Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Desakkan Sakte Wudang & Emei (S1)


__ADS_3

Hari ini Kaisar dibuat pusing setelah mendengar desakkan dari sakte aliran putih, hanya saja Bing Qiuran ikut serta membelanya.


“Kita tidak bisa lagi menunda waktu pembersihan tiga partai aliran sesat itu, banyak warga mengeluh karena kehilangan anggota keluarga yang katanya dibunuh oleh tiga partai itu.” Ujar Yun Yilan.


“Benar Yang Mulia, kami tidak ingin jika ditund lagi maka korban akan lebih banyak.” Ujar Zhi Ruei mendukung perkataan Yang Mulia.


“Tapi selama ini semenjak berakhirnya festival bulan merah itu mereka tidak lagi menampakkan diri bahkan tak ada satupun informasi yang berkaitan dengan mereka.” Ujar Kaisar


“Maaf Yang Mulia, mungkun anda saja yang tidaj terlalu tau tentang kondisi diluaran jadi kemungkinan besar anda belum mengetahui sepenuhnya situasi kekaisaran” Ujar Yi Zhang He mendukung ucapakn kawannya.


“Tidak bisakan kalian mendengarkannya dulu? Sekarang ini keputusan Yang Mulia adalah yang terpenting.” Ujar Bing Qiuran, ia cukup kesal dengan tiga orang yang sangat ingin membasmi tiga partai sesat itu.


“Mohon maaf, bukan kami tidak menghormati. Tapi sekarang kita benar-benar harus segera membasmi tiga partai itu.” Ujar Yun Yilan, diangguki dua rekannya.


“Lantas apakah dengan membasmi mereka situasi akan berubah? Tidak! Semua tergantung dari sisi mana kita menyikapinya. Jika kita t


Menyelesaikan masalah hanya dengan membunuh maka kita tidk berbeda dengan mereka, lagipula mereka juga tetap merupakan rakyat Kekaisaran yang memiliki hak untuk dilindungi. Kecuali mereka benar-benar tidak bisa dimaafkan.” Ujar Kaisar


“Nah maka dari itulah Yang Mulia kita harus segera mengalahkan tiga partai itu karena kesalahan mereka sudah tidak bisa dimaafkan apalagi diloreansi.” Ujar Zhi Ruei dengan senyum miring dibibirnya.


“Baik kalau itu yang terbaik, minggu depan kumpulkan pasukkan yang ingin kalian bawa. Kita akan menyerang mereka minggu depan.” Ujar Kaisar, kali ini keputusannya membuat tiga sekawan itu bersemangat namun tidak dengan Bing Qiuran.


‘Aku rasa ada yang tidak beres!’ ujarnya dalam hati.


Beberapa hari kemudian Yun Yilan, Zhi Ruei, dan Yi Zhang He berkumpul disebuah tempat rahasia.


“Sebentar lagi tujuan kita akan segera tercapai, setelah tiga partai itu dihapuskan maka kita bisa menjalankan rencana utama kita.” Ujar Yun Yilan dengan senyum jahat dibibirnya.


“Hahah Kaisar yang tidak bijak itu akan segera turun dari jabatannya” tawa Yi Zhang He diiringi oleh dua rekannya.

__ADS_1


Sementara itu sekarang Zhou Shiyue dan para tetua Sakte Gunung Bunga Persik tengah berkumpul kembali di gazebo milik Mye Jing Chen. Mereka membahas hasil dari penyelidikan mereka beberapa hari yang lalu sambil melihat para murid sakte sedang berlatih.


“Aku menemukan sebuah buku catatan, isinya tentang penyelundupan garam dari Kekaisaran Tang yang dipindahkan ke Kekaisaran Han. Rupanya tidak hanya memiliki rencana untuk menjatuhkan Kaisar, ternyata mereka sudah lama berkhianat pada Kekaisaran.” Ujar Mye Jing Chen sambil menggelengkan kepala tak percaya.


“Selama ini kita telah buta, orang seperti mereka sangat licik dan sudah berkhianat cukup lama.” Yi Heng juga tak menyangka akan perbuatan orang aliran putih itu.


“Aku merasa malu pada nama aliran putih, seperti tidak layak disebut sebagai pendekar baik.” Ujar Mye Ai dengan dingin.


“Manusia memang bermuka dua, terkadang yang tulus terlihat tidak tulus dan begitu pula sebaliknya. Hati manusia lebih keji dibanding iblis.” Zhou Shiyue menunjukkan raut wajah jijik mengingat orang-orang itu.


