
Zhou Shiyue setelah menyelesaikan urusannya berendam di gunung api abadi dan kolam es abadi, ia singgah di tempat sunyi yang memiliki pemandangan indah beserta air terjun.
Kali ini ia memutuskan untuk menyerap inti kristal hewan roh untuk menerobos ke tahap suci dengan bantuan tiga naga pengikutnya.
Zhou Shiyue pada akhirnya bisa menerobos ke tahap suci tahap pertama. Setelah berhasil menembus tahap suci Zhou Shiyue benar-benar merasa banyak perubahan pada dirinya.
Setelah berendam di kolam es waktu itu, ia mendapatkan aura naga dengan mata birunya yang mampu mengunci pergerakan lawan atau biasa disebut dengan totokan pergerakan lawan.
Ia juga memiliki tubuh kebal dengan energi dingin ditubuhnya.
Lalu saat ia berendam di lahar api, ia juga memiliki energi api abadi yang paling panas dan tak ada yang bisa menandinginya.
Dan sekarang setelah ia menerobos ke tahap suci ia akan bisa berlatih teknik kelanjutan dari teknik pedang naga yang sebelumnya tidak bisa ia latih.
"Akhirnya aku bisa melanjutkan teknik pedang naga" Ujar Zhou Shiyue dengan senyum tipis dibibirnya.
"Itu berkat bantuan kami" Ujar naga hijau dan merah dengan senyum bangganya.
"Aku akui pencapaian ku memang berkat kalian, dan kali ini aku berterima kasih!" Ujarnya dengan tulus.
"Tidakkah kalian berdua terlalu berlebihan? Pencapaiannya berkat usahanya sendiri." Ujar naga putih menatap dua naga di sampingnya.
"Biar saja, anak langit juga mengakuinya. Bukankah begitu?" Sahut naga hijau melirik Zhou Shiyue.
"Hm"
"Sekarang kalian pergi bermain saja, aku mau berlatih" Usir Zhou Shiyue.
"Kami ini naga bagaimana bisa bermain?" Para naga itu menyahut protes.
"Ya, terserah kalian mau apa" Jawabnya cuek sambil berjalan menuju tepi air terjun.
Zhou Shiyue mengeluarkan kitab teknik pedang naga, ia langsung membuka kitab tersebut dan meneliti dengan benar isi teknik tahap kelima.
Zhou Shiyue langsung memperagakan jurus kelima yang isinya adalah 'jurus amukan pedang naga langit', Zhou Shiyue akui jurus itu benar-benar sesuai dengan namanya. Dampak dari jurus itu mampu menghancurkan benda sekitar hanya dalam satu kali serang.
"Pantas saja syaratnya melatih teknik ini harus ditahap suci, ternyata energi yang digunakan sangat banyak dan hasilnya jauh diluar nalar." Gumam Zhou Shiyue sambil menggelengkan kepala merasa kagum.
"Bagaimana jadinya jika aku menggunakan pedang naga juga? Apa hasilnya jauh lebih dahsyat?" Zhou Shiyue bergumam dengan penasaran.
Zhou Shiyue terus berlatih selama berhari-hari, terkadang ia juga membaca kitab dewa obat untuk memperluas pengetahuannya.
__ADS_1
"Anak langit kemarilah!" Panggil naga hijau pada Zhou Shiyur karena memang naga hijau itu saja yang menyebutnya anak langit.
"Kenapa?" Tanya Zhou Shiyue merasa terganggu karena tadi ia sedang melatih teknik ke tujuh pedang naga.
"Sebenarnya ras kami memiliki satu rahasia yang tidak diketahii oleh ras manusia dan lainnya" Ujar naga hijau itu membuat Zhou Shiyue mengernyit penasaran.
"Apa itu?" Tanyanya
"Kami bisa menjadi roh pusaka, jika kami masuk ke dalam sebuah pusaka maka kekuatan kami juga akan menjadi satu dengan pusaka tersebut bahkan energi pusaka yang dihasilkan akan lebih dahsyat daripada pusaka itu sendiri" Ujar naga hijau.
"Lantas?"
"Kami bisa masuk ke dalam pedang naga dan kekuatan kami akan bersatu dengan pedang naga, tapi saat kau atau seseorang menggunakan pedang naga maka energi untuk menggunakannya juga lebih besar. Tentu untuk pendekar setingkat suci belum cukup mampu mengalirkan energi yang besar untuk mengendalikan pedang naga dengan perpaduan kekuatan kami." Ujar naga putih menimpali.
"Kenapa kalian memberitahukan rahasia ras kalian?" Tanya Zhou Shiyue.
"Ya barangkali suatu saat kau mengalami keadaan genting yang tidak bisa kau selesaikan sendiri atau bahkan dengan pedang nagamu, kelak kau bisa menggunakan kami juga" Ujar naga merah menyahuti.
"Aku hanya berharap agar tidak berada di kondisi seperti itu" Ujar Zhou Shiyue.
"Semoga saja, tapi siapa tau tentang keadaan dimasa depan? Tak ada yang tau bukan? Jadi cukup ingat informasi yang kami berikan" Ujar naga putih dibalas anggukan oleh Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue kembali berlatih namun sesaat ia memikirkan perkataan para naga itu. Apakan suatu saat ia akan berada dikeadaan genting bahkan saat ia menggunakan pedang naga yang konon katanya adalah kekuatan legenda.
