
Seminggu setelah acara pelantikkan Zhou Lan berakhir. Tamu yang hadir di pesta itu masih bertanya-tanya tentang kabar terbaru Zhou Lan yang ditangkap saat pesta pelantikkannya.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya berita tentang hukuman penjara seumur hidup yang dialami Zhou Lan tersebar keseluruh penjuru Kekaisaran Han. Keluarga besar Zhou sangat terpukul saat menerima kenyataan yang mereka hadapi.
Sebagai hukuman yang layak keluarga Zhou diturunkan dari kedudukkannya sebagai keluarga terpandang, keluarga Zhou diasingkan ke pelosok desa dan dibiarkan hidup menjadi warga biasa.
Zhou Shiyue yang mendengarnya cukup puas namun hatinya tergerak mengingat Zhou Nana yang merupakan satu-satunya dari keluarga Zhou yang dulu memperlakukannya dengan baik.
Dengan itu Zhou Shiyue menemui Zhou Nana dan meminta gadis itu untuk tinggal dipuncak Xuanjun meski dirinya sendiri belum meminta pendapat gurunya yang merupakan pemilik asli tempat itu.
Sayangnya Zhou Nana menolak dan bersikeras untuk mengikuti keluarga besarnya hidup di desa. Gadis itu tidak menyalahkan Zhou Shiyue sama sekali meski dia tau bahwa Zhou Shiyue dalang dari semua hal yang sudah terjadi.
Sebelum Zhou Nana pergi ke desa, gadis itu meminta maaf dengan tulus pada Zhou Shiyue karena perlakuan buruk keluarganya dimasalalu.
Zhou Shiyue mendengar semua perkataan Zhou Nana ia hanya bisa diam dan mengangguk. Selain itu dia juga hanya bisa berharap bahwa kehidupan gadis baik yang sudah ia anggap adik itu nantinya akan berahkir baik.
Begitu juga dengan Zhou Shen Shi yang sudah merelakan semua perlakukan buruk keluarga Zhou terhdapnya dimasalalu. Lagipula selama ini ia tidak terlalu memikirkan keluarga itu lagi, anggap saja Jendral itu sudah memaafkan mereka.
“Akhirnya keluarga Zhou itu mendapatkan balasannya.” Ujar Zhou Shen Shi
“Ya, aku merasa lega mengenai hal ini.” Ujar Zhou Shiyue.
Kedua bersaudara itu saling mengobrol di gazebo istana, Zhou Shiyue memang ingin menemui kakaknya itu sebelum pergi menyelesaikan urusannya yang lain.
Sekarang tujuan Zhou Shiyue selanjutnya adalah menggali tentang masalalu orang tuanya, ia ingin mencari tahu kebenaran yang selama ini membuat ia bingung. Tapi hal pertama yang ia lakukan tentu mencari wanita yang bernama Xixi itu.
“Kakak apa kau ingat teman perempuan ibu yang bernama Xixi itu?” Zhou Shiyue mulai menggali informasi dari orang yang ia anggap paling bisa diharapkan informasinya.
“Kenapa kau menanyakan tentang bibi Xixi?” Zhou Shen Shi mengernyit heran.
“Aku punya alasanku sendiri, bisakah kamu memberitahuku saja.” Jawab Zhou Shiyue.
“Baiklah-baiklah.” Zhou Shen Shi pun hanya bisa menghela nafas berat mengiyakan.
“Tidak banyak hal yang aku tau tentang bibi Xixi, aku pun hanya pernah menemuinya beberapa kali waktu masih kecil. Yang aku ingat ayah dan ibu kita memanggilnya Xixi. Tapi aku tau itu bukan nama aslinya” ujar Zhou Shen Shi.
“Katakanlah yang jelas, jangan terbelit-belit aku tidak mengerti.” Ujar Zhou Shiyue
“Hmm baiklah. Bibi Xixi itu adalah wanita yang penuh misteri, tidak ada yang tahu asalnya. Dia memiliki tubuh yang cukup tinggi,wajahnya cantik putih dan bersih, tapi dia orang yang galak dan suka mengomel. Anggap saja dia pemarah. Seingatku selain orang tua kita dan bibi Xixi itu, mereka masih memiliki teman lain yang sering mereka panggil Rain. Pria bernama Rain itu memiliki wajah pucat, dia lebih dekat dengan Xixi disbanding kedua orang tua kita.” Zhou Shen Shi menarik nafas panjang sejenak lalu menghembuskannya.
__ADS_1
“Oh ya, aku ingat ibu pernah memberitahuku kalau bibi Xixi itu adalah pendekar yang sakti. Kalau tidak salah ibu mengatakan bahwa bibi Xixi bukanlah orang biasa, wanita itu memimpin sebuah organisasi dimasanya.” Ujar Zhou Shen Shi kembali mengingat lembaran masalalunya.
“Organisasi apa?” Zhou Shiyue semakin penasaran sekaligus bingung.
“Entahlah, tapi kalau tidak salah aku pernah mendengar pria bernama Rain itu menyebutnya ratu kegelapan.” Ujar Zhou Shen Shi.
“Ratu kegelapan? Apakah dia dari aliran sesat?” Zhou Shiyue semakin bingung.
“Entahlah, lagipula aku tidak pernah mempermasalahkan tentang jalan mereka. Meski dari aliran sesat sekalipun, toh orang tua kita juga berada dijalan yang sama dengan mereka. Bedanya mereka tidak melakukan kekerasan yang merugikan masyarakat.” Ujar Zhou Shen Shi.
“Lalu selain itu, apa kau tau informasi keberadaan wanita itu?” Zhou Shiyue bertanya.
