Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Pesta Pelantikan Zhou Lan( (S1)


__ADS_3

Pagi ini matahari bersinar sangat cerah, tiba sudah hari dimana pesta pelantikkan Zhou Lan diadakan. Satu perastu tamu mulai berdatangan, Zhou Lan memperlakukan mereka dengan sangat baik agar meninggalkan kesan yang baik.


Kaisar sebagai tamu istimewa, ia duduk di kursi kedua setelah Zhou Lan. Awalnya Zhou Lan meminta Kaisar untuk duduk dikursinya namun karena Kaisar menolak keras dan mengatakan tidak perlu, maka Zhou Lan hanya bisa menghembuskan nafas berat dan menganggukkan kepala.


Saat semua tamu sudah duduk dikursi yang disediakan, Zhou Lan mulai berbicara dan menyapa mereka.


“Selamat pagi saudara, terima kasih anda semua telah hadir di acara sederhana saya ini. Saya harap saudara sekalian bisa menikmati acara yang saya selenggarakan. Sekian, anda sekalian bisa menikmati jamuan sederhana acara ini.” Ujar Zhou Lan tanpa banyak kata.


Semua tamu mengangguk dan tersenyum melihat perlakuan baik dan sopan Zhou Lan. Beberapa juga menatapnya dengan kagum dan iri karena kebijakan dan sikapnya.


“Silahkan dinikmati Yang Mulia!” ujar Zhou Lan sambil membungkukkan badannya.


“Hm.” Kaisar menjawab sekenanya.


Sesi perjamuan sudah selesai, kini tiba saatnya menyampaikan beberapa pidato oleh pemilik acara.


“Terima kasih anda sekalian telah ingin menyantap jamuan saya yang sederhana ini. Disini saya bersyukur karena anda sekalian meluangkan waktu untuk hadir, tujuan saya menyelenggarakan acara tidaklah banyak. Yang pertama adalah untuk perayaan pelantikkan saya sebagai Walikota baru kota Yiheng. Lalu yang kedua saya ingin berkumpul dan meminta saran pada semua para tamu tentang sebagaimana cara menjadi pejabat yang baik di masyarakat.” Ujar Zhou Lan.


“Namun sebelum itu saya ingin meminta saran dari Yang Mulia Kaisar selaku pemimpin negeri kita.” Ujar Zhou Lan sambil menunduk kearah Kaisar tanda ia meminta Kaisar berbicara.


“Tidak banyak yang akan saya sampaikan, saya hanya memberi saran agar Tuan Zhou dan pejabat lainnya menjalankan tugas dengan baik dengan tulus tanpa ada niat jahat dibaliknya.” Ujar Kaisar singkat namun jelas beberapa pejabat mulai berbisik tanda merasa tidak nyaman dengan kalimat akhirnya, namun bagaimanapun mereka tidak punya hak untuk unjuk suara.


“Ehm, saya berterima kasih atas saran anda. Dan saya akan menjalankan sesuai aturan anda.” Ujar Zhou Lan dengan perasaan gugup.


“Baguslah” Kaisar menjawab dengan cuek.


“Terima kasih Yang Mulia. Dan para pejabat lainnya, kiranya bagaimana saran anda agar menjadi pejabat yang baik?” ujarnya lagi.


“Maaf sudara Zhou, saya pribadi hanya bisa menyarankan kalau menjadi pejabat yang baik adalah dengan bersikap adil kepada masyarakat, juga kita harus membantu mereka saat mereka meminta bantuan atau tidak meminta bantuan sekalipun.” Ujar Huang Yilan, Walikota Xudong di Wilayah Barat.


“Baik saudara Huang, saya akan menerapkan saran anda.” Ujar Zhou Lan dengan senyum kecil, dibalas anggukkan oleh Huang Yilan.


