
Diatas punggung naga hijau, Zhou Shiyue pingsan saat naga hijau meleset dengan kecepatan maksimalnya. Pemuda yang belum terbiasa dengan kecepatan naga itu ia merasa pusing yang berlebih hingga membuatnya jatuh pingsan tak berdaya.
Dalam waktu hitungan menit, naga hijau benar-benar berhenti disebuah gunung api aktif. Naga itu menurunkan Zhou Shiyue lalu membuat tubuhnya mengecil agar bisa bergerak lebih leluasa.
“Anak langit, ayo bangun! Kita sudah sampai” naga hijau itu menggerakkan ekornya untuk menyentuk wajah Zhou Shiyue usaha membangunkan pemuda itu.
“Cepat bangun, hartamu dicuri orang!!” teriak naga hijau itu tepat ditelinga Zhou Shiyue.
Sontak Zhou Shiyue langsung terbangun saat mendengar hartanya yang akan dicuri.
“Diamana pencurinya? Ayo tangkap dia!” Zhou Shiyue histeris menengok ke kanan dan kirinya.
“Tidak ada pencuri, aku hanya berusaha agar kau bangun.” Ujar naga hijau dengan singkat.
Zhou Siyue merasa linglung sejenak, saat mengingat kejadian terakhir kali saat ia pingsan ia menatap sengit naga hijau itu dan memukul naga itu hingga terpental kebelakang.
“Aduhh!!” naga itu menjerit kesakitan saat tubuhnya terkena batang kayu dibelakang.
“Gara-gara kau aku jadi pingsan, tekutuk kau!” tunjuk Zhou Shiyue dengan tatapan penuh permusuhan.
“Dasar anak langit sialan, jika bukan ikatan itu aku sudah membunuhnya sejak lama” gumam naga hijau pelan takut terdengar oleh Zhou Shiyue yang sedang marah.
“Masuk saja kau ke dalam ruang pengap sana.” Zhou Shiyue melempar naga hijau dengan tiba-tiba ke dalam ruang penyimapanannya.
Zhou Shiyue mengendalikan emosinya samai ia menjadi pria cuek dan dingin seperti biasanya. Ia tanpa ingin membuang-buang waktu mulai melangkah menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk mencari tempat masuk ke dalam gunung api didepannya.
Selama beberapa saat ia menemukan lubang besar yang menimbulkan asap panas.
“Mungkin lubang ini salah satu jalan masuk ke dalam sana.” Ujar Zhou Shiyue.
Tanpa berpikir dua kali ia langsung melompat masuk ke dalam lobang itu hingga tubuhnya meluncur dengan cepat ke bawah sana.
BLUKK..
__ADS_1
Ia pun akhirnya menginjak tanah yang ada di dalam gunung api. Ia melihat ada jalan didepannya. Ia merasa cukup aneh dan bertanya-tanya.
“Mengapa bisa ada jalan yang sepertinya dibuat oleh manusia di dalam gunung api? Siapa manusia yang berani mengambil resiko tinggi untuk membuat jalan disini? Lagipula jalan ini untuk apa?” tanyanya dengan heran.
Karena tidak ingin menunda waktu, ia pun kembali melanjutkan langkahnya menyusuri jalan yang ada didepannya. Hingga sampailah ia di sebuah ruangan yang sangat-sangat besar. Diluar dugaan ia sudah sampai di pusat gunung api itu.
Tampak lahar api yang mendidih di bawah sana. Tak hanya itu hawa disana benar-benar panas, andai Zhou Shiyue tidak memiliki energi dingin yang ia dapatkan dari kolam es abadi mungkin dia sudah terbakar di dalam sana.
“Yang benar saja, masa aku harus berendam di lahar api itu? Sangat mengerikan” ujarnya, ia merasa bulu kuduknya berdiri saat melihat lahar api yang sangat-sangat banyak. Tak beda jauh dengan air yang ada di kolam es abadi waktu itu.
Tapi saat ia bersiap untuk masuk ke dalam lahar itu, ia dikejutkan oleh lahar yang mendadak naik keatas dan tanah tempatnya berpijak juga bergetar.
“Apa akan segera terjadi gunung meletus? Tolong janagan sekarang.” Gumamnya, ia tak ingin mati sia-sia di dalam gunung itu.
BRUASSSS!!
Lahar api benar-benar meledakan dirinya keluar gunung, mungkin diluar sana sudah banyak tumbuhan dan binatang liar yang menjadi korban. Semoga saja penduduk sekitar tidak terkena dampaknya, pikir Zhou Shiyue.
