Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Festival bulan merah IV (S1)


__ADS_3

Haii guys 🤗🤗!!!


Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!


Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!


Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…


 


Happy Reading!!!


 


Malam ini akan di adakan penilaian dari seluruh peserta yang sudah tampil untuk menentukan pemenang semantar yang nanti akan bersaing dengan pemenng sementara dari jenis seni beladiri.


 


Malam hari pun tiba.


 


Kali ini para peserta kembali hadir untuk mengetahui peserta yang jadi pemenang sekaligus melakukan penilaian dari juri untuk para peserta.


 


“Selamat malam semuanya, tanpa basa-basi saya akan mengumumkan urutan acara malam ini. Pertama kita akan mengadakan penilaian dari para juri pada peserta yang sudah tampil. Lalu kedua kita akan menilai ulang dari tiga peserta terbaik yang sudah tampil. Ketiga adalah pemberian hadiah untuk pemenang sementara. Setelahnya baru acara pulang hehe ” ujar si pembawa acara dengan penuh semangat bahkan ada candaan dibagian akhir kalimat membuat para penonton tertawa renyah.


 


Catatan:


 


Jadi saat para peserta menampilkan bakat mereka, para juri yang berjumlah 10 orang akan menilai mereka. Setiap juri akan memberikan angka 1-10 sesuai kemampuan para peserta.


 


“Baik saya akan memulai acar pertama ya! Peserta pertama yang bernama Lili  mendapatkan nilai 78.” Ujar pembawa acara yang disambut tepuk tangan oleh para penonton.


 


“Peserta kedua mendapat yang bernama Cheng You mendapatkan nilai 77. ”


 


Pria pembawa acara terus menyebutkan nilai-nilai para peserta yang sudah tampil sampai waktunya giliran nilai Song Jixi.


 


“Untuk tuan putri mendapatkan nilai 89.” Ujarnya membuat Song Jixi tersenyum manis mendengarnya begitu juga dengan Kaisar Song Ji Lian yang langsung mengusap pucuk kepala anaknya dengan penuh kasih membuat para penonton terharu melihatnya.


 


“Peserta ke 77 atau tuan muda Jing Zishu mendapatkan nilai 97.” Ucapan si pembawa acara tentu membuat semua orang membelalakan mata karena kaget.


 


“Apa. 97? Itu sama saja dengan nilai sempurna.”


“Luar biasa, aku yakin dia pasti jadi pemenangnya.”


“Memang nilai yang layak, aku akui tuan muda kedua memang layak menjadi pemenang”


 


Para warga kembali berseru dan mengeluarkan isi hati mereka masing-masing, mengangumi Jing Zishu dengan terang-terangan.


 

__ADS_1


Pria pembawa acara terus menyebutkan nilai-nilai para peserta sampai sudah mencapai nomor 90.


 


“Peserta ke 90 atau dua gadis cantik permandian air panas mendapat nilai 86.” Ujarnya.


 


“Wahh nampaknya dua gadis itu akan masuk ke pemilihan selanjutnya.”


“Ku akui tarian mereka memang memukau”


 


Lagi-lagi bisikan warga kembali terdengar. Namun tak bisa menghentikan si pembawa acara untuk membacakan nilai-nilai peserta selanjutnya. Beberapa menit kemudian barulah peserta terakhir yang akan disebutkan nilainya.


 


“Peserta ke 100 atau tuan muda Chong Yojin mendapat nilai 99.” Ujarnya membuat semua orang kembali berdiri menunjukan ketegangan.


 


“Apa? Chong Yojin? Kapan dia tampil?”


“Kenapa bisa dia mendapat nilai yang hampir sempurna?”


“Siapa dia?”


“Pemuda ini, kapan dia tampil?”


“Apa bakatnya?”


 


Kali ini seruan para warga menunjukan ketidak senangan sebab mereka merasa tidak pernah melihat penampilan dari pemuda yang bernama Chong Yojin ini.


 


 


Namun para warga menolak penejelasan dan meminta klarifikasi atas kesalahan yang dibuat oleh pengatur acara. Walaupun bukan mereka yang tampil tapi mereka juga merasa sangat marah atas ketidak adilan dalam acara. Apalagi para peserta yang sudah menampilkan bakat mereka, tentu saja mereka merasa tidak adil.


 


Kaisar yang melihat itu angkat bicara membuat semua orang diam dan mendengarkannya dengan patuh.


 


“Maaf sebelumnya jika saya mengganggu anda semua, saya disini hanya mengatakan bahwa Chong Yojin ini memang sudah menunjukan bakatnya bahkan saya pribadi ikut menonton.” Ujar Kaisar membuat seluruh warga bungkam dan hanya mengangguk menerima fakta.


 


Tapi wajah Kaisar menunjukkan adanya amarah yang ia pendam. Zhou Shiyue yang berada ditengah keramaian merasa yakin bahwa ada yang tidak berse dalam acara ini. Tapi seingatnya ia pernah mendengar nama Chong Yojin ini.


