Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Gejolak Ibukota IV (S1)


__ADS_3

Zhou Shiyue kemana?


Saat ini pria yang sedang menyamar itu sedang mengamati jalannya peperangan dari atas tembok gerbang. Ia menyilangkan kakinya sambil bersedekap dada, pedang naga masih terpampang aman dipunggungnya.


“Aku akan biarkan mereka menyelesaikan konflik pribadi mereka dulu.” Gumamnya sambil melihat Yun Yunzhi yang melawan Yun Yilan, dan Yi Zhang He melawan Yi Heng.


Melihat keadaan sudah stabil dan pihak musuh juga tertekan, maka Zhou Shiyue merasa sedikit lega. Tapi tatapannya tak sengaja melihat seorang gadis yang ia kenali sedang berada di dalam peperangan.


“Bukankah dia gadis yang ada dihutan Gunung Xuanjun? Ya aku ingat persis wajahnya.” Gumam Zhou Shiyue.


“Sepertinya dia sedang terdesak” gumamnya, ia pun melayang keudara menuju tempat gadis itu bertarung melawan dua pendekar suci.


“Beraninya mengeroyok seorang gadis, apa kalian masih laki-laki?” sinis Zhou Shiyue pada dua orang pendekar suci itu.


“Cihh jangan ikut campur.” Ujar pendekar suci itu merasa kesal.


“Apa yang kau lakukan? Mereka bukan lawanmu.” Ujar gadis itu merasa Zhou Shiyue tidak mampu menghadapi dua orang pendekar suci itu.


“Jangan meremehkanku.” Ujar Zhou Shiyue ketus.


Gadis itu mengabaikannya dan hanya kembali melanjutkan serangannya pada dua pendekar suci itu.


“Tembakkan petir abadii!!!” seru Zhou Shiyue mengarahkan dua energi petir ditangannya ke dua pendekar suci itu.


DORRR DORRR DORRRR….


Dua pendekar itu terpental kebelakang dengan tubuh terbakar, namun dengan cepat kedua orang itu memadamkan apinya.


“Lumayan” ujar wanita itu dengan tatapan sinis.


“Lihat seranganku.” Ujarnya sombong pada Zhou Shiyue.


“Cahaya emas ilahi!!!” gadis itu mengumpulkan energi bercahaya keemasan ditelapak tangannya.


Dan,


WUUSSHHHHHH…


BOMMMMMM….

__ADS_1


Serangannya berhasil membuat dua pendekar suci itu kembali terpental dengan darah segar menyembur keluar.


“Hanya segitu? Cihh sombong sekali. Lihat seranganku!” ujar Zhou Shiyue membalas kesombongan yang ada diwajah gadis itu.


“Hempasan angin samudra, petir bencana!!!!” serunya dengan serius.


Angin disekitar berhembus kencang dan dua pendekar yang terluka itu semakin menunjukkan wajah pucat dengan tubuh gemetaran.


Hingga tak lama kemudian,


DWARRRRRR….


BOMMMM…


Petir mengamuk menyambar dua orang pendekar suci bahkan beberapa orang didekat mereka dibuat mati berdiri dengan tubuh gosong. Tak beda jauh dengan pendekar suci itu yang langsung diundang ke gerbang neraka jahanam,yang artinya mereka sudah mati.


Gadis itu ingin memuji kemampuan Zhou Shiyue, namun ia urungkan karena merasa gengsi. Tanpa berkata-kata ia pergi meninggalkan Zhou Shiyue yang kini dikeroyok oleh pasukkan musuh.


Disisi lain,


Orang-orang yang jaraknya jauh dengan ledakkan terjadi kini terlonjak kaget saat mendengar serangan dahsyat itu. Beberapa dari pasukkan musuh berharap bahwa itu adalah serangan yang dilakukan oleh pihak mereka. Namun ada juga yang merasakan firasat buruk saat mendengar ledakkan itu.


Tapi mereka kembali dikejutkan oleh lima orang misterius yang datang ke lokasi peperangan, lima orang itu sepertinya hampir menerobos ketahap Mahayana. Aapakah kekuatan seperti itu masih ada dibumi?


Bing Qiuran dan tetua sakte aliran putih lainnya menyipitkan matanya melihat lima orang misterius itu yang kini membunuh prajurti Kekaisaran Han yang jumlahnya ratusan orang dalam sekali serang.


Bing Qiuran sendiri mengakui kekuatannya bahkan tak mampu seperti itu.


