Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Gejolak Ibukota VI (S1)


__ADS_3

“Tidak disangka seorang pendekar suci bisa mendeteksi tingkat kultivasi kami.” Ujar Gu Xima, salah satu pria senja.


“Pastinya bukan seorang pendekar suci biasa, aku penasaran dengan caramu bertarung.” Sinis Fei Jinghan, salah satu pendekar Mahayana lainnya.


“Kalau begitu penasaran, kau bisa mencobanya lebih dulu. Aku dan kak Gu akan membiarkanmu bermain sebentar.” Ujar Li Muchen, lantas pria senja itu mengambil posisi duduk untuk melihat pertarungan Zhou Shiyue dan Fei Jinghan.


“Kalian terlalu meremehkanku” ujar Zhou Shiyue dengan senyum tipis diwajahnya.


Fei Jinghan yang sudah tidak sabaran mempermalukan Zhou Shiyue, pria senja itu langsung mengeluarkan jurus andalannya. Jurus harimau pencakar langit.


Pria itu bertingkah seperti harimau, ia menggaruk tanah dengan cakarnya lalu melompat menerkam Zhou Shiyue.


Zhou Shiyue tentu tidak bodoh jika harus berdiam diri saat diserang oleh seorang pendekar Mahayana, ia melakukan pertahanan seperti biasanya pukulan musuh tidak akan bisa melukainya.


DWARRRR….


Ledakkan terjadi saat Fei Jinghan sampai ditempat Zhou Shiyue, tanah disana cekung dibuatnya dan banyak debu yang menutupi. Samar-samar tampak seorang pemuda yang masih berdiri tegak didalam cekungan.


“Memang bukan pendekar biasa.” Gumam Fei Jinghan melihat jurusnya tidak mempan.


Fei Jinghan kembali meningkatkan jurusnya ke tingkat yang lebih tinggi dan sulit, ia menyebutnya jurus harimau pengoyak bumi.


“ROAARRRRRRR!!!” Ia menggeram layaknya harimau, sepertinya pria itu berasal dari perkumpulan harimau.


“Dia mulai meningkatkan kekuatannya, apa pemuda itu berhasil menahannya?” ujar Li Muchen pada Gu Xima


“Firasatku mengatakan Fei akan dikalahkan oleh anak itu.” Ujar Gu Xima dengan tenang namun sorot matanya tampak seperti pembunuh handal.


“Kita lihat saja nanti.” Ujar Li Muchen merasa kurang yakin.


Sedangkan Zhou Shiyue, kali ini pemuda bertopeng itu tidak lagi melakukan pertahanan. Lantas ia mengumpulkan energi petir dikepalan tangannya.


Kedua juruspun bertemu dan….


BOMMMMM….


Ledakkan besar kembali terdengar, kali ini dampaknya cukup melebar dan beberapa prajurit disekitar luka parah atau bahkan mati dibuatnya. Fei Jinghan mundur beberapa langkah, ia menatap sengit pemuda yang masih berdiri tegak disana.


‘aku harus menggunakan teknik tinggi, jika tidak maka anak itu yang akan mempermalukanku.’ Ujarnya dalam hati.


Zhou Shiyue seolah mengetahui jalan pikiran pria itu, kini ia hanya tersenyum dingin dengan tatapan membunuh.


Fei Jinghan menggunakan jurus harimau pembasmi iblis, salah satu jurus terbaik miliknya. Sedangkan Zhou Shiyue masih menggunakan teknik petir miliknya.


Mereka kembali meleset bersamaan bersiap menyerang musuh secepat mungkin.


“YAAAAAAAAAA!!!!!”


BOMMMM…

__ADS_1


DWARRRR….


Dua serangan bertemu, ledakkan besar kembali terdengar kali ini cukup untuk menarih perhatian para pendekar ahli(pendekar kultivasi kaisar-mahayana).


“Siapa dia?” salah satu Ksatria Bayang mulai menyadarai keberadaan Zhou Shiyue, awalnya dia ingin pergi mendatanginya namun ditahan oleh Bing Qiuran yang berkekuatan es.


“Selain itu, tiga pria tua itu siapa? Sepertinya bukan dipihak kita, tapi juga bukan musuh.” Ujar salah satu Ksatria Bayangnya merujuk pada Gu Xima dan kawannya.


“Saudara Bing, sebaiknya kita segera menghabisi lima orang ini karena sepertinya mereka akan mengeroyok pemuda bertopeng itu.” Bisik Mye Jing Chen pada Bing Qiuran sambil mengarahkan telunjuknya pada Zhou Shiyue.


“Ya kau benar, lagipula sepertinya pemuda bertopeng itu berada dipihak kita.” Ujar Bing Qiuran yang tak sengaja melihat Zhou Shiyue membawa Jendral Keempat kedalam Istana.


“Semoga saja” Mye Jing Chen hanya bisa menjawab dengan penuh harap.


