
Disisi lain, Zhou Shiyue yang tengah bertarung melawan roh jahat kini sedang menatap dingin roh tersebut.
“Jurus pedang naga pembelah samudra!” seru Zhou Shiyue sambil melakukan teknik tahap pertama teknik pedang naga.
Beberapa kali roh jahat itu terlempar kebelakang karena energi yang terkandung dalam pedang api milik shiyue terlalu besar. Roh jahat itu terus menciptakan bunyi-bunyi yang terdengar sangat aneh.
Tapi karena dia juga kuat, roh jahat berusaha membawa Zhou Shiyue masuk ke dalam ilusinya. Sayang sekali Zhou Shiyue tidak semudah itu untuk ditipu. Pemuda gagah itu kembali mengerahkan jurus-jurusnya.
“Jurus tembakan petir abadi!! Hiyaaa!!!!” Zhou Shiyue berseru dengan keras sambil mengumpulkan seluruh energinya ke tangan kiri yang tidak memegang pedang api.
BLARRR!!
Ledakan keras kembali terdengar dan menimbulkan cekungan besar didaerah roh jahat tersebut. Tapi sayang sekali roh jahat itu belum juga musnah. Sampai akhirnya dimana Zhou Shiyue dan roh jahat itu menyerang bersamaan.
“Jurus pedang naga pembentang langit!! Hiyaaaaa!!!” ia berseru kerasa dan meleset secepat kilat menerjang roh jahat yang juga melaju kearahnya dengan wujud api biru sebesar rumah.
BOOMMMM!!!!
Ledakan besar tak bisa dihindari, karena kedua energi besar saling bersentuhan membuat cekungan besar di antara Zhou Shiyue dan asap roh jahat yang tampak semakin memudar.
“Terimalah pukulan terakhirku, jurus kipasan badai petir abadi!!! Hiyaaaaaaaaa!!!”
DWARRRR!!!
Pada akhirnya ledakan energi Zhou Shiyue berhasil membasmi habis roh jahat yang sudah hancur menjadi kepingan asap.
Disisi lain, Feng Niu dan kawan-kawannya saat ini tengah bertarung sengit melawan wanita cantik yang semakin kuat saat rambutnya berubah panjang dan putih.
“Hempasan angin samudra!!” wanita itu berseru dengan keras menciptakan ****** angin beliung yang membuat tanah diatas mereka mulai berjatuhan.
“HIYAAA!!!!”
BRAKK..
Feng Niu dan kawan-kawannya terhempar mengenai dinding batu sambil memuntahkan seteguk darah segar.
Sampai akhirnya saat wanita itu ingin mengerahkan jurus lagi, sebuah tembakan leser mengenai lengannya.
__ADS_1
“Arghhh!!” wanita itu menjerit sambil memegangi lengannya yang berdarah.
Seorang lelaki tampan masuk kedalam sana, berjalan dengan penuh kharismatik. Tatapan dinginnya itu terlihat penuh pesona meski terlihat mengerikan.
“Itu saudara Shiyue” ujar Feng Niu membuat kedua temannya menghembuskan nafas lega, entah mengapa mereka merasa yakin jika Zhou Shiyue berada ditengah-tengah mereka.
“Hanya seorang lelaki lemah yang kalian harapkan? Cuihh tidak sebanding denganku.” Ujar wanita itu dengan tatapan sinis ia melirik Zhou Shiyue sambil berusaha menyerang pemuda itu dengan rambutnya.
Zhou Shiyue menangkap rambut itu membuat sang empunya rambut memelototkan matanya. Wanita itu berusaha membebaskan rambutnya tapi tidak berhasil.
Zhou Shiyue menatap dingin wanita itu, ia menggunakan energi api membakar rambut wanita itu membuat sang pemilik rambut memakinya.
“Pria sialan berani membakar rambutku? Terima ini!!!” wanita itu berteriak marah sambil menggunakan energi angin untuk memadamkan api yang ada dirambutnya.
Wanita itu kembali melayang diudara dan berputar dengan kecepatan penuh membuat siapapun yang melihatnya merasa pusing. Tapi tidak dengan Zhou Shiyue.
“Kalian bertiga, keluar dulu!” ujarnya melirik tiga kawannya.
Ketiga pemuda itupun keluar sambil membawa Keyfeng yang masih terlelap dalam ilusi.
Wanita itu merasa ada getaran dihatinya, antara getaran karena takut atau terpesona dengan senyum miring Zhou Shiyue.