"Bagaimana aku bisa lupa tentang rencana besar sakte aliran putih itu?"Zhou Shiyue merutuk bodoh dirinya ditengah perjalanan menuju Beijing, pusat Kekaisaran Han tempat Istana Kekaisaran Han berdiri.
Deantar oleh naga hijau melalui jalur udara tentu akan mempersingkat waktu. Hanya dalam beberapa menit ia diturunkan di daerah tanah lapang yang sunyi. Tentu saja karana jika ada orang yang tau mengenai naga maka akan sangat kacau.
Setelah naga hijau masuk ke dalam ruang penyimpanan, Zhou Shiyue melanjutkan perjalananya menuju istana menggunakan Yuko.
Beberapa puluh menit kemudian Zhou Shiyur tiba do kota Beijing, ia segera menuju istana tanpa menunda waktu lagi.
Sesampainya diistana dua orang penjaga gerbang mencegatnya namun saat Zhou Shiyue mengeluarkan tanda identitas yang diberikan Kaisar waktu itu, dua penjaga gerbang langsung merubah sikapnya dan langsung mengantar Zhou Shiyue ke tempat Kaisar yang kebetulan ada di gazebo di taman belakang.
" Lama tidak bertemu Shiyue, seperti yang kuharapkan kau berkembang dengan pesat" Ujar Kaisar menyapa.
"Lalu Kaisar? Apa kegiatan Kaisar hanya duduk digazebo saja setiap harinya?" Zhou Shiyue menyahut dengen sedikit senyum dibibirnya.
"Hei, kenapa kau tidak sopan?" Gadis cantik disamping Kaisar merasa marah melihat sikap Zhou Shiyue.
"Biarkan saja dia, sebaiknya kau tidak ikut campur dengan perbincangan kami. Pergilah ke tempat ibumu" Ujar Kaisar mengusir putri Song Jixi.
__ADS_1
"Hais, baiklah" Song Jixi pergi dengan wajah masam.
Zhou Shiyue hanya menatapnya dengan dingin saat putri itu sengaja menyenggol pundaknya.
"Haha gadis itu memang pemarah" Kaisar hanya menertawakan putrinya saat putrinya dengan sengaja menyenggol pundak Zhou Shiyue.
"Andai bukan putrimu" Ujar Zhou Shiyue
"Kalau bukan? mau menikahinya?" Sahut Kaisar membuat Zhou Shiyur menunjukkan wajah cuek.
"Aku pasti akan menendangnya" Ujar Zhou Shiyue merasa jijik tetapi Kaisar malah terkekh saat putrinya diejek.
"Lupakan soal dia, apa yang membuatmu mengunjungiku?" Tanya Kaisar.
"Aku kesini ingin memberitahukan hal penting, tapi terserah padamu mau percaya atau tidak." Ujar Zhou Shiyue.
"Memangnya apa yang membuatmu tidak yakin aku akan percaya?" Kaisar bertanya dengan penasaran.
"Hm, jadi....." Zhou Shiyue menceritakan tentang obrolan dua orang pendekar aliran putih di hutan waktu itu mengenai rencana sakte aliran putih.
"Informasi ini. Aku cukup ragu tetapi aku juga tidak bisa menganggapnya remeh karena bagaimanapun hal ini berkaitan dengan masadepan Kekaisaran" Ujar Kaisar, ada kejutan di wajahnya yang tak bisa ia tutupi.
"Lantas apa yang akan kau lakukan?" Tanya Zhou Shiyue.
"Untuk sekarang aku akan diam, tapi bukan berarti aku tidak bertindak. Aku akan memberitahukan masalah ini pada para jendral namun aku tidak akan langsung menuduh orang-orang itu. Paling tidak aku harus mengumpulkan bukti dan bersiap untuk menerima serangan mereka kapan saja." Ujar Kaisar berkata dengan tegas.
Itulah yang dikagumi Zhou Shiyue dari pemimpin Kekaisaran ini, Kaisar Song Ji Lian sangat bijaksana dan bisa memutuskan suatu yang sulit.
"Aku sangat berterima kasih atas apa yang kau beritahu, hanya saja aku minta rahasiakan hal ini dari orang luar. Cukup kau dan aku juga para jendral yang mengetahuinya." Ujar Kaisar menatap Zhou Shiyue dengan serius.
"Tentang saja, aku akan merahasiakan hal ini" Ujar Zhou Shiyue.
"Oh ya, apa boleh aku bertemu Jendral Zhou Shen Shi?" Tanya Zhou Shiyue membuat Kaisar menatapnya dengan tanda tanya.
"Dia kakakku" Ujar Zhou Zhiyue menjelaskan tanpa menutupi apapun membuat ekspresi Kaisar berubah menjadi kejut.
"Tapi tolong rahasiakan ini dari siapapun" Ujar Zhou Shiyue lagi.
"Aku tidak akan bertanya meski penasaran, tapi aku harap apa yang kamu putuskan itu benar" Ujar Kaisar.
"Hm"
__ADS_1
Kaisar pun meminta pelayannya untuk mengantar Zhou Shiyue ke tempat Zhou Shen Shi.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!