?” tanya Zhou Shiyue sambil menatap ramah adiknya.
“Aku diusir dari kediaman.” Jawab Zhou Shiyue sambil menghembuskan nafas berat saat mengingat moment itu.
“Mereka mengusirmu? Berani sekali!” Zhou Shen Shi mengerutkan dahinya menahan rasa marahnya.
17 tahun yang lalu saat usia Zhou Shen Shi masih 9 tahun.
Sebuah keluarga kecil yang terdiri dari sepasang suami istri dan seorang anak laki-laki. Keluarga kecil yang harmonis dan penuh kebahagiaan itu awalnya berjalan dengan baik.
Tapi sayang sekali saat sepasang suami istri itu yang merupakan seorang pendekar, mereka berdua menitipkan putra mereka di kerabat mereka. Sedangkan pasutri itu pergi mengunjungi teman mereka yang mereka pangil Xixi.
Saat pasture dan Xixi bertemu mereka memiliki rencana untuk pergi ke benua timur yang merupakan Kekaisaran Tang. Saat mereka disana mereka mendaki gunung yang katanya keramat tapi penuh harta yang berharga.
Tidak ada seorangpun yang selamat saat mendaki gunung keramat tersebut. Tapi tiga sekawan itu tetap nekat untuk mendaki gunung tersebut karena ingin mencari benda yang sangat mereka inginkan, benda yang disebut pedang naga itulah kiranya mereka menyebutnya.
Sayang sekali benda yang mereka cari tidak ada. Bukannya mendapat harta tiga sekawan itu malah mengalami musibah yang diluar dugaan.
Wanita yang dipanggil Xixi itu dikutuk oleh naga penunggu gunung, ia mengutuk Xixi untuk hidup abadi. Sedangkan suami dari wanita yang tengah hamil itu dua bulan itu ditahan di gunung keramat sebagai pengganti dari dua orang wanita yang ia bawa agar bisa keluar dari gunung kermat. Sedangkan wanita yang tengah mengandung itu memiliki takdir akan kematiannya setelah melahirkan putra keduanya.
Sampai akhirnya dua wanita tadi bisa pergi dari gunung keramat itu, mereka juga harus rela hati saat melihat pria yang menjadi pengganti mereka berdua.
“Xiao Lang!!!” wanita yang hamil muda itu terus menangis dan meneriaki nama suaminya.
__ADS_1
“Sudahlah Chan Xie, dia tidak akan bisa keluar darisana. Kita harus hidup dengan baik untuk menghargai pengorbanannya.” Ujar Xixi.
“Tidak Xixi, aku tidak ingin pergi!” ujar Fu Chan Xie saat Xixi berusaha membawanya meninggalkan lokasi gunung keramat.
“Chan Xie, coba lihat putramu saja belum lahir dan apa kau tidak kasihan saat melihat Zhou Shen Shi seorang diri?” Xixi membentak temannya itu agar Fu Chan Xie sadar akan apa yang ia lakukan sekarang.
Seketika Fu Chan Xie menjadi lemas, ia menurut saja saat Xixi menggendong dirinya diatas punggung sahabatnya itu.
Hinga 7 bulan kemudian.
Xixi yang dikutuk hidup abadi saat ini tengah mengurung dirinya sendiri di sebuah puncak gunung. Sedangkan Fu Chan Xie sedang hamil besar sekarng ini tinggal dikediaman Zhou Lan yang merupakan pria pengagum dirinya.
Barulah saat putra keduanya lahir, Fu Chan Xie pergi meninggalkan dunia setelah meminta Zhou Lan untuk memberi marga Zhou kepada kedua putranya.
Zhou Lan yang sangat menyukai Fu Chan Xie pun menyetujuinya tapi ia benar-benar merasa marah terhadap bayi yang ia beri nama Zhou Shiyue itu karena menganggap Fu Chan Xie mati setelah keberadaan Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue setelah mendengar cerita kakaknya ia menjadi murung dan tatapannya seperti tidak memiliki kehidupan. Ternyata selama ini ia salah mengira bahwa Zhou Lan itu adalah ayah kandungnya, pantas saja pria itu bersikap kejam terhadapnya.
Yang saat ini ia pikirkan hanya tentang keberadaan ayah kandunngnya dan wanita yang dipanggil Xixi itu. Apakah masih hidup atau tidak? Tapi mengenai Xixi Ia yakin bahwa wanita itu pasti masih hidup. Dalam hati ia merasa marah mengingat Xixi inilah penyebab pristiwa yang dialami orang tuanya.
“Sekarang aku akan mencari wanita abadi itu dan meminta pertanggung jawabbannya.” Gumamnya .
“Sudahlah adik, kita tidak bisa mengandalkan rasa dendam kita. Karena rasa dendam adalah awal dari kesesatan.” Ujar kakakmnya menasehati.
“Apa kakak tidak marah? Saat orang tua kita berkunjung ke tempat wanita itu, mereka jadi memiliki rencana yang membahayakan nyawa mereka bahkan kau sendiri ditingkal oleh mereka.” Ujar Zhou Shiyue tidak terima penuturan sang kakak.
“Aku memang marah tapi buktinya meski aku sudah lama mencarinya aku bahkan belum pernah melihat batang hidungnya!” ujar Zhou Shen Shi
“Tapi aku akan tetap mencarinya!” ujar Zhou Shiyue dengan tekat yang bulat.
Sedangkan Zhou Shen Shi hanya menatap sendu sang adik, ia tak ingin keluarga satu-satunya itu akan masuk ke dalam jurang kesesatan karena terkalut oleh dendam.
“Aku akan pergi latihan tertutup. Kamu hiduplah dengan baik disini dan lindungi Kaisar karena dia adalah pemimpin yang bijaksana. Kelak kalau urusanku sudah selesai aku akan kembali lagi.” Ujar Zhou Shiyue, setelahnya ia berjalan keluar istana.
Sejak mendengar kebenaran dari kakaknya, Zhou Shiyue menjadi dingin tatapannya juga tajam. Sekarang kepribadiannya jadi berubah 80 persen membuat siapapun yang melihatnya akan berpikir bahwa dia adalah pria berdarah dingin.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
Kehidupan mc yang berdarah dingin akan dimulai, siap-siap dengan pembantaian yang akan terjadi setelah perubahan sikapnya.
__ADS_1
Semoga kalian puas!!!