“Begitu juga dengan saya saudara Zhou, saya hanya bisa menyarankan pada anda kalau menjadi pejabat yang baik kita harus bisa mengerti dengan situasi dilingkungan masyarakat. Perlakukan mereka dengan baik dan jangan sekalipun membiarkan kejahatan terjadi dilingkungan mereka. Jika ada laporan tentang kasus perampokkan atau yang lain maka segera ditindakki agar masyarakat merasa tenang tanpa ada gangguan.” Ujar Jing Xima, ayah dari Jing Zishu yang tentunya berasal dari selatan.


“Saran anda saya terima dengan baik, terima kasih atas saran saudara Jing.” Ujar Zhou Lan dengan ramah.


“Kalau saya hanya bisa menyarankan agar anda bisa menyelesaikan semua masalah yang ada di masyarakat, yang terpenting hukum mereka yang berbuat onar.” Ujar Kwan Ran, Walikota di Wilayah Utara.


“Baik saudara Kwan, saya sangat setuju dengan anda. Tentu kita harus menyikapi mereka yang berbuat onar itu.” Ujar Zhou Lan yang dibalas anggukkan oleh pejabat lainnya.


Para tamu yang bukan pejabat hanya bisa menyimak dan mengangguk tanda mengerti. Meski beberapa dari mereka tidak mengerti apapun, tetap saja mereka mengangguk.

__ADS_1


“Terima kasih anda sekalian sudah memberikan saran untuk saya, terutama Yang Mulia yang memberikan saran yang patut diterapkan. Karena semua sesi acara telah selesai maka saya katakan bahwa acara telah selesai, tapi sebelum itu saya ingin memberi beberapa hadiah kecil untuk saudara sekalian. Saya harap anda sekalian bisa menerimanya dengan baik.” Ujarnya, ia melirik bawahhannya yang dibalas anggukkan oleh bawahannya itu.


Para pelayan memberikan masing-masing hadiah pada semua tamu. Semua hadiah ada didalam kotak persegi yang memang dibuat khusus. Setelah semua selesai, para tamu membuka kotak hadiah atas permintaan Zhou Lan.


“Pasti mereka akan senang.” Ujar Zhou Lan dengan pelan saat para tamu mulai membuka kotak hadiah.


“Apa-apaan ini?”


“Kenapa ada bercak darah dengan sebuah pisau didalamnya?”


“Apa Zhou ini ingin mengancam kami?”


“Apa dia berniat buruk?”


“Ini penghinaan!!!”


Para tamu mulai berteriak marak saat melihat isi kotak hadiah. Zhou Lan yang melihat itu merasa terkejut setengah mati, jantungkan sudah berdegup kencang karena panic.


Ia yang tidak percaya mencoba melihat isi kotak hadiah dari tamu yang berada paling dekat dengannya, betapa terkejutnya ia saat melihat darah dengan pisau yang berlumuran darah.


“Inii… Ini semua tidak seperti yang anda sekalian kira. Ini kesalahan, ada yang sengaja menghancurkan acara saya, Mohon anda sekalian tidak salah paham.” Ujar Zhou Lan berteriak panic mencoba menenangkan para tamu.


“Ini tidak bisa dimaafkan, dia menghina Yang Mulia.” Ujar salah satu tamu.


“Benar, mari hukum dia.” Teriak para tamu lainnya dengan marah.


“TIDAK, INI TIDAK SEPERTI YANG KALIAN BAYANGKAN!” Zhou Lan semakin berteriak, ia panik dan bingung dengan apa yang terjadi.


“Ini pasti ulah anak itu, dia kembali membalas dendam.” Zhou Lan mulai menyalahkan Zhou Shiyue karena dipikirannya hanya ada anak itu saat ini.


“Siapa yang kau maksud? Siapa yang membalas dendam?” para tamu semakin marah saat melihat Zhou Lan mulai menuduh orang lain.


“Dia Zhou Shiyue, anak itu. Dia disana!” Zhou Lan menunjuk seorang pemuda yang kini berjalan dengan langkah santai kearahnya. Namun tatapannya mulai tidak nayaman saat melihat pasukkan istana berjalan dibelakangnya.


