Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Pedang Api (S1)


__ADS_3

Haii guys🤗🤗 !!!


Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!


Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!


Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…


Happy Reading!!!


Dua minggu telah berlalu, Zhou Shiyue menghabiskan banyak waktunya untuk melatih teknik pedang naga. Ia tak menyangka energi yang dikeluarkan pedang naga benar-benar dahsyat meski dirinya masih berada di tahap kaisar. Dia tidak bisa membayangkan bagaiaman hebatnya lagi saat ia mencapai tingkat Mahayana.


Selama dua minggu ini Zhou Shiyue baru berhasil melatih 4 tahap teknik pedang naga. Sedangkan isi kitab teknik pedang naga tersebut memiliki 10 tahap yang semakin kuat dan dahsyat seiring meningkatnya tingkatan.


Zhou Shiyue terpaksa menghentikan latihannya karena syarat untuk melatih teknik tahap ke 5 adalah harus berada di tingkat suci, karena kalau di tingkat kaisar kebawah takutnya akan merusak tubuh pengguna sebab tidak bisa menahan efek dari teknik pedang yang akan digunakan.


Tapi untuk saat ini ia akan mencari pedang yang akan selalu ia pakai dulu, tentunya pedang berkualitas tinggi juga agar bisa menyesuaikan dengan teknik pedang naga yang luar biasa.


Bagaimanapun untuk saat ini saat dirinya belum sekuat pendekar Mahayana, ia tak akan pernah mengeluarkan pedang naga disembarang tempat takutnya nanti akan terjadi kekacauan dan kekaisaran akan gempar saat mengetahui munculnya pedang naga apalagi dia tidak yakin bisa menahan orang-orang yang ingin merebut pedang naga darinya karena belum terlalu kuat.


Untuk sekarang Zhou Shiyue akan mencari bahan-bahan untuk membuat pedang yang berkualitas tinggi dulu. Ia berencana akan menempa sendiri pedang yang ia bawa nanti.


Zhou Shiyue masuk ke dalam hutan gunung Xuanjun, ia mencari inti Kristal berharga untuk dijadikan salah satu bahan pembuatan pedang.


Sudah tiga hari ia berburu inti Kristal hewan roh, ia memanen cukup banyak inti Kristal roh tingkat tinggi. Sayang sekali ia tak menemui hewan roh suci, andai saja ada kan tujuannya akan bisa dipercepat.


“Mungkin ini sudah cukup.” Ucapnya sambil melihat sekantong inti Kristal yang berjumlah 80.


Langkah kedua ia mencari bahan kedua untuk pembuatan pedang. Ia mencari bijih besi yang pernah ia lihat saat masuk ke dasar gua.


“Astaga kenapa tempatnya jadi begini?” ucapnya sambil melihat genangan lahar api panas yang mengelilingi bijih-bijih besi. Tempat itu seperti kolam luas dibawah sana.


Zhou Shiyue dengan teknik meringankan tubuh dengan mudah menggapai dasar gunung itu. Sayang sekali ia harus menahan hawa panas dari lahar api agar bisa mengambil bijih-bijih besi yang terndam dalam genangan lahar tersebut.


“Ahh sialan!” ia mengutuk keras saat menyentuh bijih besi yang ternyata sepanas bara tersebut.

__ADS_1


Zhou Shiyue pun menggunakan teknik angin untuk mengangkat bijih-bijih besi itu dan membawanya keatas.


Setumpuk bijih besipun berhasil ia bawa keatas.


“Syukurlah” ucapnya setelah mendarat diatas dengan selamat.


Ia pun segera menyimpan setumpuh bijih besi itu ke dalam ruang penyimpanan. Lalu kembali ke kediaman.


Sesampainya dikediaman, ia pergi ke tempat pembuatan pedang yang sudah ia siapkan sebelumnya. Untuk proses pembuatan pedang memakan waktu yang cukup lama, bahkan matahari sudah hampir tenggelam.


Sampai keadaan benar-benar menjadi gelap dan cahaya bulan juga api penempaan yang menyinari sekitar. Zhou Shiyue tersenyum puas saat melihat sebuah pedang yang sudah jadi.


“Sempurna!” serunya sambil tersenyum miring.


Pedang yang memancarkan cahaya merah dan berenergi panas tersebut benar-benar sempurna meski tidak seluar biasa pedang naga.


“Pedang ini akan aku beri nama pedang api.” Ujarnya setelah menemukan nama yang cocok dengan pedang yang ia buat.


“Mulai sekarang kau akan jadi tempat seperjalananku, jadi bekerjasamalah saat nanti kita membantai orang-orang jahat.” Ujarnya lagi.


Setelah semua pekerjaannya selesai ia pun menyimpan kembali pedang api ke dalam cincin penyimpanan.