“Terakhir kali waktu aku kecil aku tau kalau dia tinggal disebuah puncak gunung, tapi sampai sekarang aku tidak pernah menemukannya.” Ujar Zhou Shen Shi.
“Mendengar ceritamu, aku pikir akan sulit menemukan wanita itu.” Ujarnya.
“Kenapa kau tidak melupakannya saja dan menjalani kehidupan yang baru.” Ujar Zhou Shen Shi bertanya pada adiknya.
“Aku hanya ingin mengetahui masalalu orang tua kita, terutama aku ingin kembali menemukan ayah kita. Tanpa wanita itu kita tidak akan pernah menemukan ayah.” Ujar Zhou Shiyue.
“Shiyue!” Zhou Shen Shi berkata dengan serius, ia menepuk pundak adiknya itu.
“Tidak kak, aku akan tetap menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Sekarang aku akan pergi dan tolong jangan cemaskan aku. Tolong jaga dirimu dengan baik.” Zhou Shiyue merasa terharu namun tekatnya sudah bulat.
Zhou Shen Shi hanya bisa menatap sendu kepergian adiknya itu.
“Semoga dia mendapatkan apa yang ia harapkan.” Ujar Zhou Shen Shi dalam hati.
Zhou Shiyue pergi menemui Kaisar yang sudah menunggunya di ruangan pribadi Kaisar. Pria paruh baya itu duduk dengan nyaman diatas kursi.
“Akhirnya kau datang juga.” Ujar Kaisar sambil tersenyum kecil.
“Kuharap kamu tidak terlalu lama menunggu.” Ujar Zhou Shiyue sambil tersenyum ramah, tak lupa pemuda itu juga langsung menutup pintu dan menguncinya dengan rapat agar tak ada yang bisa mendengar percakapan mereka.
“Untuk seorang pahlawan sepertimu, itu tidak masalah.” Ujar Kaisar membuat Zhou Shiyue terkekeh.
“Sekarang aku sudah disini, apa yang ingin kamu bicarakan denganku?” Zhou Shiyue masuk dalam perbincangan.
“Tidak banyak, yang pertama aku hanya ingin berterima kasih atas bantuanmu di peperangan kala itu.” Ujar Kaisar.
__ADS_1
“Itu semua berkat Kaisar yang memberi pedang naga padaku, jika tidak bagaimana aku bisa membantu?” ujar Zhou Shiyue berterus terang dengan pikirannya.
“Haha tidak juga. Kau memang sudah ditakdirkan. Oh ya, awalnya aku terkejut saat melihatmu menjadi petarung yang luar biasa saat itu. Tapi aku kembali berpikir bahwa seharusnya aku tidak perlu begitu terkejut mengingat siapa yang menggunakan pedang naga itu. Itu adalah kau, pemuda yang memiliki potensi besar.” Ujar Kaisar memuji Zhou Shiyue.
“Kaisar terlalu memujiku” ujar Zhou Shiyue sekenanya membuat Kaisar menggelengkan kepala mendengar nada malas pemuda itu.
“Tentang keluarga Zhou? Bagaimana bisa kau memiliki urusan dengan keluarga itu?” tanya Kaisar.
“Apa Kaisar lupa darimana asal Jendral Keempat? Dia berasal dari keluarga Zhou, dan apa kau lupa kalau aku pernah bilang Jendral Keempat itu adalah kakakku. Otomatis aku juga berasal dari keluarga Zhou.” Ujar Zhou Shiyue mulai menjelaskan.
“Lalu kenapa kamu memenjarakan orang tuamu?” Kaisar kembali bertanya karena bingung.
“Anggap saja itu hukuman atas tindakannya selama ini, dia menipu rakyat dan memanipulasi aturan kerja. Dia telah banyak melakukan tindakkan illegal, dan tentu ia pantas mendapat hukumannya. Mengenai alasan aku yang menangkapnya itu karena pembalasan untuknya karena telah menyakiti kakakku dan juga aku.” Ujar Zhou Shiyue menjelaskan.
“Aku masih tidak mengerti apa maksudmu? Zhou Lan itu kan ayahmu kenapa kamu tega sekali memenjarakannya?”
“Dia bukan ayah kandungku dan kakak Zhou Shen Shi. Kami adalah anak angkat yang ia rawat, meski kami hidup dikeluarga itu bukan berarti keluarga itu baik hati merawat kami. Keluarga itu sangat jahat dan selalu memperlakukan kami dengan buruk.” Ujar Zhou Shiyue
“Oh begitu, jadi kalian berdua anak siapa?” tanya Kaisar.
“Maaf Kaisar, bisakah kamu tidak terlalu banyak bertanya!” Zhou Shiyue menekankan kalimatnya tanda ia tak ingin membahas lebih jauh.
“Baiklah jika kamu belum ingin menceritakannya” ujar Kaisar.
“Sekarang rasa penasaranmu sudah terjawab kan?” Zhou Shiyue bertanya
“Hm”
“Kalau begitu aku pergi dulu untuk melanjutkan urusanku.” Pamit Zhou Shiyue.
“Tunggu dulu!” Kaisar menahannya saat Zhou Shiyue ingin membuka pintu.
“Ada apa?” Zhou Shiyue mengernyit.
“Setelah urusanmu selesai jangan lupa kembali dengan tubuh yang masih hidup.” Ujar Kaisar samba menepuk pundak pemuda itu.
“Hm, aku titip kakakku.” Ujar Zhou Shiyue mengangguk patuh, ia kembali berbalik melanjutkan langkahnya.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
__ADS_1
Maaf lama tidak up.🙏