Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Pertemuan kembali guru dan murid (S1)


__ADS_3

Beberapa hari ini suasana kembali stabil, Yun Yunzhi juga sudah pulih deri lukanya meski ia harus menggunakan kain untuk mengikat lukanya.


“Terima kasih sudah merawatku.” Ujar Yun Yunzhi menatap semuanya.


“Tidak perlu sungkan, merawatmu memang sudah kewajiban kami sebagai sesama manusia.” Ujar Mye Jing Chen dengan senyum ramah.


“Aku pikir aku sudah mati, tetapi akau bersyukur masih hidup dan dapat melihat keluargaku lagi.” Ujarnya menatap Lin Hua dan Xiao Ai.


Diruangan itu tidak ada Zhou Shiyue, kemana perginya anak itu?


Zhou Shiyue kembali kepuncak gunung Xuanjun, lagipula jaraknya dengan Sakte Gunung Bunga Persik tidaklah jauh apalagi jika ia menaiki naga miliknya. Jadi ia bisa kapanpun kembali ke sakte ataupun ke kediaman gurunya.


Di kediaman sang guru Zhou Shiyue berlatih, ia melanjutkan teknik pedang naga tahap ke 9 dan 10. Karena ia memiliki ambisi jika ia mampu melatih teknik itu sampai akhir maka ia akan menggunakan pedang naga saat melawan musuh yang sulit. Ia tak perlu takut lagi pada siapapun orang yang ingin merebut pedangnya.


Disaat-sata keseurannya berlatih ia mendengar suara yang sangat ia rindukan dari arah belakang.


“Anak muda, ternyata kau berkembang dengan pesat.” Ujar suara itu


Zhou Shiyue membulatkan matanya, ia membalik badannya dan melihat seorang wanita cantik berjalan kearahnya dengan senyum mengambang.


“Sesepuh?” sapanya, ia menghampiri gurunya dan ingin merentangkan tangan ingin memeluk sang guru tetapi Ling Xifeng mendorongnya dan berkata


“Jangan berpikir memeluku jika tidak ingin nyawamu melayang” ancam sang guru, tetapi raut wajah gurunya itu sangat tidak kontras dengan perkataannya.


“Haiss baiklah” jawab Zhou Shiyue dengan wajah masam


“Hahah anak ini mudah merajuk” ujar Ling Xifeng menertawakan muridnya.


Didepan sang guru, Zhou Shiyue kembali pada sifat awalnya yang periang dan percaya diri.


“Sesepuh kamu kemana saja? Sudah setengah tahun pergi kau baru menampakkan diri?” ujarnya bertanya


Mereka santai ditaman halaman depan kediaman.

__ADS_1


“Hanya menemi teman lama.” Jawab sang guru sekenanya


‘dia menutupinya dariku’ Zhou Shiyue berkata dalam hati sambil mengerutkan keningnya.


“Ada apa? Selama ini apa kau baik-baik saja?” tanya sang guru


“Hm, aku selalu baik-baik saja.” Jawab Zhou Shiyue, ia tak menceritakan pengalaman dirinya yang beberapa kali hampir mati.


“Saat aku kembali waktu itu aku tidak melihatmu, kau pergi kemana?” tanya Ling Xifeng


“Hanya mencari teman baru” jawaban Zhou Shiyue tentu membuat Ling Xifeng menaikan sudut bibirnya


“Kau ini, membalasku?” Ling Xifeng memukul kepala muridnya dengan sarung pedangnya.


“Tidak, murid tidak berani” jawab Zhou Shiyue


Guru dan murid itu terus mengobrol menceritakan pengalaman yang mereka alami akhir-akhir ini sampai Zhou Shiyue mulai membahas hancurnya tiga partai dan rencana jahat Sakte Wudang dan Emei.


“Sebelumnya aku sudah mendengar kabar hancurnya tiga partai itu, tapi tentang wudang dan emei aku belum mendengar apapun.” Ujar Ling Xifeng mengernyit


“Tidak ada, urusan mereka sudah bukan urusanku. Untuk apa aku ikut campur?” ucap Ling Xifeng


“Jika mereka menjatuhkan Kaisar, bagaimana dengan rakyat? Apa kau tidak peduli tentang kebaikan rakyat?” tanya Zhou Shiyue, mungkin pemuda itu agak tidak terima jawabban sang guru.


