Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Melanjutkan perjalanan (S1)


__ADS_3

 


Zhou Shiyue keluar dari kamar Huang Ran. Sontak semua orang yanfg menunggu diluar langsung menghampirinya.


 


“Bagaimana dengan putraku?” tanya Huang Yilan dengan wajah penuh harap.


 


Zhou Shiyue menunjukkan wajah datar tetapi ia menyahut.


 


“Dia akan segera sadar dan racun dingin telah hilang sepenuhnya.” Ujar Zhou Shiyue.


 


“Hah? Benarkah??? Syukurlah.” Seluruh keluarga Huang menunjukkan wajah bahagia mendengar kabar tersebut.


 


“Ya.” Sahutnmya seadanya.


 


Huang Yilan tentu langsung memperlakukan Zhou Shiyue secara hormat bahkan pria itu membawa Zhou Shiyue ke ruang santai yang biasanya hanya bisa dihadiri oleh keluarga Huang saja.


 


Semua orang telah duduk di bangku masing-masing dengan Zhou Shiyue yang duduk di samping Huang Yilan.


 


“Entah bagaimana caranya saya membalas budi saya akan tetap melakukan apa yang kamu inginkan, selagi kamu ada disini kami sangat berterima kasih atas kebaikanmu.” Ujar Huang Yilan yang hanya dibalas anggukkan singkat oleh Zhou Shiyue.


 


“Jadi, bagaimana cara kami bisa membalas budi?” tanya salah satu perempuan dewasa yang merupakan sepupu dari Huang Ran.


 


“Seperti yang kalian janjikan dipengumuman itu” jawab Zhou Shiyue terus terang karena tujuannya menyembuhkan Huang Ran adalah untuk mendapatkan dua inti Kristal hewan roh suci itu.


 


“Pertama kami memang akan memberikan hadiah yang sudah diumumkan, tapi aku rasa hadiah itu tidak cukup untuk timbal balik kebaikanmu.” Ujar Huang Sun, paman Huang Ran.


 


“Ya, aku setuju dengan pendapat kakak.” Sahut Huang Yilan yang juga diangguki oleh anggota keluarga yang lain.


 


“Kalau kalian memaksa sebaiknya terserah apa pendapat kalian. Aku akan menerima apapun” jawabnya dengan enteng, toh ia juga tidak naïf karena hadiah yang memang harusnya ia dapatkan.


 


“Baiklah” jawab keluarga itu.


 


Zhou Shiyue meminta ruangan untuk beristirahat di kediaman Huang, tentu seluruh keluarga Huang itu menyediakan tempat yang layak untuknya. Ia diperlakukan seperti tamu terhormat di rumah tersebut.


 


Keesokkan paginya.


 


Zhou Shiyue mendengar suara rebut-ribut diluar kediamannya dan itu sangat mengganggu dan membuatnya terpaksa bangun lalu mendatangi keributan itu.


 


“Ternyata itu karena Huang Ran” ujarnya sambil bersedekap dada dan menyenderkan punggungnya di dinding.


 


“Heii nak kemarilah” panggil Huang Sun saat tak sengaja melihat Zhou Shiyue.


 


Zhou Shiyue mendekati keluarga yang sedang berbahagia itu. Ia disambut dengan hangat dan dipersilahkan untuk duduk.


 


“Ran’er, dia adalah orang yang menyelamatkan nyawamu. Beri salam.” Huang Yilang memberitahu putranya yang saat ini menatap kearah Zhou Shiyue.


 

__ADS_1


“Terima kasih” ujar Huang Ran dengan nada malas membuat semua orang yang ada diruangan menatapnya penuh keheranan.


 


“Ehm, maafkan anak ini. Dia memang begitu” ujar Huang Yilan dengam senyum tak enak hati menatap Zhou Shiyue.


 


Zhou Shiyue tidak bereaksi, wajahnya masih terlihat datar dan malas.


 


“Tidak masalah, kebetulan aku juga ingin kembali melanjutkan perjalanan” uajrnya.


 


“Kenapa terburu-buru?” Huang Yilan bertanya menatap hangat Zhou Shiyue.


 


“Bukan terburu-buru, hanya tidak ingin membuang-buang waktu saja” ujarnya sambil melirik Huang Ran yang mengerutkan kening.


 


“Ehm, untuk sikap putraku yang tadi tolong jangan diambil hati.” Huang Yilan yang seolah merasa bahwa tamunya itu tersinggung oleh perkataan anaknya, ia kembali meminta maaf.


 


“Tidak masalah” sahutnya.


 


“Sudahlah Yilan, jika dia ingin melanjutkan perjalanan sebaiknya kita tidak menahannya lagi. Dia juga memiliki urusannya sendiri” ujar Huang Sun menengahi.


 


“Baiklah, oh ya anak muda namamu siapa dan kau berasal dari mana?” tanya Huang Yilan


 


“Panggil saja Shiyue, aku pendekar kelana tidak memiliki kediaman.” Jawab Zhou Shiyue seperti biasa saat ada orang yang menanyakan asal usulnya.


 


“Baiklah nak, sekarang kamu bisa ikut aku.” Huang Yilang meminta Zhou Shiyue untuk mengikutinya.