 


“Bukankah Chong Yojin ini adalah pria sombong yang menghampiriku di kedai waktu itu? Aku dengar teman-temannya memangil dia tuan muda Chong.” Gumamnya pelan sambil menerawang mengingat-ingat waktu dikedai saat ia diganggu tiga orang pria waktu itu.


 


“Benar, dia memang orang yang menggangguku waktu itu. Hahaa ternyata dia bermain curang untuk jadi pemenang.” Zhou Shiyue tertawa kecil mengingat kelicikan musuh kecilnya.


 


“Baiklah, kalau dia mulai bermain maka aku akan mengajarinya jadi pemain yang sesunguhnya.” Ujarnya sambil tersenyum penuh arti.


 


Acara kedua pun dimulai, waktunya pemilihan pemenang sementara. Peserta yang dipilih yang pertama tentu saja Chong Yoji, lalu Jing Zishu, dan terakhir adalah putri Song Jixi.

__ADS_1


 


Ketiga peserta diminta untuk naik ke atas panggung. Chong Yojin yang daritadi berdiam diri kini naik keatas panggung membuat semua penonton menatap sinis kearahnya. Bahkan Jong Zishu yang terbilang ramah saja menatap tidak suka kearahnya bukan merasa tersaingi, hanya saja ia merasa pria disampingnya itu tidak layak sama sekali.


 


Waktunya pemungutan suara. Disana ada tiga peti kosong(bukan peti mati). Setiap warga diminta untuk memasukin koin perunggu ke dalam peti yang sudah di tuliskan nama tiga peserta disetiap masing-masing peti kayu.


 


Semua warga agak bingung antara memilih Jing Zishu atau Song Jixi. Tanpa memandang kedudukan siapa yang lebih tinggi, mereka hanya memilih sesuai kemampuan mereka jadi para warga memilih Jing Zishu dengan rela hati. Tapi ada juga yang memilih Jing Jixi karena menyukai instrument musiknya.


 


Tak ada satupun warga yang memasukan koin ke dalam peti yang dinama Chong Yojin. Tentu saja itu karena tak suka dengan pemuda tersebut.


 


Namun anehnya raut wajah Chong Yojin tampak tenang dan santai membuat semuanya merasa aneh.


 


Sampai tiba waktunya untuk melihat suara yang paling banyak dari tiga peti.


Beberapa saat setelah dihitung.


 


Si pembawa acara mengernyit heran dan merasa ada yang salah, ia ingin mengatakan ada kesalahan yang terjadi namun saat melihat raut wajah para juri ia gemetar ketakutan karena merasa ada tekanan yang membuatnya sesak nafas.


 


Sampai pria pembawa acara itu mengerti situasi dan benar-benar paham dengan apa yang harus ia lakukan akhirnya hanya bisa menghela nafas berat.


 


“Pemangnya adalah Chong Yojin.” Sontak perkataannya membuat semua orang naik darah dan ingin memukuli pembawa acara yang mereka anggap tidak waras karena salah dalam penilaian.


 


“APA? TIDAK MUNGKIN!”


“PEMUDA ITU PEMENAGNYA?”


“AKU TIDAK PERCAYA, AKU TIDAK TERIMA INI!”


“MENDAPAT NILAI 99 SAJA AKU SUDAH GERAM APALAGI SAMPAI JADI PEMENANG? ASTAGAA”


“DASAR SIALAN, APA DIA TIDAK LIHAT JELAS-JELAS TIDAK ADA YANG MENDUKUNG PRIA TAK TAU DIRI ITU”


 


Kali ini seruan para warga bertambah nyaring dan ada kemarahan terkandung didalamnya membuat si pembawa acara dan Chong Yojin harus menyingkir dari panggung takut akan lemparan sandal para warga.


 


“Yah mau bagaimana lagi? Bahkan yang seseorang yang cukup berkuasa tidak bisa melakukan apa-apa” lirik Jing Zishu kearah Song Jixi yang saat ini memperhatikan amarah warga.


 


Pada akhirnya perjuangan para peserta yang sudah tampil sia-sia karena dikalhakan oleh orang yang bahkan tampil saja tidak.


 


Semua penonton dan peserta membubarkan diri, tidak mau lagi melihat acara pemberian hadiah yang harusnya dilaksanakan bahkan meski Kaisar sendiri yang meminta mereka. Saat ini para warga hanya berharap jika esok hari saat pertunjukkan bakat jenis seni beladiri tak ada lagi kecurangan.


 


Zhou Siyue pergi ke penginapan dengan wajah kusam, ia benar-benar tak suka dengan pemuda yang bernama Chong Yojin ini. Dalam hati ia menyimpan berbagai kata cacian untuk pria itu. Kali ini ia akan berusaha sebaik mungkin agar jadi pemenang dan membalas ketidak adilan pemuda curang itu. Dia akan membuktikan bahwa yang curang tidak akan selamanya jadi pemenang.

__ADS_1


 


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan🙏🙏 !!!


__ADS_2