“Entahlah, dulu saat ayakhu menjadi seorang Kaisar. Ia tidak terlalu bijak dan malah orang-orang aliran putih yang memperlakukanku dengan baik serta merawatku. Jadi untuk apa aku membantu Kaisar jika dia saja belum tentu bijak?” ujar Ling Xifeng


“Dia seorang pemimpin yang bijak, aku jamin itu. Tapi jika kamu tidak memiliki minat membantu maka tidak ada yang bisa memaksamu juga. Melindungi Kaisar biar jadi urusanku dan rekan-rekanku.” Ujar Zhou Shiyue menjawab, ia mulai menunjukkan sifatnya sekarang yang sudah menjadi cuek dan dingin


‘Anak ini? Kenapa dengannya? Kenpa kelihatannya dia sedang kesal?’ batin Ling Xifeng sambil menatap ekspresi datar Zhou Shiyue.


“Jika kamu sibuk, aku tidak akan mengganggu dan aku akan kembali berlatih” ujar Zhou Shiyue meninggalkan sang guru tanpa menunggu jawabban gurunya.


“Dia sudah dewasa dan berubah, dia bukan lagi remaja yang banyak bicara dan periang.” Ujar Ling Xifeng menyadari perubahan muridnya, ia merasa sedih akan hal itu.

__ADS_1


Zhou Shiyue pergi meninggalkan kediaman gurunya, ia menuju sungai yang ada dibawah jurang waktu itu. Sungai tempat ia mengambil air untuk mengisi bak-bak di kediaman Ling Xifeng.


Tak ada yang berubah dari tempat itu. Zhou Shiyue mulai melatih teknik tahap ke 10 dari teknik pedang naga.


Dua hari kemudian, dengan berlatih tanpa henti Zhou Shiyue akhirnya berhasil melatih seluruh teknik atau jurus pedang naga. Ia tersenyum miris saat melihat keadaan sekitarnya yang sudah hancur berantakan dibuatnya.


“Awalnya tidak ada yang berubah tapi sekarang jadi lebih buruk dari sebelumnya.” Ujarnya dengan wajah masam.


Zhou Shiyue pada akhirnya naik keatas dan pergi menuju kediaman Ling Xifeng.


“Kemana sesepuh?”


Zhou Shiyue melihat sekitar kediaman itu dan tak menemukan keberadaan wanita itu. Dengan wajah datar ia memilih masuk ke dalam kamar, disana ia melihat secarik kertas diatas meja.


“Shiyue, aku akan kembali menemui teman lamaku saat ini ia sedang membutuhkanku. Kali ini aku tidak pergi lama, tunggu aku kembali.” Ujar Ling Xifeng dalam surat itu.


“Wanita ini.” Zhou Shiyue hanya menghela nafas beratnya, tak ingin berpikir berlebihan ia menyimpan surat itu kembali ditempatnya.


Setelahnya Zhou Shiyue pergi meninggalkan kamar dan berjalan menuju halaman belakang.


Disaat ia menarik nafasnya dengan dalam lalu menghembuskannya secara perlahan, dengan yakin ia mengeluarkan pedang naga dari ruang penyimpanan.


Pedang naga itu.


Zhou Shiyue memegangnya dengan erat. Aura pedang itu tak bisa membuatnya berhenti menatap kagum, bagaimana tidak? Semua orang akan memuja pedang itu karena merupakan salah satu pusaka langka dan sudah pasti mengandung energi yang besar.


“Sebelum aku menggunakanmu diluar sana, aku ingin mencobamu dulu.” Gumamnya menatap pedang naga bercahaya biru itu.


Disaat ia menarik keluar pedang itu dari sarungnya, tiba-tiba langit menjadi mendung dan angin berhembus dengan kencang.


Zhou Shiyue Tidak menyangka dampaknya akan seperti ini, suasana alam disekitarnya bergejolak seolah menyambut kedatangan pedang naga itu.


“Energinya begitu besar, aku bahkan harus mengalirkan energiku agar bisa memegangnya dengan santai.” Ujarnya.

__ADS_1


“Baiklah, sekarang aku ingin melihat seberapa besar energi yang bisa kau hasilkan.” Ujarnya dengan senyum miring.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kwan 😁!!!


__ADS_2