Untuk saat ini Zhou Shiyu beristirahat sejenak digazebo milik Ling Xifeng sambil memandangi terangnya bulan bersama ribuan bintang ditemani secangkir arak yang ia ambil di kamar milik gurunya saat tak sengaja melihat arak itu waktu dia mengambil kitab teknik tongkat sakti yang diberikan oleh gurunya.


Pagi sudah tiba, Zhou Shiyue sudah makan makanan yang ia masak subuh tadi. Saat ini ia sedang dalam perjalanan menuju sakte gunung bunga persik untuk mencari informasi tentang tempat-tempat yang kemungkinan besar ada hewan roh suci.


Tentunya ia ingin mengumpulkan inti Kristal hewan roh suci agar bisa menerobos ke tahap suci.


Beberapa hari perjalanan akhirnya ia sampai di sakte tersebut. Beberapa orang yang tidak mengenalnya tentu saja menanyainya dengan teliti karena takut adanya penyusup yang masuk ke wilayah sakte.


“Namaku Shiyue, kau bisa mengatakannya pada tuan Mye Jing Chen. Dia pasti tau siapa aku” ujarnya malas membuat penjaga gerbang enggan untuk menuruti permintaan Zhou Shiyue tapi karena itu tugasnya jadi ia pun pergi mencari keberadaan Mye Jing Chen.


Beberapa saat kemudian pria penjaga gerbang kembali dengan wajah tak suka sambil berkata.


“Mauklah, dia menunggumu di halaman belakang.” Ujar pria itu ketus.

__ADS_1


Zhou Shiyue tak menghiraukannya dan menerobos masuk membuat pria penjaga gerbang semakin kesal dan ingin memukulnya.


“Kita bertemu lagi tuan Mye Jing Chen” ujar Zhou Shiyue seadanya saat bertemu dengan Mye Jing Chen.


“Haha lama tak berjumpa, sekarang namamu sedang naik daun.” Ucap Mye Jing Chen dengan ramah, ia melangkah ke gazebo untuk duduk dan diikuti oleh Zhou Shiyue.


“Memangnya apa yang terjadi sampai membuat namaku naik daun?” tanya Zhou Shiyue mengernyit heran.


“Kau sendiri bahkan tidak tau, sebenarnya akhir-akhir ini kau kemana saja?” Mye Jing Chen hanya menggelengkan kepala melihat reaksi Zhou Shiyue.


“Aku sedang melakukan latihan” jawab Zhou Shiyue seadanya, tak ada lagi senyum hangat dan ramah dibibirnya membuat Mye Jing Chen merasa ada yang salah, tapi pria itu tak mau mengungkitnya.


“Saat ini orang-orang menyebut dirimu sebagai pendekar legenda karena perjuanganmu dan kaisar yang bekerja sama melawan tiga orang kuat itu.” Jelas Mye Jing Chen


“Pendekar legenda apanya, aku bahkan hampir mati saat itu” ujar Zhou Shiyue malas.


“Ya aku juga tidak tau , tetap saja mereka akan memanggilmu begitu.” Mye Jing Chen tidak tau harus menunjukan reaksi seperti apa jadi dia hanya sembarang ucap saja.


“Ehm, sebenarnya apa yang membuatmu mengunjungi sakte ini? Aku tau kau bukan orang yang sembarangan berkunjung jika tidak ada hal penting.” Ujar Mye Jing Chen saat melihat Zhou Shiyue tidak menyahuti perkataannya tadi.


“Aku ingin tau tempat-tempat yang banyak hewan roh sucinya.” Ucap Zhou Shiyue to the point.


Awalnya Mye Jing Chen terkejut dan ingin menanyakan alasan pemuda itu mencari hewan roh suci. Tapi saat melihat sorot mata Zhou Shiyue yang penuh keseriusan ia jadi segan dan langsung mengatakan tempat-tempat yang ia tahu.


“Ada di gunung rinjan diwilayah barat, bukit yangzhin diwilayah timur, dan pulau naga di wilayah utara.” Jawab Mye Jing Chen.


“Baik, terima kasih atas informasinya. Sekarang aku ingin pergi melanjutkan perjalanan.” Ucapnya tulus sebelum pergi meninggalkan Mye Jing Chen.


“Padahal aku belum mengatakan tempat yang paling berbahaya dari ketiga tempat itu” ujar Mye Jing Chen dengan wajah kusut, ia ingin berteriak memanggil anak itu tapi tak jadi karena banyak murid di sekitarnya.


“Semoga saja dia tidak pergi ke gunung rinjan” gumam Mye Jing Chen.


Zhou Shiyue pun keluar dari sakte, dan segera pergi dari sana menuju desa yang harus ia lewati saat ingin masuk ke wilayah barat


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!

__ADS_1


__ADS_2