“Tangkap pria itu!” Zhou Shiyue memerintahkan.


“Baik.” Mereka semua mengagguk dan mulai mendekati Zhou Lan, untuk menangkap pria tua itu.


“Tidak! Apa yang kalian lakukan?” Zhou Lan mulai membernontak dan berteriak.


“Ayaahh!!! Zhou Shiyue apa yang coba kamu lakukan!!!” Zhou Li mulai berteriak marah, ia mendekati Zhou Lan mencoba menghalai para pasukkan istana.

__ADS_1


“Abaikan mereka!” ujar Zhou Shiyue dengan tatapan dingin.


Pasukkan istana menerobos Zhou Li hingga membuatnya pria itu tersungkur, ia berdiri dibantu seorang gadis cantik yang sangat dikenali Zhou Shiyue.


“Nana?” ujar Zhou Shiyue.


“Kak Shiyue, apa yang coba kamu lakukan? Kenapa kamu ingin menangkap ayah?” Zhou Nana berbicara dengan nada tidak suka.


“Dia telah melakukan banyak kejahatan dan tipuan, dia harus ditangkap dan diselidiki.” Ujar Zhou Shiyue menjelaskan.


“Tidak, jangan tangkap ayahku.” Ujar gads itu.


“Kalu begitu maaf jika aku bersikap keras.” Ujar Zhou Shiyue kembali datar, ia memerintah pasukkan itu untuk segera membawa Zhou Lan pergi ke penjara.


Zhou Lan pun askhirnya hanya bisa pasrah dengan tatapan marah kearah Zhou Shiyue yang menatapnya dingin.


“Maaf semuanya jika saya bertindak disaat acara berlangsung, lagipula dia telah berbuat banyak kejahatan dan tipuan. Dia harus segera ditangkap.” Ujarnya menjelaskan pada para tamu yang menatapnya dengan tatapan bingung.


“Saudara Shiyue? ” Jing Zishu menerbosos kerumunan untuk menghampirinya.


“Jing Zishu? Iya ini aku.” Zhou Shiyue menjawab dengan ramah, ia memeluk singkat kawannya itu.


“Kenapa kamu menangkap tuan Zhou?” tanya pemuda itu penasaran.


“Semua tindakkannya akan diketahui nanti setelah penyelidikkan, namun semua bukti sudah ditangan petugas yang berwenang. Dia pasti akan dihukum.” Ujar Zhou Shiyue menjelaskan.


“Kak Shiyue? Kenapa kamu tega melakukan ini pada kami?” ujare Zhou Nana dengan lemah


“Kalian tidak mengerti apapun, kelak kalian akan tau yang sebenarnya.” Ujar Zhou Shiyue singkat sambil melirik adiknya itu meski sebenarnya dia ingin sekali menghampiri gadis itu dan memluknya dengan erat.


“Shiyue?” Kaisar menghampirinya dan menepuk pundaknya.


“Ceritanya panjang, nanti akan aku jelaskan di istana. Untuk sekarang sebaiknya anda kembali ke Istana. Karena kemungkinan besar kediaman Zhou ini tidak lama lagi akan ditutup.” Ujar Zhou Shiyue.


“Baik, aku tunggu penjelasanmu.” Ujar Kaisar, ia berjalan melewati Zhou Shiyue diiringi dengan Jendral Ketiga dan Jendral Keempat yang saat ini hanya bisa menepuk pundak adiknya itu.


Para tamu yang masih penasaran dan terkejut dengan apa yang terjadi kini hanya bisa pergi ke wilayah masing-masing setelah Zhou Shiyue menyarankan mereka.


Kejadian hari ini cukup mengejutkan dan sungguh berada diluar dugaan. Hadiah Zhou Shiyue benar-benar tidak bisa diprediksi.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan🤗🙏 !!!

__ADS_1


__ADS_2