
Ular roh suci itu kini melingkarkan tubuhnya, ia berdesis dan menatap tajam kearah Zhou Shiyue. Matanya merah menyala dan ada asap hijau keluar dari kulit ular tersebut.
“Ular itu sangat beracun aku harus berhati-hati.” Zhou Shiyue berucap memperingati diri sendiri.
Zhou Shiyue tidak ragu untuk menggunakan pedang api, ia juga tidak akan main-main menghadapi ular itu mengingat kekuatan ular setingkat pendekar suci.
“Jurus pedang naga pembelah samudra!” Zhou Shiyue berseru sambil meleset menyerang ular itu.
Ular itu dengan mudah menghindarinya dan memberikan pukulan keras pada Zhou Shiyue menggunakan ekornya.
BRUKKK!!!
Zhou Shiyue terpental kebelakang menabrak pohon besar setinggi tiga meter. Melihat musuhnya belum bangun, ular itu dengan cepat meluncur kearah Zhou Shiyue dan menyemburkan racunnya.
BRUSHHHH!!
Berhasil Zhou Shiyue menghindar dengan tepat waktu, jika tidak mungkin saat ini ia akan terkena racun ular itu. Zhou Shiyue kembali bangkit, kali ini ia akan menggunakan teknik tahap kedua dari pedang naga.
“Jurus pedang naga pembentang langit!!” serunya dengan keras.
Ia dengan kecepatan maksimal berlari kencang lalu melompat kebatang pohon dan ia langsung menodongkan pedangnya kearah kepala ular.
SWUSSSHHH…. BRUKKKK!!!
Lagi-lagi Zhou Shiyue dibuat terlempar puluhan meter kebelakang. Bahkan ada darah yang keluar disudut bibirnya akibat hantaman ekor ular itu.
“Sialan!!” ia mengutuk ular itu dengan penuh kebencian.
Zhou Shiyue melap darah dibibirnya, kali ini ia akan menggunakan teknik api yang ia alirkan ke pedang api ditangannya. Tak hanya itu ada sengatan listrik di genggaman tangan kirinya.
“HIYAAAAAAAA!!!!” Zhou Shiyue tidak tanggung-tanggung ia langsung menyerang ular itu dengan beberapa teknik yang ia gabungkan.
Sayang sekali kali ini ular itu tidak hanya diam diri saja saat melihat Zhou Shiyue menyerangnya. Kali ini ular tersebut sudah bersiap dan akan menyiapkan serangan balasan setelah Zhou Shiyue menggunakan jurusnya.
BOMMMM!!
__ADS_1
Ledakan tak bisa dihindari, tanah tempat mereka berpijak dibuat cekung kedalam. Beberapa pohon disekitar tumbang dan terbakar.
Sayangnya serangan itu masih tak berhasil melumpuhkan ular tersebut. Malah saat ini Zhou Shiyue sedang dalam situasi buruk. Pemuda itu terjebak dalam lilitan ular yang semakin erat membuatnya kesusahan bernafas.
Karena Zhou Shiyue tidak ingin mengambil resiko tinggi dan harus kehilangan nyawa, akhirnya ia menyalurkan energi petir keseluruh tubuhnya membuat ular tersebut melonggarkan lilitannya, alhasil Zhou Shiyue dapat membebaskan diri dan mendarat keatas tanah.
“Jangan salahkan aku jika aku menggunakan teknik yang kuat!” ujarnya sebelum ia melafalkan jurus pedang naga tahap keempat.
“JURUS PEDANG NAGA AUMAN NAGA API !!!! YAHHHHHH!!!” Ia berseru keras sambil meluncurkan serangan dengan energi hampir mencapai 100%.
BLARRR!!!!
Ledakan besarpun terdengar kembali, kali ini Zhou Shiyue berhasil membuat tubuh ular itu hancur. Ada sebuah inti Kristal berwarna merah pekat diatas tanah lapang itu.
Zhou Shiyue dengan cepat menghampiri inti Kristal hewan roh suci tersebut, dan menyimpannya ke dalam ruang penyimpanan.
“Akhirnya aku mendapatkan satu inti Kristal hewan roh suci, jadi aku hanya perlu mencari 9 inti krital lagi.” Ujarnya.