Kembali ke tempat Zhou Shiyue.


“Terima seranganku…. HIYAAAAAAA!!!”


Fei Jinghan berseru keras sambil melaju kencang kearah Zhou Shiyue,begitu juga dengan Zhou Shiyue yang menunjukkan tatapan tajamnya sambil berlari dengan energi petir besar kearah musuh.


BOMMMMMMMM…


BOMMMMMMMM….


DWARRRRRR…


“Arrghhhhhhh!!!” Fei Jinghan menjerit keras, ia mengalami luka parah disekujur tubuhnya akibat energi dahsyat yang dikerahkan Zhou Shiyue.


Kedua rekan Fei Jinghan itupun berlari menghampiri Fei Jinghan yang sedang sekarat, mereka memapah pria itu dan menjauhkannya dari pemuda bertopeng yang tampak kejam.


“Habisi dia lebih cepat, sepertinya dia menutupi tingkat kekuatannya. Aku yakin dia bukan pendekar suci.” Ujar Fei Jinghan dengan marah sambil memegangi dadanya yang sakit.


“Kau tenang saja.” Ujar Gu Xima memegang pundak kawannya itu.


Gu Xima dan Li Muchen pun menghadap kearah Zhou Shiyue yang masih tampak tenang.


“Aku harus segera mengakhirinya.” Gumam Zhou Shiyue menatap dua orang itu. Ia mengambil pedang naga yang ada dipunggungnya.


Tiba-tiba…


Langit menjadi gelap dan guntur mulai bersahutan, angin kencang berhembus tak karuan.


“Apa akan ada badai besar?” Beberapa orang berpikiran sama.


“Ini bukan badai, lihat disana!” seorang prajurit berkeringat dingin sambil menunjuk sebilah pedang bersinar sangat cerah.


Itu pedang naga!


Pedang naga memancarkan seberkas sinar biru yang sangat cerah, perlahan cahaya itu menerangi bumi dan langit. Itu sangat menyilaukan, semua orang menutup rapat mata mereka dengan telapak tangan didepan wajah.

__ADS_1


Perlahan mereka kembali membuka mata dan melihat apa yang terjadi.


“ITU PEDANG LEGENDA!”


“PEDANG ITU SUDAH KEMBALI.”


“TIDAK, DIA AKAN MENGAKHIR PERANG INI.”


“SIAPA DIA? APAKAH DIA PENDEKAR KUAT ITU?”


“APA MATAKU SALAH LIHAT? ITU PEDANG NAGA!”


Beberapa orang berseru keras menunjukkan reaksi mereka saat melihat pedang naga dalam genggaman Zhou Shiyue.


Sedangkan Kaisar yang baru sadar dari pingsannya, ia tersenyum kecil sambil bergumam.


“Anak itu akan bertindak, dia akan menghentikan peperangan.” Gumamnya.


Disisi lain,


Gu Xima dan dua rekannya menatap Zhou Shiyue dengan mulut dan mata lebar. Mereka terkejut, tiba-tiba perasaan ragu dan takut mulai menghantui mereka.


Fei Jinghan yang sekarat hanya bisa berdoa dalam hati untuk kemenangan dua rekannya yang sebenarnya mungkin saja waktu mereka didunia akan segera berakhir.


“Kerahkan jurus terbaikmu, hidup atau mati semua ada ditangan kita sendiri.” Ujar Gu Xima memperingati Li Muchen, adik seperguruannya itu.


“Baik.” Li Muchen mengangguk patuh.


Gu Xima menggunakan jurus terbaiknya yang ia sebut naga bayang, sedangkan Li Muchen menggunakan jurus amukan dewa angin yang merupakan jurus tingkat tinggi.


“SERANGGG!!” Gu Xima berseru keras memandu adik seperguruannya.


“Jurus pedang naga pembelah samudra.” Zhou Shiyue bergumam pelan sambil melakukan beberapa gerakkan.


WUSSHHHHHH… Ia meleset dengan kecepat kilat dengan posisi yang berpindah-pindah sampai akhirnya kemunculannya yang tiba-tiba mengagetkan dua pria senja yang tadinya ingin menyerang dirinya.


“Hmmh, termia ini.” Ia menarik sudut bibirnya keatas lalu,


SIUUTTTTTTT……


Ia melewati tengah-tengah Gu Xima dan Li Muchen dengan kecepatan kilat. Membuat pedang naga berhasil melukai kedua pria itu. Tak lama setelahnya,


BOOMMMMMM!!!


Ledakkan besar terjadi, kedua pria senja itu terhempas puluhan meter dengan luka dalam dibagian lengan. Mereka membelalakan mata karena benar-benar tak bisa mendeteksi serangan Zhou Shiyue yang tak kasat mata.


Itu terlalu cepat.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan☺🙏🙏 !!!

__ADS_1


Maaf ya karena kemarin tidak up🙏🙏.


__ADS_2