
Enam hari kemudian…
Kota Yuhan benar-benar sangat ramai, setiap sudutnya dipenuhi dengan orang-orang yang melakukan persiapan untuk perayaan Festival Bulan Merah yang akan berlangsung esok hari.
Para warga dan pejabat di luar wilayah selatan juga sudah menampakkan diri. Begitu juga dengan Kaisar sebagai tamu terhormat, saat ini beliau sedang berada di mansion keluarga Jing untuk menginap selama berada di Kota Yuhan.
Sedangkan para warga sudah mempersiapkan segala kebutuhan selama acara. Khususnya tuan rumah, warga yang tinggal di Kota Yuhan kini sudah selesai menyiapkan panggung untuk pertunjukkan bakat.
“Sepertinya acara festival bulan merah tahun ini akan sangat ramai daripada tahun sebelumnya.” Bisik-bisk warga terdengar jelas ditelinga Zhou Shiyue yang sedang duduk santai disebuah kedai.
“Aku dengar bagi para pemenang yang akan mengikuti pertunjukkan bakat akan mendapat hadiah besar dari Yang Mulia.” Bisik-bisik warga lainnya.
“Semoga saja aku yang akan jadi pemenangnya.” Sahut warga lainnya.
‘Aku akui persiapan para warga memang luar biasa, bahkan Kaisar sendiri menjadi tamu istimewa.’ Batin Zhou Shiyue sambil melihat sekelilingnya.
“Tuan muda dan nona muda, bagi siapapun yang ingin mengikuti pertunjukkan bakat silahkan mendaftarkan diri terlebih dahulu.” Teriak seorang pria berdiri diatas panggung pertunjukkan bakat dengan pakaian khas kerajaan.
Mendengar perkataan pria tersebut, lekas saja semua warga yang ingin mendaftar mengerumuninya. Pendaftaran itu sudah beroperasi selama 2 jam namun masih banyak warga yang mengantri belum juga selesai.
“Aissh kenapa pertunjukkan bakat itu hanya boleh di ikuti oleh peserta yang berusia 15 sampai 20 tahun saja? Padahal aku ingin sekali mengikutinya.” Gerutu seorang pria dewasa dengan wajah masam.
“Ya benar, itukan namanya tidak adil. Tapi kalau memang begitu peraturannya aku tidak bisa memaksa.” Sahut warga lainnya.
Zhou Shiyue yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala menyaksikan kejengkelan orang tersebut.
__ADS_1
“Tuan muda, apa kau tidak berniat mengikuti pertunjukkan tersebut?” tanya bibi yang punya kedai.
“Aku tidak berminat bi” sahut Zhou Shiyue namun perkataannya malah di sahuti oleh pria muda berpakaian rapi yang berhenti didepannya.
“Ciihh, mana mungkin dia ikut bi. Pasti dia malu karena tidak memiliki bakat apapun” ucap pria muda itu dengan senyum mengejek, diiringi oleh tawa kedua temannya.
Awalnya Zhou Shiyue hanya mengabaikannya namun pria muda itu malah menggebrek meja yang ia tempati membuat Zhou Shiyue merasa jengkel.
“Aku tidak ada urusannya denganmu, tapi karena kau yang memilih menggangguku maka aku akan buktikan padamu! Jika aku menang kau harus berdandan seperti wanita dan berjalan ditengah arena pertunjukkan!” ucap Zhou Shiyue kepada pria muda itu, lalu ia berjalan ke tempat pendaftaran.
“Lihat betapa sombongnya cecunguk itu, lihat saja aku akan membuatnya malu dipertunjukkan itu!” ucap pria muda tadi dengan marah sambil berlalu pergi meninggalkan kedai, diikuti oleh dua orang kawannya.
Di lain tempat
Tiga partai sesat sedang melakukan pertemuan ditempat tersembunyi. Ryu Bai, Seoji Kun, dan Yi Hao setelah gugurnya putra mereka. Ketiga ketua partai itu berencana untuk membalaskan dendam para putranya. Apalagi Ryu Bai yang mengingat dengan jelas bagaimana kondisi Ryu Shi yang terlihat sadis.
