
~Selamat membaca 🌟~
Zhou Shiyue berjalan ditengah hutan. Ia berpikir sesekali berjalan kaki dengan santai itu tidak masalah.
"Kenapa sebenarnya aku merasa kalau apa yang aku lakukan sekarang tidak berguna?" tanyanya pada diri sendiri.
Zhou Shiyue yang merasa bingung ia lantas mengeluarkan tiga naga pengikutnya.
"Setelah sekian lama akhirnya kau memanggil kami" ujar naga hijau dengan nada mengejek.
Zhou Shiyue tidak menyahut, ia hanya duduk dibawah pohon sambil melamun.
Tiga naga itu saling berpandangan.
"Ada apa dengan anak itu?" gumam mereka bersamaan.
"Hei anak langit, apa yang terjadi denganmu?" tanta naga hijau.
"Apakah menurut kalian apa yang aku lakukan selama ini benar?" tanya Zhou Shiyue
"Aku rasa benar, tidak ada yang salah." ujar naga putih.
"Tapi menurutku kau telah bertindak seolah kau adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk merubah dunia. Padahal kau hanya perlu menjalani kehidupanmu sendiri seperti orang biasa lainnya." ujar naga merah
"Itukan takdirnya, apa kau lupa dirinya adalah takdir langit yang tugasnya menjaga kestabilan dunia." ujar Naga putih menyahuti naga merah
"Tentu aku ingat. Tapi kalau aku lebih memilih untuk menentukan takdirku sendiri." ujar naga merah dengan ketus
"aku setuju dengannya" ujar naga hijau
"Aku semakin bingung setelah mendengar penjelasan kalian." ujar Zhou Shiyue menggaruk kepalanya.
"Sekarang perang sudah selesai, apa tujuanmu selanjutnya?" naga hijau bertanya
"Aku ingin mengungkap kebenaran tentang orang tuaku dimasalalu." ujar Zhou Shiyue
"Kenapa kau ingin mengetahui semua yang telah berlalu?" tanya naga hijau megernyit
"Aku penasaran" jawab Zhou Shiyue terus terang
__ADS_1
"Setelah kau mengetahuinya, bukankah tidak ada apapun yang bisa kau rubah?" celetuk naga merah
"Tapi aku ingin melihat ayahku yang mungkin sekarang masih hidup." ujar Zhou Shiyue
"Aku jadi bingung, bisakah kau menceritakan bagian masalalu orang tuamu?" ujar naga hija karena dia dan dua naga lainnya nemang tidak tau banyak.
"Singkatnya orang tuaku dan temannya pergi ke sebuah gunung keramat di kekaisaran tang. Entah apa yang mereka cari disana, yang jelas hidup mereka tidak berakhir baik setelah memasuki wilayah gunung itu." ujar Zhou Shiyue
"Tidak hanya itu, aku juga melihat serpihan masalalu mereka di dalam mimpiku. Anehnya aku merasa di dalam mimpi itu kalau mereka itu bukan orang baik." ujar Zhou Shiyue lagi.
"Ok baiklah, sekarang bukankah kau hanya perlu menanyakan semuanya pada ayahmu. Pergi temui dia." ujar naga hijau
"Aku harus mencari wanita terkutuk itu jika ingin mengetahui letak pasti keberadaan ayahku. Dan kekaisarab tang juga sangat jauh, aku tidak tau dimana gunung keramat itu jika tidak menemukan wanita terkutuk itu." ujar Zhou Shiyue
"Kami bisa mengantarny ke gunung itu jika kau mau." ujar naga hijau
"memangnya kalian tau gunung itu?" tanya Zhou Shiyue
"Tentu saja." ujar naga hijau sombong
"pertanyaanmu bodoh. Kau pikir naga yang hidup ribuan tahun seperti kami, tidak tau tentang tempat-tempat tertentu?" ejek naga merah
Naga hijau mengangguk, dia merubah ukurannya menjadi besar seoerti biasanya
Dua naga lainnya masuk kedalam ruang penyimpanan.
1 jam perjalanan, naga hijau berhenti didepan sebuah gunung besar.
Zhou Shiyue turun kebawah dan mengamati gunung itu.
"Maaf tidak memberitahu kau sebelumnya kalau kami tidak bisa memasuki wilayah gunung itu. Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini." ujar naga hijau
Zhou Shiyur hanya mengangguk tanda mengerti. Lantas pemuda itu meninggalkan naga hijau sendirian.
Saat ingin melangkah kedalam, Zhou Shiyue ditahan oleh sebuah array pelindung.
"Kau lupa, dua naga masih bersamamu? kau tidak bisa masuk jika membawa mereka." ketus naga hijau
"Benar juga" ujar Zhou Shiyue
__ADS_1
Zhou Shiyue melepas cincin penyimpanannya dan menaruhnya ditanah. Ia memberikan array pelindung pada cincin itu agar tak ada siapapun yang bisa mengambilnya selain dirinya. Tak lupa ia juga menyuruh naga putih untuk masuk ke dalam cincin itu.
Sebelum melanjutkan langkah, ia mengambil pedang naga dari cincin penyimpanan. Barulah ia pergi memasuki gunung.
Array pelindung gunung tidak lagi menghalanginya. Saat Zhou Shiyue sudah masuk ia merasakan hawa yang berbeda.
Hawa dingin mulai menyerang kulitnya, bahkan ada aura jahat yang terdeteksi.
"Apakah aku bisa keluar dari sini nanti?" gumamnya pada diri sendiri.
Zhou Shiyue terbang melangkah ringan dari pohon ke pohon, ia merasakan sensasi aneh pada tubuhnya. Semakin ia masuk lebih dalam maka dirinya seolah merasa kekutannya semakin menurun.
Booommmm..
Ledakkan itu terjadi tepat dihadapan Zhou Shiyue, pemuda itu tidak sempat bereaksi dan dirinya masuk ke dalam pusaran asap hitam.
"Apa yang terjadi?" ia terkejut setengah mati
Zhou Shiyue mencoba untuk melawan pusaran itu namun dia tidak bisa bahkan pedang naga terlepas dari tangannya.
"Tidakk, ini tidak boleh terjadi" serunya sambil menatap pedang naga yang jatuh kebawah.
"Malang sekali kau anak muda, diusia semuda itu kau harus kehilangan segala yang kau punya"
Suara dalam seorang pria menyadarkan Zhou Shiyue.
"Gawat, kalau aku tidak bebas maka nyawaku akan terancam" ujar Zhou Shiyue, ia semakin cemas dibuatnya
Perlahan Zhou Shiyue merasakan kekuatannya mulai memudar, dan dia benar-benar tidak berdaya.
"Walaupun aku mati hari ini aku tidak akan pernah menyesal" ucapnya dalam hati.
Pandangannya menjadi gelap dan ia merasa ajalnya telah tiba. Hingga Zhou Shiyue benar-benar mati.
~TAMAT~
Eittsss masih ada kelanjutannya dong, ini hanya tamat S1 ya. Masih ada di S2 hehe...
Ok, Lajuttttt S2 setelah sekian lama pensi... 😅😅
__ADS_1