 


 


“Ini adalah hadiah yang aku janjikan, di dalamnya juga ada beberapa tambahan hadiah yang diberikan oleh keluarga Huang. Semoga kamu bisa menerima hadiah yang tidak seberapa ini.” Ujar Huang Yilan sambil menyerahkan sebua kotak besar yang isinya penuh harta berharga,


 


Zhou Shiyue hanya mengangguk dan tanpa malu ia langsung menyimpan hadiah itu ke dalam ruang penyimpanan.


 


Huang Yilan hanya tersenyum getir saat melihat kotak besar itu hilang tiba-tiba, Ia tau bahwa pemuda didepannya sudah menyimpannya di ruang penyimpanan.


 


“Sekarang kalau sudah tidak ada urusan yang perlu aku bantu, maka aku akan segera pergi” ujarnya terus terang.


 


“Aku tidak akan menahanmu lagi nak, tapi aku harap kelak kamu bisa berkunjung kemari. Rumah ini akan selalu terbuka lebar untukmu.” Ujar Huang Yilan dengan tulus sambil tersenyum hangat membuat hati Zhou Shiyue tersentuh meski masih menunjukkan raut wajah datar.


 


“Hm” jawabnya, lalu iapun diantar oleh Huang Yilan keluar dari mansion.


 


“Semoga anak itu baik-baik saja” Ujar Huang Yilan sambil melambaikan tangannya saat Zhou Shiyue sudah pergi menjauh dari mansion keluarga Huang itu.


 


Satu minggu kemudian.


 


“Hm, sepertinya aku sudah sampai diwilayah utara kekaisaran.” Gumam Zhou Shiyue saat matanya tertuju pada pemandangan bersalju didepannya.


 


Zhou Shiyue merasakan energi dingin yang sangat kuat di tempat penuh salju itu, rasanya sangat dingin hingga menusuk kulit. Mungkin karena dirinya baru pertama kali menginjak tempat bersalju.


 

__ADS_1


“Bagaimana penduduk utara bisa hidup ditempat seperti ini?” gumamnya mengerutkan kening.


 


“Sebaiknya aku mencari kolam es abadi itu dulu” gumamnya lagi tetapi saat mengingat naga hijau ia memiliki ide yang cemerlang.


 


BLAKK..


 


“Auwwh..” naga hijau yang mengecilkan tubuhnya menjerit kesakitan saat Zhou Shiyue tiba-tiba mengeluarkannya dari cincin penyimpanan dan menjatuhkannya.


 


“Ehm, maaf aku tidak sengaja” ujar Zhou Shiyue sebelum naga hijau itu marah apalagi mengingat tempramen naga hijau yang buruk.


 


“Maaf kepalamu, kalau mau mengeluarkanku bilang dong.” Ujar naga hijau protes.


 


“Iya iya” Zhou Shiyue hanya memutar bola mata jengahnya mendengar ocehan naga itu.


 


“Jadi kenapa kau memanggilku?” ujar naga itu dengan ketus.


 


“Itu, aku hanya mau bertanya apa kau tau sesuatu tentang kolam es abadi?” tanyanya to the point.


 


“Ya, itu adalah di benua utara” ujar naga hijau


 


“Benua utara? Aku tidak pernah mendengar itu” Zhou Shiyue mengernyitkan keningnya.


 


“Mungkin di era sekarang sudah bukan lagi benua, intinya kolam itu ada di tempat bersalju” ujar naga hijau, tapi Zhou Shiyue melihat raut bingung diwajah naga itu.


 


“Apa kita di benua utara?” tanya naga hijau itu dengan ekspresi penasaran.


 


“Ya anggap saja begitu meski tempat ini bukanlah benua melainkan hanya bagian dari suatu wilayah kekaisaran.” Ujar Zhou Shiyue.


 


“Tidak salah lagi, di dunia manusia hanya ada satu tempat atau wilayah yang dipenuhi dengan salju .” ujar naga itu dengan bibir mengambang.


 


“Kau terlihat senang, memang ada apa dengan tempat ini?” tanya Zhou Shiyue saat melihat perubahan wajah naga itu.


 


“Tidak ada apa-apa, hanya teringat masalalu saja saat aku bertarung melawan rekanku di wilayah ini” ujar naga


 


“Ohh ternyata nostalgia” ujar Zhou Shiyue


 


“Anggap saja begitu, oh ya apa kau ingin pergi ke kolam es abadi itu?” tanya naga itu.


 


“Ya, aku ingin menyelesaikan salah satu urusanku disana. Apa kau tau tempatnya?” tanya Zhou Shiyue.


 


“Ya aku tau, cepat naik aku akan mengantarmu.” Naga hijau merubah wujudnya menjadi besar seperti semula dan meminta Zhou Shiyue untuk naik.


 


Zhou Shiyue menurut dan langsung naik ke atas punggung naga hijau. Mereka pun meleset dengan cepat, Zhou Shiyue yang berada diatas naga itu merasa pusing ia tak mengira bahwa naga itu terbang secepat kilat.


 


‘naga sialan!’ kutuknya dalam hati.

__ADS_1


 


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


__ADS_2