
Haii guys 🤗🤗!!!
Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!
Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!
Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…
Happy Reading!!!
“Tamatlah kalian hari ini, sebentar lagi Kekaisaran akan jadi milik kami!” ucap salah satu dari mereka.
“Kalian berani membunuh putraku maka juga harus berani menerima pembalasanku!” ucap yang satunya lagi.
“Kami akan membunuh kalian semua!” ujar pria yang terakhir.
“Jangan harap, kau tidak akan bisa mengganggu rakyatku!!” ujar Kaisar dengan sorot mata tajam.
“Benar kata Kaisar, aku tidak akan membiarkan kalian berhasil menjalankan rencana busuk kalian itu.” Sahut Zhou Shiyue yang berada di samping Kaisar.
Alhasil perkataannya berhasil memprovokasi tiga orang pria yang ternyata adalah ketua dari tiga partai sesat.
‘gawat! Aku tidak bisa mendeteksi kekuatan mereka, itu pasti karena kekuatan mereka lebih tinggi diriku. Ini tidak akan berjalan mulus jika tidak menggunakan strategi. Satu kali salah langkah nyawa akan melayang.’ Batin Zhou Shiyue berkecamuk.
“Apa kau siap anak muda?” tanya Kaisar pada Zhou Shiyue dengan pelan.
“Ya, aku siap.” Jawab Zhou Shiyue.
“Hm, tapi aku tidak yakin kita bisa menahan mereka sampai bala bantuan datang.” Ujar Kaisar.
“Apa sudah cukup mengucapkan kata terakhirnya? Aku sudah tidak sabar untuk mencincang kalian berdua!” ujar Ryu Bai, ayahnya Ryu Shi.
Zhou Shiyue dan Kaisar saling pandang, lalu sama-sama mengangguk tanda siap bertarung. Mereka berdua maju bersamaan mengerahkan jurus masing-masing. Beruntung Kaisar Song Ji Lian juga ahli seni beladiri yang saat ini berada di tingkat suci.
“Jurus kipasan badai!” seru Zhou Shiyue mengerahkan kipasnya yang membuat derasnya angin menerpa si petir neraka, Seoji Kun.
“Hanya begitu? Itu tidak mampu membuat ku bergerak.” Ujar si petir neraka dengan senyum sinis dibibirnya.
“Jangan senang dulu paman, aku masih punya banyak cara untuk melawanmu!” jawab Zhou Shiyue dengan ekspresi mengejek mencoba untuk memprovokasi lawan tapi tetap saja karena perbedaan kekuatan Zhou Shiyue tidak bisa berbuat banyak.
“Jurus pedang api biru!” Zhou Shiyue kembali mengerahkan jurusnya, kali ini ia mengeluarkan pedangnya untuk melawan si petir neraka.
Sayang sekali permainan pedangnya tidak cukup untuk melumpuhkan si petir neraka begitu saja. Zhou Shiyue tidak berkecil hati, ia kembali mengerahkan jurus-jurus yang sudah ia pelajari.
“Jurus pedang mengoyak matahari!” uajarnya lagi, kali ini ia melayang ke udara dan mmutar pedangnya lalu melaju dengan tepat kearah si petir neraka.
Sayang sekali serangan Zhou Shiyue tetap tidak menghasilkan efek, bukannya si petir neraka itu terluka ternyata pria paruh baya itu membuat hancur pedang Zhou Shiyue berkeping-keping alhasil Zhou Shiyue tersenyum miris dibuatnya.
“Baik, sekarang giliranku!” ujar si petir neraka dengan senyum jahat dibibirnya.
Disisi lain Kaisar harus berhadapan dengan dua orang hebat yang saat ini memiliki nama popular. Si pedang patah dan si dewa racun kini mengeroyok Kaisar yang memiliki tingkatan yang sama seperti mereka.
Kaisar Song Ji Lian dengan tombak emas ditangannya ia berhasil menahan serangan-serangan yang dikerahkan oleh dua orang musuhnya.
__ADS_1
“Jurus pedang pembawa bencana!!!” seru si pedang patah dengan keras sambil menyerang Kaisar membuat Kaisar termundur dua langkah.
Tak hanya itu, si dewa racun juga tidak berdiam diri dan mengambil kesempatan saat Kaisar termundur kebelakang. Ia menabur bubuk racun penghancur jiwa
Saat jarak antara Zhou Shiyue dan Kaisar semakin dekat akhirnya Zhou Shiyue dan Kaisar bergabung untuk menghadapi tiga lawan mereka.
Mereka masih bertarung dengan sengit melawan tiga musuh mereka yang sangat kuat, meskipun begitu mereka berdua masih beruntung bisa bertahan selama satu jam lebih melawan tiga orang tersebut.
Kali ini Zhou Shiyue dan Kaisar sama-sama membelakangi, mereka berputar pelan ditengah-tengah tiga orang yang mengelilingi mereka.
“Hari ini jika aku gugur segera pergi selamatkan diri!” ucap Kaisar dengan pelan.
“Tidak ada yang akan gugur dari kita Yang Mulia!” sahut Zhou Shiyue membantah perkataan Kaisar.
Tiga ketua partai sesat itu menggabungkan jurus mereka yang menghasilkan kombinasi yang sempurna. Begitu juga dengan Zhou Shiyue dan Kaisar, saat ini Zhou Shiyue dengan berbagai teknik ia membuka jalan untuk Kaisar agar bisa menyerang musuh mereka.
Tanpa keraguan Zhou Shiyue memegangi kaki Kaisar dan memutar tubuh Kaisar yang seimbang untuk menyerang musuh. Kali ini mereka unggul karena tiga musuh mereka tidak bisa menyerang.
