
Pagi ini Kota Xudong, tepatnya di depan gerbang mansion keluarga Huang. Suasana sangat ramai, banyak warga berbaris didepan gerbang termasuk Zhou Shiyue sendiri yang berada di barisan tengah.
Pria yang kemarin meminta warga yang mengantri untuk masuk satu persatu. Jika warga yang didalam sudah keluar mansion maka warga yang berdiri paling didepan akan disuruh masuk.
Tampak tak ada raut wajah warga yang cerah saat keluar dari mansion itu. Hanya wajah kusut dan tatapan menyerahlah yang ada diwajah para warga yang sudah masuk ke mansion.
Saat matahari berada diatas kepala, kini giliran Zhou Shiyue masuk. Awalnya pria penjaga gerbang meragukannya tetapi pria itu tetap membolehkan Zhou Shiyue untuk masuk.
Di dalam kamar Huang Ran, beberapa orang berpakaian rapi bersama beberapa orang wanita dewasa dan remaja sedang berkumpul disana. Seorang pria muda berwajah pucat tengah terbaring lemah diatas ranjuang dengan mata tertutup.
“Aku memang tidak bisa berharap banyak, tapi aku harap kamu bisa menyembuhkan putraku dan membangunkannya dari tidur panjangnya.” Ujar pria penuh wibawa, Huang Yilan(walikota Xudong)
Zhou Shiyue hanya mengangguk, tetapi anggukannya membuat Huang Yilang berharap besar padanya.
Zhou Shiyue mendekati Huang Ran, rasa dingin sangat menusuk kulit saat ia mulai menyentuh tubuh pemuda itu. Kini ia menyentuh nadi Huang Ran di bagian tangan. Ia juga menaruh dua jarinya untuk merasakan hembusan nafas pemuda itu. Ia merasakan hembusan nafas kecil yang keluar hidung pemuda tersebut yang menandakannya masih hidup.
Ia membuka sedikit kerah baju Huang Ran hingga menunjukan dada bidang pemuda itu. Ia menyentuh dada itu sambil memejamkan matanya. Ia mengerutkan kening tapi tetap diam.
Kali ini ia membalikan sedikit kepala pemuda itu untuk melihat tengkuk pemuda tersebut yang ternyata ada sebuah titik kecil. Ia melihat dengan jelas bahwa itu bekas tusukan jarum.
Akhirnya Zhou Shiyue menghela nafas beratnya lalu menatap pria penuh wibawa yang menunjukkan raut wajah penuh harap. Melihat itu ia sangat iri pada Huang Ran yang memiliki kasih sayang penuh dari sang ayah.
“Kemungkinan besar tuan muda terkena racun dingin. Ada bekas jarum dilehernya, dan jika aku tidak salah tebak itu adalah bekas jarum yang terkandung energi es tingkat tinggi.” Penjelasan Zhou Shiyue membuat semua orang disana menatap cemas kearah Huang Ran.
“Racun ini memang tidak langsung membunuh, tapi jika dibiarkan terlalu lama maka kondisinya akan semakin memburuk dan nyawanya bisa terancam.” Ujarnya menjelaskan.
“Lalu apa yang dibutuhkan untuk menyembuhkan putraku?” tanya Huang Yilan.
“Bunga sakura api. Jika anda memiliki bunga tersebut maka kita bisa memproses penyembuhannya sekarang.” Ujar Zhou Shiyue, beruntung ia pernah membaca buku pengobatan jadi pengetahuannya cukup luas.
__ADS_1
“Sayang sekali aku tidak memilikinya, tapi jika bisa ke puncak gunung itu maka ada kemungkinan besar bisa mendapatkan bunga tersebut” Huang Yilan menunjukan raut wajah masam saat mengingat jika ia pernah mendengar keberadaan bunga tersebut yang letaknya diwilayah terlarang.
“Kalau boleh tau sudah berapa lama dia tak sadarkan diri?” tanya Zhou Shiyue.
“Jika tidak salah dia tidak sadarkan diri selama kurang tiga minggu lagi maka akan genap dua tahun.” Jawab Huang Yilan, diangguki oleh keluarganya yang lain.
“Itu artinya kita harus mendapatkan bunga itu sebelum tepat dua tahun karena menurut buku yang aku pelajari, seseorang hanya mampu bertahan selama dua tahun setelah terkena racun dingin.” Ucapan Zhou Shiyue sontak membuat keluarga Huang itu semakin cemas.