“Mereka adalah Lima Ksatria Bayang dari negeri asing. Apa yang mereka lakukan?” Kaisar yang mengetahui sekilas tentang informasi itu, ia dapat menebak bahwa lima orang berpakaian hitam itu adalah Lima Ksatria bayang yang terkenal di Negeri asing.


“Gawat, pasukkan kita bisa langsung habis jika mereka ikut campur.” Ujar Jendral Keempat tak sengaja mendengar gumamman Kaisar.


“Kalian tahan mereka dulu, aku akan menghampiri lima orang itu untuk menyai maksud mereka.” Ujar Kaisar sambil melangkah mendekati lima orang itu.


“Jangan Yang Mulia!!!” Seru Jendral Keempat, Mye jIng Chen, dan Bing Qiuran bersamaan. Namun terlambat karena Kaisar sudah sampai ditempat lima orang itu.


“Apa maksud kalian ikut campur urusan kami?” Kaisar bertanya sambil mengerutkan kening.


“Tanya saja pada orang yang mengupah kami” ketus mereka, dan tanpa ragu menyerang Kaisar.

__ADS_1


Untung saja saja Kaisar sudah siap, jadi ia bisa menghindar dengan mudah.


“Kalau begitu jangan salahkan aku jika nanti mayat kalian tidak sampai dikampung halaman kalian.” ujar Kaisar menatap tajam mereka.


Pada akhinya Kaisar pun melawan lima orang itu sekaligus. Mereka bertukar puluhan jurus mematikan, Kaisar merasa terpojok karena dia yang masih di tahap suci harus melawan lima orang pendekar suci di level puncak. Apalagi energinya sudah terkuras saat bertarung melawan tiga pendekar suci sebelumnya.


“Jendral Keempat, kamu pergilah bantu Kaisar. Biar aku dan saudara Bing yang melawan tige pendekar suci ini.” Ujar Mye Jing Chen memerintah Zhou Shen Shi.


“Baiklah kalau begitu.” Jendral Keempat langsung meleset menuju tempat Kaisar.


“Jendral Keempat?” Kaisar mengernyitkan alisnya


“Hm? Tuan Mye Jing Chen yang menyuruhku.” Ujar Jendral Keempat menjawab kebingungan Kaisar.


“Apa dia Jendral di Kekaisaran ini? Kenapa lemah sekali?” sinis salah satu dari Lima Ksatria Bayang melirik Jendral Keempat yang saat ini merah padam.


“Ya, kekuatanku memang tidak setinggi kalian tapi kemampuanku tidak kalah hebat.” Ketus Jendral Keempat.


Kakak Zhou Shiyue itu lantas menyerang kelima orang itu dengan nafsu pembunuhan yang kuat seolah ia telah membunuh ribuan orang.


Kaisar tak tinggal diam melihat bawahannya menyerang ia juga ikut menyerang musuh. Dengan bantuan Jendral Keempat, Kaisar cukup merasa lebih santai meski belum bisa mengungguli pertarungan.


“Berbanggalah kalian karena dapat melihat jurus pamungkas Kstaria Bayang.” Ujar mereka dengan sombong.


“Cihhh” Jendral Keempat meludah


“Layakkah kalian berkata seperti itu? Cihh, tidak tau kemampuan.” Sinisnya lagi membuat kelima orang itu terprovokasi.


“Baiklah, kalau begitu rasakan ini.”


“Kagebusinnajutssuuuu!!!!!” mereka berlima menciptakan bayangan yang menyerupai mereka.


Kaisar dan Jendral Keempat mengernyitkan kening melihat jurus Lima Ksatria itu yang terasa asing. Jujur mereka baru melihat jurus seperti itu selama nafas mereka berhembus. Ini adalah pertama kalinya.


Yang tadinya hanya Lima Kstaria Bayang kini kelima orang itu menciptakan lima bayangan masing-masing orang. Artinya mereka semua berjumlah 30 orang dengan bentuk serupa penciptanya.


10 bayangan Ksatria Bayang itu maju menyerang Kaisar dan Jendral Keempat. Kedua pria yang sama-sama bergantung itu menyambut serangan mereka dan alahkah terkejutnya saat mereka berdua dihempaskan dengan mudah oleh 10 bayangan itu.


“Jangan bilang kalau kekuatan mereka sama!” Kaisar dan Jendral Keempat membelalakan matanya.

__ADS_1


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan 🤗🙏!!!


__ADS_2