“Serang pria pedang itu!” seru Zhou Shiyue membuat Kaisar mengarahkan tombak emasnya kearah pedang patah, serangan tak kasat mata itu hampir saja membunuh pedang patah dalam sekali serang.
Tetapi dua temannya pedang patah tidak bisa berdiam diri untuk melihat kawan mereka hampir terbunuh.
“Jurus petir peruntuh gunung!” seru si petir neraka, Seoji Kun.
DWARRRR!!
Serangan petir neraka berhasil membuat kombinasi Kaisar dan Zhou Shiyue hancur. Kedua pria itu dibuat terpental menghantam reruntuhan rumah yang sudah hancur akibat pertarungan.
“Kau baik-baik saja?” tanya Kaisar.
“Aku baik-baik saja.” Jawab Zhou Shiyue sambil berusaha untuk bangun.
Disisi lain Jendral Kwan Wu juga bertarung sengit dengan pria pengendali tanaman yang sepertinya adalah kawan lama Yun Yunzhi. Terpaksa Jendral Kwan Wu mengabaikan Kaisarnya, karena ia pikir jika pria berjubah hijau ini juga ikut bertarung dengan Kaisar maka akan sangat berbahaya.
“Kali ini kalian berdua tidak akan bisa berkutik!” ujar si petir neraka.
“Tidak akan semudah yang kalian kira!” jawab Zhou Shiyue dengan nyali yang besar, meski ada darah disudut bibirnya ia tetap tidak menyerah dan masih memiliki semangat yang tinggi.
Melihat keberanian dan mental pemuda tampan itu, Kaisar merasa bahwa pemuda itu akan menjadi orang terhebat di dalam beberapa tahun kedepan. Sayang sekali Kaisar mengira bahwa umur pemuda pemberani itu sebentar lagi akan habis.
“Andai saja aku memiliki pedang berkualitas tinggi!” gumam Zhou Shiyue yang terdengar Kaisar.
“Jika kita bisa mengalahkan mereka aku akan memberikanmu pedang berkualitas tinggi” ujar Kaisar.
“Sudah ngobrolnya?” tanya si pedang patah.
“Ya, terimalah jurusku.” Sahut Zhou Shiyue.
“Tembakan petir abadi!!!” serunya.
Musuhnya tidak menyangka bahwa Zhou Shiyue memiliki jurus berelemen petir.
BOOMMM!!
__ADS_1
Benar saja, ketidak siapan sang musuh membuat tiga musuhnya terpental menabrak pohon dibelakang mereka. Namun sayang sekali tak ada satupun dari tiga musuhnya yang terluka.
“Jurus angin bencana!” seru Zhou Shiyue lagi dan lagi tanpa jeda.
Lagi-lagi tiga musuhnya itu harus terhempas ketanah karena pusaran angin yang membawa mereka dan menjatuhkan mereka.
Saat Zhou Shiyue ingin kembali menggunakan jurus lainnya, dewa racun dengan cepat melemparkan bubuk racun yang membuat Zhou Shiyue melangkah mundur untuk menghindari bubuk racun tersebut.
Disisi lain, Kaisar sempat terpana akan apa yang dilakukan Zhou Shiyue. Namun ia kembali tersadar bahwa bukan saatnya untuk terpana.
“Sepertinya kita harus mengerahkan seluruh energi kita untuk mengalahkan mereka, karena mereka bukanlah lawan yang mudah!” ucap Zhou Shiyue saat sampai kembali ditempat Kaisar,
“Hmm, kalau begitu kita serang mereka bersamaan dengan energi penuh. Tapi jika kita gagal maka kita akan berakhir karena kehabisan energi.” Ujar Kaisar.
“Kalau begitu ayo lakukan apapun yang bisa dilakukan”
Akhirnya Zhou Shiyue memfokuskan seluruh sisa energinya ke kepalan tangannya yang menciptakan energi api biru dan petir.
Begitu juga dengan Kaisar yang mengalirkan seluruh sisa energinya ke mata tombak emas yang ia genggam erat.
“Sekarang!!” seru Kaisar dan diangguki Zhou Shiyue.
“HIYAAAA!!!” keduanya berteriak keras.
BOOMMMMM!!
Serangan itu menimbulkan bunyi ledakan yang sangat nyaring membuat Jendral Kwan Wu dengan cepat melirik kearah Kaisar.
“Oh tidakk!!” teriaknya saat melihat Kaisar terkapar bersama seorang pemuda.
“Energiku sudah habis!” ucap Zhou Shiyue.
“Energiku juga sudah habis.” Sahut Kaisar.
Kedua orang yang bertarung mati-matian itu kini terbaring dengan nafas ngos-ngosan.
“Tamatlah kalian!” dan dengan diluar dugaan, ketiga musuh mereka berhasil menghindari serangan mematikan tersebut.
Saat ketiga orang itu mengerahkan jurus mereka untuk membunuh Kaisar dan Zhou Shiyue.
BOMMMM!!!
Terdengar suara ledakan yang sangat keras, dan itu adalah serangan dari beberapa bayangan terlihat mengarah kearah tiga ketua parta sesai.
“Gawat, mereka dari sakte besar aliran putih!” ucap petir neraka sambil menelan salivanya.
“Ayo pergi dari sini sebelum terlambat!” ajak pedang patah pada dua temannya.
Akhirnya tiga orang yang hampir membunuh Kaisar dan Zhou Shiyue itupun pergi dengan cepat meninggalkan lokasi kekacauan.
Akhirnya Kaisar dan Zhou Shiyue menghela nafas lega sebelum benar-benar tak sadarkan diri
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
__ADS_1