“Apa ada cara lain untuk menyembuhkannya?” tanya Huang Sun, adik Huang Yilan dengan wajah cemas.
“Andaipun ada juga tidak akan menggunakan cara yang tersulit.” Ujar Zhou Shiyue mnyahuti.
“Sekarang tugas kalian hanya mencari bunga sakura api itu, barulah tuan muda bisa selamat dari maut.” Ucapnya lagi.
“Tapi tidak satupun dari kami yang merupakan seorang pendekar, jika kami pendekar setingkat Mahayana mungkin masih ada harapan.” Ujar Huang Yilan.
“Memangnya kenapa dengan tempat itu yang menharuskan seorang pendekar kuat agar bisa masuk? Dan dimana tempat itu?” tanyanya.
Zhou Shiyue mengangkat alisnya saat mendengar nama tempat itu yang ternyata adalah tempat yang sama dengan tujuannya datang ke wilayah barat ini.
‘Memang sebuah kebetulan, kalau begitu aku bisa pergi kesana sekalian mencari bunga sakura api.’ Pikirnya.
“Jika tidak ada yang bisa pergi, biarkan aku sendiri mengambilnya.” ujarnya
“Tapi rumor mengatakan bahwa siapapun yang memasuki wilayah gunung rinjan maka akan terjebak selamanya didalam sana.” Huang Yilan mengatakannya dengan jujur, meski ia sangat ingin putranya sembuh tapi ia juga tak ingin mempertaruhkan nyawa orang lain.
“Tidak perlu khawatir, aku punya cara sendiri.” Ujar Zhou Shiyue dengan senyum miring membuat beberapa dari keluarga Huang bergidik ngeri menganggap senyum Zhou Shiyue adalah senyum psikopat.
Sore hari, antrian warga telah dibubarkan dan tidak ada lagi untuk besok dan seterusnya karena kabarnya tuan muda ini telah menemukan titik terang.
__ADS_1
Zhou Shiyue juga sudah berangkat menuju gunung rinjan, ia diarahkan oleh seorang pendekar raja yang disewa oleh keluarga Huang untuk mengantar Zhou Shiyue ke gunung rinjan.
Satu minggu perjalanan tanpa henti akhirnya Zhou Shiyue dan pendekar raja itupun berhenti didepan sebuah gunung dengan hutan rimbun yang mengelilinginya.
“Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini, aku hanya berharap kau bisa memikirkan ulang tentang rencana memasuki gunung itu.” Ujar penedekar raja itu memperingati.
“Terima kasih sudah mengantarku sampai tujuan, seterusnya aku akan meneruskannya sendiri. Kau tidak perlu khawatir.” Ujar Zhou Shiyue membuat pendekar raja itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat kegigihan Zhou Shiyue.
“Baiklah, kalau begitu semoga kau bisa keluar dengan selamat.” Ujar pendekar raja itu sebelum meninggalkan Zhou Shiyue seorang diri.
Zhou Shiyue menatap hutan rimba yang memenuhi gunung, dalam hati sangat bersemangat saatb melihat harapan akan kultivasinya sudah didepan mata. Akhirnya ia pun mulai melangkah memasuki area gunung tersebut.
Ia mulai mendaki gunung tersebut, awalnya keadaan normal seperti biasa hanya saja ia merasa banyak mata yang saat ini sedang memperhatikan gerak-geriknya. Ia pun berhenti dan melirik kebalakang untuk melihat benda apa yang membuat bulu kuduknya berdiri.
Ia melihat sosok hantu sedang melayang dibelakangnya, hantu itu berwajah datar dan benar-benar mengerikan.
‘Ternyata di dunia memang ada hal yang seperti itu, tapi kenapa aku bisa melihatnya?’ ia bertanya dalam hati.
“Kenapa kau mengikutiku?” tanyanya pada sosok hantu itu.
“Jangan pergi keatas, disana berbahaya.” Ternyata meskipun sosok hantu itu mengerikan tetapi ia memiliki hati yang baik.
“Maaf tapi aku memiliki urusan diatas sana” ujar Zhou Shiyue.
Tapi entah kenapa hantu itu menghilangt begitu saja saat hantu itu melihat kearah belakang Zho Shiyue.
Zhou Shiyue kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya tetapi naas ia dihadang oleh seekor ular raksasa.
“Luar biasa, auranya memancarkan aura hewan roh suci.” Ucapnya dengan mata melotot, ia merasa beruntuk karena bertemu hewan roh suci yang ia cari-cari.
__ADS_1
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!