Seekor naga berwarna merah mulai menampakan dirinya, naga itu mendekat kearah Zhou Shiyue sambil memutari pemuda itu.
“Ya, naga hijau dan naga putih mengatakannya seperti itu.” Ujar Zhou Shiyue tampak tidak terlalu terkejut karena ia sudah terbiasa dengan kemunculan naga.
“Cihh, bagaimana mungkin majikanku hanya setingkat pendekar kaisar? Sunguh memalukan ras naga.” Ujar naga berwarna merah itu dengan sinisnya membuat Zhou Shiyue sedikit tidak senang.
“Baiklah terserah kau lagipula aku tidak menyukai seekor naga, naga itu sangat menjengkelkan” ujar Zhou Shiyue membalas tatapan sinis naga itu.
“Sungguh sombong, tapi aku suka sifat itu.” Ujar naga merah dengan senyum miring.
“Pergi saja jika tidak ingin menjadi pengikutku, lagipula aku tidak memaksa siapapun untuk mengikutiku” ujar Zhou Shiyue mengusir naga merah.
“Mana bisa, kami tidak akan bisa pergi begitu saja jika tugasmu di dunia manusia belum selesai.” Ujar naga merah itu.
“Itukan tugasku, kenapa harus menunggu tugasku selesai?”
__ADS_1
“Karena itulah aturannya, kami akan membantumu dalam menyelesaikan tugas jika tugasmu selesai maka kami bisa pergi.” Ujar naga itu menjelaskan.
“Huh, kenapa hidupku harus begini? Aku sendiri tidak mengerti.” Ujar Zhou Shiyue sambil menghela nafas beratnya.
“Untuk apa lagi membuang waktu? Sekarang cepat berendam di kolam lahar itu, karena saat ini orang-orang diluar sedang membutuhkanmu untuk menyelamatkan mereka.” ujar naga merah seolah sudah mengetahui keadaan diluar gunung.
“Baiklah” jawab Zhou Shiyue.
Kali ini Zhou Shiyue ingin mempersingkat waktu penyerapan energi panasnya di dalam lahar api karena harus segera menolong orang-orang yang terkena dampak letusan gunung berapi.
Sebelum ia menceburkan diri ke dalam lahar api itu, ia melepas pakaian dan juga cincin penyimpanannya. Setelahnya barulah ia melompak masuk ke dalam lahar api.
“Aku tak menduga tubuhku akan menjadi kebal seperti ini, bahkan lahar api tak mampu membakar kulitku” ujar Zhou Shiyue saat tubuhnya mulai masuk ke dalam lahar api.
Beberapa jam setelahnya, ledakan kembali terjadi kali ini lahar api yang keluar lebih banyak dari sebelumnya. Untungnya Zhou Shiyue sudah selesai dari proses penyerapan energi panas.
Saat ia kembali menginjakan kaki diatas sana, ia tak melihat naga merah disekitaran sana mungkin naga itu masuk ke dalam ruang penyimpanan milik Zhou Shiyue.
Setelah mengenakan kembali pakaiannya dan juga cincin penyimpanan, Zhou Shiyue segera terbang keluar gunung api melalu lubang besar tempat uap api keluar.
“Oh astaga, ternyata dampaknya separah ini. Semoga para penduduk baik-baik saja” ucap Zhou Shiyue dengan perasaan cemas takut para warga terluka akibat perbuatannya.
Yang tadinya hutam rimba kini sudah menjadi tanah lapang karena habis terbakar oleh lahar gunung berapi. Bahkan tak ada satupun binatang atau tumbuhan yang terlihat disekitar gunung tersebut.
Dengan kecepatan penuh Zhou Shiyue menuju pemukiman terdekat, tetapi ia berharap tak ada pemukiman warga di dekat-dekat gunung.
Setelah beberapa jam ia benar-benar tak menemukan pemukiman warga, ia bisa menghela nafas lega. Bersyukur lahar panas juga sudah berhenti turun ke bawah.
“Syukurlah” ujar Zhou Shiyue merasa lega.
Disisi lain, penduduk kekaisaran di wilayah timur menjadi riuh saat mendengar ledakan gunung berapi. Mereka berbondong-bondong pergi sejauh mungkin agar tidak terkena dampak ledakan gunung tersebut.
Pada akhirnya mereka semua bisa bernafas lega saat tak ada lahar panas yang sampai di tempat mereka, yang mana artinya ledakan itu hanya berdampak disekitaran gunung.
__ADS_1
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!