Lalu setelah kematian Jing Zishu mereka akan mengincar Jing Shima sebagai sasaran kedua. Barulah saat keadaan disana tidak lagi stabil mereka akan turun langsung ke lokasi untuk menculik Kaisar.
Tak hanya itu, setelah mereka berhasil membawa Kaisar menjauh darisana mereka akan menyandera Kaisar dan menyuruh orang-orang dari aliran putih untuk tunduk di kaki mereka.
Saat semuanya terkendali, mereka akan mengendalikan seluruh rakyat kekaisaran agar tunduk terhadapnya. Dan yang terpenting adalah saat mereka membunuh Kaisar, mereka akan menguasai Kekaisaran dengan salah satu dari mereka yang akan menjadi Kaisar barunya.
Kembali ke posisi Zhou Shiyue
Sesudah mendaftarkan diri sebagai peserta pertunjukkan, Zhou Shiyue kembali ke penginapan untuk tidur sebentar karena ia tau besok ia tidak akan bisa beristirahat.
__ADS_1
Saat Zhou Shiyue tengah tidur ia merasa dirinya ditarik kesebuah tempat yang sangat aneh dan asing baginya.
Ditempat asing itu ia melihat pristiwa yang cukup menegangkan. Bagaimana tidak, ia melihat perang besar yang sedang berlangsung selama berhari-hari.
Banyaknya manusia yang jatuh ketanah dengan kondisi tragis itu terlihat sangat menjijikan, anyir itu membuat perutnya bergejolak ingin mengeluarkan seluruh isi perut.
Ia melihat seorang pria bersurai putih berjubah merah itu sedang berdiri ditengah banyaknya manusia. Pria itu membawa pedang yang berwarna biru menyala ditangannya. Bahkan mata pria itu terlihat penuh kekejaman dan kebencian.
Zhou Shiyue merasa familiar dengan pria bersurai putih itu, tapi ia tak dapat mengingat dimana ia pernah bertemu dengan pria itu. Namun entah mengapa ia merasa wajah itu sangat-sangat mirip dengannya.
Ia melihat Ling Xifeng juga ikut melawan beberapa orang musuhnya.
Ling Xifeng?
Ia merasa terperangah dah heran, kenapa ia bisa berada ditempat yang tidak ia ketahui ini. Bahkan saat melihat sang guru dengan mata sayu dan tubuh yang mulai melemah itu membuat dirinya merasa sakit.
Sampai akhirnya seseorang dengan tombak emas ditangannya menyerang gurunya dari arah belakang. Zhou Shiyue berteriak dengan sangat keras berusaha agar sang guru bisa mendengarnya. Namun Ling Xifeng tidak tergerak membuat tombak itu berhasil menembus punggungnya.
Zhou Shiyue saat ini ia tidak tahu harus melakukan apa? Ia hanya berharap apa yang ia lihat saat ini hanyalah mimpi buruk. Meski begitu air matanya tidak bisa ia tahan dan mengalir begitu derasnya.
Akan tetapi ia merasa ada yang aneh, kenapa guru melawan orang-orang yang memakai pakaian putih dan biru dan malah membela orang-orang dengan pakaian hitam? Ia sangat kenal dan benar-benar ingat bahwa orang-orang yang berpakaian hitam itu adalah mereka dari tiga partai sesat.
Pria berjubah merah dengan surai putihnya itu juga tampak memiliki aura gelap dalam dirinya. Zhou Shiyue tau itu meski hanya melihat pria itu dalam sekejap.
Dan hal yang membuat dirinya merasa paling aneh adalah ia melihat bayangan perempuan berwajah cantik, walau wanita itu sudah berumur sekitar 40 tahun tetapi tetap tidak memungkiri kecantikan yang tergambar dalam dirinya.
__ADS_1
Zhou Shiyue merasa sangat dekat dengan perempuan yang cantik bagaikan dewi tersebut, melihat mata biru yang dimilikinya itu mengingatkannya dengan Zhou Shen Shi, kakak pertamanya yang saat ini sedang mengapdi pada kekaisaran.
Maaf ya episode kali ini agak lambat dalam pengupdetan soalnya author juga harus ke gereja saat pagi🙏.