“Kalau menghadapiku jangan melamun!” ujar Zhou Shiyue mendadak mengerahkan jurus pedang naga pembelah samudra membuat wanita itu mengalami luka serius karena tidak siap.
Wanita itu kembali menatapnya dengan tajam sambil mengumpulkan seluruh energi hitam digenggaman tangannya.
“Jurus iblis kegelapan!!!” seru wanita itu mulai menyerang Zhou Shiyue dengan energinya.
DWARRR!!!
Tentu saja Zhou Shiyue dapat menghindarinya dengan mudah karena serangan yang mudah dibaca. Zhou Shiyue tidak diam saja saat musuhnya mulai menyerang.
Kali ini ia menggunakan jurus pedang naga pembentang langit yang ia kombinasikan dengan energi petir. Wanita itu juga melakukan hal yang sama, dia menggunakan teknik angin yang ia kombinasikan dengan energi hitam disekitarnya.
Sampai pukulan mereka bertemu.
__ADS_1
BOMMMM!! Krakkk…
Akibat tabrakan antara dua energi yang besar membuat tanah diatas mereka runtuh.
Feng Niu bersama para rekannya dan juga para warga yang kini tengah menunggu kembalinya Zhou Shiyue, mereka menatap cemas kearah tanah disekitaran pohon tempat masuk bawah tanah sudah runtuh dan menimbulkan asap putih.
“Semoga dia baik-baik saja.” Ujar Feng Niu penuh harap diangguki oleh yang lainnya.
Hingga beberapa saat kemudian bayangan seseorang berjalan dari asap itu menuju kearah mereka. Bayangan itu berjalan dengan langkah santai yang penuh ketenangan.
“Dia saudara Shiyue, dia kembali.” Seru sekawan pendekar itu dengan senang.
Sampai akhirnya Zhou Shiyue sampai ditempat mereka sambil tersenyum kecil.
“Apa yang kalian tunggu? Ayo segera kembali ke desa.” Ajaknya membuat semua orang berjalan penuh kegembiraan menuju desa Jongnam.
Akhirnya roh jahat dan wanita itupun dikalahankan oleh tujuh orang pemuda yang saling bekerja sama. Para warga yang mengalami luka juga segera diobati dan diantar ke keluarga mereka masing-masing.
Para penduduk desa yang mengetahui tentang tujuh pahlawan ini sangat bersyukur dan berterima kasih. Terutama kepada Zhou Shiyue yang mereka berni nama pendekar legenda. Meski tidak sehebat ketua sakte aliran besar dan para warga menyadari itu, mereka tetap bersikeras untuk menyebut nama Zhou Shiyue sebagai pendekar legenda.
(Zhou Shiyue dipanggil pendekar legenda oleh warga itu karena asal usul yang misterius dan kepribadiannya yang dingin)
Pagi ini, tujuh pendekar itu tengah berkumpul disebuah kedai tempat pertama kali Zhou Shiyue dan sekelompok pendekar itu bertemu.
“Kelak jika kita bertemu lagi aku harap bisa sekuat dirimu agar bisa berduel dengamu” ujar Feng Niu pada Zhou Shiyue
“Aku akan menantinya” jawab Zhou Shiyue sekenanya.
“Sekarang sudah waktunya bagiku untuk kembali melanjutkan perjalanan, aku harap kalian semua selalu baik-baik saja.” Ujar Zhou Shiyue sebelum melangkah pergi meninggalkan keenam pendekar tersebut.
Saat Zhou Shiyue berjalan ditengah-tengah ramainya warga desa, banyak pasang mata yang melihat kearahnya dengan penuh kekaguman. Ya para warga memang sangat menghormati Zhou Shiyue dan kawan-kawannya karena merasa tujuh orang itu telah berjasa besar di desa mereka.
Setelah beberapa menit iapun sampai dipenghujung desa. Setelahnya baru ia pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Ia bergerak bebas di dalam hutan yang kemungkinan akan ia lewati selama beberapa hari. Terpaksa ia melewati hutan ini agar perjalannya ke wilayah bisa lebih cepat. Karena jika harus melewati desa Yulu hingga kota Yuhan, menurutnya itu terlalu jauh dan menghambat waktu.
__ADS_1
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!
...**Untuk hari ini author cuma bisa up 1 episode ya teman-teman karena author lagi ada urusan nanam padi (orang kalimantan pasti tau😁) ......