“Lantas apa saja bukti yang kalian dapatkan?” tanya Mye Jing Chen pada yang lainnya.


“Aku menemukan beberapa bukti yang cukup akurat, aku yakin Kaisar akan segera bertindak.”


Zhou hiyue menaruh setumpuk buku diatas meja dan beberapa benda lainnya. Begitu juga dengan Mye Ai.


“Sayang sekali aku tidak ikut dalam penyelidikan itu” ujar Yi Heng dengan wajah masam melihat setumpuk bukti diatas meja.


“Ucapanmu itu tak sesuai dengan ekspresimu, kau tau?” sinis Yi Heng pada rekannya.


“Sudahlah, sekarang bukan waktunya bertengkar. Sudah saatnya kita menyerahkan bukti ini pada Kaisar dan meminta persetujuannya untuk menangkap para pengkhianat itu.” Ujar Mye Ai menengahi.


“Biar aku saja yang mengantarnya.” Ujar Zhou Shiyue menawarkan diri.


“Baiklah” jawab mereka,


Zhou Shiyue pun menyimpan semua bukti itu ke dalam ruang penyimpanan lalu ia pergi menuju Istana Kekaisaran.


Saat sanpai dihutan ia mengeluarkan naga putih untuk meminta naga itu mengantarnya. Tentang perkataannya yang angkuh di kolam waktu itu…. ia menelannya kembali, toh ia juga manusia yang membutuhkan bantuan.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di Istana, hanya dalam beberapa menit ia sampai dipinggiran kota. Setelah memasukan naga putih kembali ia menunggangi Yuko untuk mengantarnya.


Zhou Shiyue langsung masuk ke dalam Istana setelah menunjukkan tanda pengenal. Ia menemui Kaisar yang kebetulan sedang berada diruang kerja miliknya.


“Ada apa?” Kaisar bertanya setelah berbasa-basi sebentar.


“Ini bukti yang kami dapatkan saat menyelidiki sakte emei dan wudang. Ku harap dengan bukti ini Kaisar bisa segera bertindak.”


Zhou Shiyue mengeluarkan bukti tersebut dari ruang penyimpanannya.


“Ternyata kau bertindak lebih cepat dari yang aku bayangkan, kau ahli dalam bidang ini.” Puji Kaisar terang-terangan.


“Dengan bukti ini aku akan memerintahkan para Jendral untuk menangkap mereka, tentu aku juga membutuhkan bantuanmu untuk hal ini mengingat yang ditangkap bukanlah orang biasa.” Ujar Kaisar.


“Baik, aku dan para tetua sakte gunung bunga persik akan ikut membantu.” Ujarnya membuat Kaisar mengernyit.


“Tidak semua aliran putih ikut dalam rencana jahat itu, beberapa dari mereka seperti para tetua sakte gunung bunga persik tidak termasuk dalam rencana jahat tersebut.” Zhou Shiyue menjelaskan saat melihat tanda tanya diwajah Kaisar.


“Aku cukup senang mendengarnya, dan aku beritahu bahwa sakte gunung es utara juga tidak ikut serta dalam rencana jahat itu. Kalian bisa membawanya.” Ujar Kaisar.


“Rupanya Kaisar cukup cerdas untuk melihat yang mana teman dan yang mana musuh.” Zhou Shiyue tersenyum kecil memuji Kaisar dan dibalas oleh kekehan kecil Kaisar.


“Kau pikir pemimpin Kekaisaran itu bodoh? Haha ” Kaisar tertawa renyah mendengar tuturan Zhou Shiyue.


Mereka berduapun larut dalam obrolan sampai dimana Kaisar mulai menceritakan tentang pertemuannya dengan para ketua sakte aliran putih. Ia juga menceritakan tentang penyerangan tiga partai yang akan dijalankan dalam tiga hari kedepan.


Dalam hal ini Kaisar mengesampingkan lebih dulu tentang pengkhianat Kekaisaran itu. Kaisar menceritakan rencananya pada Zhou Shiyue bahwa ia dan organisasi teratai akan menyerang tiga partai sesat itu lebih dulu agar para pengkhianat itu merasa puas.


Lalu setelah urusan mereka dengan tiga partai sesat selesai baru mereka akan menangkap para pengkhianat itu.

__ADS_1


“Rencana yang bagus.” Ujar Zhou Shiyue menganggukkan kepalanya.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan 😊🙏!!!


__ADS_2