
Zhou Shiyue telah sampai di sakte gunung bunga persik, ia saat ini sedang berkumpul di ruangan pribadi milik Mye Jing Chen.
Tak ada orang lagi selain Mye Jing Chen, Mye Ai, Yi Heng, dan Zhou Shiyue sendiri di dalam sana.
"Sebenarnya kami sudah tau hal ini, tapi kau tau darimana?" Tanya Mye Jing Chen saat Zhou Shiyue selesai menceritakan masalah rencana jahat sakte aliran putih itu.
"Aku hanya nendengar dari beberapa orang saja, tapi aku benar-benar bersyukur sebab kalian bukn bagian dari aliran putih yang memiliki rencana jahat itu." Ujar Zhou Shiyue dengan nafas lega.
"Kami tidak akan berani mengkhianati kasiar, apalagi kaisar memiliki hubungan dekat dengan guru kami. Jika kami jahat maka sama saja kami menggali kuburan kami sendiri." Ujar Yi Heng dengan senyum miris.
"Sebegitu hebatnya kah guru kalian?" Zhou Shiyue bertanya sambil menyipitkan mata.
"Ya begitulah, dia bisa menghancurkan gunung jika dia mau. Tapi sayangnya dia tidak terlalu ikut campur dengan urusan duniawi. Ia suka ketenangan, makanya ia tinggal ditempat sepi yang tak berpenghuni." Ujar Yi Heng mendeskripsikan sang guru yang merupakan ketua sakte.
"Lupakan soal guru, yang terpenting sekarang apa yang akan kita lakukan untuk menghentikan rencana mereka?" Ujar Mye Ai
"Semenjak aku tau hal itu, aku memiliki rencanaku sendiri. Tapi aku tidak yakin rencana itu akan berhasil." Ujar Mye Jing Chen dengan wajah serius.
"Memang apa rencana mu?"
"Kita akan menyusup ke dalam sakte wudang atau emei, dan mengumpulkan apa saja yang bisa menjadi bukti. Setelah kita memiliki bukti yang kuat baru kita serahkan pada Kaisar bukti tersebut, tentu saja Kaisar tidak akan melarang kita untuk membasmi para penjahat itu karena sudah memiliki alasannya." Jelasnya.
"Lantas bagaimana jika kita tidak menemukan bunti apapun dan bahkan kalau kita sampai tertangkap maka kita akan masuk ke dalam lubang sendiri." Ujar Yi Heng mengantisipasi.
"Aku juga memiliki rencana kedua, dalam rencana ini kita harus membawa seseorng yang memiliki kedudukan tinggi di Kekaisaran untuk menjadi saksi. Nah nanti orang itu akan menyaksikan sendiri perbuatan jahat orang-orang itu saat mendengar perbincangan para orang jahat ini. Bagaimana?"
"Lantas cara kita membuat orang-orang jahat itu buka mulut soal rencana mereka seperti apa?" Tanya Mye Ai
"Aku tau caranya." Zhou Shiyue tersenyum penuh arti membuat semua orang bertanya-tanya.
Mereka semua telah mendengarkan strategi yang dibuat Zhou Shiyue, dalam hati mereka hanya bisa berharap strategi itu akan berhasil.
Zhou Shiyue kali ini sudah menemukan beberapa titik terang. Pada intinya yang ia tau adalah tentang siapa saja yang ikut dalam rencana menjatuhkan Kaisar.
Sakte emei dan wudang bersekutu untuk menjatuhkan Kaisar karena mereka menganggap kepemimpinan Kaisar yang tidk bijak dalam menangani masalah aliran hitam.
__ADS_1
Satu minggu setelah pertemuan Zhou Shiyue dan para tetua sakte gunung bunga persik, mereka kini sedang menjalankan tugas masing-masing.
Mye Ai yang sedang bertamu di sakte emei, wanita itu kini tengah mengobrol bersama Sang Qi, murid dari Zhi Ruei.
"Aku tidak tau ternyata buah persih bisa dijadikan untuk memadatkan.. ehmm dada." Ujar Mye Ai dengan ekspresi malu.
"Haha kau begitu malu saudari Ai, kita sesama wanita jadi tidak perlu semalu itu." Kekeh Sang Qi yang memang memiliki karakter periang.
"Tapi apa yang kau katakan itu benarkan? Nanti kalau aku mencobanya malah dadaku semakin mengecil. Aku tidak mau." Ujar Mye Ai.
"Coba saja kalau tidak percaya. Oh iya aku harus pergi mengantar sesuatu untuk guru, maaf aku tidak bisa menemanimu lebih lama. Malam ini kau bisa menginap disini." Ujar Sang Qi merasa tak enak hati meninggalkan teman kecilnya.