Zhou Shiyue setelah mengisi kembali energinya, ia kembali mendaki keatas puncak melanjutkan perjalanannya.
Selama perjalanan tak jarang ia bertemu dengan hewan roh yang jumlahnya sudah tak terhitung, banyak inti Kristal hewan roh yang sudah ia simpan di dalam ruang penyimpanan. Tak hanya itu ia juga menemukan banyak jenis tanaman herbal untuk dijadikan bahan obat-obatan.
Saat Zhou Shiyue ingin beristirahat di sebuah gua, ia dihadapkan dengan seekor beruang wuxin.
“Sialan, bukankah itu adalah beruang dari kekaisaran Tang? Mengapa bisa ada disini? Meskipun tingkat kekutannya setara dengan pendekar kaisar sepertiku tapi tetap saja mengingat ganasnya beruang itu akan sangat sulit dikalahkan.” Ucap Zhou Shiyue yang bersembunyi di balik pohon saat melihat seekor beruang dimuara gua.
“Tapi jika aku tidak mengambil alih gua itu maka aku akan kehujanan sebentar lagi, dan akan sangat sulit menemukan tempat bermalam.” Ujarnya lagi.
Zhou Shiyue pun mengeluarkan pedang apinya dan langsung melayang kearah beruang Wuxin.
GRUUOORRR RRRUOAWRR RWARR…
Beruang itu menggeram menatap tajam kearah Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue tanpa basa-basi ia langsung menyerang beruang wuxin dengan teknik pedang naga tahap pertama. Beruang wuxin tidak berdiam diri saja saat Zhou Shiyue mulai menyerang, beruang wuxin menyambut pedang api dengan cakarnya.
__ADS_1
Sedangkan sebelah tangannya lagi, beruang Wuxin memberi serangan kearah leher Zhou Shiyue membuat pemuda itu menunduk dengan tepat waktu.
Zhou Shiyue melepaskan pedang api dari genggaman beruang lalu mundur beberapa langkah sambil menatap tajam beruang ganas itu.
Zhou Shiyue kini mengerahkan kembali serangannya, kali ini ia menggunakan teknik angin untuk mengendalikan pedang api karena sadar bahwa ia tak bisa bertarung secara langsung dengan beruang itu.
SWUSSSHHHHH!!!
Pedang api meleset dengan cepat menuju dada beruang tetapi serangan itu berhasil dihindari oleh beruang wuxin, tapi jangan salah serangan itu bukanlah serangan yang sesungguhnya. Serangan yang sebenarnya ada pada tinju Zhou Shiyu yang sudah aliri energi petir.
DWUSS….
Tinju itu berhasil mendarat di dada beruang hingga membuat beruang itu terpental dan menabrak pohon.
Zhou Shiyue tidak ingin berlama-lama, ia menyerang kembali beruang wuxin dengan pedang api. Jurus kombinasinya itu ia lancarakan saat beruang wuxin ingin menerjang dengan cepat kearahnya.
RWOARRRR….
Beruang itu menggeram dan berlari secepat kilat untuk menerkam Zhou Shiyue. Tetapi Zhou Shiyue yang sudah siap juga sudah menyiapkan serangan balasan. Saat keduanya tengah bertemu ditengah-tengah,
SWUSSHHHHH BRUKKKKK!!!
Zhou Shiyue berhasil menghindari serangan beruang, dan pedangnya juga berhasil memotong leher beruang itu hingga membuatnya jatuh ketanah.
“Akhirnya selesai juga.” Gumamnya.
Zhou Shiyue melihat beruang itu ia hanya tersenyum miring, kini ia beralih menguliti beruang itu yang bisa ia bentuk menjadi pakaian hangat.
“Akhirnya aku bisa beristirahat” ucapnya saat sudah sampai di dalam gua. Ia membuat api unggun untuk menghangatkan diri, beruntung ia bisa masuk ke dalam saat hujan deras menyirami bumi.
Malam telah larut, Zhou Shiyue tertidur dengan nyenyaknya.
Jauh ditempat lain beberapa orang telah berkumpul disebuah ruangan yang besar.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
__ADS_1