"Tak apa, justru aku merasa jadi pengganggu disini. Tapi malam ini aku akan menginap agar bisa mengobrol denganmu lagi esok hari" Ujar Mye Ai.
"Baiklah baiklah, sekarang aku pergi dulu ya." Pamit Sang Qi, wanita cantik itu menyuruh junironya untuk mengantar Mye Ai ke tempat peristirahatan.
Disisi lain Mye Jing Chen tengah berada di gazebo yang ada di sakte wudang bersama Yan Yunzhi, sahabat lamanya.
(Yan Yunzhi, pria yang membawa Xiao Ai)
"Sejak tadi aku tidak melihat bicah nakal itu, kemana dia?" Tanya Mye Jing Chen sambil melihat-lihat sekitarnya.
"Pantas saja, seingatku dia selalu mengekorimu kemanapun kau pergi haha" Kekeh Mye Jing Chen.
"Heheh anak itu, dia sangat menempel tapi aku sngat menyayanginya." Ujar Yun Yunzhi tulus.
"Aku penasaran bagaimana kau bisa bertemu dengannya, dia benar-benar seperti anak kandungmu jika saja wajah kalian mirip." Ujar Mye Jing Chen.
"Dia kan memang anakku meski tidak mirip diwajah tapi setidaknya karakternya cukup mirip denganku" Ujar Yun Yunzhi.
"Ya juga sih, lupakan soal dia. Ngomong-ngomong kakakmu kemana?" Tanya Mye Jing Chen mulai menggali informasi.
"Apa kau tidak tau? Besokkan adalah hari pertemuan aliansi teratai(organisasi para sakte besar aliran putih), tentu dia sebagai ketua sakte menghadirinya." Tanya Yun Yunzhi merasa heran.
"Astaga aku melupakannya, tapi mungkin wakil Yi Zhang He sedang menghadirinya" Unar Mye Jing Chen pura-pura terkejut.
__ADS_1
"Dasar kau ini, belum senja sudah pikun." Ejek Yun Yunzhi yang dibalas kekehan olehnya.
Mereka berdua mengobrol dengan santai hingga larut malam. Kebetulan hujan turun dengan deras.
"Menginap saja malam ini, lagipula tidak ada urusan mendesak kan?" Tanya Yun Yunzhi
"Bolehkah? Kalau begitu aku numpang tidur malam ini" Ujar Mye Jing Chen dengan kekehan kecil.
Sedangkan Zhou Shiyure saat ini sedang mengawasi di sebuah sudut halaman yang tampak gelap. Ia tersenyum kecil saat Mye Jing Chen menunjukkan jempol 👍 kearahnya. Untung saja Yun Yunzhi tidak memperhatikannya.
Saat keadaan Sakte Wudang sudah sunyi, para murid dan pelatih juga sudah tidur. Waktunya Zhou Shiyue bergerak.
Krietttt.. Suara pintu terbuka itu terdengar sangat jelas, ada senyum terbit diwajah Mye Jing Chen.
"Bagaimana? Apa keadaan diluar sudah aman?" Tanyanya pada Zhou Shiyue
"Aman, waktunya kita bergerak. Aku akan mulai di arah barat." Ujar Zhou Shiyue mengangguk.
"Aku akan mulai dari ruangan pertama setelah gerbang masuk. Setelah semua selesai diperiksa segera kembali ke rungan ini." Bisik Mye Jing Chen yang diangguki oleh Zhou Shiyue.
Mereka berduapun berpisah dan melakukan bagian mereka masing-masing.
Zhou Shiyue melihat ada cahaya bergerak kearahnya. Secepat kilat ia langsung bersembunyi dibalik dinding.
"Mungkin hanya suara telapak kaki kucing!" Ujar pria 1
"Ya, sepertinya begitu." Ujar rekan pria 1. Mereka berdua kembali pergi mengawasi ruangan lain.
'Sepertinya aku harus bergerak dengan cepat!' ujar Zhou Shiyue dalam hati.
Disisi lain Mye Ai juga sedang menjalankan rencananya, tak jauh beda dengan apa yang dilakukannya seperti Mye Jing Chen dan Zhou Shiyue.
Kini ketiga orang itu sedang mungmpulkan apa saja yang bisa dijadikan sebagai bukti. Mereka juga membawa apapun yang terlihat mencurigakan.
Sampai matahari kembali terbit, ketiganya kembali pada posisi masing-masing termasuk Zhou Shiyue yang sudah pergi lebih dulu meninggalkan Sakte Wudang.
__ADS_1
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan 😊🙏!!!
Mohon maaf jika durasi upload novel ini terbilang lambat, saya tidak mencantumkan alasan apapun dan saya hanya berharap agar readers tidak kecewa dengan novel ini.